
Sebelum mereka pergi Yoga sudah memberitahu cara membuat tombak dan tali. Untuk tombak harus menemukan pecahan beling kemudian kaitkan dengan bambu, sedangkan untuk membuat tali, diperlukan alang-alang yang panjang, lalu belah menjadi beberapa dan rangkai membentuk kelabang.
Pastinya mereka kesusahan pada awal pengerjaan karena faktor fisik yang lemah, selain itu rasa lapar dan haus semakin meningkat akibat pikiran mereka tertekan.
"Bisakah kita istirahat sebentar? Ini sangat melelahkan, huh huh," ujar Riko mengelap keringatnya.
"Ayolah semangat, jika salah satu dari kita tidak dapat menyelesaikan tugas, yang terkena imbasnya adalah kita semua," ucap Yoga menyemangati.
Tak terasa, sore pun tiba. Mereka berkumpul kembali di padang rumput dengan membawa benda-benda yang sudah ditugaskan. Segera setelah cukup beristirahat mereka bekerja kembali, ada yang membakar ikan dan ada yang membuat daerah perlindungan untuk tempat tidur menggunakan ranting yang ditancap ditanah dengan posisi silang, tujuannya menghindari serangan monster yang tiba-tiba.
Mereka menyantap ikan yang matang bersama-sama, walaupun rasanya hambar namun mereka tetap bersyukur karena bisa makan.
"Di antara kalian ada yang menemukan kain tidak?" tanya Yoga setelah ikan yang di tangannya sudah habis.
"Aku tidak memiliki itu, namun saat pergi ke sungai aku menemukan beberapa helai kain di tepi sungai, memangnya untuk apa?" jawab Kevin.
"Itu untuk membuat obor agar ada pencahayaan saat malam. Kalau mengambil sekarang, masih sempat tidak sebelum malam?" ucap Yoga.
"Akan aku usahakan secepat mungkin untuk mengambilnya," jawabnya. Setelah itu Kevin segera menghabiskan makanan dan berlari menuju sungai kembali.
"Hati-hati! Nah sekarang kita membuat pegangan obornya, beberapa ranting ikatkan dengan tali yang sudah disiapkan, setiap orang buat satu saja dan ada yang harus menjaga kobaran api agar tetap menyala,"
"Siap!" ucap mereka serempak.
Yoga sangat handal dalam mengkoordinasi suatu pekerjaan, ditambah pengetahuannya yang luas menjadikannya cocok sebagai pemimpin.
-
Cahaya obor menerangi malam itu, sebelumnya mereka sudah sepakat bergantian berjaga pada malam hari, setiap 3 jam akan bergantian untuk 2 orang. Beruntung salah satu dari mereka ada yang memakai arloji, pastinya sangat berguna untuk meminimalisir waktu.
Sekarang adalah waktunya Kevin dan Zeva berjaga. Mereka hanya diam tanpa adanya pembicaraan, suasana agak canggung. Suara jangkrik bergema di telinga mereka dan kicauan burung hantu mengimbanginya, namun tidak ada monster yang mendekati mereka.
"Ee.." ucap mereka bersamaan. Keduanya agak terkejut dan menunjukkan tingkah aneh.
"Kau duluan!" ucap mereka bersamaan lagi. Suasana bertambah canggung.
"Biar aku dulu," ujar Zeva.
"Apakah kau pernah berpikir bagaimana kita mendapat kekuatan, sedangkan melakukan aktivitas tadi siang saja sudah melelahkan?" tanyanya.
"Aku juga masih memikirkan hal itu, namun sampai sekarang otakku belum menemukan jawabannya," jawab Kevin mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
"Hah, apalagi kita harus menyelamatkan dunia minecraft dari kehancuran. Kita saja belum tau seberapa kuat pemimpin utama musuh itu. Oh iya tadi kamu mau bilang apa?" ujarnya sambil meregangkan tangan ke atas.
"Sama seperti pemikiranmu. Sudahlah lebih baik sekarang kita harus bertahan hidup di hutan ini dan mencari pemukiman. kalau kamu mengantuk tidur saja, biar aku sendiri yang berjaga," Ucap Kevin yang sedari tadi melihat Zeva menguap beberapa kali.
"Hoam..Baiklah! Selamat tidur," Zeva menguap dan langsung merebahkan tubuhnya di daun pisang.
"Hmm..bagaimana caranya untuk mendapatkan kekuatan," gumam Kevin.
Ketika Kevin sedang berpikir keras, tiba-tiba muncul sebuah tulisan yang melayang di dekat kepalanya menampilkan namanya sendiri dan kata detail.
Kevin cukup terkejut dengan itu, dia pikir mungkin sedang berhalusinasi karena mengantuk. Namun tulisan itu selalu muncul saat dirinya memikirkan tentang kekuatan.
"Apakah ini benar-benar nyata?" gumamnya penasaran.
Kevin sekali lagi memikirkan tentang kekuatan dan tulisan tersebut muncul lagi di pandangannya. Kata 'detail' membuatnya semakin penasaran. Dan mendadak tulisan itu berubah menjadi sebuah informasi yang sering dia lihat di anime.
———›[]‹———
Nama : Kevin
HP : 1000
Job : Knight [Sword]
MP : 13
Poin Exp : 12
Skill : Exp Boost, ...
Magic Job : Witch
Level : 0
MP : 0
Skill : Manipulation
———›[]‹———
"Apakah ini benar-benar asli? Atau hanya halusinasiku saja karena kelelahan?" Kevin keheranan melihat semua itu.
__ADS_1
"Sudahlah pikirkan nanti saja, sekarang sudah pagi harus bersiap-siap untuk bekerja keras lagi!" ucapnya semangat.
-
Semua melakukan aktivitas seperti biasa, dan usulan dari Yoga agar lebih meningkatkan ketahanan fisik dengan berolahraga setiap saat.
Ketika matahari sudah di puncak, mereka berteduh sambil memakan ikan bakar yang hambar.
"Ayolah, aku sudah bosan dengan daging ikan ini, apalagi rasanya yang hambar. Bagaimana kalau kita mencari makanan lain?" keluh Riko.
"Kau ini, baru saja makan ikan dua kali sudah merasa bosan, tapi idemu tadi aku setuju. Kemarin aku tidak sengaja bertemu kelinci namun aku tidak sempat untuk menangkapnya," jawab Yoga.
"Bukankah terlalu kejam untuk membunuh seekor kelinci? Selain itu agar kau menghilangkan rasa bosanmu terhadap daging ikan, kau tinggal menambahkan garam saja kan?" protes Shinta.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aku sudah melahap habis ikannya," Riko kecewa karena tidak bisa menikmati lagi sekarang.
"Yah..kau tidak bertanya. Sebenarnya aku sudah punya persediaan garam," jawab Shinta berterus terang.
"Kau mendapatkannya dari mana?" tanya Yoga yang penasaran.
"Aku membuatnya! Kau tinggal merebus air asin, tunggu sampai menguap dan menyisakan beberapa air yang kental, saat itulah garamnya jadi, walaupun tidak sempurna," Jawab Shinta.
"Oo begitu, lain kali kita boleh kan memintanya apalagi Riko yang kelihatannya hampir mati kebosanan dengan rasa ikan tadi, haha.." Yoga tertawa terbahak-bahak. Riko yang mendengar itu hanya tersenyum kecut karena memang itulah faktanya.
Saat Mereka sedang bercanda ria, hanya Kevin saja yang terlihat melamun, Yoga yang menyadari hal itu langsung mengagetkannya.
"Kevin! Kau jangan terlalu banyak melamun dan memikirkan yang ada di sana, lebih baik melakukan sesuatu yang bermanfaat."
"Siapa juga yang melamun, apakah kalian tidak mengerti aku sedang berkonsentrasi terhadap tulisan yang melayang ini?" Suara Kevin yang terlihat malas.
"Hah! Tulisan melayang? Memangnya di mana?" ucap mereka bersamaan.
"Eh, apakah mereka tidak bisa melihatnya? Sebentar, tulisan ini muncul ketika aku memikirkan soal kekuatan," gumamnya lirih.
"Coba kalian pikirkan soal kekuatan kalian sendiri," ujar Kevin.
"Untuk apa?" tanya Riko.
"Coba saja jangan banyak bicara! Ayo cepat!"
Mereka menuruti perkataan Kevin dan keajaiban muncul pada diri mereka juga.
__ADS_1
"Eh eh apa ini!" teriak Anya yang kaget melihat tulisan melayang, yang lain pun ikut terkejut. Kevin yang melihat gelagat mereka segera menyuruh untuk fokus terhadap detail. Mereka mengikutinya dan satu keajaiban muncul lagi.