Misteri Danau Kelinci Hitam

Misteri Danau Kelinci Hitam
Bab 27 - Pulau Pribadi


__ADS_3

- Di sebuah kediaman mewah yang terletak di sebuah pulau pribadi milik Hades Group. -


Telepon genggam Ares berbunyi, Ares mengambil telepon genggamnya dari saku celana hitamnya. Layar ponsel menunjukkan tulisan "Opa Mark", Ares menekan tombol hijau untuk menerima panggilan telepon.


"Ares, ini Opa. Kamu sekarang di mana, Nak?" tanya Opa Mark.


"Ares sedang ada keperluan di luar rumah. Ada perlu apa, Opa?"


"Opa sekarang dalam perjalanan ke kota S. Apakah kamu ada waktu, Ares? Opa ingin bicara denganmu."


"Tentu, Opa. Apakah Opa bisa ke Mansion sekitar pukul 5 sore?"


"Baik, kita bertemu di Mansionmu pukul 5 sore," jawab Opa Mark.


Panggilan telepon kemudian ditutup.


Opa, apakah Opa dan Oma sudah mendengar kabar dari pengasuh Athena bahwa polisi akan menangkap Athena? Pasti Opa dan Oma sangat khawatir sekali, jangan risau, Opa, Oma. Ares akan melindungi Athena, batin Ares.


Ares kemudian melanjutkan pekerjaannya, membaca laporan proyek dan laporan keuangan yang diberikan Sekertarisnya, David. Setelah selesai membaca dan membubuhkan tanda tangan di laporan itu, Ares segera meninggalkan ruang kerjanya dan menemui dua Sekertarisnya.


"Bagaimana Athena?" tanya Ares pada Robert, Sekertarisnya yang sudah mendapat tugas baru untuk mengawasi dan mengurus semua keperluan Athena selama berada di pulau pribadinya.


"Nona sudah bangun, sudah makan siang dan sekarang Nona sedang berada di pantai yang ada di depan kamarnya," ucap Robert.


"Apakah kau sudah menjelaskan semuanya supaya dia merasa aman tinggal di sini?" tanya Ares lagi.


Robert mengangguk.


"Nona Athena sudah membaca hasil laporan forensik dan mendengar semua penjelasan saya mengenai penyelidikan yang Tuan lakukan. Saya juga menjelaskan bahwa sekarang Nona Athena harus tinggal di sini, sementara Tuan membereskan semua masalahnya di kota S. Tuan juga sudah mengambil ponsel Nona Athena sementara waktu demi keamanan Nona. Nona sangat mengerti sekali, Tuan. Dan mengucapkan banyak terima kasih pada Tuan karena sudah menolongnya," ucap Robert.


"Gadis yang sopan. Aku akan kembali ke Mansion bersama David, Opa Mark ingin bertemu denganku, jadi mungkin malam hari aku akan kembali ke sini. Jaga dia baik-baik, Robert," perintah Ares.


"Baik, Tuan. Saya juga sudah selesai menyelidiki tentang siapa orang yang menyebarkan berita pembunuhan Tuan Zeus dan Tuan Hefasius di internet sehingga berita ini menjadi treding topik hangat siang ini," ucap Robert


"Siapa yang sudah mengunggahnya? Wartawan dan reporter tv NBB?" tanya Ares kesal dan marah, karena di saat polisi gagal menangkap Athena, malah berita pembunuhan itu menyeruak di internet.


"Benar, Tuan. Dan dalang di balik semua ini adalah Tuan Lukas Malcom, anak dari Mentri Hukum, Lucius Malcom," jawab Robert.


"Lukas Malcom, sahabat Hefasius?" tanya Ares.


Robert mengangguk.


"Dan Lucius Malcom, sahabat Mama Hera?" tanya Ares lagi.

__ADS_1


Robert kembali mengangguk.


Ingatan Ares kembali pada saat dia berumur 8 tahun. Mama Hera meminta bantuan sahabatnya Lucius Malcom saat Mama terkena masalah besar, sebuah kasus yang membuat Mama sangat ketakutan.


"Selidiki baik-baik, Robert. Kenapa mereka berdua ikut campur urusan keluargaku? Dan cari keberadaan Mama Hera di semua properti milik keluarga Malcom. Aku yakin, Lucius Malcom yang menyembunyikan Mama Hera sekarang ini," perintah Ares.


Robert mengangguk lagi.


"David, siapkan helicopter, kita kembali ke kota S secepatnya. Buat janji dengan Lukas Malcom secepatnya," perintah Ares pada David.


David mengangguk dan segera mengurus semua keperluan Ares.


*


*


*


Athena menyandarkan diri di sebuah kursi santai yang ada di pantai, pikirannya yang penuh sedikit lebih tenang saat menutup mata dan mendengarkan deru angin yang bertiup.


“Apakah polisi sudah menyelidiki kasus ini dengan baik? Bagaimana mungkin mereka menuduhku sebagai pembunuh kakak dan keponakanku sendiri? Sangat tidak masuk akal sama sekali," gumam Athena pelan dan kemudian menangis meratapi kejadian buruk yang telah menimpanya.


“Kakak… untunglah ada seorang pria yang menolongku, membantuku kabur dari penangkapan polisi, bahkan dia akan membereskan semua masalah ini dengan baik. Siapa dia, Kak? Apakah dia adalah orang yang kau utus untuk menjaga dan melindungiku karena kau sudah pergi  jauh di atas sana? Kakak… aku sangat merindukanmu, Kak. Apakah kau baik-baik saja di atas sana?," ucap Athena sambil menghapus air matanya. Hatinya sangat sedih sekali saat pikirannya kembali mengingat Kakaknya.


Athena kembali memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.


“Papa, Mama, Bi Marni, Mbak Puput, jangan khawatir, aku baik-baik saja di sini. Setelah masalah ini selesai, aku pasti akan segera kembali ke kota S dan menemui kalian semua," ucap Athena yang kembali menangis karena merindukan orang-orang terdekat yang ada di hatinya.


Kejam, sungguh kejam orang yang telah menfitnahnya, batin Athena.


*


*


*


Budi masuk ke dalam mobilnya. Dia mendengus kesal karena tidak berhasil menemukan Athena di rumah Zues Anthony maupun di rumah sakit.


“Kamana lagi aku harus mencarinya? Kemana kira-kira dia berada sekarang ini?" tanya Budi pada dirinya sendiri. Lalu sebuah ingatan muncul di pikiran Budi. Budi segera mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju suatu tempat yang dia yakini adalah tempat di mana dia dapat menemukan Athena, tersangka pembunuhan yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang di Kepolisian Z.


*


*

__ADS_1


*


Budi sudah tiba di sebuah tempat pemakaman orang-orang kalangan elite, yang dijaga oleh beberapa Satpam. Budi segera membuka kaca jendelanya saat memasuki gerbang makam.


“Selamat datang, Pak. Ada keperluan apa bapak kemari, Pak?" tanya Satpam.


“Saya ingin mengunjungi makam Zeus Anthony, Pak," jawab Budi sambil menunjukkan lencana polisinya.


“Baik, Pak. Saya akan merecord data diri anda dahulu sebelumnya," ucap Satpam yang mengambil sebuah alat khusus untuk memfoto Budi bersama lencana polisinya dan menscan KTP Budi.


“Keamanan di sini sangat ketat sekali. Apakah semua pengunjung yang datang ke sini harus diperiksa seperti ini?" tanya Budi terkagum-kagum dengan sistim keamanan pemakaman ini.


“Benar, Pak. Semua pengunjung tanpa terkecuali akan diperiksa dan dimintai datanya setiap datang kemari," jawab Satpam.


“Kalau begitu apakah saya dapat melihat data siapa saja yang mengunjungi makam Zeus Anthony?" tanya Budi kepada Satpam.


“Tentu saja, Pak. Silahkan Bapak parkir di sana, lalu saya akan memberikan data tersebut ke Bapak di pos satpam," jawab Pak Satpam sambil menunjuk sebuah tempat parkir mobil yang tersedia.


“Terima kasih, Pak. Saya parkir dulu," ucap Budi.


Budi segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir dan berjalan cepat menuju pos satpam yang ada di dekat tempat parkir. Satpam yang ada di pos segera menyodorkan sebuah kertas begitu Budi masuk ke dalam pos satpam. Sebuah data yang yang sudah diprint rapi dan lengkap segera diterima Budi. Budi tersenyum kepada Satpam yang sigap dan cekatan itu, lalu segera membaca data itu. Budi melihat bahwa nama Athena tercetak berkali-kali di data itu.


“Athena Anthony setiap hari datang ke pemakaman ini, pukul sembilan pagi dan keluar dari pemakaman sekitar pukul sebelas siang," gumam Budi pelan.


“Nona cantik itu awalnya datang dengan kursi roda, ditemani dengan dua orang wanita, Pak Polisi. Namun beberapa hari ini, Nona cantik itu datang sendirian, dan dia sudah tidak duduk di kursi roda lagi. Suaranya sangat merdu sekali, Tuan," ucap Satpam tersenyum karena terkagum-kagum dengan kecantikan dan kemerduan suara Athena.


Deg… Jantung Budi berdetak kencang.


“Bapak yakin Athena sudah dapat berjalan dan berbicara?" tanya Budi kaget.


Satpam mengangguk.


“Dia selalu datang kemari membawa bunga lily putih, Pak," ucap Satpam itu yakin.


“Athena… kau sudah dapat berjalan dan berbicara lagi rupanya," ucap Budi, lalu segera memeriksa data pengunjung makam Zeus Anthony hari ini.


“Apakah Nona itu tidak datang pagi ini, Pak?," tanya Budi pada Satpam karena melihat hanya namanya yang tercantum di data pengunjung hari ini.


“Tidak, Pak. Nona cantik itu belum datang hari ini," ucap Satpam.


“Baik, Pak. Terima kasih, saya akan ke atas melihat makam Zeus Anthony," ucap Budi.


“Lurus terus ke atas, Pak. B-27 itulah makam Zeus Anthony," ucap Satpam memberikan info letak lokasi makam Zeus Anthony.

__ADS_1


__ADS_2