
- Di sebuah rumah mewah yang ada di pulau pribadi Hades Group
Ares segera mencopy video rekaman cctv yang ada di dalam flash disk ke laptopnya. Lalu memutar video itu.
“Kejadiannya persis seperti yang dikatakan Athena," ucap Ares.
Dan beberapa saat kemudian, di dalam video yang masih diputar, nampak Mama Hera muncul di kamar Athena setelah Papa Zeus bunuh diri. Mama begitu syok dan sangat sedih setelah melihat putranya dan suaminya meninggal. Dan setelah Mama melihat Athena yang terduduk di samping kursi roda Papa Zeus, Mama menjerit dan kemudian berlari keluar kamar. Beberapa saat kemudian seorang Satpam masuk ke kamar Athena, menggendong Athena ke tempat tidur dan menidurkannya. Lalu mengambil pistol yang terjatuh di lantai, di dekat kursi roda Papa Zeus, dengan sapu tangan dan kemudian membawanya ke Athena, meletakkan tangan Athena di atas pistol itu, kemudian melemparnya di atas tempat tidur Athena. Setelah itu Satpam itu pergi meninggalkan kamar Athena.
“Kurang ajar, Satpam itu. Bisa-bisanya dia menjebak Nonanya sendiri," ucap Ares geram.
“Papa Hades… demi melindungi Mama Hera, kau tega menjebak orang lain sampai seperti ini. Dan setelah melihat video cctv ini, kau masih tidak melepaskan Athena karena Athena adalah anak dari pembunuh putra keduamu," ucap Ares sedih dan kemudian terdiam.
“Papa Hades… syukurlah sekarang kau sudah memaafkan Papa Zeus dan mau membebaskan Athena. Sekarang beristirahatlah dengan tenang Papa Zeus, aku akan menjaga Mama Hera dan Athena dengan baik," ucap Ares yang sudah berurai air mata.
*
*
*
Beberapa saat kemudian,
Tok… tok… tok…
“Masuk," ucap Ares sambil menghapus air matanya, mengontrol emosinya dan duduk tegak di atas kursinya.
Robert masuk ke dalam ruang kerja Ares.
“Ambillah dan berikan pada Polisi Budi, ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuannya selama ini di kepolisian Z," perintah Ares.
Robert mengangguk dan keluar dari kamarnya.
*
*
*
Budi menerima email dan segera mendown load video yang ada di email itu. Dan setelah memutar video itu, Budi tersenyum lega. Ternyata dugaannya selama ini benar. Athena bukanlah seorang pembunuh seperti yang dituduhkan, karena Satpam Agus (Satpam yang bekerja di rumah Zeus Anthony) yang menjebaknya. Dan Satpam Agus juga sudah ditemukan tewas di Danau Kelinci Hitam.
Budi segera menelepon atasannya, Pak Hendra. Kasus pembunuhan Zeus dan Hefasius Anthony sudah terpecahkan. Jadi surat penangkapan Athena resmi dibatalkan dan nama Athena dibersihkan dari daftar tindak kriminal.
*
*
*
Athena akhirnya kembali ke apartementnya setelah semua masalah terselesaikan. Kedua orang tuanya (Mark dan Cleo Anthony) yang ternyata adalah kakek dan nenek Athena langsung menyambut hangat kedatangan Athena, bersama dengan dua pengasuhnya, Bi Marni dan Mbak Puput.
__ADS_1
“Nona Athena, kami sangat merindukanmu. Syukurlah semua masalah ini sudah selesai, Nona. Bibi dan Mbak Puput sangat khawatir sekali saat polisi datang ke apartement ini untuk menangkap Nona," ucap Bi Marni sambil menangis bahagia.
Athena segera memeluk Bi Marni.
“Nenek Marni, seharusnya aku memanggilmu Nenek, bukan Bibi. Karena kau adalah Bibi dari ibuku, Mutiara Samudera. Maafkan Athena, Nenek. Jika Athena selama ini ada salah kata atau sudah menyusahkan Nenek Marni. Athena sangat menyayangi, Nenek Marni," ucap Athena sambil menangis terharu.
Setelah mereka melepaskan pelukan. Athena berlari ke arah Mark dan Cleo, memeluk mereka erat-erat.
“Opa Mark… Oma Cleo… Athena sangat mencintai kalian. Terima kasih sudah menjadi orang tua terbaik untuk Athena selama ini. Athena takkan pernah melupakannya. Terima kasih sekali lagi," ucap Athena kembali menangis.
“Seandainya saja Zeus dan Mutiara ada di tempat ini, mereka akan sangat bahagia mempunyai putri secantik dan sebaik dirimu, Athena. Sekarang kalian berdua (Zeus dan Mutiara) sudah bertemu di sana, semoga kalian berbahagia bersama. Kami semua dan juga Ares, akan menjaga Athena dengan baik. Beristirahatlah dengan tenang, Zeus," ucap Oma Cleo yang berlinang air mata.
*
*
*
- Di acara doa arwah yang digelar di rumah Zeus Anthony
Kursi-kursi sudah diatur rapi dengan dihiasi beberapa kuntum bunga mawar putih. Di bagian depan kursi sudah disiapkan sebuah meja yang ditata dengan indah bersama lilin putih, salib dan karangan bunga mawar putih, bersiap menunggu kedatangan Romo Ignatius untuk memulai doa arwah agar arwah yang sudah pergi meninggalkan kita semua, dapat beristirahat dengan tenang.
Beberapa saat kemudian, tamu undangan berdatangan dan sudah memenuhi ruangan. Seorang wanita cantik dan anggun, berambut merah datang ditemani seorang pria tampan.
“Mama, terima kasih sudah datang ke rumah Papa Zeus," ucap Ares sambil memeluk Mama Hera.
Hera menangis dalam pelukan Ares. Ares mengusap punggung Mamanya dengan lembut.
“Terima kasih, Putraku," ucap Hera sambil melap wajahnya yang penuh air mata dengan sapu tangan putih.
“Dokter Roy, apa kabar?" tanya seorang gadis cantik yang wajahnya mirip dengan Mutiara kepada pria tampan yang berdiri di sebelah Hera.
“Baik. Kau sudah dapat berbicara dan berjalan sekarang, A.. the.. na..," ucap Dokter Roy sambil tertawa lebar.
“Yup, jangan panggil aku dengan nama ibuku, Dokter. Namaku Athena Anthony," ucap Athena sambil tersenyum dan kemudian berjabat tangan dengan Dokter Roy.
Hera terdiam di sebelah Dokter Roy, menatap Athena dengan takjub.
“Perkenalkan, Athena. Ini mama kandungku, Hera Hudiono," ucap Ares sambil melingkarkan tangannya di pinggang Mam Hera, sebagai sebuah support bahwa takperlu ada yang ditakutkan lagi untuk bertemu Athena, putri Zeus Anthony dan Mutiara Samudera.
“Senang bertemu anda, Mama Hera," ucap Athena senang dan kemudian memeluk Hera dengan hangat.
Hera sedikit kaget saat Athena memanggilnya Mama dan juga memeluknya dengan hangat. Setelah Athena melepaskan pelukannya. Hera berbisik kepada Ares. Arespun mengangguk.
“Test… test … Selamat sore, Saudara-Saudariku yang terkasih dalam Tuhan. Mari kita mulai acara sore ini," ucap Romo Ignatius.
Semua tamu yang masih berdiri, segera berjalan dan duduk di kursi masing-masing. Begitupula Ares, Athena, Hera dan Dokter Roy segera duduk di kursi depan. Semua khusyuk berdoa untuk mendoakan arwah Zeus dan Hefasius Anthony.
*
__ADS_1
*
*
Setelah acara doa arwah selesai dan semua tamu berpamitan pulang. Hera didampingi Ares mendekati Athena yang masih mengobrol bersama Hades, Edith, Mark dan Cleo di ruang keluarga.
“Maaf jika kami mengganggu sebentar. Kami berdua ingin berbicara sedikit," ucap Hera lembut.
“Ada apa, Hera?," ucap Oma Cleo langsung berdiri, mendekati Hera dan menggenggam tangan Hera yang dingin.
“Di hari ini, kami berdua, Hera dan Ares, akan mengungkapkan rahasia yang selama ini kami pendam berdua. Rahasia tentang bagaimana Mutiara Samudera terjatuh dari tangga saat sedang mengandung Athena, sehingga Athena lahir prematur dan beberapa hari kemudian Mutiara meninggalkan dunia ini," ucap Hera pelan sambil menitikkan air mata. Ares mengusap punggung Mamanya dengan lembut, agar Mamanya lebih berani lagi.
“Pagi itu saya, Hera datang ke apartement Zeus, Areslah yang membukakan pintu apartement. Karena Mutiara Samudera sudah terjatuh dari tangga, terpeleset bola tenis milik Ares. Ares segera menarik tangan saya untuk mendekati Mutiara yang merintih kesakitan. Saya segera memanggil ambulance untuk menolong Mutiara. Kemudian segera membawa Ares ke kamarnya, mengambil semua baju milik Ares dan membawa Ares pergi dari apartement saat petugas ambulance masuk ke dalam apartement," ucap Hera takdapat menahan air matanya.
“Mama Hera, terima kasih sudah menolong Mama Mutiara dan aku. Jika malam itu, Mama Hera tidak datang ke apartement, pasti saat ini aku tidak dapat berdiri di tempat ini. Terima kasih, Mama Hera," ucap Athena sambil memeluk Hera dengan erat.
Dan semua orang yang ada di dalam ruang keluarga tersenyum bahagia dan lega, memeluk dan mencium Hera dengan hangat.
“Hera, semua orang yang ada di dalam ruangan ini, tidak pernah menyalahkan dirimu atas kepergian Mutiara. Bahkan Zeus sekalipun. Dia selalu menganggapmu sebagai partner yang baik dalam rumah tangganya. Jangan pernah merasa bersalah karena kamu memang tidak bersalah. Sekarang hiduplah dengan penuh kebahagiaan bersama kami semua," ucap Opa Mark.
Hera tersenyum bahagia karena berada dalam kebersamaan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang.
“Aku takkan pernah meninggalkan kalian lagi," janji Hera.
*
*
*
Tujuh tahun kemudian.
Ares dan Athena bersama putra dan putri kembarnya yang tampan dan cantik mengunjungi makam Zeus Anthony, Mutiara Samudera dan Hefasius Anthony.
“Letakkan bunga tulip itu di makam Oma dan Opa, sayang," ucap Athena pada putri kecilnya.
“Dan letakkan bunga tulip putih itu di makam Om Hefasius, sayang," ucap Ares pada putranya.
Pangeran dan putri kecil itu segera meletakkan bunga tulip putih seperti arahan orang tua mereka.
“Papa, Mama dan adikku. Ini putra dan putri kembarku. Mereka sudah berusia lima tahun sekarang. Semoga Papa, Mama dan adikku dapat melihat kebahagiaan keluarga kecil kami dari surga. Terima kasih sudah melahirkan Athena, Mama Mutiara. Dan terima kasih sudah merawat dan membesarkan Athena dengan baik, Papa Zeus. Beristirahatlah dengan tenang. Sekarang tugas Ares untuk menjaga dan melindungi Athena bersama putra putri kami," ucap Ares sambil mengecup pipi Athena.
Athena tersenyum bahagia, kemudian memeluk Ares dangan hangat di depan makan Papa dan Mamanya. Putra dan putri kecilnya juga tidak mau ketinggalan, memeluk pinggang Athena dan Ares.
Lalu mereka semua tersenyum bahagia.
*
*
__ADS_1
*
Mampir yuk di novel ke tigaku: Misi Jaksa Tampan. Lebih seru yang mana ya? Yuk dibandingkan, hehehe...