Minecraft : Save The Over World

Minecraft : Save The Over World
Pilihan


__ADS_3

Tapi dalam beberapa detik, langit kembali cerah membuat orang-orang heran, dalam benak mereka banyak sekali jutaan pertanyaan terhadap apa yang baru saja terjadi dan penasaran apa yang dilakukan oleh pemuda ini sampai Dewa melakukan itu. Tak disangka tubuh Kevin ikut lenyap setelah tersambar petir dan menambah kepanikan warga di sekitar.


-


"Ukh, dimana ini?" ucapnya lirih memegang kepala yang terasa pusing.


Kevin terbangun di tempat asing, tidak terlihat apa pun kecuali kegelapan sejauh mata memandang. Dia perlahan mengangkat tubuh kakunya, kemudian berjalan sambil menengok ke segala arah namun tetap saja gelap, saat ini Kevin ibarat player minecraft yang tercebur ke dalam lautan lava, tidak tahu harus kemana.


"Halo?" satu kata terlontar dari mulutnya memecah keheningan dan membuat gema.


"..." tidak ada sahutan yang meresponnya.


"Halo?" ucapnya sekali lagi sedikit meninggi.


"..." namun sama seperti sebelumnya, tidak ada yang menyahut.


"Woy, ada orang tidak!" teriaknya mulai marah.


"Kevin, kau kah itu? Aku Ilham..." terdengar respon dari tempat yang terlihat dan mengaku dirinya adalah Ilham.


"Ha! Ilham? bagaimana kau ada di sini? Balas Kevin yang mencurigai suara yang mirip persis dengan Ilham.


"Percaya padaku, kau cepatlah ke sini, Di sampingku ada teman yang lain saat kerja kelompok di sekolah."


"Iya benar Kevin, kami juga terjebak di sini." ucap mereka meyakinkan.


Kevin tidak punya pilihan lagi selain mempercayai mereka. Dia berjalan mengikuti arah suara yang mengaku sebagai Ilham, sahutan mulai terdengar semakin jelas dan akhirnya mereka bertatap muka, dan ternyata itu adalah benar, dihadapannya adalah muka Ilham dan teman yang lain.


Ilham menceritakan bagaimana mereka bisa ada di tempat ini, kronologisnya sama seperti Kevin, yaitu tersambar petir dan terbangun di sini.


-


"Hohoho..." suara tawa menggelegar terdengar keras. Mereka terkejut dan terlihat agak panik, Kevin memasang sikap siaga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


"Halo para Pahlawan!"


Muncul sebuah cahaya di atas, lalu perlahan meluas dan meluas hingga tempat itu menjadi sangat terang. Dari pusat cahaya terlihat Pak Tua yang mempunyai sayap berwarna putih dan tinggi besar, dia tersenyum lebar, menambah jumlah kerutan di matanya.

__ADS_1


"Siapa kau dan apa tadi yang kau bilang? pahlawan?" tanya Riko sambil menutupi matanya yang kesilauan.


"Siapa diriku? Aku adalah Dewa yang mengatur segala urusan di bumi," katanya sambil mengelus-elus jenggot putihnya dengan bangga.


Mereka mematung sebentar dan sikap mereka berubah drastis menjadi sangat takut. Namun berbeda dengan Kevin, dia malah sembarang meludah dan mengejek.


"Cih! Kau berbohong!" ketusnya. Sontak mereka menambah takut dengan perkataan kasar Kevin.


"Hoho kau tidak percaya ya... hmm..." 


"Hey Dewa, kembalikan aku ke tempat semula, karenamu aku mengalami banyak hal yang tidak aku inginkan!i" ketusnya memasang muka kesal.


"Karena aku?" Dewa keheranan sambil mengangkat satu alisnya.


"Ya!" Tegasnya.


"Itu bukanlah urusanku, selain itu kau berani berkata kasar padaku? hoho berani sekali kau nak, apakah kau tahu yang sedang berbicara dihadapanmu adalah Dewa dan aku bisa menghilangkan nyawamu dalam sekejap?" Dewa mengancamnya dengan memberatkan suaranya.


Mendadak bulu tangan Kevin berdiri ketakutan, keringat dingin perlahan keluar dari tubuhnya.


Dewa berbalik badan dan melakukan sesuatu yang aneh. Tak lama kemudian hembusan angin dingin mulai terasa, mereka menggigil kedinginan. Salju turun entah dari mana.


Yang mengerikan salju tersebut berbentuk seperti paku. Ketika ingin lari, badan mereka kaku tidak bisa bergerak. Saat paku putih itu berjarak satu jengkal dari kepala mereka, paku tersebut mendadak berhenti.


Badan mereka sangat lemas dan jatuh tersungkur, hembusan nafas tidak teratur terlihat. Senyuman Dewa masih terpasang dan menambah lebar.


Dewa kemudian mendekati Kevin, menempelkan kedua lutut pada tanah dan mensejajarkan mukanya.


"Sekarang, apakah kau percaya kalau aku adalah Dewa?" tanyanya menaikan alis dan tetap memasang senyum lebar.


"I-iya, aku percaya..." Kevin menjawab dengan gugup. Dewa kembali berdiri dan tertawa bahagia.


"Hehe, sudah sudah kalian jangan takut, aku bukan ingin mengirim kalian ke alam lain, tetapi memberi kalian pilihan, lebih tepatnya perintah."


"Maaf sebelumnya, Pahlawan yang kamu ucapkan itu apa maksudnya?" ucap Shinta yang sedari tadi hanya diam.


"Begini kalian diam dulu, Aku akan menjelaskannya satu per satu, paham?"

__ADS_1


Mereka mengangguk serempak, memasang telinga untuk lebih berkonsentrasi sambil membersihkan debu yang menempel di pakaian.


"Tujuan aku di sini adalah untuk memberi dua pilihan untuk kalian. Pilihan pertama adalah kalian dikirim ke suatu dunia yang pastinya berbeda dari Bumi dan mengemban misi untuk menyelamatkan dunia tersebut. Pilihan kedua adalah tewas dan menuju ke alam lain," jelas Dewa panjang lebar.


"Sebentar, atas dasar apa kamu menyuruh kami untuk melakukan itu, dan kenapa harus kami yang dipilih?" tanya Shinta.


"Atas dasar apa? Karena aku adalah Dewa, yang mengatur segala urusan kalian, selain itu kalian akan dikirimkan ke dunia minecraft, dunia yang kalian harapkan, jadi aku merasa kalian yang cocok untuk tugas ini," Jawab Dewa menuntaskan kalimatnya.


Sontak pikiran-pikiran aneh hilang dari pikiran mereka tergantikan dengan rasa penasaran. Hanya satu orang yang rautnya masih sama, Kevin.


"Benarkah?" tanya mereka memastikan dengan penuh harapan.


"Benar," Itulah yang jawaban yang diharapkan dari mereka.


"Kenapa jika memilih pilihan ke dua, kita langsung tewas?" ketus Kevin penasaran.


"Bagaimana tidak, saat kalian di Bumi sudah tersambar petir, dan pastinya seseorang akan tewas jika tersambar."


"Ayolah Kevin terima saja, di sana kita akan berpetualang dan menjadi pahlawan dunia, pasti akan seru!" protes teman-temannya.


"Huh baiklah, tetapi masih ada satu pertanyaan yang menjanggal di pikiranku, kenapa harus mengirimkan manusia untuk menyelamatkan dunia, bukannya kekuatan Dewa itu sangat hebat dan mungkin untuk memusnahkan seorang makhluk seperti kami sangat mudah seperti menjentikkan jari?"


"Aku tidak bisa melakukan itu, kami dilarang untuk pergi ke dunia bawah. Hanya dengan satu injakkan kaki kami saja, mungkin setengah dari permukaan Bumi akan hancur..."


"Sudah jangan membahas hal itu, jadi apa pilihan kalian?" sambungnya.


"Kita semua sudah sepakat memilih yang pertama kecuali si Kevin..." Ucap Yoga sambil melirik ke arahnya.


"Oy jangan menatapku semua, aku sedang berpikir ini..."


Setelah memikirkan matang-matang akhirnya dia harus menghilangkan egonya dan ikut dengan yang lain, "Hmm...baiklah aku akan ikut kalian."


Teman-temannya senang mendengar itu, dengan segera sebuah rangkulan tangan mendarat di bahunya. "Nah gitu dong..."


"Bagus, pilihan yang tepat anak muda!" Dewa menepuk pundak Kevin sambil memberi jempol.


"Sebelum itu aku ingin memberitahu sesuatu kepada kalian, dengarkan baik-baik mungkin petunjuk ini bisa membantu kalian di suatu hari nanti!" Ucap Dewa memperingati.

__ADS_1


__ADS_2