MILHKA

MILHKA
Bab. 17. Kisah Stella & Kencan Butanya


__ADS_3

D-day tertulis di kalender hpnya tersebut


Stella memandangi di meja


Stel


Iya


" Kamu di panggil-panggil engk nyaut emang ada yang mengganggu kepalamu sampai enggk dengar aku teriak "


Maaf nona


" Daritadi kamu senyum-senyum terus itu makannya dingin "


Ayo nona


" Aduh Stella kita harus balik sekarang "


Melihat jam di tangannya "tinggal 30 menit lagi bantu stella milih parfum nona


" Emang ada apa kan bisa kamu pergi nanti malam atau kapan gitu "


"Keburu nona enggk sempat, ayoo" sambil menarik tangan milhka


Milhka yang sedang bersenderan menunggu Stella memilih parfum.


"Nona coba cium"


Bagaimana


Agak menyengat


Kalau ini gimana?


Ehhmm Lumayan


Oke yang ini aja


Di dalam mobil milhka menoleh ke arah Stella yang terlihat kesenangan.


" Emang kenapa buru-buru beli parfum,


mau jalan "


Stella keasikan membalas chat


Nona


Menoleh


" Nanti malam cowo ini mengajakku kencan "


Hah? Tiba-tiba mobil berhenti mendadak


Ahhh


" Yah ampun nona astaga "


Betulan


Iya


" Wahh akhirnya kamu enggk jomblo "


" Kenapa nona yang kesenangan "


" Nanti sore saya bantu kamu tampil cantik, gimana "


"Tumben nona milhka" (berkata dalam hatinya)


Sesampainya di kantor


Mba stel


Stella berjalan tampak menghiraukan rekan kerjanya memanggilnya


" Kenapa dia tuh senyum-senyum sendiri "


" Entah, mungkin dapat bonus dari nona milhka "


Emang ada yah


Milhka berjalan dan melihat karyawan lain ngerumpi "Kalian kenapa berdiri di sini enggk kerja"


"Selamat siang nona" Buru-buru ke tempat masing-masing


"Stel tolong rapikan porposal ini" Menaruh di meja


Stelll


Iya


" Kamu kalau mau kencan, cepatin kerjanya "


Maaf nona, iya saya rapikan


" Itu handphone kamu bunyi stel "


Hallo


Mba stella ini saya jojo


Kenapa jojo


"Jadi saya sudah antar berkas yang mba suruh dan banyak yang salah "


Milhka berada di belakang Stella dan mendengar


Sini stel hp-nya


" Jojo ini saya milhka, kamu balik ke kantor nanti biar Stella yang antar yang benarnya "


Menutup telepon


Milhka melirik Stella


" Stella kamu kesini niat kerja "


Jawab


Stella hanya menunduk smbil berdiri sedangkan milhka berada di depannya duduk menatap Stella


Niat nona


" Saya engk tau mau marah bagaimana, tapi yang kamu lakukan tidak kompeten loh, ingat motto kamu pas lamar kerja di sini "


2019



Selamat siang



" Anda niat berkerja di sini "



Kenapa telat



Bertubi-tubi para senior tersebut mengkritiknya



Tok... Tok...



Seseorang datang ke dalam ruang tersebut dan berbisik dengan salah satu dari penguji tersebut, bahwa yang berdiri di depannya adalah keponakan pak asep manager dari kantor pusat.



"Apa pentingnya jika dia anak Kolengmerat di sini harus di seleksi sama dengan yang lain"



" Saya sudah baca biodata kamu besok jangan telat karena ada wawancara "

__ADS_1



Baik bu



"Kita tidak boleh pilih kasih sehebat apapun keluarganya" Melirik Stella yang berjalan keluar



Kamu tunggu ucap milhka



Menoleh



" Kamu jangan telat lagi, jika mau bekerja di sini jangan sekali-kali minta orang dalam kesuksesan tidak bisa memihakku kalau begitu "



Stella dengan gugup mengatakan "s... aya tidak datang dengan kekuasaan paman saya justru saya ingin buktikan jika saya mampu"



"Oke semoga berhasil "



Dari pelamar yang lain "kalau saja kantor pusat masih membutuhkan karyawan mana mau ke sini, pasti gaji kecil"



Milhka merasa terpojokan dan mengatakan "apa aku bisa melakukanya"



Keesokan harinya mereka semua datang untuk wawancara kedua.



Milhka sudah berada di ruangan



" Karena kalian sudah berada di sini, saya akan manggil kalian satu persatu masuk "



Setelah beberapa pelamar masuk giliran stella



"Tarik napas buang tarik buang pasti bisa ayo stel... "



Selamat pagi bu milhka



Milhka menatap "silahkan duduk"



" Kamu lulusan mana "



" Saya alumni universitas xxxx ambil jurusan manajemen"



" ooh menurut kamu management cocok engk sama seni "



Stella bingung mau jawab apa "kalau di bagian sekertaris cocok bu"




30 menit serasa 24 jam membuat stella Gelagapan menjawab.



"Engk tau bakalan lolos apa enggk"



Dring.... Dring....



*Hallo paman*



*Bagaimana hasilnya*



*Belum tau paman katanya di infokan lewat email*



*Yah udah tunggu aja, nak kesini kita adakan pesta buat kamu nih tantemu sudah kangen*



*Oke paman*



" Bagaimana nak makanannya "


Enak tante


Syukurlah


" Tante kamu uji coba masak demi kamu, paman jadi korbannya "


Mereka tertawa bersama


2021


Tok... Tok...


Masuk


" Lah kamu tumben ngetok dulu "


Selamat siang


Pak asep


milhka berdiri


"apa kabar nona milhka, lama tidak bertemu"


"Baik Pak asep, Mari s


Silahkan duduk"


" Saya baru bisa kesini karena banyak halangan, sebelum saya pensiun saya mau berterima kasih sama nona milhka sudah baik dan sayang sama keponakan saya ini, semenjak orangtuanya meninggal.... "


" Ahhh paman sudahlah aku mulai mengeluarkan air mata nih "


Hehehe


" Pokoknya saya berterima kasih sama nona milhka "


" Engk perlu begitu pak asep, Stella melakukannya atas perjuangan dia dan doa paman sendiri, saya tidak banyak membantu "


" Nah jemputan saya sudah datang, saya pulang dulu Stella paman pulang yah "


Stella memeluk pamannya "Hati-hati paman, jaga kesehatan"

__ADS_1


Iya pasti dong


Paman Stella sudah jauh dari pandangannya


" Nona Stella mau tanya, dulu apa yang membuat nona mau menerima saya bekerja di sini "


"Kan saya sudah bilang kalau saya lagi membutuhkan sekertaris pada waktu itu karena yang lama mengundurkan diri "


stella melihat milhka dan tidak mempercayainya


" kamu kenapa melihat ku seperti itu "


" kok nona ngomongnya gagap gitu mencurigakan "


"Hahahaha kamu aneh sekali mana ada.... disini cuaca sangat panas aduhh.... mendingan keluar ngademkan diri"


"padahal AC sudah dingin banget masa masih panas " mengarahkan tangan ke atas dekat AC


nona milhka....


menoleh


kenapa jojo


"saya hari ini ke kantor pusat dan beberapa berkas harus di tanda tanganin nona kan pak desno sedang di luar kota"


"kenapa kamu yang urus begituan bukannya stella yah"


"hmm jadi gini nona tadi sebenarnya mau ambil perlengkapan galeri doang tapi di suruh sekalian nyampein hal itu"


"suruh stella nanti dia yang kasihkan sama saya"


oke nona


milhka menuju ke ruangannya


" stella, lah kemana dia "


" kalian lihat stella kah? "


" tadi kami lihat dia ke arah ruang pameran nona "


oke, makasih


" nah itu sudah mas saya suka loh yang itu ...... " dengan suara lembut


"telepon dari siapa"


" nona, kaget saya " langsung menutup teleponnya


" ini masih jam kerja bukannya kerja, tuh sih jojo bawa dari kantor pusat berkas kenapa engk kamu yang ambil "


" emang ada yah nona "


" hadeh... mulai ngelantur coba cek chat ada enggk? "


bentar


" ehh iya dari kantor pusat "


"padahal kamu selalu pantegin HP bisanya engk lihat" menggelengkan kepalanya


"ini nona berkasnya silahkan di tanda tanganin"


"kamu kalau niat kerja harus teliti yah, jangan lakukan yang lain kalau pekerjaan kamu belum kelar"


maaf nona


"ini segera bawa ke kantor pusat, jangan di tunda"


siap nona


stella berjalan keluar ruangan milhka "bodo... bodo sekali kamu stella bisa-bisanya bikin nona marah lagi" sambil memukul jidatnya


tring.... (suara pesan)


^^^saya tunggu di cafe xxx (^ω^)^^^


"ya ampun ini orang bikin moodku baik cocok banget jadi suami ehh pacarlah " wajah stella bahagia sekali hingga pipinya memerah



**17.30**



tok... tok



nona milhka



"kamu kenapa senyum-senyum kaya gitu"



"nona masih marah sama stella?"



"udah enggk... kenapa"



"stella hari ini mau berkencan"



serius



mengangguk



"yah udah kamu pulang lebih awal aja, kalau kamu telat itu laki-laki tinggalin kamu"



"ihh nona jahat sekali"



lah serius



"emang tidak ada lagi nona yang mau di kerjakan"



engk ada



"yah udah stella pulang duluan yah nona"



iya good luck yah



siap



Hai\_Hai


Happy Reading🐣


.


.


Jangan lupa

__ADS_1


Bantu like, coment, dan votenya kawan-kawan🌼🌻


__ADS_2