Missing Love

Missing Love
23


__ADS_3

Yang merasa sangat patah hati, dia memutuskan untuk pergi dari rumah sakit dan ingin kembali ke mansionnya yang sepi juga hening, hanya ada dirinya disana. Saat Yang hendak pergi kembali ke dalam rumahnya, dia berpapasan dengan Rose.


“Rose?”


Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dadanya, seraya menatap kedua mata Yang dengan tatapan tajam. Rose seakan sedang menginterogasi Yang.


“A-ada apa, kenapa kamu menatapku seperti itu?” tanya Rose sangat gugup.


“Kenapa kau melarikan diri dari rumah sakit, bukankah suamimu sedang sakit?” tanya Rose dengan tegas.


“Biarkan, sudah ada Hyun yang mengurusnya,” jawab Yang


“Hyun lagi, wanita itu memang senang sekali menggoda suami orang. Tidakkah wanita itu memiliki pikiran juga nurani, dia seorang wanita bagaiman jika pria yang dia cintai menghianatinya kembali, memang tidak pernah berfikir dengan baik,” ujar Rose mendesis kesal.


“Aku harus pergi. Aku tidak mau berbincang soal wanita itu ataupun hubungan itu lagi,” ujar Yang seakan tak peduli.


“Mulutmu berkata tidak peduli, tapi apa kau bisa menerapkanya pada hatimu juga?” tanya Rose.


Yang menggeram, dia mengepalkan kedua tangannya dengan penuh amarah


“Tidak bisakah kau tidak mengangguku, aku sangat terganggu dengan kehadiranmu dan sosokmu yang ada disini. Pergi saja kau dariku, aku tidak ingin lagi bicara denganmu ataupun dengan siapapun,” geram Yang.


Rose hanya terkekeh sinis, mendengar ucapan Yang membuatnya tertawa.


“Sebenarnya, bukan aku yang menganggumu. Tapi, pikiranmu yang selalu menganggumu. Yang ingatlah, hati tidak bisa di bohongi. Aku sangat tahu rencana kalian dan aku sengaja ingin merebut Lim dari Hyun,” ujar Rose seraya tertawa.


“Apa maksudmu, kenapa kau bicara seperti itu. Bukankah kau tahu kalau Lim hanya mencintai Hyun?”tanya Yang.


“Aku tak peduli, selagi kesempatan ini masih ada aku akan tetap berusaha mengambil Hyun dan Lim,” ujar Rose tertawa jahat.


Yang menggeram kesal, rasanya dia inin sekali meninju wajah Rose yang ada di depan wajahnya dan menguburnya dalam-dalam.

__ADS_1


“Berengsek!!” ucap Yang sangat kesal.


Rose menempelkan jarinya tepat di depan bibirnya kemudian dia tersenyum miring dengan tatapan mata yang terlihat sangat sinis.


“Yang, berhati-hatilah. Jika aku berhasil mengambil hati Lim maka Lim akan meninggalkan Hyun dan secara otomatis Hyun akan kembali ke dalam pelukan Liam. Karena kau yang tidak bisa menjaga Liam dengan baik,” ujar Hyun tertawa puas.


Yang sangat kesal, dia murka dengan keadaan yang selalu menyudutkannya untuk menyerah setelah dirinya berusaha untuk menjauhi Liam.


“Kau tidak takut kehilangan Liam,kan? Maka, biarkan aku yang mengambil alih Lim karena aku mencintainnya,” ujar Rose dengan tatapan matanya yang licik.


“Tidak!! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil Liam ataupun Lim. Ini artinya, pertarungan kita akan dimulai,” ujar Yang seraya mengenggam erat tangannya dan akan dia berikan lemparan tonjokan itu kepada wajah Rose.


“Kau ingin memukul orang yang sudah membuatmu sadar akan cinta, sungguh luar biasa sekali kau, Yang. Aku cukup menertawakanmu,” ujar Rose tertawa terbahak-bahak.


Yang mendengus kesal, dia kembali melemparkan pertanyaan kepada Rose.


“Tapi apakah kau benar-benar akan mengejar Lim?” tanya Yang dengan kesal


“Apakah aku pernah berbohong kepadamu, apakah aku pernah menipumu? Jadi, berhati-hatilah. Jangan samapai suamimu jatuh ke dalam pelukan Hyun. Aku tidak akan tanggung-tanggung untuk melakukan sesuatu,”


“Biarkan saja Hyun kembali kedalam pelukan Liam, aku sama sekali tidak peduli. Lagipula, pada akhirnya aku memilih untuk pisah dengan Liam,” ujar Yang.


Gadis itu tetap memilih meninggalkan Rumah Sakit, dia memilih untuk meninggalkan Liam dan melupakan semua kenangan yang telah dia lakuakn bersama Liam.


****


Berada di dalam rumah sakit, Hyun yang sedang bersama dengan Liam dan Lim. Gadis itu sedang memikirkan Yang, karena merasa bahwa semua itu adalah kesalahan Hyun.


“Aku sungguh sangat bodoh dan merasa bersalah atas apa yang aku lakukan. Maafkan aku,” gumam Hyun


Lim merangkul pundak istrinya, dia menyandarkan istrinya untuk berada di dalam pelukannya. Hyun mengenggam erat tangan Lim

__ADS_1


“Lim, seandainya saat itu aku tidak kehilangan kepingan ingatanku. Jika saja, ingatanku utuh aku pasti tidak akan membuat masalah ini menjadi sangat runyam begini,” ujar Hyun menyesali masalalu.


“Aku akan membuat Yang kembali ke dalam pelukanku lagi, tidak peduli apa reaksi gadis itu kepadaku entah kasar ataupu lembut, aku akan mencintai Yang dengan tulus dan membuat gadis itu kembali ke dalam pelukanku dengan erat.”


Liam sangat berantusias untuk membuat Yang kembali ke dalam pelukannya meskipun rasanya sangatlah sulit untuk dilakukan tapi pria itu seakan tak mau meninggalkan Yang sendirian lagi.


“Bagaimana dengan rencana yang telah kita susun dengan baik?” tanya Hyun kembali memikirkan rencana tersebut.


“Benar, sebaiknya kau kembali mendekati Yang setelah rencana yang telah kita tata dengan baik ini terselesaikan, jangan biarkan recana kita gagal karena masalah seperti ini,” celetuk Lim yang tak ingin membuat rencana yang telah tersusun berantakan.


Saat sedang membicarakan tentang rencana yang telah mereka semua susun dengan baik, seorang wanita dengan santainya berjalan memasuki kamar pasien, dia adalah Rose yang berniat untuk merebut paksa Lim dari Hyun.


“Lim, bisa bicara denganku sebentar?’ tanya Rose


Lim yang sedang bersama Hyun, terpaksa melepaskan tangan Hyun dan pergi dengan Rose untuk keluar dari dalam kamar pasien.


“Ada apa?” tanya Hyun dengan wajahnya yang terlihat begitu cemas.


“Jangan khawatir, Lim pintar menjaga hati. Dia tidak mungkin dengan mudahnya terpengaruh, ini semua hanyalah rencana,” ujar Liam.


“Tapi, aku hanya sedikit cemas.”


“Hyun, ingatlah tentang perusahaan setelah rencana kita berhasil. Juga, kubu keluargaku dan keluarga Lim akan bersatu, jadi kau tenang saja. Tidak ada yang perlu di cemaskan. Jangan membuat rencana kita gagal,” ujar Liam dengan tegas,


Beda halnya dengan Yang, gadis itu langsung melepaskan ikat rambutnya membuat rambut panjangnya tergerai dengan sangat cantik juga indah. Yang melemparkan semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya dengan penuh emosi.


“Berengsek!! Apa yang harus aku lakukan sekarang!! Aku tidak tahu!!” teriak Yang, sangat prustrasi.


Semua barang-barang yang ada di dalam kamarnya, dia menjatuhkan semuannya. Wanita itu, dia terlihat begitu prustrasi karena masalah yang terus terjadi. Airmatanya mengalir.


“Tolong aku, apa yang harus aku lakukan untuk mencegahnya. Aku tidak bisa melakukan apapun,”

__ADS_1


Suara isak tangis Yang semakin terdengar, wanita itu dia hanya sendirian di dalam kamar yang hening dan semua maid yang bekerja di rumahnya mereka sudah pergi.


“Ini membuatku sangat depresi, sial!!”


__ADS_2