Missing Love

Missing Love
7


__ADS_3

Seorang wanita yang tengah tertidur pulas itu merasa tidak nyaman, dia merasa seperti seseorang sedang memperhatikannya yang memaksanya untuk mengerjapkan mata.


“Lim?”


Hyun melihat Lim yang duduk di depannya, menopang dagu sambil menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


“Apa yang kau lakukan, Lim?” tanya Hyun


“Melihatmu sedang tidur.”


Hyun tertawa, dia menutup wajah dengan kedua tangannya namun telingannya kini memerah


“Aku sangat malu sekarang.”


Lim hanya tertawa, dia menarik seLimut dari tubuh Hyun lalu melipatnya


“Baby, bangunlah. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Bangunlah, jangan sampai kita terlambat ke sekolah.”


Hyun tersenyum jahil, dia menggelengkan kepalanya menolak bujukan Lim


“Aku tak mau bangun,” ujar Hyun, menolak Lim


“Benarkah? Kamu wanita yang sangat keras kepala, bangunlah baby.”


Hyun tertawa, “Tidak, aku hanya bercanda. Aku akan mandi sekarang.”


Lim mengusap kepala Hyun, kemudian Hyun pun segera pergi ke dalam toilet untuk mandi sedangkan Lim masih berada di dalam kamar.


“Lim, dia memang pria yang sangat baik,” ujar Hyun tertawa.


Hyun segera mandi dengan cepat, dia tak mau Lim menunggunya terlalu lama. Di pun terburu untuk segera keluar dari dalam toilet dengan mengenakan piyama mandi. pada saat Hyun keluar dari dalam toilet, dia mendengar dan melihat Lim yang sedanng menghubungi seseorang.


“Tolonglah, aku tak bisa hari ini. Aku sedang bersama dengan Hyun. Rose, kau jangan khawatir aku pasti akan datang kepadamu.”


Hyun mendengar suara perbincangan mereka dan membuat Hyun langsung merasa terganggu.


“Maaf, aku menganggumu.”


“Tidak apa, aku baru saja menghubungi temanku dan dia mengatakan kalau malam ini dia ingin bertemu denganku.”


“Apakah kamu tidak bisa pergi menemuinya karena aku?” tanya Hyun, cemas


Lim mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan pertanyaan Hyun.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu, baby?” tanya Lim


“Engg, maksudku jika kamu ingin bertemu dengannya, pergilah. Aku tidak akan melarangmu.”

__ADS_1


Hyun segera berjalan pergi mendekati lemari pakaiannya untuk mengambil pakaiannya. Hyun merasakan pelukan erat dari belakang tubuhnya dan sandara di pundaknya.


“Jika suatu hari nanti, aku harus menyembunyikan sesuatu padamu. Apakah kamu akan membenciku?”


Hyun tersentak, dia melihat Liam yang masih sibuk bermain dengan tubuhnya membuat Hyun segera mengakhiri permainan mereka.


“Hentikan.”


Liam menghentikan permainan, dia melihat Hyun yang tampak cemas juga sedikit takut membuat Liam bingung.


“Apakah kamu tidak terpuaskan?” tanya Liam


Hyun menggeleng, dia mengerjapkan matannya beberapa kali lalu segera memakai pakaiannya kembali juga mengambil jaketnya, sementara Liam yang sudah memakai pakaiannya kembali menatapnya dengan bingung.


“Hyun, apa yang ingin kau lakukan?” tanya Liam, sangat cemas.


Hyun menatap kedua mata Liam, dia memegang tangan Liam dan menatapnya dengan serius.


“Siapa nama wanita yang baru saja melakukan hubungan denganmu?” tanya Hyun


“Ada apa Hyun, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti ini di saat seharusnya ini menjadi waktu untuk kita?”


“Aku membutuhkan jawabanmu sekarang, jangan mengalihkan pertanyaan lagi.”


Hyun terus memaksa Liam untuk menjawab pertanyaanya, dia hanya ingin menemukan jawaban yang mungkin dapat membawanya kembali bertemu dengan masalalunya.


“Jawab aku Liam, apakah wanita itu seringkali melakukan hubungan denganmu?”


‘Hyun, demi tuhan aku tidak ingin menjawab pertanyaanmu disaat yang seperti ini.”


“Liam, jawab aku dan aku akan diam setelah ini.”


“Namanya Rose, dia tidak seperti wanita yang ada di dalam pikiranmu. Dia bukan seorang pelacur atau seorang baby sugar. Aku memiliki sesuatu yang harus aku lunasi dengannya.’


“Rose siapa?” tanya kembali Hyun


“Roslene Bian.’


seketika tubuh Hyun terasa begitu lemas, dia terduduk di atas tempat tidurnya dengan ekspresi tegang dan tercengang kejut.


“Hyun babe, aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak ingin menjawabmu, tapi kau tetap saja memaksa.”


Hyun memegang kepalanya, kemudian dia mengusap wajahnya seraya mengeluh.


“Terimakasih, Liam.”


Hyun segera kembali pergi ke luar dari rumahnya. Hyun benar-benar sangat terkejut setelah tahu kalau wanita dengan nama roslene bian itu juga memilik kaitan dengan Lim.

__ADS_1


“kepalaku sangat pening sekarang, entah bagaimana takdir dapat mengikatku dengan seoramg wanita yang bernama roslene itu.”


Hyun menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, membuatnya perlahan-lahan melepaskan beban prustrasi yang ada padanya.


“Kenapa ada satu orang yang sama?” tanya Hyun, gelisah.


Hyun kembali teringat dengan Lim, dia melupakan hal penting yang padahal tak jarang hal itu ditunjukkan.


“Lim selalu menyebut nama wanita ini, aku akan mencari tahu siapa wanita dengan nama roslene. Bagaimaan jika wanita itu yang mengambil Lim dariku?” tanya Hyun


airmata Hyun mengalir, seketika semua ingatan indah yang dia miliki bersama Lim terlintas di dalam isi kepalanya. Sudah sanga banyak kenangan indah yang membuat Hyun tak bisa menggantikan Lim di dalam hatinya.


“Bahkan sekarang aku menjadi seorang pengecut yang takut menerima kenyataan.”


Melihat Hyun yang berdiri di depan rumah sambil menangis membuat Liam dengan jaket yang dia bawa, mendekati Hyun.


“Hyun babe.”


Hyun langsung menghapus airmatanya, dia melihat Liam memakaikannya jaket


“kamu selallu lari dariku, selalu menghindariku. Jika saja kamu mengatakan apa yang ada di dalam pikiranmu, itu akan jauh lebih baik.”


“Kau mencintai Rose?” tanya Hyun


“Kenapa tiba-tiba sekali membicarakan tentang dia, apakah kamu terganggu dengan yang kemarin?” tanya Liam


“Apakah kamu tahu, dia menjalin hubungan dengan orang lain atau tidak?” tanya Hyun


“Dia bukan seorang pelacur, dia hanya menjalin hubungan denganku.”


Hyun menatap kedua mata Liam dengan serius, kemudian dia kembali bertanya.


“bisakah kamu membuktikannya padaku?” pinta Hyun


Hyun pun membujuk Liam agar dia menggali lebih dalam tentang Rose


“Apakah semua ini ada kaitanya dengan Lim?” tanya Liam


“Ya, aku ingin tahu apakah mereka sudah berakhir ataukah tidak.”


“Lim seorang pria bastard yang memainkan dua wanita sekaligus?”


Tangan Hyun sontak memberikan tamparan keras pada Liam, dan tatapan matanya yang sangat tajam.


“Jangan bicara buruk tentang Lim. Dia bukanlah pria bastard.”


Hyun sangat kecewa, dia langsung melepaskan jaketnya dan dia berikan kembali pada Liam dan kembali masuk ke dalam kamarnya

__ADS_1


__ADS_2