
David menatap arloji di tangannya. Ia mendengus kesal ketika sang istri belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Apa dia takut? Arghhh sial!!" David sedikit merasa frustasi karna Keira.
Tok.. Tok.. Tok
Tak lama ia mendengar suara pintu yang di ketuk. Ia pun mempersilahkannya untuk masuk. Ia sudah memasang senyum terbaiknya untuk menyambut kedatangan Keira sekaligus permintaan maafnya untuk kejadian tadi pagi. Namun saat ia berbalik, ia mencelos mendapati siapa yang baru saja datang padanya.
Renata,
Mantan sekaligus wanita yang sampai saat ini masih memenuhi seluruh isi hati David. Gadis cantik dan baik yang selalu bisa membuat David luluh. Renata berlari dan langsung memeluk David erat. Pria itu tak tinggal diam dengan membalas pelukannya tak kalah erat.
"Aku merindukan mu" ucap Renata lirih
Sial. David benci keadaan ini. Dia tidak bisa melihat Renata menangis, meskipun Renata telah meninggalkannya dengan menikah dan memilih hidup bersama pria lain. David tak tinggal diam, dia mencari tahu tentang kehidupan rumah tangga Renata. Mendengar bahwa Renata sering disakiti disiksa dan dibuat menangis oleh suaminya. Hal itu sukses memancing emosi David.
David sendiri memilih menerima tawaran ibunya itu agar dia bisa menunjukkan pada Renata bahwa bukan hanya Renata yang bisa meninggalknnya dan pergi dengan orang lain. Tapi sialnya David tidak bisa membohongi dirinya sendiri, hatinya hanya mencintai Renata dan berakhir melampiaskan segalanya pada Keira.
David tak tinggal diam. Dia menarik dagu Renata dan mencium lembut bibirnya. David benar-benar tidak sadar apa statusnya sekarang. Ia hanya rindu dengan Renata dan saat ini ia hanya butuh melampiaskannya.
Saat ciuman itu berlangsung beberapa menit tiba-tiba pintu ruangan terbuka kasar dan David bisa melihatnya dengan jelas Keira yang dengan tatapan sudah dipenuhi linangan airmata. Gadis itu bahkan membekap mulutnya karena syok dengan apa yang dilihatnya.
"D-david.."
Keira pun berlari meninggalkan ruang kerja David.
Pria itu kalang kabut dan langsung mengejar Keira.
Namun langkah pria itu terhenti dengan sebuah tangan yang menahan lengannya.
"Kau akan meninggalkanku lagi? Apa kau sudah tidak mencintaiku?"
"Tidak akan. Aku akan tetap mencintaimu sayang"
Setelah itu David berlari keluar mengejar Keira. Ia melihat Keira sudah lebih dulu masuk kedalam taksi.
Ia menyugar rambutnya kasar.
"F*ck !!"
Ia tidak takut jika Keira melakukan hal gila seperti mengakhiri hidup misalnya. Yang ia takutkan justru Keira melaporkan hal itu pada dokter Mirae ibunya. David masuk kedalam mobil dan menekan pedal gas dengan kuat. Persetan dengan pengemudi lain, ia pun berhasil menghadang jalan taksi yang dipakai Keira.
Rahang David mengeras menahan amarah. Pria itu keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya. Keira benar-benar ketakutan sekarang. Ia ingin melarikan diri tapi terlambat. David sudah membuka pintu taksi dengan paksa dan membawa Keira keluar. ia melemparkan beberapa lembar uang kepada sopir taksi dan memintanya pergi.
"David sakit hiks" isak Keira.
Tangannya terasa terbakar karna cengkraman David yang tidak main-main.
__ADS_1
"DIAM !!" David membentak Keira dan memaksa gadis itu masuk kedalam mobil.
Keira meringkuk dan masih setia dengan tangisannya.
David menjalankan mobil dan kali ini bukan arah pulang. Keira sempat bertanya-tanya kemana dia akan dibawa. Sampai pria itu berhenti tepat di depan apartemen mewah didaerah Kemang, Jakarta Selatan. Ia menarik Keira keluar dan tanpa mempedulikan pandangan orang lain. David langsung membawanya naik ke lantai atas.
"Vid kumohon lepaskan hiks, ini sakit" Keira masih mencoba melepaskan diri. Namun tangan David mencengkram lebih kuat.
Ia membuka salah satu pintu apartemen dan langsung menuju kekamar. Pria itu menatap Keira penuh amarah dan langsung mendorong istrinya ke ranjang. Ia menindih Keira dan melepaskan seluruh pakaiannya dengan paksa.
"D-david. hikss, apa yang kau lakukan?"
"Kau masih bertanya?! Hah?!"
Plakkk..
Keira menahan perih di pipinya yang kembali mendapat tamparan keras dari David. Gadis itu terus menangis. Seluruh kancing bajunya sudah lepas.
"Itu untuk kau yang sudah datang terlambat"
Plak..
"Itu untuk kau yang sudah mengganggu waktuku dengan kekasihku !!"
Keira tak kuasa mendengar semua ucapan David. Matanya mengabur dan tiba-tiba kepalanya terasa berat.
Jangankan untuk membalas perilaku bejat David. Untuk berucap pun Keira tak mampu. Sudut bibirnya mengeluarkan banyak darah.
David melepas dasinya dan mengikat kedua tangan Keira.
Pria itu juga melepas ikat pinggangnya dan mencambuk seluruh bagian tubuh Keira dengan ikat pinggangnya. Saat ini Keira merasa ingin mengakhiri hidupnya saja. David benar-benar psycho. ia tidak mempedulikan teriakan kesakitan dari istrinya.
Hatinya fisiknya dan juga jiwanya sudah benar-benar hancur. Ia mencoba sekuat tenaga melepaskan ciuman David bak orang kesetanan.
"Apa kau menikmatinya Kei?"
"He-hentikan hiks, sakit David hikss"
"Belajarlah untuk menjadi istri yang baik sayang"
David kembali mencium bibir mungil Keira. Ia mengambil kendali penuh atas tubuh Keira. Sekujur tubuh gadis itu dipenuhi luka. Sudut bibir yang berdarah. Rambut yang acak-acakan bahkan saat ini ia pusat tubuhnya yang terasa seperti terbelah akibat perbuatan David.
"Jangan mengadu kepada siapapun, atau kubuat kau tak bisa melihat dunia lagi Nyonya Keira."
"K-kau hikss, kau ******** David"
Semakin liar perbuatan David atas tubuh Keira tanpa sadar mata Keira mulai terpejam. ia tidak peduli dengan Keira, yang ia inginkan hanya melampiaskan seluruh beban yang selama ini ia rasakan.
__ADS_1
"2 minggu lagi acara kelulusanmu kan? Kau tidak ingin menghadirinya dengan foto yang berhias karangan bunga kan."
Keira tidak menjawab, saat David menatap istrinya ternyata wanita itu sudah tak sadarkan diri. David mendecih, awalnya ia biasa saja.
Namun melihat darah yang terus saja keluar melalui hidung bibir dan bahkan ******** Keira tanpa henti membuat ia dilanda sedikit rasa bersalah.
David mengambil ponsel miliknya dan terlihat menghubungi seseorang.
"Yaa, ada apa Vid?"
"Bel. Datanglah ke apartemen ku sekarang. periksa keadaan Keira dia pingsan"
"Istrimu? Bagaimana bisa astaga aku segera kesana"
"Kau bisa langsung masuk, aku harus pergi"
"Yak !! Istrimu pingsan dan kau pergi ?! Apartemen mu kosong. Kau gila meninggalkannya sendirian dalam keadaan tak sadarkan diri"
"Kau tau aku Bel."
Bip.
David memutus panggilan sepihak. memakaikan kaos kebesarannya ke tubuh Keira tanpa bersusah payah memakaikan gadis itu dalaman. David menyelimuti tubuh Keira dan melenggang pergi begitu saja.
"Aku benar-benar membenci gadis lemah ini"
•••
Keira Anindira Putri.
Mahasiswi disalah satu kampus swasta ternama. Mempunyai cita-cita menjadi seorang Designer terkenal, bekerja dengan rasa bangga karena kedua orangtuanya ingin putri satu-satunya mereka menjadi seorang perancang untuk meneruskan perusahaan ayahnya yang bekerja di bagian Desain Grafis Interior.
Istri seorang CEO terkenal David Edward Asrawijaya.
David Edward Asrawijaya.
Pengusaha terkenal dikota itu bahkan sampai mendunia karena kelihaiannya dalam dunia bisnis. Seorang CEO dari DAGroup yang bergerak ke segala bidang seperti teknologi dan transportasi, kertas dan pulp, agrobisnis, game dan animasi serta pendidikan sampai kesehatan.
Renata Maheswari.
Seorang model papan atas yang cantik, terkenal dengan wajah yang tercetak sempurna. Mantan kekasih CEO David Asrawijaya. Ia meninggalkan dunia permodelan dengan menikahi salah seorang pengusaha tampan yang mempunyai pabrik Minyak dan Gas sendiri.
__ADS_1