
Yang berjalan menuju ke dalam kamarnya, setelah memberikan perkataan kasar kepada Liam. Hatinya terasa begitu sakit.
“Melukaimu bahkan lebih menyakitkan daripada melukai diriku sendiri.”
Yang berada di atas tempat tidurnya, dia membaringkan tubuhnya yang terasa begitu lemas dan wajahnya yang sembab, airmata sudah penuh mengisi ruang wajahnya.
“Permisi nyonya, apakah ada yang bisa aku bantu?”
Seorang maid berdiri di dekat pintu kamar Yang, wanita itu melihat ke arah maid dan menolak bantuannya.
“Aku bisa melakukan semuanya sendiri. Aku minta, tolong kamu jangan bangunkan aku dan katakan pada orang yang datang bahwa aku sedang pergi ke luar kota,” ujar Yang
“Baik nyonya, aku akan melakukan semua perintahmu dengan baik. Aku akan mengatakan kepada orang yang datang untuk tidak menganggumu.”
“Terimakasih,” ucap Yang
Maid pun menutup pintu kamar majikannya, dia pun segera menyiapkan makan malam untuk majikannya dan meletakkannya di depan pintu kamar.
***
Berada di dalam bar yang cukup terkenal di kota, Liam yang sedang patah hati dan kacau itu pun segera masuk ke dalam bar tersebut untuk mencari ketenangan.
“Tolong dua botol,” pinta Liam.
Pria itu terlihat benar-benar sangat kacau, pikirannya tak fokus dan hanya ada wanita galak itu yang selalu menetap di hatinnya.
“Bahkan sekarang aku sudah menjadi gila karena wanita itu.”
Seorang bartender memberikan dua botol alokohol kepada Liam, dengan rakus pria itu langsung meneguk sebotol alkohol.
“Hei bung, perlahan-lahan. Kau akan mati jika minum seperti itu,”
Bartender yang sedang meramu minuman langsung menghentikan Liam bahkan mereka menganggap Liam sudah gila karena meminum sebotol alkohol sekaligus.
“Berhenti, kau tidak perlu minum lagi. Kau sudah terlalu banyak minum, bung.”
Dengan sangat perhatian, bartender tersebut menghentikan Liam dia berusah untuk menghentikan pria yang memang sudah sangat gila itu.
“Aku sedang depresi, jangan ganggu aku!!” teriak Liam
Liam memaki semua orang yang ada disana menghentikannya dengan sangat brutal hingga dikatakan dia pria gila.
‘Aku bahkan tidak tahu dimana letak kesalahanku!! Dia mengusirku bahkan setelah aku memohon seperti seorang pengemis!”
Liam mengamuk, menjadikannya sorot utama orang-orang yang ada di bar. Semua orang memperhatikannya dengan eskpresi takut.
“Lim, bukankah itu Liam?”
Lim yang sedang berada disana bersama dengan temannya, Zhen dia langsung menoleh, dia melihat Liam yang sedang mengamuk di antara para pelanggan bar.
__ADS_1
“Tunggu disini, aku akan mengatasinnya.”
Lim menghampiri Liam yang benar-benar sedang mengamuk, meluapkan seluruh emosinnya.
“Liam, tenanglah. Sial, dia benar-benar sangat mabuk sekarang,” ujar Lim
Liam terhenti mengamuk, dia memegang perutnya yang terasa begitu sakit.
“Perutku, perutku sangat sakit,” keluh Liam.
Melihat Liam yang sudah terkapar di lantai bar, membuat Zhen langsung menolong Lim untuk membawa Liam pergi dari bar dan menuju ke rumah sakit.
***
Berada di dalama kamarnya, Yang tidak bisa tertidur tenang dia selalu saja merasa sangat gelisah namun hatinnya tak bisa di ajak kompromi.
“Liam, ada apa dengannya. Kenapa perasaanku menjadi tak tenang begini. Ada apa denganku, kenapa aku menjadi gelisah seperti ini,”
Yang terlihat sangat kacau, dia benar-benar sangat gelisah dan tak bisa tertidur.
“Berengsek, kenapa hatiku sama sekali tidak bisa di ajak kompromi sedikitpun. Sialan!!”
Yang tetap tak bisa tertidur meskipun dia sudah berusaha untuk memejamkan matanya namun tetap dirinya harus menuju ke seseorang yang sudah membuat hatinya terasa begitu gelisah.
“Aku harus pergi sekarang,”
“Aku tahu, dia pasti ada disana. Aku harus menyelesaikan urusan hati yang sangat membebaniku ini,” ujar Yang.
Gadis itu segera pergi menuruni tangga, dia melihat maid rumahnya yang melihatnya degan tatapan yang sangat bingung.
“Nyonya mau pergi?”
“Hatiku tidak tenang. Aku harus menyelesaikannya lebih dulu dengan hatiku,” jawab Yang.
“Baiklah, hati-hati dijalan nyonya.”
Yang segera pergi meninggalkan rumahnya dan masuk kedalam mobil, dia mengemudikannya untuk segera tiba di mansion Hyun.
“Aku tahu, dia pasti berada disana,” ujar Yang.
Sesampainya di mansion Hyung, dia langsung membunyikan bell mansionnya dan menunggu Hyun membukakan pintu untuknya.
“Hyun cepatlah, kenapa kau jadi sangat lama seperti ini. Cepat buka pintunnya untukku dan keluarlah sekarang Hyung!!”ujar Yang dengan sangat kesal.
Hyung membukakan pintunnya, dia yang sudah memakai lenjery cantik itu terkejut melihat Yang berdiri di depan pintu dengan wajah panik dan pakaian dingin.
“Yang, ada apa?” tanya Hyun terkejut
“Keluarkan si bajingan itu sekarang juga!! Keluarkan dia cepat!!!” teriak Yang terdengar seperti memaki
__ADS_1
Hyun melihatnya dengan tatapan bingung, dia tak mengerti apa yang di katakan Yang tapi seakan dirinya di caci maki Yang, membuatnya sedikit menangis.
“Kenapa kamu menyentakku, bahkan aku saja tidak tahu dimana suamiku.”
Yang melihat Hyun menangis karena mendengar sentakan keras Yang.
“Hyun maaf, aku tidak bisa mengendalikan emosiku saat ini. Aku tidak bermaksud membuatmu bersedih, aku minta maaf karena membuatmu bersedih,” ujar Yang meminta maaf.
“Tak apa, aku juga sedang sensitive saat ini. Aku minta maaf,” balas Hyun.
Yang terdiam, dia menggunakan pikirannya dengan baik berpikir dengan keras untuk menemukan dimana suaminya.
“Aku bahkan tidak tahu dimana Lim pergi. Aku padahal baru saja tidur denganya, tapi saat aku bangun dia tidak ada disampingku,” jelas Hyun
“Tidak apa. Bagaimana jika sekarang kita mencari mereka berdua, kamu mau?” tanya Yang
Hyun mengangguk, dia pun ikut dengan Yang untuk mencari dimana keberadaan Liam dan Lim.
“Aku akan menghubungi Zhen,” ujar Hyun
“Siapa Zhen?” tanya Yang
“Zhen dia teman dekat Lim,” ujar Hyun.
“Oke, ayo kita pergi mencari dimana keberadaanya.”
Mereka pun mencari dimana keberadaan Liam dan Lim. Mereka berdua sama-sama pergi mencari mereka. Sesuai dengan petunjuk Zhen, mereka ditujukan untuk pergi ke rumah sakit, sesuai dengan yang dikatakan Zhen mereka berdua berada di rumah sakit.
“Mengapa mereka berdua bisa berada disini?” tanya Yang dengan bingung
“Aku tidak tahu, ada apa dengan mereka?”
Tak perlu banyak tanya lagi, Yang juga Hyun pun segera pergi menuju kamar rumah sakit. Mereka melihat Lim juga Zhen yang sedang duduk di depan ruang pasien
“Ada apa ini, dimana Liam!” tanya Yang, sangat panik.
“Yang, ikut denganku,” ujar Lim, mengenggam erat tangan Yang mengajaknya untuk pergi bicara dengannya.
Hyun hanya melihat suaminnya yang mengenggam erat tangan sahabatnya membuat hatinya sediit nyeri
“Hyun, jangan dipikirkan. Lim tidak mungkin melakukan hal itu kepadamu. Dia sangat mencintaimu,” ujar Zhen, mengacaukan pemikiran buruk Hyun.
Hyun menatap curiga Zhen, dia menatap tajam dirinya dan meminta jawaban kepadannya.
“Aku ingin bertanya, kemana Liam pergi!!” tanya Hyun seakan mengancam Zhen
“Bar,”
Hyun sangat terkejut, dia tak menyangka suaminya itu pergi ke tempat yang sangat dibenci Hyun.
__ADS_1