
Jangan lupa vote dan comment yereboun.
.
.
.
.
.
.
.
•••
Keira bergerak gelisah ketika semua pandangan pengunjung berkali-kali menatap kearahnya dan David. Mereka menatap penuh kekaguman pada dua sejoli yang saat ini tengah makan siang. Ya, David mengajak Keira untuk makan setelah mereka selesai melakukan fitting. Tunggu dulu, fitting? Ya, Keira menyetujui saran dokter Mirae beberapa hari lalu dengan mau menikahi putra semata wayangnya tanpa paksaan dari pihak manapun. Gila? ya mungkin itu yang bisa Keira gambarkan sekarang karena setelah menyetujui pernikahan itu ia mengutuk dirinya sendiri karena mulut dan pikirannya tak bisa sejalan.
David berdehem pelan ketika menangkap raut gelisah dari calon istrinya. Entah benar atau tidak , tapi Keira melihat sekilas bahwa David baru saja menyeringainya.
David menghentikan makannya. Tangannya terulur meraup kedua tangan Keira dan menggenggamnya.
"Kau baik-baik saja?"
Keira tersentak dan terpaku. Kenapa seringai tadi berubah menjadi senyum indah dalam waktu sekejap.
Seolah tertular Keira membalas senyuman manis dari pria didepannya. Entah kenapa setiap tatapan mata mereka menyatu terasa seperti terkunci dan gadis itu tidak bisa menolak akan hal itu, jalan pikirannya dan hatinya saling bertolak belakang.
Apa dia baru tersadar jika calon suami nya ini benar-benar tampan? apalagi dalam jarak sedekat ini.
__ADS_1
"Eum, iya aku baik-baik saja."
"Aku tau kau tidak nyaman, yasudah ayo habiskan makanmu dan kita pergi"
"D-david..?" panggil Keira lirih
"Heum?"
"Kenapa mereka menatap ku seperti itu? Ah maksudnya kita"
Sekali lagi David mengulas senyum pada bibirnya dengan mengusap tangan gadisnya untuk menenangkannya.
"Karna kau cantik"
Gurauannya seketika membuat pipi gadis itu merona. Ia pun melepaskan genggaman David dengan berdehem pelan untuk mencairkan suasana.
"Aku sudah selesai."
"Baiklah, ayo."
Sampai akhirnya David pun memutuskan untuk membuka suara.
"Ikut aku ke kantor, yaa?" tanyanya lembut
"A-aku?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Ahh tidak, aku malu."
David mengulurkan tangannya menarik kedua tangan Keira mengusap dan memberi ciuman manis disana.
"Mulai sekarang biasakan dirimu, karena kau akan menjadi Nyonya Keira Asrawijaya."
__ADS_1
"Ah i-iya b-baiklah."
Sekali lagi Keira melihat David menyeringai. Apa yang ada di pikiran pria itu? Sebenarnya Keira sempat bertanya tanya pada dirinya sendiri. David itu pria tampan mapan dan yang paling di segani di Negara mereka tinggal. Tapi mengapa pria itu menyetujui pernikahan dengan gadis asing tanpa memikirkan dampak kedepannya terlebih dahulu. Apalagi Keira bukan berasal dari kalangan berada, ia hanya hidup dari asuransi dan aset yang ditinggalkan kedua orang tuanya.
Ia melanjutkan sekolahnya melalui uang asuransi, walaupun setiap bulannya dia mendapat uang dari beberapa saham ayahnya yang tersebar tapi hal itu masih terbilang cukup kurang untuk seorang mahasiswa yang bersekolah di universitas swasta belum lagi keperluannya tiap hari.
Memang ia dan dokter Mirae saling mengenal baik sejak beberapa bulan terakhir ini.
Tapi jika dilihat dari segi manapun, Keira tetap berhak mencurigai David bukan?
••••
Sesampainya mereka di perusahaan DAGroup. Semua pandangan karyawan tertuju pada direktur mereka yang datang menggandeng seorang wanita. David terlihat bahagia bahkan ia sempat membalas sapaan beberapa karyawannya. Tentu saja itu membuat mereka ikut bertanya tanya. Sebelumnya jangankan membalas sapaan mereka. David selalu angkuh dan menatap dingin kepada siapapun, percaya atau tidak ini pertama kalinya David tersenyum didepan karyawannya.
"Aku punya pengumuman untuk kalian!"
Suara lantang David membuat semua karyawan berkumpul. David menarik pinggang Keira dan mendekapnya, ia mencium pelipis gadisnya sekilas sehingga membuat mata Keira melebar sempurna.
"Dia calon istriku, hargai dia seperti kalian memperlakukan ku." tegasnya.
Nadanya kembali dingin dan menatap tajam kearah para karyawannya.
"Baik tuan"
"D-david"cicit Keira.
Bukannya menjawab David justru menyeringai kembali. David memajukan wajahnya dan tanpa permisi mengecup bibir Keira, didepan seluruh karyawannya. Bukan sekedar kecupan melainkan ******* karna dengan tidak tau malunya dia menggerakkannya dan tak membiarkan Keira melepaskan diri.
Begitu merasa Keira kehabisan oksigen. Membuat David menyudahinya, dan mengecup sekilas bibir gadisnya.
Ia menyeringai dan berbisik di telinga Keira.
"Welcome to my world Nyonya Keira Asrawijaya."
__ADS_1
•••