
"Itu bisa saja terjadi, namun petunjuk dari buku mengatakan kalau ini adalah portal menuju Slime Dungeon..."
"Baik Slime Chunk maupun Slime Dungeon, yang penting ini adalah kesempatan yang langka bagi kita untuk meningkatkan level secara drastis!" Yoga mengucapkan dengan semangat.
"Itu benar sekali!"
Kedua tempat itu sama-sama memiliki slime yang tak terhitung jumlahnya, mungkin paling sedikit berjumlah ribuan. Tempat itu bagaikan surga Exp bagi mereka yang ingin meningkatkan level dan kemampuan bertarung, hanya saja diperlukan fisik yang sangat kuat dan makanan sebagai pendukung energinya.
"Tapi dibutuhkan tenaga yang sangat banyak untuk bertahan di dalam sana, dan jangan lupakan soal makanan dan obat-obatan. Kita harus membawa banyak barang seperti itu."
"Aku juga berpikir tentang itu... bagaimana kalau kita masuk ke dalam portal ini besok saja? Sekarang kita pulang dan menyiapkan semuanya terlebih dahulu..." tanya Yoga.
"Itu... Ide bagus."
Mereka setuju dengan usulan Yoga, Shinta kemudian menekan tombol kembali, portal di pintu memudar dan kalimat 'Slime Dungeon' yang berada di atas pintu melepaskan diri lalu kembali menempel pada buku.
"Ini benar-benar ajaib..."
Tentu saja hal itu membuat mereka kagum karena baru pertama kali melihat hal yang seperti itu. Setelahnya mereka kembali pulang ke daerah perlindungan dengan lancar. Berhubung waktu masih sore, beberapa dari mereka memburu hewan seperlunya untuk dijadikan perbekalan, sementara yang lain mencari jenis-jenis daun yang dapat mengobati luka.
Hari itu setelah menyantapkan makanan seperti biasanya yakni ikan bakar, mereka mengistirahatkan badan lebih awal agar bisa memaksimalkan untuk besok, tapi tentu saja ada yang pergiliran penjagaan yang mana menghindari kemunculan hostile mobs secara tiba-tiba.
-
Keesokan harinya mereka awali dengan olahraga seperlunya mengingat akan dibutuhkan banyak sekali tenaga sekarang, mereka menapaki jalur yang sama seperti kemarin menuju bangunan tua. Suara kicauan burung mengiringi sepanjang perjalanan.
Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di tempat itu, apalagi hanya ditempuh dengan berjalan kaki, namun mereka sudah terbiasa dengan yang seperti ini. Daya tahan fisik mereka meningkat setelah tinggal selama dua minggu di hutan ini, khususnya untuk para perempuan. Jika dibandingkan, mungkin fisik mereka setara dengan laki-laki pada umumnya di bumi, bahkan bisa lebih.
__ADS_1
Perjalanan mereka dibarengi dengan beberapa candaan yang terlontar dari mulut Riko. Semuanya terlihat senang saat melihat tingkah lucu Riko yang terkesan seperti pelawak. Tanpa mereka sadari, candaan yang mereka tertawai membuat rasa semangat semakin meningkat dan meningkat.
Tak terasa gerbang bangunan tua itu sekarang ada di depan mata. Mereka sampai di tujuan dengan lancar tanpa serangan monster apa pun.
Sarang laba-laba masih saja seperti kemarin, menghiasi sudut-sudut dinding menjadi unik. Mereka melangkah masuk menuju ruangan yang sebelumnya. Tombol kecil nampak di samping buku, semuanya masih seperti pada tempatnya.
"Kalian siap?" Yoga sebagai pemimpin kelompok ingin benar-benar memastikan kesungguhan semua orang agar tidak menyusahkan nantinya.
"Ya siap!" mereka mengangguk mantap ketika ditanyai kesiapannya.
Senyum Yoga merekah di mulut, "baiklah ini tidak akan mudah, ingat strategi yang kita atur kemarin jangan sampai berantakan..."
"Kalau begitu ayo kita masuk!"
Yoga yang pertama kali masuk ke dalam portal, kesadarannya perlahan memudar saat menyentuh portal itu hingga benar-benar hilang, penglihatannya hanya mendeteksi warna hijau keseluruhan. Beberapa detik kemudian dirinya mulai sadar dan berada di tempat lain.
Mereka yang dibelakang masuk secara bergantian dan mengalami persis apa yang Yoga alami ketika masuk portal. Satu per satu temannya mulai keluar portal namun dipindahkan ke tempat yang berbeda.
Shinta sudah menduga hal ini akan terjadi, maka dari itu pengaturan strategi sangat diperlukan mengingat banyak kemungkinan yang terjadi ketika memasuki portal.
Mereka semua hanya dipisahkan oleh dinding besar. Anya, Riko, dan Shinta berada di ruangan sebelah kiri, sedangkan Yoga dan Zeva berada di sebelah kanan.
Ruangan yang mereka tempati penerangannya hanya dibantu oleh obor, namun obor yang dipasang jumlahnya sangat banyak membuat ruangan sepeti sedang pesta obor.
Di depan mereka, nampak suatu portal lain yang mulai bermunculan di sudut-sudut dinding hingga akhirnya berhenti muncul ketika monster berwarna hijau terlihat dari salah satu portal.
"Hati-hati! Pertarungan akan segera dimulai, persiapkan diri kalian!" Yoga berteriak dari ruangan yang berbeda memberi semangat.
__ADS_1
"Tentu saja!"
Ya! Apalagi kalau bukan slime, si monster jely. Monster itu terus saja bermunculan dari dalam portal dengan jumlah yang tidak sedikit. Para Archer mulai menembakkan anak panahnya yang dilapisi skill yang mereka punya secara bertubi-tubi.
Sementara untuk Knight masih dalam mode bertahan karena jarak yang terpaut dengan slime terlalu jauh. Walaupun di ruangan sebelah kanan hanya memiliki satu Archer, namun Zeva sama sekali tidak terlihat kesulitan dalam menghadapinya.
Para Knight mulai beraksi dan beradu keahlian ketika jumlah slime yang muncul sudah membludak hampir memenuhi ruangan. Dalam satu tebasan tombak, beberapa slime langsung hancur. Yoga dan Riko bergerak sangat lincah dam dengan mudah menghindari serangan slime.
Pergantian penyerangan dilakukan sampai tiga kali antara Knight dan Archer, namun slime terus saja keluar dari dalam portal membuat mereka kehabisan tenaga. Beruntung mereka dapat menyelesaikannya tapi waktu yang digunakan sangatlah boros. Dampaknya tenaga mereka sebagian besar terkuras habis.
Sepertinya rencana mereka kurang tepat. Ketika semua slime sudah dihabisi seluruhnya, poin Exp bermunculan. Karena sangat banyak, suara exp tersebut terdengar seperti sistem yang error, terus saja membuat bunyi yang sangat mengganggu.
Mereka cukup puas dengan poin exp yang didapat, apalagi dengan skill exp boost mereka masing-masing membuat poin di tiga lipatkan. Mereka memanfaatkan waktu ini untuk menambah energi serta mengasah senjata.
Tak berlangsung lama, portal lain muncul di hadapan mereka. Sebuah portal yang cukup besar dan terlihat menyeramkan. Mereka berjaga-jaga untuk monster yang akan datang nantinya, namun sama sekali tidak ada reaksi dari portal tersebut.
"Mungkinkah ini..." gumam Riko.
"Teman-teman, mungkin ini jalan menuju tempat selanjutnya!" teriak Yoga dari sebelah.
"Kalau begitu apakah kita masih akan lanjut atau sudahi saja?" balas Riko.
"Lebih baik lanjut saja, kalau kita berhenti di sini kita akan rugi dengan kehilangan banyak exp yang berkeliaran."
"Baiklah, ayo lanjut!"
-
__ADS_1
"Ayo kita lanjut..." ucap Riko mengajak Anya dan Shinta sambil melangkah ke depan. Keduanya mengangguk dan mengikuti Riko dari belakang.
-