Missing Love

Missing Love
18


__ADS_3

Liam membawa Yang masuk ke dalam mobil, tatapan mata Yang membulat seram menatap Liam yang terus memberikan pantauan kepada dirinya.


“Aku tidak akan melarikan diri, berhenti menatapku seperti itu bajingan!!” ucap Yang, sangat kesal.


‘Aku akan terus mengawasimu. Aku tidak akan membiarkanmu berhasil meloloskan diri dariku lagi, Yang!”


Yang hanya melirik tajam ke arah Liam, dia mengabaikan apa yang di katakan Liam dan kembali fokus dengan jalanan yang mereka lalui. Hening, mereka terdiam walau Liam masih sesekali melirik ke arah Yang.


“Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku, sebaiknya kau mengatakannya. Cepat!!” perintah Yang.


“Aku ingin kau makan malam denganku,” ucap Liam, dengan sangat cepat.


“Cih! Aku menolaknya. Aku tidak akan mau melakukan apa yang biasa pasangan lakukan,” ucap Yang, menolak.


“Tapi sayangnya, kita sebentar lagi sampai di restaurant. Aku tidak mau mendengar alasan klasik lagi dan kau harus ikut denganku,” ucap Liam.


Yang mendengus kesal, dengan kedua tangan yang terlipat di depan dadannya, Dia sebenarnya sama sekali tidak ingin pergi ataupun melakukan aktivitas yang biasa dilakukan pasangan, tapi karena Liam terus memaksannya, dia harus menuruti apa yang di perintahkan Liam.


“Bajingan, kau yang melukaiku dan kau yang memaksaku untuk kembali bersamaku, apa kau pikir aku ini bonekamu?! Aku turun disini saja.”


Yang meminta berhenti di tepi jalan, dia tak mau menuruti apa rencana Liam, tak peduli jika Liam bersungguh-sungguh ingin memperbaiki hubungan mereka, gadis tomboy itu sama sekali tak peduli lagi dengan hubunggan dan Liam.


“Aku bilang berhenti sekarang!! Atau aku akan melompat dari dalam mobil,”

__ADS_1


Bahkan sekarang Yang mulai memberikan ancaman kepada Liam, dia membuka pintu mobil tersebut dan bersiap untuk melompat dari dalam mobil.


“Aku akan melompat sekarang!” ucapnya.


Yang hendak melompat tapi tangannya langsung ditarik Liam, membuat tubuh Yang terhuyung untuk kembali di dalam.


“Bajingan, apa yang kau lakukan!!” tanya Yang dengan sangat kesal


Liam berhenti dengan mendadak, dia menatap kedua mata Yang seraya bicara lantang kepadannya.


“Aku sudah katakan, aku tidak akan pernah lagi melepaskanmu dari jeratanku,” ucap Liam yang kini bola matannya membulat mengartikan keseriusan akan bicarannya.


“Aku tidak mau bajingan. Tak peduli seberapa keras effort yang kau berikan padaku, aku tetap tidak akan mau untuk kembali dekat denganmu,”


“Apa yang ingin kau lakukan, hei apa yang terjadi denganmu bajingan!!” tanya Yang, seraya berteriak menoleh ke dalam mobil.


Liam juga membuka pintu mobil Yang, dia mengulurkan tangannya untuk menyambut Yang keluar dari dalam mobilnya.


“Keluarlah, cepat.”


Nada suara dingin dan tatapannya yang tegas membuat Yang langsung menuruti apa yang dia inginkan.


“Aku memanglah tidak sekuat Lim. Tapi aku masih memiliki sesuatu yang dapat membuatmu tunduk padaku, paham!!”

__ADS_1


Yang langsung mengangguk, meskipun dia dibuat bingung dengan apa di katakan Liam.


“Kenapa aku menuruti dirinya, aneh sekali.”


Yang mengikuti kemana arah langkah Liam, karena tangannya yang sudah di genggam erat Liam menuju ke salah satu meja pelanggan, disana sudah ada Lim dan Hyun yang menunggu mereka.


“Halo, Yang!! Kemari dan duduklah dengan kami,” pinta Hyun.


‘Tidak tidak, aku tidak mau makan malam. Aku hanya mengikuti kemana si bajingan ini membawaku pergi,’ ucap Yang, seraya menghentak tangan Liam.


Liam tak mau melepaskannya, dia semakin mengenggam erat tagan Yang.


“Aku tidak akan melepaskanmu kembali, aku sudah mengatakannya denganmu bukan?” tanya Liam, semakin mengeratkan genggaman erat tangannya.


“Kau itu, bajingan!’ ucap Yang, menatap tajam pada Liam.


Yang menghentakkan tangannya dia segera keluar dari dalam restaurant, dengan ekspresi wajah kecewa dan sangat kesal.


“Liam, biarkan saja dia. Dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya sendiri,” ucap Lim


Liam tersenyum menyeringai dengan tatapan matanya yang sinis, dia menolak nasihat Lim.


“Tidak lagi. Dia pergi dariku bukan untuk tenang tapi karena marah, aku tak mau kehilangannya untuk selama-lamannya,”

__ADS_1


Liam pun ikut keluar dari dalam restaurant, dia mencari dimana keberadaan Yang. Dia melihat Yang sedang berdiri di tepi jalan dengan mata yang menatap ke arah jalan dengan mobil yang berlalu lalang.


__ADS_2