
Seharian mereka berada di tempat pameran, pengunjung yang datang melebihi ekspetasi membuat milhka tersenyum lebar karena projectnya dengan wiliam berhasil. karena itu di malam terakhir mereka di desa itu mengadakan syukuran untuk semua warga milhka membeli 3 ekor sapi paling mahal untuk di sembelih di makan bersama-sama gedung serbaguna menyantap bersama dengan suara alunan musik gamelan menambah keselarasan di antara mereka.
" Terima kasih untuk kehadiran ibu milhka, pak wiliam, dan segenap karyawan membantu dan juga karena pameran ini desa kami mudah di kenal walau terpelosok "
membalas pujian dari kepala desa dengan tepuk riang bersama.
acara semalam sangat membuat mereka bersukacita.mereka pulang setelah membereskan sampah-sampah di gedung itu. saat fajar belum menyinari, milhka bangun mengikuti si pemilik rumah tempat mereka menginap. milhka menuju ke kamar mandi belakang untuk mencuci muka dan menyikat gigi ia ingin mandi tetapi udara di sana sangat dingin hingga membuat wajahnya yang mengenai air itu sampai mengigil.
" bu milhka saya sedang rebus singkong, anda mau? " ucap si pemilik rumah saat milhka sudah mengelap wajahnya.
" boleh bu"
milhka menyeruput teh hangat yang telah di buatkan si ibu.
" nona milhka " sapaan stella setelah bangun dari tidurnya.
" kamu sudah bangun"
" udara di sini sejuk sekali pengen lama-lama tidur"
" boleh, sekalian tinggal di sini aja "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah cukup lama beradandi desa itu cuaca yang mendukung akhirnya mereka balik ke kota.
" nona nanti di kantor saya buatkan laporannya "
" iya jangan lupa di periksa dulu setelah di kirim ke email saya"
__ADS_1
" siap nona "
Stella mengambil barang di bagasi seusai sampai di kantor, barang itu sangat berat membuatnya hampir tersandung untung saja wiliam membantunya.
" mau di taruh mana ini"
" disini aja"
stella masuk ke dalam ruangan dan melihat wiliam dan milhka saling berpandang-pandangan.
" nona saya sudah.... "
perlahan stella meninggalkan ruangan agar milhka dan wiliam tidak terganggu.
......................
Hari semakin berganti milhka menyampaikan ke stella jika mereka akan berlibur ke pulau yang banyak di datangin orang-orang lokal maupun turis, bukan berdua melainkan ada wiliam dan sekretarisnya.
" iya jadi mungkin seminggu lagi kita pergi "
" asik akhirnya bisa liburan juga "
" itu usaha kita bersama jadi kita nikmati "
Jojo masuk ke ruangan milhka untuk memberikan berkas penting.
" misi nona ini berkas yang anda minta"
" makasih yaa" sambungnya " ohh iya jojo ikut yaa, kita liburan "
__ADS_1
" jadi nona milhka ngajak kamu, aku, pak wiliam liburan semacam refresing gitu akibat banyaknya lemburan hehe"
" bagaimana joj? tanya milhka penuh harapan.
" saya pikir-pikir dulu nona, saya permisi "
stella dan milhka saling berpandangan penuh heran.
Jojo menuju ke gudang untuk melakukan rutinitasnya tiap siang merapikan barang-barang di sana tiba di kotak hitam di sudut ruangan perlahan membukanya.
" peralatan lukisan? "
Di tempat lain di suatu sudut ruangan wiliam sedang berteleponan dengan kakeknya yang sedang berada di luar negeri menjalani operasi.
"kek seriusan mau menjodohkanku" ucap wiliam kepada kakeknya.
" ialah kamu tau aku disini mencarikan jodoh untukmu "
" kek aku tidak butuh lagi pula aku belum mau nikah"
" jika kamu menolak terus kapan kakek timang cucu, kakek iri sama teman-teman kakek"
" sudah dulu kek ada klien datang " wiliam langsung menutup teleponnya.
ternyata milhka yang berada di balik pintu
" apa kamu mendengarkannya? " tanya wiliam dengan penuh penasaran.
" hmmm aku sekilas mendengarnya but aku juga pernah mengalaminya tiap kumpul keluarga sampai panas kupingku"
__ADS_1
hahaha mereka saling bercanda dan akhirnya kembali serius.