
Keira pikir David hanya bercanda.
Tetapi, pria itu jauh lebih serius dari apa yang sebelumnya ia ucapkan.
Cukup serius, terlebih, ketika Keira kembali tersadar siapa yang saat ini sedang berada di atasnya.
Ia melihat David masih mengatur napas, begitu pun dirinya.
Jarak wajah mereka begitu dekat, titik-titik keringat di wajah pria itu sebagian menjatuhi wajah Keira.
Keira tak sanggup lagi jika disuruh mengingat bagaimana bisa sampai seperti ini, ia deakan baru sadar saat mereka sudah sama-sama seperti ini. Telanjang.
"Ap-apa kau baik-baik saja?" David mengulurkan tangannya untuk mengusap kening Keira, itu adalah kalimat pertamanya setelah ia mengosongkan dirinya di dalam tubuh Keira.
Keira tidak tahu harus menjawab apa, karena ia sendiri tidak bisa memahami apa yang sedang ia rasakan sekarang. Jadi, ia hanya mengangguk samar.
"Apa aku menyakitimu?" tanyanya lagi dengan suara dalamnya yang lembut sekaligus membabukkan.
Keira menelan ludah samar, ketika suaranya lebih terdengar seperti desahan daripada pertanyaan. "Semua wanita merasa sakit saat melakukannya untuk pertama kali,“ ucap Keira yang mulai mendapatkan napasnya kembali.
David terkekeh, lalu dia mencium bibir Keira gemas. "Terima kasih karena telah membuatku menjadi yang pertama."
Pipi Keira memerah, apalagi saat David berpindah pada kening Keira untuk diberi kecupan juga. Setelahnya dia baru membuang dirinya untuk berbaring terlentang di sebelah Keira, sementara wanita itu fokus kembali menaikan selimut hingga ke dada. Satu tangan David meraih tangan Keira lalu menyentuhnya dengan lembut.
Mereka berdua sama-sama menatap atap putih polos sembari mengatur napas. Keira bisa merasakan suasana yang begitu tenang di sini. Aroma lavender bercampur Citrus mengisi ruangan yang baru ia lihat untuk pertama kalinya ini. Ini adalah rumah kedua David dan Dokter Mirae. Sebenarnya, ini adalah hadiah ulang tahun David untuk ibunya, rumah ini tidak begitu besar, sederhana, tapi suasananya begitu tenang karena dekat daerah pegunungan.
Rumah ini hanya didatangi pada waktu-waktu tertentu saja. David memang membeli ini tanpa koordinasi dulu dengan ibunya, dia berniat memberi kejutan tetapi ternyata David tak tahu bahwa ibunya sudah akan pindah tugas ke rumah sakit lain. Padahal, David membeli rumah ini agar ibunya punya tempat yang nyaman untuk kembali dari rumah sakit tempatnya bekerja yang memang terletak tak begitu jauh dari tempat ini.
"Vid..." panggil Keira yang masih menatap langit-langit kamar.
"Heum?" David merubah posisinya jadi menghadap pada Keira.
Keira masih agak malu menatap David, jadi ia tetap pada posisinya terlentang sambil meremas selimut.
"Apa kau ingin punya anak dariku?" pertanyaan itu sejak tadi mengumpal di kepala Keira.
Tanpa menoleh pun, Keira bisa merasakan keheranan David atas pertanyaannya. "Kenapa kau menanyakan itu? Tentu saja aku mau, aku sangat menginginkannya."
Keira tersenyum lalu perlahan menoleh ke samping, menemukan wajah tampan suaminya. "Apa kau akan sangat menyanyanginya nanti?"
"Bagaimana bisa seorang orang tua tidak menyayangi darah dagingnya sendiri, Keira? Kau ada-ada saja." David mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi Keira.
Keira menarik napas panjang, dan membiarkan tubuhnya ditarik ke dalam pelukan David. Pelukan hangatnya yang tersasa begitu nyaman dan menenangkan. Keira bisa merasakan bagaimana dia mengusap punggung wanitanya, lalu telinga Keira menempel di dekat dadanya dan mendengarkan detak jantung pria itu.
Detik itu pun keraguan pada diri Keira mulai berangsur luntur, berganti dengan sebuah keyakinan akan perasaannya pada sosok pria itu.
Sepertinya, Keira memang sudah mulai mencintai David.
*****
Tidak ada rasa yang lebih melegakan saat skripsi yang dikerjakan sudah ditanda tangani oleh dosen pembimbing. Ini seperti hari yang telah Keira impi-impikan selama memasuki semester akhir.
__ADS_1
Mungkin ini adalah hari keberuntungannya karena dosen-dosen pembimbing sedang dalam suasana hati yang baik saat ia mengajukan lembar untuk pengajuan sidang. Ia benar-benar lelah dengan revisi. Keira mengerjakannya sampai larut malam dalam dua minggu terakhir. Itu saja sudah hampir membuatnya pingsan.
Tapi, lelahnya itu rasanya tidak sebanding dengan apa yang David rasakan. Mereka berdua sama-sama kurang tidur setelah "liburan singkat“ itu, Keira berusaha tidak mengeluh dan protes pada David yang bahkan pulang saat mendekati pagi. Dia benar-benar mempersiapkan diri untuk sesuatu yang penting, begitu pun dengan Keira.
Keira tidak ingin terlalu banyak menuntut David lagi, ia harus tetap mendukungnya, itu yang selalu diberitahu Dokter Mirae padanya, mertuanya yang satu itu sepertinya sedang sangat menikmati tugasnya di Uzbekistan. Dia tidak mengatakan pada Keira dan David akan kembali, dia sangat menyukai anak-anak dan di sana dia menangani anak-anak yang kekurangan gizi.
Sungguh mulia sekali.
••••
2 Bulan Berlalu.
Keira merasa pernikahanya dengan David terlalu indah bagaimana tidak? Pria itu selalu memperlakukannya dengan lembut selalu mengerti apapun yang Keira inginkan dan tidak pernah menuntut untuk Keira berbuat apa yang David sukai. Walaupun di kantor sikap dingin David lebih mendominasi tapi jika bersama Keira ia akan berubah jadi sosok yang lembut dan hangat. Semakin hari, Keira semakin dibuat jatuh cinta pada David. Seperti kali ini, David memeluk Keira dari belakang hingga membuat gadis itu membalikkan badanya.
"Jangan menciumku Vid."
"Menolakku?" nada suara David tiba-tiba merendah. Tatapan pria itu sedikit tajam.
Keira dibuat kelabakan melihat David yang tiba-tiba berubah sedikit menyeramkan baginya.
"Bu-bukan. Aku hanya sedang memasak D-david."
"Aku tidak peduli sayang"
Belum selesai menjawab. David mencium Keira kali ini dengan ciuman yang kasar tidak ada kelembutan didalamnya seperti semalam. Keira merintih ketika bibirnya terasa panas karena perlakuan David yang menggigitnya. Ia reflek mendorong dada suaminya.
"Sshhh sakit Vid." ringisnya
"Percuma aku menikah denganmu" desisnya rendah lalu melepas cengkraman nya dengan kasar.
Keira membolakkan matanya terkejut. Sebelum David pergi Keira menarik lengan David. Namun tidak sampai sepatah keluar dari bibirnya David sudah memberikan hadiah berupa tamparan di pipinya.
Keira benar benar dibuat syok dengan tingkah David. Tidak biasanya sang suami bertindak kasar. Bahkan David dengan berani menamparnya hingga meninggalkan bekas kemerahan di wajah Keira. Gadis itu menangis dan menatap David nanar.
"Ada apa denganmu Vid, hiks"
"ADA APA KAU BILANG ?! KAU BARU SAJA MENOLAK KU DAN KAU BERTANYA ADA APA ?!"
Keira semakin memundurkan langkahnya. Punggungnya terbentur tembok dan ia hanya menangis ketika David mencengkram bahunya.
"Aku akan selalu bersikap baik saat kau juga berlaku baik Nyonya Asrawijaya. Tapi saat kau langgar aturanku aku tidak segan-segan untuk mengahabisi mu!" desisnya tepat di hadapan Keira.
"Kau gila? Aku istrimu David! Kau tega melakukan hal ini pada orang yang kau cinta?!"
Plakk
Satu tamparan lagi melayang di pipi Keira. Gadis itu menangis dan memegang pipinya yang terasa panas.
Kenapa David berubah sekejam ini? Pernikahan mereka bahkan belum genap 3 bulan. dan David sudah berani bermain fisik dengannya?
"Apa aku pernah mengatakan bahwa aku mencintamu?!"
__ADS_1
David kembali mendekati Keira yang terduduk lemah dilantai. Tangisan gadis itu sama sekali tak membuat David iba. Entah apa yang merasuki David sehingga membuatnya berubah menjadi sesosok monster.
"Jangan jadi wanita yang lemah sayang. Kau hanya perlu bersikap baik dan menuruti segala keinginanku dengan begitu aku tidak akan menyakitimu"
Keira menggeleng-geleng kan kepalanya lemah ia tiba-tiba merasa pusing. Mungkin efek tamparan dari David yang terbilang cukup keras dan juga kepala belakangnya yang tanpa sengaja terbentur dinding. David mendecih sinis. Sebelum benar benar pergi David berucap santai.
"Jangan lupa buatkan aku makan siang dan antar ke kantor. Jangan sampai terlambat" setelah berkata demikian David melenggang pergi.
Keira kembali menangis terisak. Kenapa pria yang baru saja meruntuhkan pertahanannya membuat Keira kembali ketakutan? Keira seakan takut untuk berdekatan dengan David. Namun sialnya, hatinya tetap mencintai pria itu.
Pria yang beberapa minggu ini berhasil penuh mengisi hati dan juga pikirannya. Semalam mereka masih bermesraan bercerita mengenai masa depan mereka berdua. Keira mengusap airmata nya dan mencoba menenangkan dirinya. Berpikir positif mungkin suaminya sedang banyak masalah dan beban karena ia seorang direktur dari perusahaan pembuat game yang terkenal di negara itu.
Ia pun bangkit dan melanjutkan memasak serta membersihkan seluruh penjuru rumah dan pergi mandi. Ia memang mengerjakan tugas rumah sendiri. Keira juga tidak meminta David untuk mencari asisten rumah tangga. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11.58
Ia pun bersiap dan mengambil kunci mobilnya, jika ia menolak memiliki asisten. Maka David menolak ia mempunyai sopir. David berasalan jika ia cemburu dan tidak ingin istrinya di tatap oleh pria lain. Mungkin karena Nicho waktu itu. Alhasil Keira hanya mengikuti keinginan David. Ia memacu mobilnya menuju gedung tempat David bekerja.
Mengingat ia datang pada jam makan siang. Perusahaan suaminya itu terlihat lebih ramai. Beberapa karyawan terlihat membungkuk kearahnya. Keira membalas sapaan mereka dengan tersenyum ramah. Samar samar ia mendengar obrolan beberapa karyawan suaminya.
"Nyonya muda Keira sangat baik, kenapa Presdir tega sekali"
"Iya, jika aku jadi Nyonya muda. Aku minta cerai saja"
"Presdir memang tampan sih, tapi jika kelakuannya saja begitu. Aku pasti berpikir dua kali untuk menerima tawaran pernikahannya."
"Mungkin Nyonya muda Keira belum tau kelakuan suaminya"
Keira mengernyitkan dahinya. Ia terlihat menautkan kedua jarinya sambil berjalan mendekati ketiga gadis yang tengah berbincang itu. Kedatangan Keira membuat ketiga nya kelabakan. Mereka tidak tau kalau Keira mendengar semuanya. Mereka kira Keira sudah masuk lift tadi.
"Maaf, tapi bolehkah aku tau maksud kalian?"
"Eum.. N-nyonya muda, maaf kami-"
"Tidak, tidak. Kumohon katakan saja, apa yang terjadi"
"Maaf Nyonya tapi kami tidak punya hak sama sekali, sekali lagi maafkan kami, permisi"
Mereka berjalan dengan tergesa meninggalkan Keira. Keira yang merasa janggal pun dengan segera bergegas ke ruangan suaminya.
Ting
Begitu lift terbuka, Keira dengan cepat melangkah ke ruang kerja David. Ia membuka pintu megah di hadapannya bahkan tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.
Dan coba tebak, apa yang membuat Keira terkejut hingga membekap kedua mulutnya. Bahkan gadis itu sudah berlinang air mata.
Ya.
David Asrawijaya suaminya, tengah bemesraan dengan wanita lain.
"D-david.." ucapnya lirih
•••
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan vote dan comment kalian💜