MILHKA

MILHKA
Bab. 9 Ulang Tahun yang Mengharukan


__ADS_3

" Bagaimana persiapannya.... "


" Sudah pak tinggal tambahin hiasan di bagian dindingnya "


" Oke-oke "


" Tian... Tian "


Menoleh


" Cepat kamu ke galeri sibukan milhka jangan sampai dia pulang cepat "


Tian yang sedang memperbaiki hiasan di bagian langit-langit plafon langsung turun


" Tapi pah aku engk bisa basa-basi nanti kalau dia curiga gimana "


" Yah pake cara apalah belanjanin apalah itu biar milhka engk cepat pulang gitu bisakan dengan caramu saja "


Tian masih bingung dan langsung berjalan keluar rumah,


Sementara milhka di galeri sedang di sibukan dengan beberapa laporan untuk bertemu dengan klien di luar kota


" Seengaknya ini harus selesai malam ini "


" Nona ini beberapa berkas yang saya dapatkan dari sekertaris klien "


" Oke taruh aja di meja "


Jam dinding menuju pukul 12.00, sampai saat ini laporan yang di kerjakan milhka belum selesai tiba-tiba pintu ruangan terbuka


"Mil..."


Di balik pintu muncul setengah badan Tian


"Yuk makan siang"


"Sebentar ini belum selesai"


Dengan ekspresi suram menatap laptop tanpa melihat tian berdiri tepat di depannya.


"Aku merasakan hawa-hawa menyeramkan di tiap sudut ruang ini"


"Duduklah aku tidak konsen kalau kak tian bicara terus"


"Maaf..." (Sambil duduk di sofa) jangan hiraukan aku kerjakan saja laporanmu


30 menit menunggu, tian ketiduran.


"Kak tian"


Tian membuka matanya


" Sudah selesai, jam berapa ini "


"Jam 2 yuk cepatan kita makan di restauran simpang jalan, abis itu pulang"


"Pulang kemana"


"Kerumahkulah ya kali ke tempat anda"


Sambil berjalan tian menawarkan untuk tidak langsung pulang setelah makan.


"Mil tunggu gimana nanti kita jalan-jalan jarang kan kita habiskan waktu bersama"


"Aku cape pengen pulang"


"Ini masih siang"


"Bentar lagi sore" ucap milhka


"Masih ada waktukan kamu juga engk ada kesibukan janji setelah jalan-jalan kita pulang cepat"


"Jam 5 yah"


"Siap"


"Yah udah cepatan lapar"


"Kita makan di mall aja kalau gitu biar ada waktu kita biar engk macet nanti"


"Terserah... kan yang bawah mobil kaka"


Mereka segera pergi ke mall


"Kak kok daritadi mutar-mutar kapan sampainya astaga sambil malam nanti "


Aku harus menyibukkannya agar engk pulang cepat (dalam hati)


mereka sampai di mall, baru di parkir mobil, milhka langsung segera keluar


"Mil mau kemana... "


"Aku duluan keburu lapar"


Setelah 2 jam mereka selesai makan dan mulai mengelilingi mall


"Mil kita kesana yuk" menunjuk ke tempat timezone


"Cape ahh ini juga udah jam 5 lewat mending pulang sambil jalan"


Tiba-tiba tian menghalangi


" Tunggu-tunggu 1 kali lagi baru balik yah" sambil memohon


Menghela napas


"1 kali aja yah"


Tian sambil menarik milhka


" Santai aja engk usah buru-buru nanti aku teraktir sepulang dari sini yah "


Mereka bermain hampir semua permainan dan milhka lama kelamaan mulai bosen dan berniat melarikan diri, tapi ketahuan saat tian menoleh


"Mau kemana"


*Aku mau ke kamar mandi"


"Yah udah aku ikut..."


"Ngpain astaga aku engk bakal kabur"


Sambil berpandang-pandangan


Tian mulai curiga


" Semakin orang tersebut gugup dan mulai berkata tanpa di ketahui pikiranmu di situ mulai ketahuan kejujuran tersebut"


"Iya... Iya hanya saja aneh aja kaka tahan aku terus" sambil melirik tian yang mulai grogi


"Apa ada yang di sembunyikan nya dariku"


Dring.... Dring...


"Tuh hpnya bunyi"


"Bentar yah"


(Hallo pah)


(Tian persiapannya sudah selesai cepat kemari)


(Okelah)


"Ayo pulang aku juga sudah cape nih"


"Ehh tunggu" menahan tangan tian

__ADS_1


Sebentar apa yang kaka sembunyikan dariku"


"Ayo adekku kita pulang mereka sudah menunggu di rumah"


Milhka heran


"Yahh tunggu..."(sambil mengejar tian)


Seorang pria menaiki motor dan menyalip kendaraan di jalan yang di penuhi kemacetan dengan hati-hati melewati kerumunan banyak orang di taman dan berhenti di tempat duduk di bawah pohon besar dia mencari yang ada penerangannya dan sepi



"Di sini tempat yang bagus untuk menjernihkan pikiranku" (menghela napas)



Sambil melihat bintang dan belum ada 5 menit seseorang menghubunginya



Dring.... Dring...



"Hallo... Baiklah saya segera kesana"


(Dengan ekspresi kesal)



Setelah beberapa menit di jalan dan sampai di kantor



"Tuan muda..."



"Kenapa kalian tidak becus melakukan itu haaa" (dengan nada tinggi)



"Maafkan kami..."



Pria tersebut hampir melempar komputer tiba-tiba terhenti karena ada yang memanggilnya



"William...."


Menoleh



Semua orang di dalam kantor tersebut menunduk...



"Kakek..."



"Wiliam ayo masuk ke ruang kakek...


Nak seharusnya kamu tidak boleh begitu sama mereka sudah berusaha semaksimal mereka



"Tapi kek, William cape baru aja di tinggal sebentar mereka tidak bisa menghandel hal sepele itu bagaimana mau maju nih kantor..."



Kakek sambil tersenyum




"Aku bukan CEO"



"Tapi kamu adalah calon masa depan kantor ini percaya dengan kata hatimu"


(Sambil mengenggam tangan wiliam)



Milhka dan tian sampai di rumah


"Kenapa Rumah gelap sekali emang alex kemana kak"


"Ada di dalam"


Milhka langsung membuka pintu.


Surprise.....


Lampu seketika nyala dan hiasan di dinding yang nampak indah dan tulisan berbentuk 'happy birthday milhka'


Mereka bersama-sama menyanyikan happy birthday to you....


Milhka seketika terdiam... Dan hanya sekali-kali melihat sekeliling kerabat-kerabat jauh yang datang dan memberikan ucapan dan hadiah.


"Selamat ulang tahun yah nak apa yang kamu harapkan tahun ini dapat tercapai yah"


"Terima kasih Omah"


sambil menangis di dekapan peluk dan melihat foto orangtuanya di sudut ruang tamu.


Canda tawa hampir sekeliling ruangan


Milhka tidak pernah merasakan semenjak kepergian orangtuanya milhka merasa terharu ternyata masih ada yang perduli dengannya. di umur 23 tahun dia baru merasakan kehangatan dari orang-orang yang baik termaksud pamannya, tian, dan alex.


"Mil..."


"Kak tian darimana aja"


"Ini hadiah untukmu jangan dilihat dari nilainya tapi dari perjuangannya susah tau carinya sampai melewati lembah samudera hehe"


"Enggk lucu candaannya"


"Enggk lucu tapi ketawa..."


Hihaha



"Good morning"(dengan ekspresi yang senang)



Stela heran dan mulai mengikut dari belakang milhka.



"Nona"



"Ohh stela selamat pagi... "



"Tumben nona sumbringan gitu masuk kantor"

__ADS_1



"Emng enggk boleh"



"Enggk sih hehe"



"Btw jadwal kita... "



"Ohh iya saya hampir lupa, jadi hari ini kita akan pergi ke pertemuan dengan klien dan malamnya nona bakalan menghadiri pertemuan dengan walikota Jaksel untuk membicarakan Terkait lukisan langka yang akan di pajang di pameran nanti"



"Ohh iya hampir lupa... "



"Aku mau cerita..."



"Apa nona... "



"Rencana Pamanku dan keluarganya mengajakku liburan ke Belanda, tapi sebentar lagi pameran aku menolaknya"



"Sayang sekali..."



"Yah udah yuk berangkat..."



Mereka sampai di ruang rapat sambil menunggu klien tersebut mereka menyemil karena sudah hampir 30 menit menunggu...



"Nona mau...."



" Iya makasih, Kok lama sekali yah keburu siang nih "



Pintu terbuka



Seorang pria dengan stelan kemeja masuk dan melepaskan kacamata hitamnya, membuat milhka heran dan stela terpanah



"OMG... Nona dia klien kita"


Sambil mencari biodata di laporan



Milhka masih terheran



"Aku... seperti pernah melihatnya tapi dimana... "



"Tapi di sini biodatanya seorang pria paruh baya"



Nona milhka sambil menunjuk



"Salam kenal saya wiliam anggara selaku CEO dari perusahan Properti anjaya"



" Kamu.... Yang hampir ku tabrak " (suaranya langsung pelan)



Stela langsung mendekatkan ke arah telinga milhka



" Apa maksud nona "



"Tuan silahkan duduk"



Wiliam melihat proposal tersebut


Dan milhka selalu memandanginya terlihat ekspresi cemas tapi masih cool



" Kuharap kita bisa berkerjasama dengan baik dan kudengar galeri anda sangat hebat dan menjanjikan "



" Iya semoga kita bisa memberikan yang terbaik satu dengan yang lain....


Begini Tuan liam saya mempunyai 1 pertanyaan "



" Silahkan mau tanya apa "



" Pak juan yang harusnya berada di sini kemana beliau "



" Kakek saya tadi pagi pingsan dan sekarang di rawat di rumah sakit jadi saya yang menggantikannya "



" Ohh begitu yah... "



" Jika anda ingin menjenguknya nanti saya kirim alamatnya... " (Langsung berdiri)



Berjabat tangan


" Terima kasih semoga kedepannya makin sukses bersama "



" mohon bantuannya "

__ADS_1


__ADS_2