Model Vs Ustadz

Model Vs Ustadz
10 - Kamu dan Rinduku


__ADS_3

Terdengar helaan nafas berkali-kali dari seorang lelaki yang sedang tidur terlentang di atas kasur sambil memegang sebuah kertas di tangannya.


Azam mendudukan dirinya. Saat ia bangun subuh tadi, Atlanta sudah tidak ada di sampingnya. Malah tergantikan oleh secarik kertas. Bahkan Atlanta juga meninggalkan cincin pemberian Azam semalam.


Azam sempat berkeliling ke seluruh penjuru pesantren tapi ia tidak menemukan Atlanta. Ia juga bertanya pada beberapa santri di situ namun jawaban yang mereka berikan tidak memuaskan hatinya. Ia akhirnya memutuskan untuk membaca surat yang tergeletak di samping tempatnya tidur tadi.


Assalamualaikum.


Untuk Mas Azamku tersayang.


Maaf beribu maaf. Aku nggak bisa nurutin kemauan kamu untuk tetap tinggal. Kamu nggak usah khawatir, ya, Mas. Aku baik-baik aja kok di sini. Aku seneng banget bisa ketemu papa. Aku juga nggak nyangka papa aku ternyata masih ganteng. Eh, nggak jadi deh, kan kamu yang paling ganteng. Ups. Nanti aku kenalin kalo kita ditakdirin buat ketemu lagi. Ya ampun mungkin kamu susul aku ke sini buat minta pisah. Ketinggian banget ya mimpi aku, haha.


Kamu baik-baik ya di sana. Kamu harus bisa balik lagi ke kehidupan kamu yang dulu. Kehidupan kamu sebelum ada aku. Aku di Jakarta sekarang, Mas. Aku di sini nungguin kamu dateng ke sini. Untuk pisah atau lanjut. Insya Allah aku nerima apapun keputusan kamu.


Maaf cincin itu aku kembaliin. Bukan berarti aku nggak suka. Aku suka banget malah. Aku seneng ternyata kamu bisa romantis sama aku. Mas..., Kalau kamu mutusin untuk pisah, kamu boleh kasih cincin itu sama Harum. Aku yakin dia nggak bakal nolak kamu karena dia masih suka sama kamu.


Jangan lupa aku nungguin kamu di sini. Jangan lupa juga buat bawa surat cerainya kalo kamu mau bener-bener pisah sama aku. Aku ikhlas.


Wassalamualaikum.

__ADS_1


Salam hangat dari istrimu yang tercantik.


Atlanta Putri Halwanisa.


Azam menghela nafasnya panjang. Ia menatap cincin yang semalam ia pakaikan di jari manis Atlanta lalu membanting dirinya di kasur. Mengenai Harum, Azam sudah tidak terlalu memikirkannya lagi. Entahlah, mungkin nama Harum Az-Zahra sudah berhasil ia ganti dengan nama istrinya, Atlanta Putri Halwanisa.


Azam tertawa kecil saat mengingat bagaimana manjanya Atlanta di depan Harum. Hari itu adalah saat pertama kalinya Atlanta dan Harum bertemu. Azam pikir mungkin Atlanta ingin membuat Harum cemburu saat itu, makannya ia bertingkah manja pada Azam.


Azam tersenyum mengingat hari itu. Hari di mana untuk pertama kalinya ia mencium Atlanta di tengah jalanan yang sepi.


...*****...


Tapi kini Azam melewati hari-harinya dengan rasa sepi yang terus menyelimutinya. Hari ini genap 15 hari sejak kepergian Atlanta. Dan Azam tidak yakin ia bisa melalui hari-harinya lagi untuk ke depannya. Cukup 15 hari ia teriksa dengan rindunya.


Azam duduk di sofa sambil membayangkan saat-saat dirinya sedang bersama Atlanta. Ia melewati berbagai momen di sofa ini. Saat pertama kalinya ia melihat wajah Atlanta dari dekat. Saat pertama kalinya ia memandang mata hazel yang menawan itu. Saat kepedulian Atlanta mulai timbul dan banyak lagi.


Azam mengedarkan pandangannya. Netranya terpaku pada pintu kamar satu-satunya di rumah ini. Ia tersenyum mengingat subuh pertama membangunkan Atlanta. Saat itu Atlanta terjatuh di kamar mandi karena tidak sengaja mengantuk dan terpeleset. Azam benar-benar panik saat menyadari lutut Atlanta berdarah. Kala itu belum ada cinta diantara keduanya tapi Azam merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Atlanta.


Azam beranjak dan pergi ke dapur. Terbayang saat kepalanya dan kepala Atlanta terbentur keras. Saat itu di mana ia mulai terpesona dengan manik hazel istrinya hingga melupakan tatapan teduh Harum. Ia mulai merasakan rasa aneh yang tinggal di hatinya hingga ia menemukan jawabannya.

__ADS_1


Di setiap sudut rumah, bayangan Atlanta selalu hadir di pikirannya. Rumah kecil ini mempunyai banyak kenangan-kenangan indah yang sulit untuk dilupakan. Selama dua bulan ini Azam dan Atlanta memang jarang sekali akur. Tapi pertengkaran itulah yang menjadi kenangan paling indah di rumah ini.


Azam memutuskan untuk keluar rumah. Berusaha menyingkirkan Atlanta sejenak dari pikirannya. Baru saja Azam menutup pintu rumah, netranya terpaku pada motor butut yang dipakainya untuk pertama kali membawa Atlanta ke pengajian. Ia tersenyum mengingat Atlanta mengangkat gamisnya tinggi-tinggi sampai pahanya terlihat.


Azam menggeleng. Lagi-lagi bayangan Atlanta hadir dalam pikirannya.


Cup!


"Jangan salahkan saya kalau saya berbuat lebih dari ini."


Azam menggeleng lagi. Sudah cukup dengan semua ini. Ia tidak tahan lagi. Azam akhirnya memutuskan untuk kembali masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di kasur. Ia menjambak rambutnya frustasi.


"Aaaakhhh!!! Kenapa kamu selalu ada di pikiran saya? Saya rindu kamu Atlanta. Saya pengen ketemu kamu. Saya janji akan membuatnya lebih baik, lebih seperti rumah tangga pada umumnya.Saya nggak tahan lagi sama semua ini. Saya janji akan jemput kamu, Atlan. Saya janji akan bawa kamu kembali sama saya. Saya nggak mau kehilangan kamu," lirih Azam sambil menatap langit-langit kamarnya.


...*****...


...Makasih udah suka sama ceritanya😊...


...Kalo ada typo atau kesalahan penulisan mohon tegurannya ya🙏🙏...

__ADS_1


...Jangan lupa vote dan commentnya. Mau share juga boleh asal jangan di plagiat....


__ADS_2