MILHKA

MILHKA
Bab. 35. Pergi?


__ADS_3

Milhka datang ke kediaman pamannya desno ying sang pemilik ying company urutan ke-4 pemegang saham terbesar di kota J. karena bakalan menghadiri banyak kolongmerat di kota itu maupun luar negara para sahabat dan keluarga ikut hadir di ulang tahun pamannya yang ke-57 tahun karena 60 tahun nanti paman desno bakalan pensiun dan yang akan menggantikan adalah anaknya yang pertama. Milhka ikut hadir biasanya tidak karena pamannya selalu mengancam untuk mencabut perizinan ying galeri walaupun sudah 5 tahun berdiri.


" selamat ulang tahun pamanku, ini aku ada hadiah istimewa untukmu " memeluk pamannya.


" apa ini nak, wahh kue kesukaan paman, ini bisa engk sih di taruh di meja daripada itu kaya kue pernikahan "


" itu bukannya requestnya tante "


" iya tapi tampilannya kaya pernikahan "


"hahaha iya juga" tawa milhka


ternyata oom zein juga hadir di acara ulang tahun paman desno yang baru saja sampai di tempat itu.


" hallo esno aku datang "


" ya ampun zein kukira kamu tidak datang karena perjalanan bisnismu di Swiss "


" tidaklah masa aku pergi sebelum menghadiri pestamu "


" aku minta yang sederhana malah di bikin kayagini sama istriku "


" jangan lupa ada campur tanganku juga "


" pantesan " reflek desno memukul dada zein.


" tapi ini sangat menakjubkan loh gapapa sekali seumur hidup " ucap milhka.


" ehh nak milhka kebetulan sekali, oom mau minta bantuan bulan depan mau engk ke belanda "


" kenapa terburu-buru oom emang ada apa "


" masih lama itu nak "


" bagaimana sih tinggal 1 minggu berganti bulan sudah " ucap desno kepada zein.


" ooh iyakah haha lupa maklum sudah tua "


obrolan hal sepele bapak-bapak di depannya membuat milhka ingin beranjak dari hadapannya. tapi dia belum mendapat jawaban alasan harus ke belanda.


" jadi gini nak...."


akhirnya milhka mendengarkan dengan serius ucapan oom zein.


Acara berlangsung hingga tengah malam milhka yang sudah tidak kuat menahan ngantuk akhirnya memutuskan untuk meninggalkan acara itu walau sejam lalu melihat acara inti yaitu berlangsungnya potong kue 5 tingkat oleh pamannya.


" paman milhka mau pulang dulu "


" ohh iya ini sudah lewat jam 12 malam, mau paman suruh supir antar.


" tidak usah, Milhka bawa supir sendiri "


" okelah hati-hati yaa "


" Iya Paman " Milhka mencium punggung tangan paman desno.


Sesampainya di rumah milhka cuci muka dan langsung tidur. karena besok bakalan bangun pagi-pagi karena masih 2 hari berjumpa dengan beberapa client dan 1 investor di hari ke-3.


...****************...


Terdengar suara ayam berkokoh saat milhka sudah siap naik mobil berangkat jam 6 pagi karena takut bakalan macet. mengenai stella dia sudah lebih dulu di tempat bertemunya client mereka. jarak di tempuh sekitar 1 jam-an memang agak jauh karena letak rumah si client di desa ujung kota.


1 jam lewat mereka sampai di desa itu. tidak jauh dari gapura mereka harus melewati persawahan dengan jalan kaki di ikuti supir milhka di belakang.


Milhka dan supirnya sampai di salah satu rumah kayu setengah bambu dan sudah ada stella menunggu kedatangan mereka. bisa di bilang desa itu sudah modern karena sudah tersalur listrik maupun air bersih, jaringan telepon maupun internet pun sangat lancar.

__ADS_1


" akhirnya nona sampai di sini "ucap stella.


" selamat datang bu milhka " saling berjabat tangan.


" iya Pak terimakasih "


" silahkan masuk bu milhka "


setelah melihat-lihat beberapa lukisan dari bahan ranting maupun keramik mata milhka terfokuskan di sudut ruang lukisan dengan potongan kain yang begitu rapi dan saat di lihat dari jauh tak terlihat jika itu berasal dari bahan potongan kain.


" itu lukisan seorang wanita yaa "


" benar itu adalah almarhum ibu saya "


"sangat indah"


Mereka menuju ke ruang tamu untuk berbincang-bincang dan membahas kerjasama antara ying galeri setelah cukup lama stella meyakinkan pemuda itu akhirnya mereka deal melakukan kontrak dan menandatangani surat perjanjian. karena keburu waktu takut macet di jalan mereka memutuskan pulang setelah makan siang di rumah si client.


" Terima kasih atas waktunya berkunjung ke tempat kami "


" no problem, itu kewajiban kami untuk datang ke tempat client ying galeri karena mereka prioritas "


" kami permisi dulu mas, mba " ucap stella mengakhiri perjumpaan itu.


Karena jalan di persawahan sangat licin habis hujan juga mereka memutuskan lepas alas kaki sampai di dekat mobil mereka akan mencuci kaki di dekat mushola.


" pak supir ini tolong kasih masuk lukisan ini di bagasi awas rusak " perintah stella.


akhirnya setelah melewati gapura desa mobil mereka sudah mendapati jalan aspal karena sebelumnya memang jalan ke desa itu berkerikil dan tanah merah.


...----------------...


1 jam lewat mereka tiba di kantor tepatnya jam 17.00 mereka mengangkat 3 lukisan pemberian client tersebut dan menaruhnya di ruang khusus lukisan dan satunya di pajang di ruangan milhka.


" nona ini lukisannya bagus sekali sesuai dengan interior ruang ini " ucap jojo masuk ke dalam ruangan milhka.


3 minggu kemudian


" stella karena aku tidak tau kapan bakalan pulang jadi semuanya bakalan aku handel ke kamu aja "


"siap nona " sigap stella menjawab.


" oke aku pergi dulu yaa "


" nona hati-hati besok jaga kesehatan di sana "


" iya bye aku pergi dulu "


sebelumnya milhka mendapat telepon jika dia harus ke Negara tempat oom zein berada karena perintah oom zein membantunya dalam bisnisnya milhka belum tau seperti apa mekanisnya intinya dia ingin membantu oom zein karena sebelumnya juga keluarganya dulu berhutang budi dengan oom zein milhka ingin membalas kebaikannya.


Milhka bersiap-siap menyiapkan keperluannya di bawah ke luar negeri karena tidak tau kapan dia bakalan balik lagi ke negaranya.


" non, bibi siapkan beberapa bekal untuk nona "


" makasih bib inem, milhka bakalan kangen sama bibi " ucap milhka sambil memeluk bi inem.


"Sama-sama non"


Karena sudah saatnya milhka ke bandara dan di antar oleh supirnya. sampai di sana harus menunggu karena cuaca buruk di negara yang akan di datangin milhka. untungnya ada bekal sandwich dan spaghetti yang di berikan bi inem.


Setelah menunggu kurang lebih sejam akhirnya bisa berangkat dengan jarak tempuh 14 jam akan mengudara di atas langit.


......................


"huhu bakalan kangen sama nona milhka yang suka marahin stella kalau ada salah"

__ADS_1


" kamu mau di marahin sini aku lakukan " ucap wiliam yang datang tiba-tiba.


" pak wiliam " stella mengusap air matanya.


" wahh milhka tidak kasih tau saya, langsung pergi begitu saja padahal udah ada project bersama "


" maaf atas kesalahan ini pak kami tidak tau bakalan terjadi seperti ini "


" yaa begitulah mau bagaimana lagi "


" ini pesan nona milhka yang harus saya berikan kepada bapa rencana hari ini saya mau nemui bapa ke kantor " milhka menyodorkan surat kepada wiliam.


" oke saya bakalan baca nanti. untuk ini saya masih kesal karena atasan kamu tidak ada sopan santunya sebagai gantinya kamu traktir saya "


hah yang benar saja apartemenku aja udah nunggak pembayarannya ini harus traktir orang kaya. sial banget diriku di saat detik-detik pencairan gaji di awal bulan.


" hehe iya pak saya mau ayo silahkan "


" oke kalau begitu "


stella merintih di sepanjang jalan karena perihal pak wiliam minta traktir.


" kita makan siang di sini saja "


" oke pak "


mau pesan apa pak, bu "


" hmmm saya pesan ikan gurame, lalapan, dan jus jeruk kalau kamu stel "


" saya pesan.... " stella masih mikir-mikir karena harganya juga lumayan mahal.


" samain aja mas " ucap wiliam.


stella dengan wajah sedikit menunduk karena gajinya bakalan terkuras habis.


Makanannya datang wiliam dengan antusiasnya lahap menyantap makan siangnya sedangkan stella yang dengan wajah murung sambil makan kepikiran bakalan bayar pakai apa jika uangnya tidak cukup.


karena tidak kuat wiliam melihat wajah stella dia pun mengatakan jika dia yang akan membayar makanan itu.


" stel jangan murung begitu saya cuman bercanda mana mungkin saya suruh wanita yang bayar, laki-laki macam apa itu " goda wiliam.


" benarkah, pak wiliam tidak bo'ong "


" iyalah kamu polos sekali harusnya tadi nolak aja kalau aku ngomong gitu " canda wiliam.


" saya tidak enak saja pak hehe, makasih traktirannya " ucap stella sambil tersenyum dan lahap makan.


" so cute " ucapan wiliam pelan.


setelah makan siang wiliam mengantar kembali stella ke kantor.


" sekali lagi makasih pak traktirannya "


" iya makasih juga udah nemanin makan juga jadi kita impas. saya duluan yaa "


Hati-hati pak


Baru beberapa jam banyak rumor jika pak wiliam mengajaknya berkencan karena tidak ada nona milhka seakan-akan stella merebut pak wiliam dari nona milhka. Stella tidak tinggal diam sampai menemukan siapa si tukang sebar rumor tak masuk akal itu. sampai mengirim pesan ke nona milhka tapi masih centang 1 karena milhka belum sampai.


" pasti nona milhka masih di dalam pesawat "


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2