Misteri Danau Kelinci Hitam

Misteri Danau Kelinci Hitam
Bab 34 - Penyelesaian


__ADS_3

“Bagaimana keadaanya, Dok?" tanya Ares pada Dokter Fefe yang sudah selesai memeriksa Athena.


“Dia baik-baik saja, mungkin setelah bangun, dia hanya akan merasa kepalanya sakit karena terbentur. Jika dalam waktu 2 hari, kepalanya masih pusing dan muntah-muntah, lebih baik bawa pulang ke kota S dan diMRI lebih lanjut," ucap Dokter Fefe memperhatikan Ares lekat-lekat.


“Sepertinya yang harus mendapat perawatan itu kamu, Tuan Ares," ucap Dokter Fefe menunjuk celana santai Ares yang bernoda merah. Ares melihat kakinya dan baru menyadari bahwa ada beberapa pecahan kaca sudah merobek kakinya.


“Ya ampun, Tuan. Apakah rasanya tidak sakit?," tanya Robert yang juga tidak sadar kalau kaki Tuannya terluka cukup parah.


“Terlalu panik sampai lupa kalau nyawa kalian berdua juga dapat terancam. Setelah mengobati Tuan Ares, giliranku memeriksamu, Kak," ucap Dokter Fefe kepada Robert.


“Bahuku sakit sekali, Fe," ucap Robert memelas pada adik semata wayangnya, Fefe.


Dokter Fefe membulatkan matanya saat mendengar ucapan manja kakaknya di depan Tuan Ares.


“Ini bukan saatnya bermanja-manja, kalian berdua harus hati-hati. Kalau perlu kalian panggil Pastor untuk mengusir roh jahat yang ada di rumah ini," ucap Dokter Fefe serius.


Ares mengangguk, berjalan kemudian duduk di sofa yang ada di kamar Athena. Dokter Fefe menyiapkan semua peralatan dan obat-obatan dari kotak medisnya. Mengambil pinset untuk mencabut pecahan kaca yang menancap di kaki Ares, membuangnya ke wadah aluminium, menjahit luka di kaki Ares dan menutup lukanya dengan perekat anti air.


Setelah selesai diobati,


“Panggil Romo Ignatius kemari, Robert. Siapkan kamar untuknya beberapa hari di sini. Setelah beliau datang, aku akan pergi menemui Papa Hades," perintah Ares.


“Baik, Tuan," jawab Robert, meninggalkan ruangan diikuti adiknya yang akan mengobati bahu Kakaknya.


Ares berjalan ke tempat tidur Athena.


Athena sudah membuka matanya, tampak kengerian dan ketakutan masih merayap di tubuhnya.


“Maafkan Hefasius, Athena. Tidak seharusnya dia berbuat seperti ini padamu. Harta, apalah artinya harta. Aku akan melunasi semua hutangnya dan membersihkan namanya, sehingga dia dapat pergi dengan tenang dan tidak mengganggumu lagi," ucap Ares duduk di sebelah Athena.


“Kak Ares… terima kasih sudah menyelamatkanku," ucap Athena sambil memeluk erat Ares dan kembali menangis.


Ares mengusap-usap punggung Athena, memberikan waktu pada Athena untuk menumpahkan semua ketakutannya, menunggu Athena sampai tenang dan kemudian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Aku sudah mengingat semuanya, Kak Ares. Kejadian malam itu," ucap Athena lagi.


“Apakah kau sudah siap menceritakannya padaku? Aku tidak akan memaksamu berbicara sekarang jika kau memang belum siap," ucap Ares sambil menggenggam tangan Athena.


Athena mengangguk bersamaan dengan Robert dan Fefe yang masuk ke dalam kamar Athena. Athena memanggil mereka berdua untuk mendekat ke tempat tidurnya. Mereka berdua nampak canggung mendekati Athena karena melihat Ares dan Athena berpegangan tangan.


“Kemarilah, Athena akan menceritakan kejadian malam itu," ucap Ares pada Robert dan Fefe.


Setelah Robert dan Fefe berada di dekat Athena. Athena kemudian memulai ceritanya.


“Malam itu, aku terbangun dari tidurku karena mendengar pertengkaran dengan suara keras di kamar sebelah, kamar Kak Zeus, tepatnya. Jadi aku memberanikan diri keluar dari kamar dan mencari tahu kenapa ada pertengkaran di kamar Kakak. Pintu kamar Kak Zeus terbuka lebar jadi aku dapat melihat siapa orang yang berada di kamar Kak Zeus. Hefasius, aku melihatnya sedang bertengkar dengan Kak Zeus. Hefasius meminta Kak Zeus untuk melunasi semua hutang-hutang judinya, namun Kak Zeus menolaknya. Bahkan Kak Zeus juga mengatakan bahwa setelah dia meninggalpun, tidak akan mewariskan hartanya kepada kedua putranya, tapi akan memberikannya padaku. Karena… karena… akulah putri tunggal Zeus Anthony bersama kekasihnya, Mutiara Samudera," ucap Athena dan kemudian dia terdiam beberapa saat.


Ares segera memeluknya.


“Terima kasih, Kak Ares," ucap Athena lembut dan kembali melanjutkan ceritanya.


“Hefasius terlihat sangat marah sekali pada Papa Zeus… Papa Zeus… bukan Kak Zeus…," ucap Athena kemudian kembali terdiam.


Ares melepaskan pelukannya dan mengusap lembut kepala Athena.


“Papa menembak Hefasius. Hefasius terjatuh menimpaku. Dia tewas seketika karena peluru yang mengenai punggungnya. Papa telah menyelamatkanku," ucap Athena bergetar.


Semua orang yang ada di dalam ruangan tercekat kaget. Mereka tidak menyangka bahwa pembunuh Hefasius adalah Zeus Anthony.


“Lalu aku menyingkirkan tubuh Hefasius ke lantai. Berlari ke pintu kamarku, aku melihat Papa yang duduk di kursi roda meletakkan pistol yang dibawanya ke pelipisnya dan kemudian bunuh diri…," ucap Athena makin parau.


Ares langsung memeluk Athena erat-erat, Athena menangis sekeras-kerasnya di dalam pelukan Ares.


Robert dan Fefe menundukkan kepalanya, mereka berdua tidak berani berbicara sedikitpun, setelah mengetahui kisah pilu tragedi yang terjadi di Yunani Kingdom Group. Kini misteri yang menyelimuti Yunani Kingdom Group sudah tersibak.


 


*

__ADS_1


*


*


Ares duduk di ruang kerja Papa Hades, menunggu Papa Hades yang hampir selesai makan malam dengan Mama Edith. Ares menolak untuk makan malam bersama keluarganya, karena setelah berbicara dengan Papanya, dia harus segera kembali menemani Athena.


Pintu ruang kerja terbuka lebar, Papa Hades masuk ke dalam ruangan, duduk di depan Ares dan memandang Ares lekat-lekat.


“Papa, aku sudah melunasi semua hutang-hutang Hefasius, membersihkan namanya dan menutup semua masalah yang pernah ditimbulkannya. Sekarang apakah Papa bersedia memberikan rekaman cctv di rumah Zeus Anthony?" tanya Ares.


Hades masih terdiam dan cuek.


“Papa… Aku akan menjemput dan merawat Mama setelah semua ini berakhir. Aku akan menjaganya dengan baik, Pa," ucap Ares lagi.


Hades masih diam.


Ares kembali berpikir, apalagi yang diinginkan Papanya.


“Yunani Kingdom Group?" tanya Hades pada Ares.


“Athena akan memberikan kuasa penuh pada Ares untuk menjalankan perusahaan itu, Pa. Yunani Kingdom Group akan berada di bawah naungan Hades Group, Pa," ucap Ares tegas.


Untunglah sebelum datang kemari, Ares sudah dapat menebak permintaan terakhir Papa, sehingga dia sudah berdiskusi sebelumnya dengan Athena. Athena yang tidak tahu menahu tentang bisnis Yunani Kingdom Group sudah menyerahkan sepenuhnya pada Kakaknya, Ares. Karena cita-cita Athena adalah menjadi seorang dokter, bukan seorang bisnis woman.


“Hmmm… ambillah," jawab Hades sambil memberikan sebuah flash disk kecil warna merah pada Ares.


“Terima kasih, Papa," ucap Ares senang karena sudah berhasil mendapatkan video rekaman asli cctv.


“Adakan acara doa arwah untuk adikmu. Papa dan Mama akan datang ke acara itu," ucap  Hades lagi.


Ares mengangguk karena memang Ares dan Athena sudah berniat untuk menggelar acara doa sejak peristiwa menakutkan pagi itu.


“Baiklah, masalah sudah selesai. Pulanglah, Ares," ucap Hades sambil melangkah pergi keluar dari ruang kerjanya.

__ADS_1


Ares tersenyum bahagia. Urusannya di Pulau Bali sudah selesai, dia harus secepatnya pulang dan menjaga Athena.


__ADS_2