Minsugar

Minsugar
Lelucon


__ADS_3

Keira sangat bersyukur karena David benar-benar menepati ucapannya. Seminggu yang lalu, saat David memutuskan bahwa ia akan terus bersama Keira. Ia mulai mengambil tindakan, ia benar-benar berinisiatif untuk sembuh dan membuka lembaran baru bersama Keira dan juga calon anaknya. Berkat kepandaian Bryan dan kekuasaan Arga. Renata berhasil diseret kedalam penjara. Mereka menyelidiki siapa dalang dari penusukan Keira dan Renata lah orangnya. Awalnya Renata berniat menuntut balik Keira, Renata tak terima karena Keira melaporkannya tanpa bukti. Namun siapa sangka jika jalan rumah Mike dan pagar rumahnya di pasang CCTV? Mike sengaja memasang CCTV yang terbilang sangat kecil. Dia bukan orang sembarangan. Diluar sana banyak musuh yang mengincarnya, maka dari itu Mike diam-diam mengambil tindakan untuk memantau situasi apartemennya.


Bella dengan kelihaiannya mengatur seluruh tuntutan Keira, dengan bukti rekaman CCTV dan bekas luka yang bisa dibilang cukup dalam. Bella adalah pengacara tersohor. Baginya, kasus ini sama sekali tak ada apa-apanya. Dan berkat Arga, pria itu menyewa hampir 12 bodyguard tentu dengan imbalan yang tak murah, untuk menjaga agar Renata tidak bisa kabur. Berkat Arga dan Bryan juga, Renata akan dikirim ke panti rehabilitas diluar Negeri. Ia akan mendapat penanganan karena gangguan mentalnya dan juga menjalani masa hukuman yang tentunya tak sebentar. Sedangkan David, pria itu mulai bisa mengontrol diri. Bahkan sudah hampir satu minggu, alter egonya tak mengambil alih.


"Ka Kei, Hikss.. Hikss..!"


Keira yang tengah meminum susu pun menolehkan kepalanya. Mencoba mencari sumber suara yang ternyata berasal dari Bella. Keira terkejut bukan main saat melihat Bella datang dengan keadaan yang bisa dibilang, berantakan.


"Bel? Kau kenapa?!"


Keira berlari kecil menghampiri Bella. Gadis itu langsung memeluk Keira erat. Keira sendiri tak berniat untuk menghentikan tangis Bella. Ia menuntun Bella untuk duduk di ruang tamu. Gadis itu masih sesenggukan, namun saat ini, matanya beralih menatap Keira.


"Mike hikss, Mike, ka Kei hikss!"


"Mike? Kau bertengkar dengannya?"


"Ternyata selama ini, Mike selingkuh ka hikss, dia hikss, hikss ka bagaimana ini hikss.. "


Keira membolakan kedua matanya. Terkejut? Tentu saja, lagi pula siapa yang akan percaya Mike selingkuh? Mengingat bagaimana cara Mike memuja dan terlihat begitu sangat mencintai Bella.


"K-kau tidak salahkan?Bella. Sebaiknya kau cari tahu dulu, ja-"


"SAYANG!!"


Kedatangan Mike memotong ucapan Keira. Pria itu terlihat acak-acakan dan penuh keringat. Apa ia berlari? Keira tak ingin ambil pusing tentang hal itu. Ia berniat meninggalkan Bella, tapi Bella mencegahnya. ia menarik tangan Keira dan bersiap pergi, mengikuti Keira. Langkahnya terhenti saat Mike menarik pergelangan tangan Bella sedikit kasar.


"Hei!! Mike. Lepaskan tanganmu, kau menyakitinya!" tegur Keira setelah melihat ringisan kecil, keluar dari bibir Bella. Mata gadis itu kembali berkaca-kaca menatap Mike. Setelah itu, ia menghempas tangan Mike kasar.


"Kei! Kumohon!! Jangan ikut campur masalahku, aku ingin bicara dengan Bella. Sebentar saja," wajah Mike begitu memelas. Keira hanya bisa mengangguk, namun ia tetap disana. Siapa lagi jika bukan Bella yang terus mencekal tangannya.


"Mike, hikss" Mike mengalihkan atensinya penuh, menatap Bella. Pandangannya meredup, Mike menyesal.


"Ak-aku bisa jelaskan, Say-"


"Kita, berakhir!"


Mike membeku, begitu juga Keira. Pria itu mulai menitikkan air mata, berusaha menggapai Bella yang sayangnya tak bisa. Belum sempat ketegangan itu usai, David datang dengan suara baritonnya.


"Ada apa ini?"


David mengernyit menatap Bella yang menangis dan menggelayuti Keira. Ia menatap Mike, pria itu juga terlihat menitikan air mata. Sebenarnya, ada apa ini?


"Usir orang jahat itu dari sini ka hikss.. Aku tidak mau bertemu dengannya, kumohon ka hikss.. "


"Ya!! Ya!! Tenangkan diri kalian dulu. Duduk, dan jelaskan padaku,"

__ADS_1


Mendengar nada tinggi keluar dari mulut David, mau tak mau membuat mereka kembali tenang. Pasalnya, David adalah orang yang tegas, dan terkadang ia bisa sangat kejam. Entah sebagai dirinya sendiri atau sebagai Daren. David sendiri tidak ingin hal buruk menimpa hubungan adiknya yang adem ayem itu. Bagaimanpun Bella dan Mike sudah ia anggap adiknya sendiri. Ia begitu menyayangi keduanya.


"]adi? Ada apa, Bella?" David sengaja bertanya lebih dulu pada Bella


"Aku yang akan menjelaskan semuanya, ka,"


"Itu tidak seperti yang kau lihat, Sayang!"


"MIKE!! Kubilang diam!!" desis David.


Mike menyugar rambutnya kasar.


"Dia, selingkuh ka. Aku ingin berpikir positif saat si br*ngsek ini menindih salah satu karyawannya. Tapi saat aku mendengar pengakuan dari bibirnya, Aku memutuskan untuk menyudahi semuanya. Ka, Mike bukan orang yang dengan mudah mengatakan cinta. Melihat perlakuannya pada gadis itu, membuatku sadar. Bahwa posisiku sudah tergantikan hikss,"


Flasback


Bella datang dengan wajah berseri. Berniat memberi kejutan sang kekasih karena sudah hampir 1 minggu tidak bertemu. Ia tengah menempuh pendidikkan S3 nya di Sydney. Dengan semangat, gadis itu berniat membuka knop pintu ruang kerja Mike. Namun sebuah suara membuat Bella membeku.


"Sayang, aku mencintaimu!"


Deg.


Jantung Bella terasa berhenti berdetak. Air matanya spontan mengalir begitu saja. Apakah ini yang Mike lakukan di belakangnya?


"Tidak, Kau tidak boleh menyukai orang Iain! Hanya aku, Mike Ainsley. Jika kau tidak mau aku punya pacar, aku akan memutuskannya. Demi kau!"


Brak..


Mike dan Aera menolehkan kepalanya. Mike terkejut bukan main melihat Bella berdiri, menenteng tas kertas yang ia pastikan hadiah untuknya. jangan lupakan air mata si*lan yang ikut menghiasi pipi cantik itu. Mike membeku, ia merutuki kebodohannya. Ia langsung bangkit dan memperbaiki posisinya. Aera pun gelagapan melihat hal itu, tentu saja ia merasa tak enak hati pada Bella. Ia yakin 100% ini akan berakhir kesalah pahaman yangfatal.


”S-sayang,"


"Stop it, Mike. Kau ingin bersamanya kan? Tentu saja tak apa. Kita berakhir!"


Setelah berkata demikian, Bella berlari keluar. Mike mengabaikan Aera dan ikut mengejar kekasihnya. Sayangnya Mike kalah cepat, Bella sudah masuk kedalam mobilnya dan melesat dengan cepat.


"S*al!"


Flashback off


David menatap Mike tajam.


"Benar begitu? Mike?!"


Mike diam, ia tak tahu harus berkata apa. Karena kenyataannya, ia memang bersalah. Ia mencintai Aera dan juga Bella. Namun untuk melepas salah satunya, apa Mike bisa?

__ADS_1


"JAWAB AKU!!" Teriak David. Keira yang melihat hal itu hanya mampu mengusap bahu suaminya.


"Jangan gila Mike!! Untuk apa kau menjadikannya kekasihmu jika kau hanya ingin main-main hah?! Kenapa kau bisa sebrengsek ini? Disaat kau menghakimiku dan berhasil membuatku berubah, kenapa kau justru bertindak sebaliknya?!" David tak bisa mengontrol emosinya.


"Vid, a-aku mencintai mereka!"


"KAU!!"


"Vid, tenangkan dirimu. Bella, ayo. "


Keira menarik Bella untuk ikut bersamanya. Namun kali ini, giliran Bella yang menolaknya. Gadis itu menatap Mike tajam, menjulurkan tangannya, menunjuk tepat di depan wajah Mike.


"Kau!! Jangan pernah lagi bicara denganku!! Kita selesai!!"


"Say-"


"Satu lagi, jangan pernah menampakkan dirimu, di depan wajahku!!"


Setelah berkata demikian, Bella menghadiahi Mike sebuah tamparan keras dan melenggang pergi begitu saja. Awalnya Mike hendak mengejar Bella, namun kalah cepat dengan gerakan David yang lebih dulu menarik lengannya.


"Duduk!" tegas tak terbantahkan. Mike menyugar rambumya frustasi. Ia duduk sesuai kemauan David.


David menatap Keira, menarik gadis itu dan memberinya kecupan hangat di kening. Tentu saja hal itu membuat Keira terkejut, bagaimanapun juga ia belum terbiasa dengan tingkah David yang sekarang.


"Naiklah, aku tidak ingin anak kita mendengar ucapan yang tak seharusnya," Keira tersenyum lalu mengangguk. Begitu Keira pergi ke kamar, David menarik dasinya frustasi dan melemparkan ke arah Mike.


"Kau keparat, apa yang sebenarnya kau lakukan? Apa Bella tak cukup untukmu?! Apa kau perlu mengulangi kesalahan yang sudah pernah ku lakukan?! Kau berselingkuh, dengan karyawanmu sendiri!!"


"Baiklah!! Lagi pula ini bukan salahnya, aku yang mencintainya lebih dulu. Aku tau aku salah Vid, aku sendiri tidak bisa menahan perasaan ini agar tidak hadir. jangan menghakimiku, kau pun pernah berbuat salah!"


"Jika kau berbuat salah, setidaknya berusahalah untuk memperbaiki. Bukannya malah semakin menambah permasalahan! Sekarang katakan padaku, kau memilih Bella atau gadis itu?“


"A-aku tidak bisa,"


"Aissh keparat!! Kenapa?!! Kau hanya perlu mengikuti kata hatimu!! Kau bahkan tidak gila, tidak gangguan jiwa sepertiku. Tapi kenapa kau bersikap idiot seperti ini?!"


"KARENA AKU MENCINTAI KEDUANYA VID!! AKU INGIN MEMILIKI MEREKA BERDUA!!"


Plakk..


David menampar Mike dengan kuat. Pria itu menatap David tajam, sedangkan David? Ia sendiri tak merasa bersalah. Mike sudah membawanya ke jalan yang benar, dan sekarang pria itu ingin melakukan kesalahan. Bukankah tak apa jika David menyadarkannya? Dengan atau tanpa kekerasan sekalipun.


"Aku tak segan membunuhmu jika kau melakukan hal itu!"


•••

__ADS_1


__ADS_2