Minecraft : Save The Over World

Minecraft : Save The Over World
Prolog


__ADS_3

Minecraft, nama game yang pernah naik daun dalam beberapa tahun, diciptakan oleh sebuah pengembang dari Swedia, game tersebut merupakan suatu video game berbentuk sandbox 3D yang tidak memiliki tujuan khusus seperti mengalahkan bossĀ ataupun mencapai level tertinggi dalam memainkannya.


Berbagai kalangan masyarakat, baik anak kecil, pelajar, mahasiswa, maupun orang dewasa memainkan game tersebut karena terbilang cukup mudah dan simpel.


Pemain yang baru masuk ke dunia baru akan bertemu berbagai NPC yang dikenal dengan sebutan mobs, seperti hewan, villagers, dan monster. Passive mobs adalah sebutan untuk hewan yang bisa dipelihara akan muncul pada siang hari, sedangkan Hostile mobs atau monster seperti zombie, husk, skeleton akan muncul pada malam hari.


Hostile mobs sendiri, beberapa diantaranya memiliki kemampuan yang unik, seperti tidak terbakar ketika terkena sinar matahari dan mampu untuk berpindah tempat dalam waktu sekejap atau disebut dengan teleportasi.


Game ini memiliki dua mode permainan, yaitu mode survival dan mode creative. Mode survival, pada mode ini pemain memiliki batasan nyawa, harus menghancurkan beberapa blok kayu untuk membuat rumah, senjata dan peralatan lainnya yang mendukung untuk bertahan hidup, membunuh Passive mobs untuk dijadikan bahan makanan dan armor serta mengumpulkan Exp untuk menambah pengalaman.


Hampir semua hal mengancam pemain terbunuh dalam mode survival seperti diserang monster, tenggelam, jatuh dari ketinggian, dan mati kelaparan. Yang kedua mode creative, pada mode ini pemain tidak memiliki batasan nyawa atau tak terhingga seperti makhluk immortals, memiliki semua peralatan senjata dari terlemah sampai yang terkuat, block, bahan makanan yang tidak akan habis, biasanya pemain memilih mode ini untuk membuat suatu kota ataupun percobaan-percobaan yang dianggap menarik.


Di dalamnya memiliki tiga jenis dunia, yang pertama adalah Overworld, tempat para pemain mulai berpetualang dan bertahan hidup sebagai tempat start, kedua adalah Nether, neraka versi minecraft tempat beberapa monster, sedangkan yang terakhir adalah The End, tempat mobs paling berbahaya yaitu Enderman dan Enderdragon.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


"Is the best day ever..... best day ever, is the best day ever..... best day ever," alarm dari handphone terdengar nyaring memecah keheningan.


"Hoamm... jam berapa ini?" gumam seorang pemuda menutupi mulutnya yang sedang menguap lebar.

__ADS_1


Pemuda itu mengambil handphonenya yang masih berdering di samping dan melihat jam berapa sekarang.


"Apa! Setengah tujuh!" Dia berkata cukup keras sampai membuat burung yang bertengger di ranting pohon terbang menjauh.


Pemuda itu dengan cepat mematikan alarm dan bersiap-siap untuk sekolah


"Ibu, Ayah, apakah kalian masih di rumah?" ucapnya sambil menggigit roti sandwich yang masih hangat.


"....." tidak ada sahutan dari satu orang pun.


"Ah sudahlah, paling mereka sudah berangkat kerja lagi," ketusnya.


Setelah sarapan, dia berlari menuju sekolah dengan perasaan was-was karena takut terlambat.


Kevin, pelajar sma yang baru saja naik ke kelas sebelas, tubuhnya cukup tinggi, rambutnya berwarna hitam gelap dengan bola mata berwarna biru cerah. Semalam dia bermain game online sampai lupa waktu, oleh karena itu dia bangun kesiangan.


Dia tinggal bersama orang tuanya di kota Smith, kota yang cukup padat akan penduduknya. Dia belum lama tinggal di kota ini karena baru pindah dari kota lain, itu dikarenakan pekerjaan ayahnya yang berada di kota ini, sedangkan tempat tinggalnya ada di kota lain membuat pengeluaran biaya sangat tidak efektif, pada akhirnya keluarganya pindah ke kota Smith agar lebih menghemat waktu ayahnya untuk pergi bekerja dan meminimalisir pengeluaran uang.


-


Setelah berlari cukup lama, akhirnya Kevin sampai di depan gerbang sekolah, badannya membungkuk dan kedua telapak tangan menempel pada lutut yang ditekuk.


"Huft... huft... untung tepat waktu," dengus kevin terengah-engah melancarkan pernapasan.


Dia berjalan lurus memasuki gerbang bersama dengan pelajar lain yang baru datang. Sambil berjalan dia merapikan rambut dan pakaiannya yang agak berantakan sehabis lari tadi.


"Oy, kevin!" kaget seseorang dari belakang sambil menepuk pundaknya.


"Ah! Ilham, kenapa kau mengagetkanku?" teriak Kevin sambil memasang muka terkejut bercampur marah.


"Tenang santai, aku bercanda, hanya saja tadi aku lihat kau berlari di jalanan seperti orang gila hehe," ejek Ilham menyeringai.


"Sabar Kakekmu, tadi aku berlari karena takut terlambat," ketusnya kesal.


"He? Kakekku namanya bukan Sabar, " jawab Ilham pura-pura tidak tahu agar mencairkan suasana.


"Sudahlah.."

__ADS_1


Kevin yang pernapasannya masih belum stabil, berjalan lurus meninggalkan Ilham dengan raut muka datar.


"Eh tunggu aku, kita kan sekelas," ucap Ilham sedikit berteriak.


-


Semua murid di kelas Kevin sudah duduk di bangkunya masing-masing, selang beberapa waktu pintu kelas terdorong pelan ke dalam, menampilkan guru yang membawa beberapa buku paket berjalan ke arah bangkunya, pelajaran dimulai.


Suasana sekolah perlahan tertib dan hening menandakan kegiatan belajar mengajar sudah dimulai.


-


"Teng..teng.."


"Pelajaran sampai disini dulu, jangan lupa untuk mengerjakan PR ya anak-anak," kata Pak guru.


"Siap Pak!" murid memjawab serempak.


Pak guru berdiri dari bangkunya membawa buku dan berjalan keluar kelas, di belakangnya diikuti para murid yang ingin istirahat juga.


Ketika jam istirahat, para murid banyak yang keluar kelas untuk berbagai hal, namun ada juga yang keluar hanya untuk menghirup udara segar untuk menghilangkan rasa lelah dan kantuk saat belajar, namun Kevin masih duduk di bangkunya yang nyaman.


"Membosankan sekali..." keluh Kevin.


Dia menempelkan dagunya di atas telapak tangan, pergelangan tangannya membentuk sudut siku-siku dan sikutnya bergesekan dengan meja. Pandangannya kosong menghadap ke depan papan tulis.


"Oh iya apakah Idolaku masih menjadi trending topik di berita, hehe?" gumamnya dalam hati, mukanya menyeringai namun terlihat menyebalkan.


Karena sekarang tidak ada kegiatan dan juga sedang tidak lapar, dia membuka handphonenya, selain itu dia juga ingin menghilangkan rasa kantuk yang masih tersisa tadi pagi. Dia membuka google, kemudian menulis berita apa yang sedang viral saat ini, tidak berlangsung lama hasil penelusuran muncul di layar.


Saat dia ingin menekan salah satu web, belum sempat tertekan, muncul sebuah iklan yang berisikan video tentang 18+ dengan gambar wanita di dalamnya dengan pakaian yang tidak senonoh, sialnya Kevin tidak sengaja menekan tombol play video tersebut.


Kevin panik dan buru-buru menekan tombol home, tetapi handphonenya seperti berjalan lambat karena dipaksa langsung keluar dari aplikasi, paniknya bertambah dan segera memikirkan apa yang harus dilakukan, dia menyumpal smartphonenya dengan baju olahraga dengan keras.


Terlintas di pikirannya untuk mengecilkan volume suara, dan segera melakukannya. Kevin mengumpat dirinya sendiri karena sangat bodoh.


"Bodoh! Kevin kau sangat bodoh!" gumamnya dalam hati dan tersenyum kecut untuk kebodohannya.

__ADS_1


Setelah itu, dia mengulang kembali menulis apa yang sedang viral di kolom penelusuran, tetapi sekarang dia lebih hati-hati takut kejadian tadi terulang, ketika dia menscroll layar ke atas, dia mengetahui apa yang sedang hot dibicarakan oleh banyak orang.


"Kenapa harus game ini!" batinnya sambil mengerutkan wajah kesal dan menurunkan kedua ujung bibirnya ke bawah.


__ADS_2