
Budi memutuskan kembali ke kantor polisi setelah tidak berhasil menemukan Athena di makam Zeus Anthony. Dan saat dalam perjalanan menuju ke kantor polisi, dia berhenti di sebuah lampu merah yang ada di pusat kota dan melihat sebuah monitor besar yang ada di sebuah gedung pusat perkotaan. Monitor itu menayangkan berita kasus pembunuhan Hefasius Anthony, selebgram terkenal yang tewas mengenaskan di rumahnya. Pikiran Budi langsung kacau.
“Sial… bagaimana wartawan dan reporter TV dapat mengetahui berita ini? Padahal kasus ini sudah ditutup rapat oleh pihak kepolisian agar jangan sampai tersebar sebelum polisi menangkap pelaku pembunuhan. Pasti sekarang kepolisian sedang kalang kabut mencari Athena," geram Budi lalu segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke kantor polisi.
Dan benar sekali dugaan Budi. Pak Hendra disemprot habis-habisan oleh atasannya, Kepala Kepolisian Z. Karena Kepala Polisi mendapat kecaman keras dari beberapa pihak kalangan elite untuk segera menemukan pembunuh Hefasisus Anthony. Reaksi kalangan elite terkesan berlebihan seperti ingin mencari muka saja, karena rumor Hefasisus Anthony adalah putra kedua Hades, pemilik Hades Group juga tersebar di internet. Siapa yang tidak tahu Hades, pemilik Hades Group? Orang terkaya dan terhebat di negri ini. Jadi kalangan elite berpengaruh yang ingin mendapatkan dana sponsor atau dukungan politik dari Hades, berlomba-lomba untuk menekan pihak kepolisian agar segera menuntaskan kasus pembunuhan putra kedua Hades Group.
Budi yang melihat raut wajah Hendra yang sedang tertekan, merasa sedih karena dia tidak dapat membantu atasannya. Semua usahanya tidak berhasil menemukan Athena.
“Maaf, Pak. Saya tidak berhasil menemukan Athena di rumah Zeus, di klinik Dokter Roy dan di makam Zeus," ucap Budi.
“Tidak apa-apa, Bud. Terima kasih untuk semua usahamu. Sekarang kita hanya dapat menunggu Athena menghubungi keluarganya, begitu ditemukan lokasi tempat Athena saat menelepon keluarganya, kita akan segera bergerak," ucap Hendra pasti lalu mengambil amplop coklat yang ada di mejanya, membukanya dan membaca isi laporan forensik yang ada di dalam amplop itu.
“Budi, sekarang selidiki kasus pembunuhan Satpam Agus dan orang tidak beridentitas ini. Sepertinya pelaku pembunuhan mereka berdua ini berhubungan dengan kasus Zeus dan Hefasius Anthony," perintah Hendra.
“Baik, Pak," ucap Budi.
*
*
*
David datang ke kamar Ares di Hades Mansion setelah mendapat informasi penting.
Tok… tok… tok…
“Masuk," ucap Ares yang sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian santainya.
David segera masuk ke dalam ruangan dan melihat Ares sedang berjalan ke sofa. Tuan Mudanya ini terlihat makin tampan dan santai dalam balutan busana kemeja dan celana warna pastel, jika sudah memutuskan bekerja di dalam Mansion seharian.
“Uh… rasanya segar sekali setelah mandi. Senang rasanya kembali ke kamarku setelah semalam bergadang, tidak tidur mengurus Athena," gumam Ares pelan sambil duduk di sofa. Makan siangnya sudah tersaji di atas meja. Ares lalu mengambil gelas berisi jus jeruk dan meminumnya. Dan kemudian mulai menikmati makan siangnya. David dengan sabar menunggu Tuan Mudanya menyelesaikan makan siangnya yang tertunda beberapa jam.
“Ada apa, David?" tanya Ares setelah selesai makan siang.
“Nyonya Hera sekarang berada di sebuah vila milik Lucius Malcom, Tuan," jawab David.
“Sesuai dugaanku," ucap Ares lega mendengar berita dari David.
“Apakah kita perlu menjemputnya, Tuan?" tanya David.
“Tidak perlu, David. Bagaimana keadaan Mama Hera di sana?" ucap Ares karena Ares merasa Mama Hera akan lebih aman dan nyaman berada di vila sahabatnya.
__ADS_1
“Awalnya Nyonya Hera sangat tertekan dan ketakutan, Tuan. Tapi sekarang kondisinya lebih baik setelah Psikiater yang datang ke vila diganti, Tuan.”
“Ketakutan? Kenapa Mama ketakutan? Mama bukan pembunuh Papa Zeus kan?" tanya Ares cemas.
“Sampai sekarang Psikiater Nyonya belum berhasil mendapatkan penjelasan tentang kejadian malam itu dari Nyonya, Tuan.”
“Maksudnya? Mama juga ada di rumah Papa Zeus malam itu?" tanya Ares bingung.
“Benar, Tuan. Sepertinya Nyonya Hera ada di rumah Tuan Zeus dan mengetahui siapa pembunuh Tuan Zeus dan Tuan Hefasius, Tuan. Tapi Nyonya masih syok dan trauma dengan kejadian itu, jadi sampai sekarang psikiater belum berhasil mengorek keterangan apapun dari Nyonya," jelas David.
“Oh Mama… Semoga Mama baik-baik saja sekarang," ucap Ares sedih.
“Pantau terus keadaan Mama di sana, jika kondisi Mama kurang baik, segera kabari aku, mungkin aku akan memindahkannya ke pulau pribadi bersama Athena," perintah Ares pada David.
“Baik, Tuan.”
“Siapa nama psikiater Mama di vila?" tanya Ares ingin tahu.
“Dokter Roy Surya, Tuan," jawab David.
“Dokter itu lagi…," ucap Ares yang langsung teringat bahwa dokter itu adalah kekasih Kak Mutiara dan juga psikiater Athena.
“Separah apa kondisi Mama dulu?" tanya Ares.
“Apa Tuan mau melihat rekaman video cctv di vila itu?" tanya David.
Ares mengangguk dan David segera memutar video rekaman cctv di tabletnya dan menyerahkannya pada Ares. Ares menghembuskan nafas panjang, matanya berkaca-kaca saat melihat video itu. Dia sangat sedih sekali melihat kondisi mamanya yang dulu, wanita cantik, anggun nan hebat, wanita yang selalu dipuji dan dikagumi banyak orang, begitu terpuruk dalam kesedihan dan ketakutan. Wajahnya yang cantik penuh air mata, pucat dan ketakutan seperti melihat hantu. Mama terlihat seperti wanita depresi.
“Mama…," gumam Ares pelan.
David lalu mengambil tabletnya dan kemudian memutar video rekaman cctv terbaru, menyerahkan tabletnya pada Ares. Dan beberapa saat kemudian, Ares tersenyum lembut.
“Syukurlah, Mama masih mempunyai sahabat yang baik, yang melindungi Mama saat Mama terpuruk. Maafkan Ares, Ma… Ares terlambat menyelamatkan, Mama," ucap Ares terus mengontrol emosinya agar tetap tegar.
*
*
*
Mark Anthony berada di Hades Mansion (kediaman Ares Anthony) tepat pukul 5 sore. Mark segera masuk ke dalam ruang kerja Ares, diantar oleh David, Sekertaris Ares.
__ADS_1
Tok… tok… tok…
“Masuklah, Opa," ucap Ares dari balik pintu.
David dan Mark segera masuk ke dalam ruang kerja Ares. Ares yang sedang bekerja di balik meja, segera berdiri dan berjalan ke sofa yang ada di tengah ruang kerjanya.
“Duduklah, Opa," ucap Ares mempersilahkan Opa Mark untuk duduk di sofa. Opa segera duduk di sofa. Mereka duduk saling berhadap-hadapan.
“Ambilkan Opa minuman, David," perintah Ares.
David segera mengambil dua minuman dingin dari dalam lemari pendingin yang ada di ruang kerja Ares, lalu meletakkan minuman itu di atas meja. Kemudian berdiri tegak di samping Ares.
“Minum, Opa," ucap Ares sambil mengambil minuman dingin itu, membuka tutupnya dan segera meminum isinya.
“Segar sekali," ucap Ares kemudian meletakkan minuman dingin itu di atas meja.
Opa Mark kemudian mengambil minuman dingin itu, meminumnya dan kemudian meletakkan minuman itu di atas meja.
“Ares, Opa mau minta tolong padamu," ucap Opa Mark.
“Iya, Opa. Ares akan selalu siap membantu Opa," kata Ares sambil duduk tegak siap mendengarkan kelanjutan ucapan Opa Mark.
“Tolong minta Papamu, Hades untuk melepaskan Athena. Gadis itu tidak bersalah," ucap Opa Mark berat.
Deg…. Jantung Ares berdetak kencang.
“Papa Hades?" tanya Ares kaget.
Opa Mark mengangguk.
“Bagaimana mungkin Papa Hades terlibat dalam masalah ini? Ares sudah menyelidikinya. Lucius Malcomlah yang berada di balik semua ini, Opa. Sahabat baik Mama Hera yang sudah menyembunyikan Mama di salah satu vilanya. Agar Mama Hera tidak menjadi tersangka pembunuhan, karena Mama juga ada di rumah Papa Zeus saat malam pembunuhan itu," ucap Ares.
“Lucius Malcom hanyalah kaki tangan Hades untuk menyelamatkan Hera. Hades sangat mencintai Mamamu, Ares. Jadi dia takingin Mamamu terlibat dalam masalah. Dan membuat semuanya seakan-akan adalah perbuatan Athena. Lakukan apapun permintaan Papamu agar Athena terlepas dari semua masalah ini. Hadeslah pemegang kunci masalah ini. Jika Hades mau menyerahkan kunci itu, semua masalah ini beres, Ares," ucap Opa.
"Kunci?," gumam Ares pelan. Dan langsung Ares teringat kembali rekaman cctv yang terputus di rumah Papa Zeus, pasti Papa Hades mempunyai rekaman complete video cctv rumah Papa Zeus.
Dan rekaman video cctv itulah KUNCINYA.
Ares menelan ludahnya.
__ADS_1