
Setelah berlama-lama mengumpat dibalik pohon besar, akhirnya Hyun dapat keluar dari pohon tersebut.
“Syukurlah, akhirnya aku dapat membebaskan diri,”
Hyun berjalan dengan lunglai, kakinya yang terkilir masih terasa begitu sakit. Hanya ada airmata yang terus menemani Hyun merasakan sakit pada kakinya juga merasakan kesedihan.
“Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kehidupanku seolah berubah dan kenapa aku mendapatkan takdir menyakitkan seperti ini?”
Hyun menangis tersedu-sedu, kakinya begitu lemas yang membuatnya akhirnya terdiam diri di tepi jalan dengan memegang pergelangan kakinya yang terasa begitu sakit.
“Aku akan berada disini sementara, mungkin saja nanti akan ada seseorang yang mengenalku dan membawaku pulang.”
Tak lama kemudian, sebuah mobil melaju di depan Hyun dan berhenti tepat di depannya. Hyun bingung melihat mobil tersebut berhenti di hadapannya, dia melihat seorang wanita keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri Hyun.
“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya wanita cantik yang berada di usia seperti Hyun, tapi da terlihat layaknya seorang putri.
“Aku sedang dalam pengejaran. Aku tidak tahu, kesalahan apa yang aku lakukan tapi mereka tetap mengejarku hingga kakiku terkilir.”
wanita itu melihat pergelangan kaki Hyun dan terlihat bengkak, Hyun melihatnya mengulurkan tangannya.
“genggam tanganku. Aku akan membawamu pulang.”
Hyun tercengang, dia terkejut saat wanita itu mengajaknya pulang bersama dengannya. mereka akan pulang ke rumah konglomerat wanita asing tersebut yang membuat Hyun bingung, kenapa wanita itu mudah sekali membawa orang asing untuk datang ke rumahnya.
“Bukankah ini terlalu mencurigakan?” tanya Hyun, dengan sangat bingung
Wanita asing itu hanya tersenyum lalu memperkenalkan dirinya.
“Namaku Lizy, aku senang sekali bertemu denganmu Hyun.”
Hyun sangat bingung, kenapa wanita asing ini mengenal dirinya namun dirinya sama sekali tak memiliki ingatan apapun tentang wanita ini.
“Ba-bagaimana kau bisa mengetahui namaku?” tanya Hyun, mengerutkan keningnya dengan bingung.
Lizy mendekatkan dirinya pada Hyun, kemudian dia berbisik pada Hyun
“Apakah kamu tidak ingin tahu dimana keberadaan Lim?” tanya Lizy, dia tersenyum namun tersirat kelicikan di wajahnya.
“Bagaimana kau bisa tahu Lim!!”
__ADS_1
Lizy tersenyum dan mengangguk, dia membuat wajahnya terlihat lugu demi menutupi makna tatapan matanya yang tergambar kelicikan.
“Ikut saja denganku, aku akan membawamu bertemu dengan Lim, aku janji tidak akan menipumu.” ujar Lizy, mengulurkan tangannya menyambut kedatangan Hyun
“Aku akan ikut denganmu, aku sangat ingin bertemu dengan Lim.”
Pada saat Hyun ingin meraih tangan Lizy, dengan cepat seseorang langsung menepis tangan Hyun dengan sangat keras membuat Hyun sangat terkejut.
“Liam!!” geram Hyun
Liam langsung berdiri di hadapan Lizy, dia menatap kedua mata Lizy dengan tatapan tajam hingga membuat wanita itu tercengang dan terbata.
“Jika kau hanya ingin menipu anak kucing, sebaiknya kau lakukan lebih dulu pada serigala!” ucap Liam.
Liam langsung menggendong tubuh Hyun
“Tidak!! Aku tidak mau pulang bersamamu!! Lepaskan! Lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku Liam!!” teriak Hyun
Liam tetap menggendong Hyun, dia sama sekali tak mendengarkan apa yang di teriakan wanita itu, bahkan Liam memaksa Hyun untuk tetap berada di dalam gendongannya tak peduli wanita itu terus memberontak.
“Bastard!! turunkan aku, Liam!!’
“Aku akan menurunkanmu sampai kita tiba dirumah.”
Sesampainya dirumah, Liam menurunkan Hyun dan dia duduk di atas bangku.
“Hyun, duduklah. Aku ingin bicara tegas padamu sekarang.”
Hyun langsung beranjak pergi ke dapur, dia meraih segelas air dan menuangkan air dari teko ke gelas yang dia ambil. Hyun kembali dengan wajah yang begitu marah, dia menyiram wajah Liam dengan gelas bahkan air yang dari teko juga membuat Liam menjadi basah dan bangku sofa juga menjadi sangat basah.
“Aku sama sekali tidak mencintaimu, selama ini aku hanya berpura-pura mencintaimu demi mendapatkan apa yang aku inginkan.”
Hati Liam terasa begitu sakit saat wanita yang dia cinta bicara dengan kejam seperti itu, hal itu membuatnya bersabar dengan sikap kasar Hyun.
“Apa yang kau inginkan dariku, apa yang kau cari?” tanya Liam, dengan nada menuntut.
“Aku mencari Lim, aku mencintai Lim dan alasanku bersamamu adalah karena Lim.”
Liam menghela napas panjang, hatinya terasa begitu lelah menghadapi sikap Hyun
__ADS_1
“Kau tak bisa menyalahkanku jika aku mencintai pria lain. Karena kau juga melakukan hal yang sama padaku. Kau meniduri wanita lain dan becumbu dengannya, kalian terlihat begitu bahagia, apa kau pikir aku tak melihatnya?” tanya Hyun membalikkan keadaan.
Liam menatap kedua mata Hyun dengan tatapan memelas, dia mencoba untuk membujuk Hyun.
“Hyun babe, tidak bisakah kamu berhenti untuk menindasku?” tanya Liam
Hyun yang mendapat pertanyaan seperti itu dan tatapan memelas, langsung membuatnya merasa bersalah.
“Sejak kapan aku menindasmu, aku sama sekali tidak melakukannya. Jika kau pikir, aku menindasmu. Maka maafkan aku.”
Hyun dengan kesal, dia menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya dan mengurung dirinya di dalam kamar.
“Bastard, kenapa dia seolah membalikkan fakta dan seolah aku yang bersalah disini. Dia memang pria yang sangat manipulatif.”
Hyun berbaring di atas tempat tidurnya, pikirannya masih tertuju pada Lim yang membuatnya pustrasi kembali.
“Dimana aku harus menemukanmu, kenapa aku tidak bisa melakukan sesuatu hal yang baik sekali saja. Kenapa aku selalu gagal dan selalu saja aku yang terperangkap oleh takdir menyakitkan ini,” tanya Hyun dengan kesal.
Hyun merasakan tubuhnya berada di dalam pelukan hangat, membuat Hyun tersentak dia langsung menoleh dan ternyata benar dia berada di dalam pelukan erat Liam.
“Jangan tinggalkan aku Hyun Babe, aku mohon kepadamu. Kamu dapat melakukan semua yang kamu inginkan, tapi jangan pergi dariku. Aku tidak ingin kehilanganmu, Hyun.”
Hyun mendengar suara Liam yang bergetar, dia juga merasakan deru nafas Liam yang memburu.
“Kamu menangis, Liam?” tanya Hyun.
“Aku mohon padamu Hyun, jangan tinggalkan aku.”
Liam terus memohon yang membuat Hyun perlahan menjadi luluh kembali meskipun dia sama sekali tak memiliki perasaan kembali pada Liam.
“Rasanya memanglah tidak adil jika aku meninggalkan Liam seperti ini setelah dia memberikan banyak sekali kebaikan juga cintanya untukku setelah Lim tak ada bersamaku. Entah kenapa perasaanku padanya hilang setelah mendapat ciuman dari Lim. Tapi, apakah ini adil untuk Liam? menyalahkan dirinya tanpa mencaritahu lebih dulu dan mengubur semua kenangan indah kebersamaanku dengannya setelah bertemu dengan masalaluku?” tanya Hyun di dalam hatinya.
Hyun membalikkan tubuhnya, dia berhadapan dengan Liam. matanya bertemu langsung dengan mata Liam yang terlihat sangat sedih
“Aku tidak bisa menyalakan Liam dan tidak bisa membuatnya menjadi tersangka berakhirnya hubunganku dengan Lim.” ucap Hyun di dalam hatinya.
“Hyun babe?”
Hyun langsung mencium bibir Liam, membuat pria itu sangat terkejut dia menatap kedua mata Hyun dengan kejut namun saat Hyun ******* bibirnya, kejutan itu berubah menjadi menikmati.
__ADS_1
“Liam, maaf. Aku telah bertindak tidak adil dan menempatkanmu menjadi seseorang yang disalahkan.”
Liam tersenyum, dia memegang wajah Hyun seraya tersenyum, setelah pertengkaran mereka bercumbu dan melakukan hubungan yang begitu mesra.