
Budi segera masuk ke kamar Athena, kamar yang sangat luas, ditata dengan manis sangat kontras dengan furniture-furniturenya yang berwarna putih, serasa berada di kamar seorang putri kerajaan saja.
"Kamar yang sangat cantik, secantik pemilik kamar ini," ucap Budi terkagum-kagum.
Budi melihat-lihat seluruh isi kamar, sebuah kamar mandi dengan bath up kecil terletak di sudut ruangan, tepat di sebelah lemari pakaian Athena.
Budi kemudian mendekati meja yang ada di kamar itu, mencari-cari catatan atau buku harian Athena di atas meja dan di dalam laci meja, namun dia malah menemukan sebuah bingkai foto mewah berwarna silver dengan tiga foto di dalam laci meja. Budi mengenali semua orang yang ada di dalam foto itu. Ares, Hefasius dan Athena Anthony. Membalik bingkai foto itu berharap menemukan sebuah tulisan atau sesuatu. Tapi tidak ada tulisan apapun di balik bingkai foto itu.
Budi lalu meletakkan kembali bingkai foto itu ke dalam laci dengan hati-hati. Lalu kembali memeriksa isi laci.
"Passport... passport Athena masih ada di dalam laci. Berarti dia tidak kabur keluar negeri," ucap Budi saat memeriksa isi passport Athena yang isinya masih kosong melonpong.
"Gadis ini tidak pernah pergi keluar negeri? Aneh sekali...," tanya Budi lalu berjalan ke lemari Athena, memeriksa pakaiannya. Pakaiannya sangat banyak dan koper-koper tersusun rapi di bawah lemari.
Kemana dia pergi? Pakaiannya masih utuh, berarti dia pasti akan kembali siang ini, batin Budi.
Hendra tiba-tiba masuk ke dalam kamar Athena, mengagetkan Budi saja. Budi segera menutup pintu lemari Athena.
"Ada sesuatu yang kamu temukan?" tanya Hendra.
"Passport masih ada di laci meja, pakaian juga masih banyak. Menurut saya, Athena tidak pergi jauh, Pak. Mungkin kita harus mencarinya di tempat-tempat yang mungkin akan dikunjungi Athena," ucap Budi yakin.
"Baiklah, kalau begitu kita tanyakan pada pengasuhnya," ucap Hendra sambil keluar dari kamar. Budi kemudian menyusul Hendra keluar kamar. Nampak Hari dan Linda sudah kembali dari ruang kendali cctv apartement.
__ADS_1
"Lapor, Pak. Athena pergi dari apartement semalam sekitar pukul 11 malam, sendirian dan dia berjalan kaki keluar apartement. Kami sudah menyelidikinya dan kami kehilangan jejak Athena setelah Athena berada di jalan Cempaka, karena tidak ada cctv di jalan itu. Dan sudah sesiang ini Athena belum kembali. Apakah Athena juga hilang seperti Hera, Pak?" ucap Hari mulai cemas karena kasus ini akan menemui jalan buntu seperti pencarian Hera.
Hendra menepuk dahinya dan mengomel pelan.
"Bagaimana dengan sinyal ponsel Athena?" tanya Hendra.
"Sinyal terakhir ada di jalan Cempaka, setelah itu ponselnya mati, Pak," ucap Linda.
"Siapa penelepon atau pengirim pesan terakhir di ponsel Athena?" tanya Hendra.
"Nomer tak terdaftar, Pak. Kami sudah meminta data mengenai isi pembicaraan atau pesan yang diterima Athena, tapi data itu tidak terekam, Pak. Sepertinya pemilik nomer tak terdaftar ini tidak ingin datanya bocor sehingga semua data sudah terhapus dengan rapi dari server, Pak," ucap Linda.
"Kurang ajar, kenapa kita selalu menemui jalan buntu. Bahkan sekarang tersangka utama juga menghilang. Bagaimana aku harus melapor ke atasan sekarang?," ucap Hendra gemas sambil memukul-mukul telapak tangan kirinya dengan kepalan tinju tangan kanannya.
"Saya akan terus mencari Athena, Pak. Bapak dan rekan-rekan lebih baik kembali ke kantor dulu. Saya akan mencari Athena di tempat-tempat yang kira-kira akan didatanginya, seperti rumah Zeus Anthony, ke rumah sakit tempat psikiaternya praktek. Untuk sementara itu yang dapat saya lakukan, Pak," ucap Budi.
"Selamat siang, Bibi... Karena kami tidak berhasil menemukan Athena, kami permisi pulang dahulu. Dan jika Athena menghubungi Anda, tolong minta Athena untuk segera menyerahkan diri ke kantor polisi dan jangan kabur ya... Kami akan menempatkan beberapa polisi untuk memantau apartement ini. Harap kerja samanya, Bi," ucap Hendra lagi kepada Bi Marni dan Mbak Puput.
"Baik, Pak. Kami akan mengabari kepolisian jika Nona Athena menghubungi kami," ucap Mbak Puput sambil memeluk Bi Marni yang menangis terisak-isak.
Bi Marni mengangguk-angguk di tengah tangisnya.
Tim kepolisian segera keluar dari apartement Athena, diantar oleh Mbak Puput. Nampak dua orang polisi yang berjaga di depan pintu apartement memberi hormat kepada Pak Hendra dan timnya. Pak Hendra dan timnya segera berlalu, masuk ke lift dan turun ke parkiran mobil. Mbak Puput kemudian menunduk, memberi hormat kepada dua polisi yang ada di depan pintu, kemudian masuk ke apartement.
__ADS_1
Mbak Puput berjalan mendekati Bi Marni yang masih menangis dan berdiri di ruang tamu.
"Sudahlah, Bi. Jangan menangis terus. Sekarang kita hanya bisa banyak berdoa untuk keselamatan Nona Athena, semoga Nona lekas diketemukan dan semua masalah ini cepat selesai," ucap Mbak Puput berusaha menenangkan Bi Marni.
"Put, apakah Nona Athena diculik seseorang ya? Tidak biasanya Nona Athena berjalan kaki keluar apartement malam hari seperti itu. Jika memang ada hal penting, biasanya Nona akan memintamu menemaninya, tapi kenapa semalam Nona pergi keluar sendirian ya, Put? Duh... firasat Bibi kok jelek begini ya, Put... Bibi takut sekali terjadi sesuatu dengan Nona Athena. Cepat kabari Tuan dan Nyonya Besar, Put," ucap Bi Marni sesenggukan.
Mbak Puput mengangguk dan segera menelepon orang tua Nona Athena, menjelaskan semuanya.
"Baik, Put... Saya akan mencari Athena. Kalian berdua tenang saja, setelah Athena diketemukan, kami akan mengabari kalian," ucap Tuan Besar Mark di telepon.
Mark Anthony langsung menelepon anak buahnya dan meminta mereka mencari Athena. Setelah itu Mark menelpon Ares dan akan menemui Ares secepatnya. Mark tidak memberitahukan hal ini kepada Cleo, istrinya, karena khawatir Cleo akan terkejut dan sakit jantung lagi.
Lebih baik sedikit berita yang diketahui Cleo, sehingga Cleo dapat lekas pulih dan tersenyum kembali, batin Mark.
Mark segera berjalan menuju ke kamarnya dan menemui Cleo yang sedang membaca buku resep di atas tempat tidur.
"Cleo, aku ada perlu di kota S, jadi malam ini aku akan menginap di apartement Athena. Setelah urusannya selesai, aku akan segera pulang ke vila. Istirahatlah baik-baik di vila ya... Aku akan menelponmu setelah tiba di kota S," ucap Mark sambil membereskan baju-bajunya di dalam sebuah tas.
"Ada apa, Mark? Apakah ada sesuatu terjadi dengan Athena?" tanya Cleo cemas.
Mark tersenyum hangat, menutup tasnya dan mendekati istrinya.
"Tidak, Athena baik-baik saja, Cleo. Aku akan menemui Ares juga nanti. Baiklah, aku berangkat dulu, Cleo," ucap Mark sambil mengecup pipi Cleo.
__ADS_1
"Baik, hati-hati di jalan, Mark. Jangan minta Ridwan untuk mengebut di jalan," ucap Cleo sambil melambaikan tangannya.
Mark mengambil tasnya, segera keluar kamar dan turun ke halaman, untuk segera pergi ke kota S, menemui Ares dan meminta bantuan Ares untuk ikut mencari Athena.