
Trik... Trik.. Trik...
Bunyi alarm
Tangan susah mengapai meja hingga jatuh dari tempat tidur
" Aduh "
Berjalan ke dapur dan mengambil air di dalam kulkas
Bersiap-siap untuk keluar
.
Masuk mobil
" Hari ini mau sarapan dulu deh baru ke rumah sakit "
Sesampainya di cafe dekat villa dia tidak sengaja bertemu laki-laki yang pernah menolong saat mau jatuh dekat taman rumah sakit hanya dengan melihat punggung pria itu dia tau
"Tunggu dulu aku kaya pernah melihatnya"
" Excuse me "
(Menoleh)
" you're not the one helping me "
(Tersenyum)
" you know me "
Berpikir sejenak
" Long time no see "
" Apa dia mengenal saya "
Nona
Yes
" this is your coffee "
Belum ada 3 menit pria tersebut menghilang
" Kemana dia "
Milhka keluar dan menuju mobilnya
Terdapat sebuah kertas di dekat kaca depan mobilnya
Lama tidak bertemu adik,
Kita bertemu jika sudah sama-sama di Indonesia
" siapa dia, apa aku dengannya ada hubungan kerabat "
Langsung masuk ke dalam mobil
" Apa aku tanya tante sely aja "
Tiba-tiba suara klakson dari arah belakang
" Aiss siapa sih itu, sabar woy ini udah mau jalan "
Membuka pintu kamar Stella
" Aduh capeknya, Stella sudah makan "
" Nona kok pagi-pagi sudah kesini "
" Iya nih aku beli makanan dan mau makan di sini aja "
"Okelah nona, saya barusan sudah sarapan "
" Nanti kita ke taman selesai saya sarapan"
" Baiklah "
Jalan-jalan di taman...
" Nona, ingat enggk saat kita ketemu untuk pertama kali, ehhm emang kenapa "
" Engk hanya aja sekarang aku baru sadar sisi nona yang berbeda saat di kantor dan maupun seperti ini "
" Karena aku galak yah "
Mata stella melotot
" hehe enggk nona "
" Gpp kali... Kamu bakalan paham kenapa aku kya gini "
" Hah... Saya tidak bermaksud nona "
" Eh sudahlah engk usah di pikiran yah "
Sambil mendorong kursi roda
Membantu stella bangun dan duduk di kursi taman
" Kamu di sini dulu yah aku mau kesana bentar "
" Oke nona "
Belum ada 15 menit
" Loh stella kemana.... Stel.... Stella... "
Tiba-tiba di dekat pohon milhka menemukan Stella setelah berkeliling
Stella...
Menghampiri Stella
Nona...
" Kamu kucariin dari tadi loh, kamu ke sini emng bisa sendiri... "
Sambil mengenggam dan mendorong kursi roda Stella
" Tadi ada yang bantu aku naik ke kursi roda terus bawa aku kesana katanya dia kenal anda "
" Teruss.... Dia bilang apa lagi "
" Dia bilang anda kerabatnya "
Milhka mulai gelisah
" Siapa orang itu... stella tau ciri-ciri orang itu "
" Enggk soalnya dia pakai masker dan topi jadi enggk terlalu kentara...
Tapi dia punya tai lalat di bagian matanya yang sangat menonjol "
Milhka langsung teringat dengan pria yang sebelumnya dia pernah temui saat di taman rumah sakit dan di cafe
" Siapa dia kenapa selalu mengikutiku "
~\*~\*~
Duduk...
"Stel... Kata dokter kamu bisa pulang besok, jadi lusa kita bakalan pulang ke Indonesia"
"Baik nona"
Keesokannya
__ADS_1
" Morning kamu sudah baikan stel "
"Iya nona"
Sambil membantu stella dari tempat tidur ke kursi roda
" Nona, maafkan saya jika selama ini merepotkan anda "
Menghela napas...
" Gapapa semua sudah terjadi... "
Sampai di villa mereka berberes-beres untuk berangkat ke Indonesia besok
" Nona... Apa yang bisa saya bantu "
"Tolong ambilkan kardus itu di sana"
Sambil menunjuk
Sambil mendorong roda kursinya
.
Mengambil kardus, Tiba-tiba foto jatuh ke lantai
"Ini siapa kok dia sangat mirip dengan nona milhka,
Nona ini kardusnya"
"Oke thanks"
"Nona kalau boleh tau... "
Suara bel berbunyi...
" Siapa yang datang jam segini "
" Siapa nona "
" Tukang paket aku tidak tau katanya atas namaku "
Sambil membuka kotak tersebut
"Nona... Saya takut itu bom"
" Hah jangan ngada-ngada "
Sambil menaruh kotak tersebut perlahan-lahan milhka menjauh dan membukanya secara pelan dalam jarak agak jauh
Apa ini...
Isinya apa nona
"Isinya baju kaos kecil dan tas"
Melihat surat di balik baju tersebut, sambil membacanya..

***Siapa orang ini kenapa dia pengen banget aku ingat (dalam hati***)
Sambil mengingat...
Tiba-tiba kepala milhka sakit dan langsung tersungkur ke lantai
" Nona... Anda tidak apa-apa "
" Ia nona "
Sambil memegang kepalanya dan melihat surat tersebut
" Aku tidak bisa mengingat masa kecilku tiap mengingat selalu bikin kepala sakit "
Merebahkan diri di kasur
~\*~\*~
Indonesia
Selamat pagi pak ucap sekertarisnya
Menoleh...
" Pak ini adalah jadwal kita... "
" taruh aja di meja "
Sambil melihat dari luar jendela
" milhka sudah pulang ke Indonesia "
" Belum Pak, Saya dengar nona milhka bakalan pulang besok "
" Kalau begitu kita harus siapkan.... "
wajahnya sumbringan
Los Angeles
Tiba-tiba milhka bangun karena suara dari atas blangkon sangat berisik
" oo nona "
" Kamu ngapain "
Sambil menoleh ke lantai pot bunga pecah
" Maaf nona bunganya jatuh karena saya ingin memindahkan ke meja "
" Ya udah gapapa "
Sambil membersihkan lantai
Suara petir dari arah luar
" Sepertinya bakalan hujan badai nona saya melihat siaran TV "
" Kita harus Cepat-cepat berberes-beres bakalan ada pemadaman listrik "
Terjadilah hujan badai dan di seluruh rumah listrik padam
Menyalakan lilin
" Mending kita tidur jadi besok bisa pagi-pagi ke bandara "
" Oke nona selamat malam "
Menangguk-ngangguk
Melewati malam yang cukup panjang karena pemadaman listrik
06.34
Mengetuk pintu
" Nona.... Nona milhka "
Sambil melihat handphonenya
" Iya bentar... "
" Sudah siap semuakan "
" Iya nona tadi pagi saya merapikan beberapa yang berserakan "
" Oke kamu gapapa "
__ADS_1
" Ia nona kaki saya sudah mendingan jadi enggk usah pake kursi lagi "
Mereka berangkat ke bandara
Indonesia
" Kapan milhka sampai "
" Belum dapat informasi dari asistennya sepertinya masih di dalam pesawat "
" Ohiya asistennya kecelakaan kan "
" Ia pak "
Tolong nanti cekkan jadwal saya hari ini
Sambil berjalan lewati lorong
" Oke pak "
" Saya nanti akan nemui ponakan saya setelah dia sampai di Indonesia
Sudah lama sekali saya tidak menemuinya sejak 9 tahun semenjak orang tuanya meninggal entah dia masih menganggapku paman "
Sambil meminum kopi
" Stela "
" Ia nona "
" Tolong ambilkan penutup mata saya di tas "
Sambil menunjuk ke arah samping stela
" Ini nona "
" Thank you "
" Nona setelah kita sampai di Indonesia apa yang akan kita lakukan "
" Ehmm entahlah aku juga bingung mungkin kita akan memulai dari awal dengan beberapa investor yang masih berkerjasama dengan kita "
Menghela napas
" Kuharap kita bisa bangkit lagi "
03.00
Di Indonesia
" Nona tunggu "
" Harusnya kamu cuci dulu sana mukanya sangat menyeramkan "
Sambil ketawa kecil
" Apa wajah sangat buruk "
Sambil merogoh cermin di saku tasnya
" Tidak begitu serem, Nona saya ke toilet dulu "
" Saya tunggu di luar "
Sambil melihat jam tangan
" Lama sekali nih anak udah 30 menit "
" Nona... "
" Astaga apa dia mandi di toilet sangkin lamanya "
" Maaf nona di toilet penuh sekali "
Sambil cengegesan
" Cepatan masuk keburu macet nanti "
" Stela tolong cekkan ada beberapa file di flashdisk ini sapa tau nanti kita buat janji beberapa investor kenalan saya "
Stela sedang membalas pesan untuk asisten paman milhka
" Kamu sedang apa "
" Sebentar nona saya sampaikan ini dulu "
" Sama siapa coba lihat "
" Ahh bukan apa-apa hehe "
" Kamu menyembunyikan sesuatu dari saya.... Siapa pacarmu... "
" Ahh iya hehe "
Padahal stela berbohong karena suruhan dari paman milhka yang tidak boleh di kasih tau ke milhka
"Kita harus Buru-buru pastikan kamu stel lihat file itu nanti informasi ke saya jika ada kesulitan "
" Siap nona saya akan segera kerjakan "
" Sebelum itu kita sarapan dulu mau makan apa "
" Saya ngikut nona "
" Okey kita pesan antar saja "
20 menit kemudian....
" Nona makanan sudah datang.... "
Stela mendapati milhka sedang tidur lelap
" Sepertinya nona milhka sangat lelah sekali sampai tidak dengar saya panggil-panggil "
" Pak, nona milhka sudah sampai di Indonesia dan mereka sudah ada di rumahnya " Ucap sekertaris paman milhka
" Oke "
Sambil membersihkan alat tulis di meja kerjanya
Arghhh menghela napas
" Nona ada apa saya mendengar anda berteriak "
" Memegang kepalanya
Tidak... Cuman mimpi "
" Nona minum dulu "
" Makasih "
" Jika nona butuh bantuan segera panggil saya yah "
" Kamu sedang apa kukira kamu sudah pulang "
" iya nona saya nunggu anda bangun baru pulang "
" Saya antar kamu ini sudah Magrib "
" Tidak usah nona saya sudah pesan ojek online "
" Pakai motor/mobil "
" Mobil "
" Syukurlah, segera telpon kalau sudah sampai "
" Siap nona, saya pamit "
" Hati-hati "
Sambil mengikuti langkah stela keluar kamar
Sedikit cerita
Paman milhka bernama desno sebutan di akrab esno beliau salah satu pemegang saham dari keluarga arganata ayah milhka anak pertama dan paman milhka kedua, mereka 2 bersaudara semenjak paman milhka kuliah di Belanda dan menikah di sana belum sekali bertemu dengan milhka saat versi dewasanya. Milhka punya 2 sepupu anak dari pamannya yang pertama usianya sama dengan milhka dan satunya masih 17 tahun yang pertama sudah ketahuan saat bertemu dengan milhka di Los Angeles
.
Terimakasih jangan lupa
__ADS_1
Bantu like, coment, dan votenya kawan-kawan🌼🌻