Minsugar

Minsugar
Pilihan


__ADS_3

"ASTAGA!! KAKAK IPAR!!"


Bella benar-benar terkejut saat melihat tubuh Keira yang dipenuhi luka. Ia baru saja sampai. Saat masuk kamar David. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Keira yang tengah tidur dengan selimut tebal membungkus tubuhnya. Ia mencoba membangunkan Keira, namun gadis itu tidak menjawab sama sekali.


Dan saat itu juga Bella teringat perkataan David bahwa Keira tak sadarkan diri. Belum sempat keterkejutannya berakhir ia dibuat syok dengan tubuh Keira yang babak belur penuh luka lebam. Ia melihat banyak bercak darah di kaos kebesaran yang Keira gunakan.


"Apalagi kali ini?" desisnya lirih.


Bella benar-benar tak tega melihat keadaan Keira.


Ia membuka lemari pakaian David dan mengambil satu set piyama lengkap dengan dalaman disana. Sebelum memeriksa Keira, ia membantu Keira memakai baju dan memperbaiki posisi gadis itu. Ia memeriksa Keira dengan penuh kelembutan.


Bella terlihat mengambil ponsel miliknya dan mendial nomor David disitu. Awalnya pria itu sama sekali tidak menjawab. Bella yang geram pun terus saja mencoba menelfon David.


"Ada apa sih Arabella, kau mengganggu"


Bukan,


Itu bukan suara David. Itu suara kakaknya Renata Maheswari. Ia benar-benar tak habis pikir dengan Renata. Kenapa sosok itu bisa menjadi jahat yang tak berperikemanusiaan. Renata adalah gadis yang cantik dan baik dulu, tapi sekarang? Bella bahkan membenci gadis itu yang menyandang status sebagai kakaknya itu.


"Berikan ponselnya pada David"


"Kau tidak sopan, katakan saja ada apa? Jangan mengganggu kakakmu"


"KU BILANG BERIKAN PONSELNYA PADA DAVID!!" teriak Bella.


Sepertinya teriakan Bella berhasil menggerakan David untuk mengambil alih panggilan itu. Terdengar suara David yang berat dan sedikit terengah. Bella menggeram. Ia akan membunuh David jika ia yang tengah berada di posisinya Keira.


"Bagaimana?"


"Pulang sekarang!"


"Aku tidak bisa, ak-"


"Aku mengenal Keira dan Renata dengan sangat baik Tuan Asrawijaya. Bahkan aku tau mereka, jauh sebelum kau mengenal mereka. Jangan sampai kau menyesal telah memperlakukan istri dan juga anakmu se-"


"ANAK?!!"


"Ya, anak, sebentar lagi kau akan menjadi seorang Ayah"


"Sialan!! Gugurkan kandungannya!"

__ADS_1


Bella terkesiap mendengar suara bariton David. Ia bahkan memandang ponselnya tak percaya. Apakah David benar-benar berubah menjadi monster setelah mengenal kakaknya? Pria itu memang sudah kelewat batas.


"KAU GILA!!! KAU MENGHAMILINYA DAN KAU MEMINTA KU UNTUK MENGGUGURKANNYA?! KAU AYAHNYA DAVID BAJ*NGAN!!!" Teriak Bella.


Gadis itu bahkan sudah kehabisan nafas dengan meneriaki David. Persetan jika Renata akan bertindak nekat saat mengetahui Keira hamil anak David. Ia justru lebih memilih berada di pihak Keira. Renata adalah wanita monster. Semenjak ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi dengan Ayah Bella. Gadis itu berubah 180° derajat.


Ia bahkan tak segan melakukan cara licik untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan. Bella memang saudara Renata, tapi mereka berbeda. Bella jauh lebih baik daripada Renata.


"Jika kau tak bersedia, biar aku yang akan melakukannya sendiri"


Bella menyeringai, ia tahu jika David tak bisa melihatnya. Namun seperti dugaannya. David tidak bisa berkutik jika Bella telah benar-benar bertindak.


"Silahkan. Dan setelah kau membunuh bayimu, jangan harap aku mengampuni Renata. Keira kehilangan darah dagingnya, maka kau juga akan kehilangan segalanya. Catat baik-baik ucapan ku Tuan Asrawijaya. Tidak hanya Renata, aku bahkan tak segan menghancurkan seluruh perusahaan DAGroup dan menghancurkan aset yang telah dikembangkan olehmu."


"****! Kau mengancam ku"


"Language babe. kau tak lebih cerdik dariku"


Setelah itu Bella memutus sambungan telponnya sepihak. Ia adalah Arabella Barsha. Ia bisa melakukan apapun asal ia mau bertindak. Reputasinya menjadi seorang pengacara senior terkenal membuat ia tak segan-segan menunggang balikkan bisnis seseorang hanya melalui ketikan jemarinya saja. Menghancurkan usaha David hanyalah hal kecil baginya.


Gadis itu menghampiri Keira yang masih senantiasa memejamkan kedua matanya. Ia mendekat dan menggoyangkan pelan bahu Keira.


"Ka Kei, bangunlah"


"Bel, kau disini?"


"Ya, ******** itu menghubungiku dan memintaku untuk memeriksa keadaanmu"


"Jangan begitu, bagaimanapun kelakuannya dia tetap suamiku"


Bella menyayangkan sifat Keira yang satu ini. Gadis itu akan berubah menjadi lemah jika ia sudah mencintai seseorang. Keira adalah gadis yang sulit jatuh cinta, bahkan sekali ia jatuh. Ia tidak tahu bagaimana cara untuk bangkit.


"Ka, ikutlah denganku." Keira mengernyit menatap Bella.


"Ada apa Bel? Ada yang mengganggu pikiranmu?"


"Kau hamil Ka,"


Keira nampak terkejut mendengar penuturan Bella. Ia membekap mulutnya dan menatap perut datar miliknya.


"K-Kau serius? David harus tau hal ini"

__ADS_1


Bella bisa melihat raut bahagia Keira. Gadis itu nampak bersemangat ingin memberitahukannya kabar bahagia ini pada suaminya. Siapa yang menyangka David justru tidak menyukai kehamilan Keira.


"Aku sudah memberitahunya"


"Lalu bagaimana? Dia akan pulangkan? Dia akan meninggalkan wanita itu dan memperbaiki hubungan kami?"


Bella menghela napas dan menggeleng. Ia ingin diam, tapi ia tidak bisa melakukannya. Bagaimanapun ia harus membawa Keira ikut dengannya. Tinggal dengan David tidak menutup kemungkinan nyawa Keira dan bayinya akan terancam. David pria gila, dia bukan David baik yang diketahui orang-orang diluar sana.


"Dia memintaku untuk menggugurkan bayimu"


"A-APA?! D-dia tak mungkin melakukan hal itu"


"Dia sudah memili Kei. Kumohon hentikan pernikahan konyol ini"


"Apa maksudmu?"


"David, dia memilih Renata"


Saat itu juga air mata Keira menetes sempurna. Ia merasa matanya tak mau berhenti mengeluarkan cairan bening itu. Ia menangis terisak dan memegang perutnya.


"D-david tidak memilih bayi ini hikss, kenapa dia berubah Bel? Dia berubah hikss"


Bella menarik Keira dalam pelukannya. Gadis itu ikut meneteskan airmatanya. Awalnya ia mengira hanya hubungannya dengan Niko yang kacau. Tapi kenyataannya hubungan David dan Keira lebih rumit dari dugaannya. Niko awalnya juga pria bar-bar yang suka berlaku seenaknya, tapi ia tidak mengira jika sahabatnya Niko bisa berlaku separah ini.


"Kumohon ikut aku. Aku takut pria gila itu nekat dan menghabisi nyawa bayimu Kei"


"Tidak hikss, jika aku ikut bagaimana dengan perasaan dokter Mirae. Pernikahan ini sah Bel, dokter Mirae ibunya David juga menginginkan seorang cucu. David hiks, dia bahkan sangat bersemangat saat membicarakan sosok anak kecil saat itu. Kau pasti salah hikss."


Bella lagi-lagi dibuat menghela nafas. Saat ini yang ia ingin lakukan adalah menghubungi kekasihnya, Mike dan meminta pria itu untuk menghajar David sampai mati.


"Dia sudah berubah Kei. Dia gila. David sudah gila"


"Tidak hikss, dia pasti m-"


"Dia pengidap kepribadian ganda Kei, kumohon dengarkan aku!! Kau akan mati ditangannya jika David tak bisa mengendalikan diri"


Mata Keira sukses membola terkejut. Ia menatap Bella yang tampak berkaca-kaca melihat keadaannya. Keira mengangkat kedua tangannya seolah bertanya, apa maksudmu? Sekali lagi Bella mengangguk lesu.


"Suamimu, dia mengidap....


Kepribadian ganda."

__ADS_1


•••


Vote dan comment nya juseyoo😁💜


__ADS_2