
Pak tua mengajak Hyun untuk pergi menuju ke suatu ruangan, Hyun menoleh ke arah pak tua.
“Ruangan siapa ini?” tanya Hyun bingung
“Masuklah nona,” pinta Pak tua
Hyun membuka pintu kamar tersebut, dia melihat punggung yang sangat dia rindukan dan tubuh indah pria idamannya itu sedang menghadap pada jendela membuat Hyun sangat terkagum denganya.
“Selamat datang, Hyun babe.”
Suara itu, kembali terdengar menggetarkan hati Hyun. Perlahan, pria idaman Hyun menoleh ke arahnya. Mata mereka saling bersitatap, Hyun ternganga melihat wajah yang sangat dia rindukan kembali menatap dan tersenyum padanya.
“Lim?” kejut Hyun
Pria itu tersenyum dengan lembutnya, dia merentangkan kedua tangnnya menyambut kedatangan, Hyun berlari memeluk erat tubuh Lim.
“Lim!!” tangis Hyun, menangis tersedu-sedu memeluk erat tubuh Lim
Lim memeluk erat tubuh Hyun, dia menggendong gadis itu dan duduk di atas kasur, dia membuat Hyun duduk di atas pangkuannya.
“Hai Baby Hyun,” sapa Lim
Mereka saling tersenyum, Hyun kembali memeluk erat Lim melepaskan semua kerinduannya
“Aku sangat merindukanmu Lim,” ucap Hyun menangis tersedu-sedu
Hyun menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Lim, dia sangat merindukan Lim.
“Baby Hyun, jangan menangis lagi oke?” pinta Lim, seraya menghapus airmata Hyun dengan tangannya
“Lim!! Sayang!” terdengar seperti suara seorang wanita, membuat Hyun terkejut
Lim langsung memegang tangan Hyun, dia menatap kedua mata Hyun
“Hyun, aku ingin kamu bersembunyi sebentar, bisa?” pinta Lim
Hyun menatap Lim dengan bingung sejujurnya dia tak mau pergi dari Lim, dia memegang tangan Lim
“Aku tidak mau pergi, Lim. Aku tidak mau pergi,” Hyun menolaknya.
“Hyun tolong, masuk sini saja.”
__ADS_1
Lim mengenggam tangan Hyun, dia membawa gadis itu masuk ke dalam lemari pakaiannya.
“Lim, ada apa denganmu. Lim, jangan buat aku bersembunyi di tempat sepi dan senyap seperti ini,” Hyun menangis dan memohon
Lim membawa Hyun masuk ke dalam lemari pakaiannya, membuat gadis itu dapat melihat semua yang terjadi pada Lim dan gadis itu
“Rose?!” Hyun mengenggam erat kedua tangannya dengan penuh amarah, dia tak terima melihat suaminya yang di perlakukan seperti itu.
Airmata Hyun mengalir saat harus melihat semua yang di lakukan gadis itu pada Hyun, hati Hyun terasa sangat terluka dan kecewa melihatnya.
“Tidak, katakan padanya untuk menolak ajakan itu Lim. Aku mohon padamu, Lim,” pinta Hyun, seraya menangis.
Saat ingin menjawab pertanyaan Rose, terdengar gebrakan pintu yang terdengar begitu keras berasal dari luar pintu kamar dia adalah Yang.
“Yang?”
Yang berjalan dengan wajah penuh amarah juga angkuh, dia langsung membuka pintu lemari pakaian Lim dia langsung mengenggam tangan Hyun dan menyeretnya keluar.
“Pria bajingan, apa yang kau lakukan!” sentak Hyun tak terima
Yang hanya melirik tajam mata Hyun, membuat Hyun langsung terdiam dan menundukkan kepalannya.
“Lain kali, jaga istrimu dengan baik pangeran Yang,” ucap Roslene
Yang mengenggam erat tangan Hyun, dia membawa Hyun keluar dari dalam kamar Lim.
“Kemana kau akan mengajakku pergi, hei!!” teriak Hyun
“Ke tempat biasa yang kita kunjungi,” ucap Yang, tersenyum miring.
Hyun terlihat sangat bingung juga ketakutan, pasalnya dia bersama dengan Yang seorang laki-laki yang sangat membuatnya kesal.
“Kemana kau akan membawaku pergi,” tanya Hyun dengan kesal
“Diam dan lihatlah,” ucap Yang berhenti tepat di depan taman yang terlihat sangat cantik.
Kedua bola mata Hyun berbinar dengan cantiknya bunga-bunga, harumnya bunga membuatnya perlahan menitihkan airmata. Yang mendengar suara isak tangis Hyun.
‘Maafkan aku karena aku menangis,” ucap Hyun
Yang terkekeh, dia sangat lucu melihat wajah lucu Hyun membuatnya mengeluarkan sapu tangan dan menyodorkan ke wajah Hyun.
__ADS_1
“Usap airmatamu, kau terlihat sangat jelek.”
‘Berhentilah mengejekku, aku tidak ingin bicara lagi padamu kalau begitu,” ucap Hyun merajuk
Yang tertawa tapi dia memang sangat gemas dengan Hyun.
“Aku tahu, bagaimana perasaanmu dan aku juga mengerti kau pasti sangat merindukan Lim yang dulu, benar?” tanya Yang
Hyun mengangguk dan kembali, dia kembali menangis dengan sangat sedih mengingat bagaimana Lim bercumbu dengan seorang wanita yang sama menggoda tunangannya, Liam.
“Keadaan sepenuhnya sudah berubah, Hyun Bae.”
“Apa maksudnya?” tanya Hyun
“Rose dia adalah salah atu faktor utama yang membuat perusahaan keluarga Luo bertahan hingga saat ini,bahkan lebih maju itu karena Rose. Keluarga Luo banyak berhutang budi kepada Rose, sebagai bayaran wanita itu meminta Lim untuk mencintainya dan menjadi alatnya.”
Hyun ternganga kaget, dia tak menyangka dengan pengakuan yang diberikan Luo Yang kepadannya.
“Itu artinya suamiku telah menjadi suami Rose?’ tanya Hyun
“Dengan terpaksa, aku harus menjawabnya. Ya, mereka sudah menikah.”
Bagaikan disambar petir, Hyun merasa sangat lemas dia terduduk di rerumputan dengan airmata yang sedari tadi mengalir.
“Jadi, Rose bukanlah selingkuhan Liam?’ tanya Hyun
Yang mengerutkan alisnya, “Liam? Tentu bukan, mereka adalah kaka beradik, bagaimana bisa mereka berdua melakukan hubungan intim hah?”
“Kakak beradik, apa maksudnya saudara kandung?” tanya Hyun sangat terkejut.
“Bukan bodoh. Liam itu sepupu Rose, bahkan keluarga Liam jauh lebih konglomerat daripada keluarga Rose. Tapi, keluarga Liam sangat tidak suka dengan keluargaku karena di anggap Lim merebut kau dari Liam, aku harap kau paham.”
“Lalu, kenapa saat itu aku dinikahkan dengan Lim?” tanya Hyun
“Hah?? Apa kau bodoh? Kau dan Lim tidak menikah,bahkan bisa dibilang kau itu wanita simpanan.” jelas Yang dengan sarkas
“Aku tidak paham. Apa maksudmu dengan wanita simpanan?” tanya Hyun dengan sangat bingung.
“Astaga aku lupa kalau kau ini memang hilang ingatan saat kepalamu dipukul dengan tongkat baseball.Biarkan aku jelaskan lagi padamu,”
Hyun mendengarkan penjelasan Yang dengan seksama karena memang sebenarnya Hyun telah kehilangan separuh ingatannya.
__ADS_1