
———›[]‹———
Nama : Yoga
HP : 1000
Job : Knight [Sword]
Level : 1
MP : 10
Skill : Exp Boost, ...
Exp : 0
Magic Job : Witch
MP : 0
Skill : Fire Ball
———›[]‹———
———›[]‹———
Nama : Riko
HP : 1000
Job : Knight [Sword]
Level : 1
MP : 10
Skill : Exp Boost, ...
Exp : 0
Magic Job : Witch
MP : 0
Skill : Controlling Stones
———›[]‹———
———›[]‹———
Nama : Anya
HP : 1000
Job : Knight [Archer]
MP : 0
Skill : Exp Boost, ...
Exp : 0
Magic Job : Witch
MP : 0
__ADS_1
Skill : Lightning
———›[]‹———
———›[]‹———
Nama : Shinta
HP : 1000
Job : Knight [Archer]
MP : 0
Skill : Exp Boost, ...
Exp : 0
Magic Job : Witch
MP : 0
Skill : Master of Command Block
———›[]‹———
———›[]‹———
Nama : Zeva
HP : 1000
Job : Knight [Archer]
MP : 0
Skill : God's Eye, Exp Boost, ...
Exp : 0
Magic Job : Witch
MP : 0
Skill : Dark Poison
———›[]‹———
Mereka semua takjub dengan itu, dengan mulut yang masih menganga. Tulisan tersebut tidak menunjukkan mereka sedang di dunia Minecraft, melainkan seperti tim yang sedang bermain game online. Meskipun itu semuanya terlihat senang.
"Kalian melihatnya kan?" tanya Kevin.
"Iya iya! Apakah ini semacam kekuatan yang kita miliki? Tanya Riko kegirangan.
"Mungkin dapat disimpulkan seperti itu..., Eh kenapa Exp mu memiliki angka sedangkan kami masih nol dan jumlah MP nya lebih banyak?" tanya Zeva penasaran.
"Entahlah, aku tidak tahu. Namun aku mengalami kejadian aneh saat menangkap ikan di sungai waktu kemarin dan pagi tadi. Ketika aku berhasil membunuhnya dengan tombak, sebuah kristal kecil berwarna hijau tiba-tiba muncul dan mengeluarkan suara layaknya notifikasi. Kristal itu menggelinding dan masuk ke dalam tubuhku, namun setelahnya menghilang tanpa aku sadari," Kevin menjelaskannya secara detail.
"Itu..itu adalah Exp! Biasanya muncul di minecraft saat membunuh mobs," teriak Riko yang langsung mengetahui apa yang sedang dijelaskan oleh Kevin.
"Sebentar, dari mana kau tahu Exp dan MPku lebih banyak dari yang lainnya?" Kevin menyadari bahwa dirinya hanya bisa melihat identitas miliknya sendiri.
"Bukankah sudah jelas terlihat di depan kalian tulisannya terpampang?" Zeva merasa aneh tapi kemudian dia menyadari bagaimana dia bisa melihatnya.
"Mungkin karena skill God's Eye milikku," Ucapnya setelah menghubungkan skillnya dengan tadi. Mereka juga berpikir begitu.
__ADS_1
"Jadi sistem Exp ini masih berlaku ya di dunia Minecraft, dan itu bisa meningkatkan MP seseorang?" Shinta mengeluarkan argumennya.
"Benar dan jika teorinya seperti itu, kita hanya harus mengumpulkan banyak Exp agar menjadi kuat. Selain itu dari semua detail kalian yang aku lihat. Menurutku Skill dari Magic Job milik Shinta dan Kevin lah yang paling kuat," Zeva menunjuk kedua orang tersebut.
"Itu sangat bagus, namun untuk mengembangkannya dibutuhkan banyak pengalaman dan tentunya item-item yang mendukung."
"Kalau begitu, apalagi yang kita tunggu? Ayo kumpulkan Exp sebanyak-banyaknya dan menjadi kuat."
"Ya!" Mereka bersorak semangat mengangkat tangan ke atas.
-
Sekarang mereka sedang mencoba berburu hewan di sekitaran tempat huni. "Ayo lepaskan sekarang," Yoga berbisik memberikan pengarahan.
"Tidak, tidak. Aku tidak bisa membunuh kelinci itu," Zeva gemetar ketakutan ketika ingin melepaskan pegangannya pada tali busur.
"Ayolah kumpulkan tekadmu, jika kita tidak bisa membunuh hewan kecil itu, bagaimana bisa kita membunuh musuh-musuh yang ada di luar sana yang pastinya sangat kejam. Simpan rasa empatimu, di sini hukum rimba berlaku, membunuh atau dibunuh jika ingin hidup, jangan mau jadi orang lemah!" Kevin terpaksa membentaknya agar menguatkan mental Zeva yang masih ciut.
Tidak terima diejek oleh Kevin, dia segera melepaskan tangannya dari tali yang sudah ditarik kencang, anak panah melesat lurus dengan cepat menusuk perut kelinci yang sedang melompat. Kelinci itu langsung roboh dan tidak lagi bergerak.
Walapun di dalam hati kecilnya, dia sangatlah takut dan merasa bersalah terhadap kelinci itu, namun dia terlihat tegar setelah membunuhnya.
Dia melihat Kevin dengan tatapan sinis yang dibuat-buat dan membentaknya. "Siapa yang kau bilang lemah!" ucapnya tersulut emosi.
"Oh tidak kau sangat kuat hehe, tadi aku hanya bercanda," Kevin terkekeh malu.
Namun teman yang lain tidak ada yang menertawainya. Mereka termasuk Kevin takjub dengan anak panah Zeva yang melesat tepat sasaran di awal percobaan.
Sebenarnya Zeva terbantu dengan skill God's Eye nya yang selain dapat melihat apa yang orang tidak ketahui, skill itu membuat pemiliknya dapat menebak pergerakan seseorang selanjutnya beberapa detik ke depan, atau bisa dipastikan instingnya menjadi lebih tajam dari orang biasanya. Namun karena tadi dirinya terlihat marah, mereka lebih memilih untuk tidak bertanya.
Mereka menguatkan mental seharian dengan membunuh hewan-hewan yang ada di sekitar, alhasil mental mereka perlahan terbentuk dan berhasil naik beberapa level. Mereka menyantap hasil buruan dengan garam sebagai bumbunya setelah membersihkan tubuh di sungai sampai menjelang malam.
-
Ketika mereka bersiap-siap untuk beristirahat, terdengar dari kejauhan suara tulang-tulang yang bergesekan, siapa lagi kalau bukan skeleton pikirnya. Mereka mengambil pedang dan busur panah buatan mereka sendiri dan mulai mendekat ke monster tengkorak tadi.
Zeva melihat terlebih dahulu spesifik dari skeleton untuk mempermudah dalam penyerangan, kemudian dia memberitahukannya kepada yang lain.
———›[]‹———
Nama: Skeleton
Level : 5
HP : 4500
Skill : -
———›[]‹———
Merasa ada yang mendekat, skeleton langsung bergerak dengan suara khas tulangnya. Anak panah dilesatkan ke arah mereka, namun dapat dihindari dengan mudah. Belum sempat melancarkan anak panahnya kembali, Riko menyerang dari belakang menebas beberapa tulang rusuk.
Namun itu tidak terlalu membuat skeleton terluka, Riko berbalik badan dan lari menjauh skeleton geram dan membalasnya. Anak panah muncul di belakang Riko. Karena takut, dia berlari sekencang mungkin dan beruntungnya tersandung akar pohon dan membuatnya terhindar dari maut.
Monster lain di sekitaran yang mendengar pertarungan, mendekat dan kemudian menyerang mereka.
"Oh ayolah, aku sudah lelah. Sekarang semua monster malah mendekat," Kevin mengeluh menghadapi jumlah monster yang sangat banyak.
Masing-masing terlihat kewalahan karena menghadapi lebih dari satu monster. Zombie, Spider, dan Drawned bermunculan. Zeva tidak sempat untuk melihat level para monster, dia sibuk untuk terus menerus melancarkan anak panah demi melindungi dirinya, yang lain juga masing-masing fokus terhadap musuh yang mendekat. Mereka menyerang secara membabi buta ke arah monster.
Namun saat menghadapi monster yang memakai leather armor lengkap semua bagian, terlihat lebih sulit dalam memberikan luka goresan, selain itu ada juga yang memakai iron chesplate.
"Teman-teman jika begini terus, kemungkinan besar kita akan kalah dan mati, oleh karena itu cepatlah usulkan ide yang bagus untuk mengatasinya!" teriak Yoga.
"Aku ada ide, bagaimana kalau salah satu dari kita pancing creeper ke sini."
__ADS_1
"Apa kau gila, itu sama saja dengan bunuh diri!"