Missing Love

Missing Love
8


__ADS_3

Keesokan paginya, Hyun baru saja bersiap-siap dan langsung menuruni tangga untuk bergabung sarapan dengan Liam.


“Hyun,”


Hyun tersenyum, dia melihat Liam yang sedang menyantap sarapannya. melihat Hyun yang sudah kembali terseyum, membuat Liam merasa sedikit tenang karena Hyun sudah tak lagi marah padanya.


“Aku sudah buatkan sarapan untukmu Hyun babe, ayo makan denganku.”


Hyun pun duduk di dekat Liam, dia melihat Liam mengambilkan piring berisi makanan untuknya.


“Terimakasih Liam,” ucap Hyun


“Makanlah, kamu pasti akan sangat menyukainya. Karena aku membuatkan makanan kesukaanmu.”


“Ya, sepertinya ini sangatlah enak. Terimakasih,”


Hyun menyantap sarapannya, rasanya yang enak memecah di mulutnya membuat Hyun tersenyum senang.


“Rasanya, sangat enak. Aku sangat menyukainya,” ucap Hyun dengan senang.


“Enak bukan?”


Hyun mengangguk dan melanjutkan makannya, dia membuat Liam yang melihatnya sangat senang.


“Liam,ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.’


“Ada apa Hyun babe?” tanya Liam


“Aku ingin kamu mengundang Rose ke rumah kita.”


Liam mengerutkan alisnya, sebelum Liam berpikiran hal yang tidak-tidak Hyun telah lebih dulu menyangkalnya.


“Aku ingin mengadakan pesta makan malam, tak ada salahnya untuk kita mengundang Rose, kan?” tanya Hyun, dia mengedipkan matanya


“Hanya Rose?” tanya Liam dengan gugup


“Ya, hanya Rose. Aku pikir, ini tidak masalah. Tenang saja, aku tidak akan membahas hal yang terdengar aneh dengannya.”


Liam mengangguk, dia pun menyetujui Hyun


“Baiklah, aku akan mengundangnya untuk datang pesta makan malam.”


Hyun sangat senang, dia sangat tak sabar untuk menantikan kehadiran Rose ke rumahnya.


“Aku tak sabar untuk menanti dirinya.” ucap Hyun di dalam hatinya.


***


Hyun menyiapkan makan malam, dia menyiapkan segala keperluan untuk pesta sebelum kedatangan Rose.


“Hyun, kenapa tiba-tiba sekali kamu ingin mengajak Rose pesta makan malam dengan kita?” tanya Liam


“Aku hanya ingin mengenal lebih jauh seperti apa selingkuhan tunanganku, tak masalah jika aku lebih buruk darinya. JIka dia lebih baik, aku akan melepaskanmu kepadanya.”


Liam tercengang, dia merasa aneh karena Hyun yang bicara seperti itu tapi seakan tak ada ekspresi cemburu yang ditunjukan Hyun kepadanya.

__ADS_1


“Hyun babe, apakah kamu masih mempermasalahkan mengenai hal yang kemarin?” tanya Liam, mulai cemas.


“Hal kemarin yang seperti apa?” tanya Hyun kembali


“Tentang aku bercumbu dengan Rose, apakah kamu masih mempermasalahkan hal itu?” tanya Liam.


Belum sempat di jawab Hyun, suara bell rumah membuat Hyun menghentikan pembicaraan dan segera membukakan pintu untuk seseorang yang ada di luar.


“Maaf, tunggu sebentar.”


Hyun membukakan pintunya, dia terkejut saat melihat Rose yang sedang berdiri di depan pintu, menunggu pintu terbuka.


“Hai.” sapa Rose, melambaikan tangannya.


Hyun menatap lekat wanita yang ada di hadapannya, dia wanita yang cantik, dewasa, seksi dan liar. Tak ada wajah anak-anak yang terpancar dari wajahnya.


“Maaf, apakah Liam ada di dalam?” tanya Rose.


“Hai Rose.’ sapa Liam


Hyun melihat Liam yang berjalan mendekati Rose, dia omerangkul pundak Rose dan membawanya masuk ke dalam rumah, mereka terlihat sangat akrap.


“Rose, silahkan duduk. Aku akan siapkan minuman untukmu,” ucap Hyun, berusaha untuk tetap ramah.


Hyun segera pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Rose, pikirannya berkelana kesana kemari memikirkan tentang seseorang yang membuatnya cemas yakni Lim.


“Apakah wanita itu benar-benar mampu memenangkan hati Lim?” tanya Hyun di dalam hatinya.


Liam yang melihat Hyun sedang melamun membuatnya menepuk pundak Hyun.


Hyun sedikit terkejut, dia melihat Liam yang berdiri di sampingnya


“Kau tidak apa-apa?” tanya Liam


Hyun tersenyum dan membawakan segelas jus untuk Rose.


“Aku baik-baik saja,” ucap Hyun


Hyun membawa gelas tersebut ke ruang utama dan menyajikannya untuk Rose.


“Maaf, aku terlalu lama. Kamu pasti sangat haus, minumlah.”


Rose bersikap dingin kepada Hyun, dia mengambil segelas jus dan meneguknya


“Ku dengar, kau yang mengundangku untuk mendatangi rumahmu, untuk apa?” tanya Rose, sinis kepada Hyun.


“Aku-aku ingin mengajakmu makan malam,” ujar Hyun


Rose mengangguk, “Oh, kau beruntung karena hari ini aku tidak ada pemotretan jadi aku bisa datang menemuimu, tapi asal kau tahu jadwalku sangatlah padat.”


Hyun tercengang, dia baru menyadari bahwa bentuk tubuh Rose yang sangat sempurna di antara para wanita itu karena dia seorang model.


“Maaf, karena sudah menganggu waktu luangmu,” ucap Hyun


“Tidak masalah, aku bisa mendatangi undangan siapapun asalkan aku sedang dalam waktu luang.”

__ADS_1


Hyun berpikir mereka sudah lama berbincang, itu artinya Rose sudah membuka pertemanannya dengan Hyun.


“Aku ingin menanyakan satu hal denganmu, bolehkah?” tanya Hyun


“jika tidak menganggu privasiku dan bukanlah pertanyaan yang tidak penting, aku mau mendengarmu,” ucap Rose


Hyun tersenyum, meskipun sinis dan sedikit senga gaya bicaranya tapi setidaknya Rose dapat membawannya memberikan informasi tentng Lim.


“Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Rose


“Apakah kamu mengenal Lim?” tanya Hyun


Rose mengerutkan keningnya dia berpikir sejenak


“Juga… Aku ingin bertanya, apa hubunganmu dengan tunanganku?” tanya Hyun terbata.


Rose mengerucutkan bibirnya ke atas, seraya berpikir. Namun, sebelum Rose menjawabnya, Liam lebih dulu datang dengan membawa dua piring kue,


“Aku baru saja memanggang kue, kalian harus mencobannya.” ujar Liam


Liam duduk di samping Hyun, dia melihat Rose yang sedang berpikir.


“Apa yang kau pikirkan, cepat makanlah. Aku bisa menjamin, rasannya sangatlah enak.’ ujar Liam bertanya pada Rose.


“Hubunganku dengan tunanganmu, sebenarnya kami berdua hanyalah teman dan sahabat, aku tak pernah berhubungan badan dengan tunanganmu,” jelas Rose.


Liam terkejut dengan jawaban Rose, “Hei, kenapa kau membicarakan tentang hal ini?” tanya Liam, menatap kecewa pada Rose dan Hyun


“Liam, jangan salah paham dulu. Aku meminta Rose untuk menjelaskan padaku karena aku tidak ingin ada kesalapahaman di antara kami,” jelas Hyun, sangat cemas.


“Tidak Hyun babe, alasanmu mencaritahu tentang ini karena Lim. Aku tahu sekarang, kau hanya memanfaatkanku.”


Liam terlihat sangat kecewa, dia segera pergi menaiki tangga dan berada di dalam kamarnya kembali.


‘Oh astaga, kepalaku pening sekarang.” keluh Hyun, memegang kepalanya.


“Apakah aku harus melanjutkan jawabanku?” tanya Rose


‘Ya, silahkan. Aku ingin dengar semuanya,” jawab Hyun


Rose tersenyum, ketika hendak memberikan jawaban tentang Lim.


“Lim, dia pria yang sangat hebat, tampan juga sangat perkasa. Dia adalah suamiku,” ujar Rose, menunjukan cincin yang melingkari jari manisnya.


Hyun tentu saja benar-benar sangat terkejut, dia menjadi sangat lemas dan sangat bingung dengan jawaban Rose.


“Apa, kau adalah istrinya?” tanya Hyun, sangat terkejut


“Aku istri sah tuan Lim.”


Airmata Hyun mengalir, nafasnya tersenggal dan tubuhnya seakan sangat lemas. Dia tak bisa menjelaskan apapun lagi, hanya bisa diam dan merasakan kesedihan yang sangat dalam.


“Kau terlihat sangat shyok dan prustrasi, ada apa?” tanya Rose


“Aku tak percaya, dia pria yang seperti itu. Aku adalah istrinya, tapi kenapa kau juga istri tuan muda Lim,” tanya Hyun

__ADS_1


__ADS_2