
Stella begitu senang mendapat kabar akan kedatangan nona milhka tepat sehari sebelum itu terlihat stella sedang makan dengan perasaan bercampur aduk mood selalu naik-turun terasa jika kantor sangat tidak berwarna tanpa kehadiran nona milhka.
"aku tanpamu butiran debu huhu " ucap rekan karyawan lain
"lagu itu seperti perasaan kita sekarang"
"walaupun boss sementara itu sangat berkarisma tapi nona milhka tetap di hati walau agak kejam tapi dia selalu perhatian dengan bawahannya huhu"
"benar sekali nona milhka bagaikan mentari pagi yang muncul saat berakhirnya malam dia menerangin seluruh alam semesta dengan terangnya" gombal karyawan laki-laki lain
" tunggu dulu kalau sampai nona milhka bertahun-tahun di sana gimana "
jeritan karyawan lain tidak terima. handphone stella berdering di samping kepalanya bersandar di meja.
" Nona Milhka " membaca nama yang tertulis di layar ponselnya.
" hah, weehh nona milhka telepon " memanggil rekannya yang lain sontak semua diam karena salah satu yang lain memberi isyarat untuk diam.
APA....
iya stel aku lagi di bandara kemungkinan besok sampai pagi atau mungkin siang.
stel kamu dengarkan aku bicarakan
nona saya tidak mimpikan
hah
nona coba bicara sekali lagi
stella mengaktifkan Loudspeakers agar semua rekannya dengar.
" hari ini aku pulang dan besok baru sampai "
HOREe
"astaga "
milhka kaget karena suara sorak dari seberang sana.
oke nona hati-hati di pesawat ucap orang lain di telepon itu.
Milhka menutup teleponnya dan tersenyum sambil mengeleng-gelengkan kepalanya atas kelakuan karyawannya.
" selamat pagi pak "
iya pagi
"ini beberapa file yang harus di tanda tangani.
pak wiliam sudah tau belum nona milhka sebentar lagi sampai"
"maksudnya"
"iya nona milhka yang di ying galeri mau pulang"
"tau darimana"
"hmmm teman saya yang bilang soalnya dia update status di Facebook jadi saya tau"
"baguslah kalau begitu. ini sudah saya tandatangani"
"baiklah saya permisi dulu pak"
iya
sekertarisnya keluar tiba-tiba wajah pak wiliam tersenyum.
14 jam mengudara milhka menyempatkan untuk tidur total semenjak berada di negara orang dia tidak bisa tidur apalagi di tuntut agar menyelesaikan kerjaan selama sebulan, jika di bayangkan gimana jika milhka gagal dan bakalan harus menikah dengan frans yang tidak dia cintai membayangkan saja membuatnya frustasi.
akhirnya setelah lamanya di atas udara pesawat itu mendarat dengan aman. tidak ada penyambutan karena milhka yang memintanya, mobil yang menunggu kedatangan milhka sudah berada di luar bandara memasukan semua barang dan koper di bagasi. mobil siap melacu milhka masih sangat mengantuk walau cuman duduk di dalam pesawat itu juga lebih melelahkan dibandingkan beraktivitas.
__ADS_1
" pak kita ke kantor dulu "
" siap nona "
Stella berada di lorong ruang tunggu tamu mengecek tiap mobil yang masuk ke parkiran kantor.
" ya ampun mba Stella semangat sekali pagi ini " sapa jojo
" iya dong, kan nona milhka mau datang "
" biasanya kalau turun dari pesawat kan langsung pulang "
" tadi nona milhka chat aku katanya mau datang "
" ohh itu nona milhka "
Stella bergegas ke parkiran senyumnya sangat terukir karena kedatangan milhka kembali.
milhka membuka pintu mobil
" huhu nona, Stella kangen " memeluk milhka tak sengaja air matanya keluar.
" Stella kamu mengotori bajuku dengan air matamu " jawabnya dengan nada candaan.
" nona kemana saja, pergi lama katanya engk sampai sebulan ini udah lebih "
" stop. ceramahnya nanti saja "
" selamat datang nona milhka " karyawan lain datang menghampiri.
" tolong yang cowonya bawa itu kotak di dalam mobil "
milhka masuk kedalam kantor di sambut keriuhan karyawan
" semuanya stop kerjanya dulu itu ada makanan sapa tau ada yang belum makan dari pagi " berbagai makanan tersedia banyak bukan hanya makanan berat tetapi ada cemilan snack ringan dan juga minuman soda.
wahh
mantap sekali nona milhka
" pak dhika kemana stel "
" ada di atas nona mungkin sedang mengemasi barang-barangnya "
" kenapa kamu engk ngajak turun joj " ucap stella.
kalian makan saja saya mau ke atas dulu
milhka ke lantai 2 menggunakan lift dan bertemu beberapa karyawan yang ingin turun.
" nona milhka akhirnya sudah kembali "
" iya kalian kesana ada makanan di ambil aja " ramah milhka.
" iya nona terima kasih "
melewati lorong yang kosong karena semua karyawan turun untuk mengambil makanan.
" pak dhika bagaimana kabarnya "
" baik juga " jawabnya ketus tanpa melirik milhka.
" mau langsung keluar, tidak makanan dulu saya tadi di perjalanan kesini sempatkan beli "
" tidak usah repot-repot saya tadi sudah sarapan hehe "
" ohh okelah "
" berkas-berkas disini tidak ada yang kamu ambilkan, takut saja soalnya saya dengar-dengar anda menandatangani kontrak dengan perusahaan asing"
pak dhika berhenti melakukan aktivitas menyusun barangnya.
__ADS_1
" tidak saya juga ngapain mengambilnya tidak ada faedahnya "
" wahh kenapa di sini sangat tegang sekali " ucap stella masuk ke ruangan.
" nona, cemilan yang anda beli sangat enak sekali "
" dengar pak dhika katanya enak sekali sebelum pulang ambil bagianmu di bawah " menelusuri tiap sudut dan keluar dari ruangan.
" saya permisi pak " ucap stella.
" stella bukannya kamu harus serahkan laporan yang saya minta? " sambil menyusun kembali barangnya ke dalam kardus.
" kenapa harus begitu kan nona milhka sudah kembali jadi saya serahkan ke beliau lah " jawab stella lalu pergi mengikuti milhka.
"saya senang sekali akhirnya nona milhka kembali " ucap jojo dan karyawan lain meresponnya dengan setuju.
"misi... misi...jeng... jeng... nona ini buket untuk anda"
ya ampun makasih
bunga mawar full kan nona menyukainya
bilang sama karyawan lain hari ini pulang cepat besok baru kerja. karena moodku sedang bagus bisik milhka.
oke akan di sampaikan
milhka pulang karena tadi langsung menuju kantor dan sampai di rumah bi inem memasak hidangan kesukaannya.
wahh bibi masakannya harum sekali
non sudah balik ya ampun bibi senang sekali "
" milhka senang juga bisa ketemu bibi"
mereka berpelukan bersama. terbukti banyak sekali yang mencintai milhka.
papi, mami milhka pulang sudah lama milhka ninggalin rumah
" sampai berdebu gini foto kalian "
milhka dan bi inem menikmati makan siang sambil bercengkrama.
"pas keberangkatan non milhka ada pak wiliam datang dia kira non masih disini "
"ohh yaa"
Dia juga belum menghubungi sama sekali pas aku di sana dan pulang kembali pun juga sama.
...----------------...
Wiliam menatap layar ponselnya seperti ingin menghubungi seseorang tidak lama kakeknya masuk ke dalam ruang kerjanya.
" cucuku kakek lihat kamu dari pintu sana selalu menatap ponselmu apa ada yang kamu tunggu? "
" tidak ada kek " berdiri dari tempatnya dan menghampiri kakeknya membantu agar dia bisa duduk di kursi.
"ada apa kakek kesini"
"apa aku tidak boleh masuk ke ruanganmu"
"bukan begitu kek tumben saja "
"aku tadi mengecek kamarmu ternyata kamu belum tidur apa ada kerjaan yang buat kamu begadang"
" aku mau ngecek file yang di kirim sekertarisku jadi belum tidur"
"mungkin aku di sini menganggu aku mau pergi saja"
Hati-hati kek jalannya
" aku masih kelihatan bugar tau, tiap hari selalu jalan pagi " kakeknya wiliam keluar ruangan di bantu dengan tongkat kayu gaharu miliknya.
__ADS_1
Milhka yang sedang menatap layar komputernya mengetik keyboard dengan serius tiba-tiba terdengar suara gemuruh langit.
" sepertinya malam ini akan hujan atau mungkin besok pagi " menatap ke luar jendela.