
Hyun sangat kecewa karena suaminnya itu telah melanggar janji, dia pergi menghampiri suaminnya yang sedang pergi membeli secangkir kopi. Hyun menendang mesin tersebut dengan keras
Brakk!!!
Lim terkejut mendengar suara yang sangat keras itu, dia sungguh terkejut melihat istri kesayangannya itu terlihat sangat marah dan sedang sangat mengamuk.
“Sa-yang?” kejut Lim
Hyun menatap tajam suaminnya, dia seperti ingin meledakkan bom di atas kepala suaminnya dan membakar seluruh habis rambutnya yang sudah sedikit panjang.
“Aku ingin bicara padamu, bajingan.” ucap Hyun, meremat erat kedua tangannya.
Lim terkekeh, dia takut melihat istrinya yang sudah mengamuk terlihat seperti iblis mengamuk. Hyun menarik erat daun telinga Lim, dia menyeret Lim untuk pergi dengannya
“Ikut denganku, aku harus membuat pengertian padamu, Lim!!” ucap Hyun mengamuk
Hyun terus mengamuk dia menyeret Lim membawanya pergi ke luar dari rumah sakit, Lim meringis sakit saat telingannya di tarik erat oleh Hyun.
“Ouch kenapa kamu menarik telingaku Hyun, ini sangat menyakitkan,” ujar Lim meringis sakit pada telingannya.
“Kau jangan bermain-main denganku Lim!! Kau sudah berjanji padaku untuk tidak lagi pergi ke Bar. Sekarang, kau pergi ke Bar dan melihat wanita montok itu lagi, apa aku kurang bagimu!!!” maki Hyun dengan mendengus kesal.
Nafas Hyun tersendat, rasannya dia ingin sekali menangis karena suaminya yang tidak bisa menjaga janjinya dengan baik.
“Apakah bagimu berjanji padaku itu adalah sia-sia?” tanya Hyun seraya menangis
“Maksudku, bukan seperti itu sayang. Aku sama sekali tidak membuatmu kecewa ataupun menganggap janji yang aku buat padamu hanyalah omong kosong. Tapi, aku ingin mengatakan, kalau malam ini aku ke Bar itu karena aku mnegikuti Liam. Aku tidak melihat wanita montok manapun, aku hanya mengikuti Liam.”
Hyun melipat kedua tanganya di depan dadanya dengan tatapan tajam dan sinis Hyun kembali bertanya
“Untuk apa kamu mengikutinya, aku tahu. Kalian berdua pasti sudah berkomplot untuk melakukan hubungan **** dengan wanita ****** itu, benar!”
Hyun kembali membuat tuduhan yang membuat Lim menghela napas berat, dia bahkan melihat Hyun yang menangis dan membuatnya kebingungan
“Entah apa yang harus aku katakan kepadanya jika sudah seperti ini,” ujar Lim menghela napasnya
“Aku tidak mau kehilanganmu, aku tidak mau kau pergi dariku Lim. Tapi kenapa kamu melakukan ini padaku, kenapa kamu menyakitiku?” tanya Hyun seraya menangis tersedu-sedu
Tubuh Hyun ditarik kedalam pelukan Lim, dia memberikan tepukan ringan pada tubuh Hyun.
__ADS_1
“Aku tidak akan pergi, sekarang diam dan hapus airmatamu, aku janji tidak akan menghianatimu sayang,” ucap Lim seraya menghapus airmatannya.
Hyun hanya menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Lim dan membasahi pakaiannya.
“Kamu berjanji padaku?” tanya kembali Hyun memeluk erat tubuh Lim.
“Ya, sayang.”
***
Berada di dalan ruangan yang tercium bau obat dan terdengar suara bising dari mesin. Yang berdiri menatap pada Lim yang sedang terbaring lemah di atas ranjang.
“Kau rasakan sendiri dampaknya!! Sudah tahu kau punya penyakit ginjal, tapi kau membunuh dirimu sendiri seperti ini, kau sudah kehilangan akalmu,”
“Bisakah kamu tidak marah, aku sedang sakit sekarang sayang,”
Yang hanya melirik tajam pada Liam, dia sama sekali tak mau peduli apakah suaminya itu sedang sakit ataukah tidak, dia hanya tak ingin peduli pada Liam.
“Aku sama sekali tak peduli padamu, aku kecewa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Kau tidak bisa menjaga diri bagaimana bisa menjagaku?” tanya Yang dengan sinis.
“Kau sangat kejam sayang, jangan seperti ini. Aku sedang sakit sekarang, apakah kamu mau kekasihmu ini sekarat?”
Yang hanya diam dan lagi-lagi tidak peduli dengan Liam, dia sangat kesal dengan Liam.
“Aku kecewa dan membencimu, Liam.”
Liam terdiam, dia menundukkan kepalannya dengan sangat sedih karena istrinya itu kecewa dengannya.
“Yang, Liam belum makan apapun. Apakah kamu tidak mau memberikan makanan sehat kepadanya?” tanya Zen
“Biarkan saja, lagipula dia bukan kekasihku ataupun orang penting bagiku. Dia hanya pria kesepian!!”
“Sayang, jangan biarkan aku mati kelaparan. Ayolah, bantu aku untuk makan sesuatu. Aku sedang sangat lapar sekarang,” bujuk Liam.
“Makan saja sendiri!!” ujar Yang sangat kesal.
“Yang, aku mohon tidakkah kamu kasihan padaku? Aku sedang sangat lapar sekarang,” ujar Liam dengan sedih.
“Tidak akan!! Rasakan sendiri akibatnya, jangan memanggilku,”
Yang sebenarnya tidak mau membiarkan suaminya itu kesakitan, tapi karena dia masih kesal hal itu membuatnya harus mengabaikan Liam dan pergi meninggalkan Liam.
__ADS_1
“Aku muak denganmu Liam.”
Saat Yang hampir keluar dari pintu kamar pasien, dia berpapasan dengan Hyun yang menatapnya tajam.
“Yang, aku ingin bicara berdua denganmu,” ajak Hyun menarik erat tangan Yang
Hyun menyeret Yang untuk keluar dari dalam kamar pasien dan berada di luar, mereka saling bersitatap dengan tajam
“Apa yang kau lakukan kepada Liam. Kenapa kamu sangat keras kepadanya?” tanya Hyun
“Aku kecewa dan muak dengannya, tidak ada hubungannya denganmu, jangan pikirkan aku lagipula ini semua sudah berakhir sekarang.”
Hyun terpaksa menampar pipi Yang, entah kenapa hatinya tak terima melihat Liam yang diperlakukan seperti itu.
“Kau menamparku seperti ini, apakah karena kau mencintai Liam? Kau masih mencintai dirinya, ambil saja aku sudah tak butuh,” jelas Yang
Hyun tetap menahan Yang untuk menghimpit dinding, kedua mata mereka saling bersitatap dan keduannya mematung.
“Aku ingin bertanya padamu. Apakah kamu melakukan perbuatan seperti ini semata-mata hanya karena Liam dan aku pernah melakukan hubungan ****?!”
Yang tersenyum miring, dia memilih untuk menghindar dan tidak menjawab pertanyaan Hyun.
“Aku tidak mau lagi bicarakan hal ini. Jika kau menarikku hanya untuk membahas hal yang tidak penting begini, maka aku tidak akan lagi mau melakukannya, aku sudah cukup dengan semuanya.”
“Kau itu pengecut Yang. Jika kau tidak ingin kalah saing denganku, kau seharusnya dapat menunjukan cinta yang lebih kepada Liam!”
“Aku tidak peduli dengan hubunganmu dan Liam, aku sama sekali tidak peduli dengan kalian berdua yang hanya membuatku merasa sangat terganggu. Lebih baik, kalian berdua pergi dari hidupku dan jangan mengangguku lagi,” jelas Yang dengan sangat marah.
Yang pun pergi meninggalkan Hyun, bahkan dia sudah tak peduli lagi bagaimana keadaan suaminnya.
“Bagaimanapun kenyatanyaan, kalian berdua akan tetap bersama dan takkan terpisahkan. Aku sudah mengerti, dua L akan bersamamu dan kau pemenangnya, Hyun.”
Hyun kembali datang memasuki kamar pasien untuk melihat kondisi Liam.
“Liam, bagaimana kondisimu sekarang?” tanya Hyun dengan cemas.
“Apakah Yang sudah pergi?” tanya Liam dengan cemas
“Ya, dia pergi setelah bicara dengan buruk,” ujar Hyun sangat kesal
“Apa yang dia katakan?” tanya Lim
__ADS_1
Hyun hanya diam, “Tidak bisakah kita tidak membahasnya sekarang?” tanya Hyun sangat kesal
Lim terdiam dan terkekeh juga menjauhi tempat duduknya dari Hyun dia tak mau membangunkan singa yang sedang tertidur.