Model Vs Ustadz

Model Vs Ustadz
05 - Cemburu


__ADS_3

Cup.


Azam mencium bibir Atlanta sekilas membuat Atlanta terdiam membeku seperti patung.


"Saya pernah bilang jangan ngebantah ucapan saya. Jangan salahin saya kalau saya berbuat lebih dari ini."


Setelah mengucapkan itu, Azam kembali menjalankan motornya. Sementara Atlanta memegang bibirnya yang tadi dicium Azam.


'Bi-bibir gue udah nggak suci, huaaa'


Butuh waktu setengah jam untuk sampai ke tempat pengajian Azam. Setelah kejadian tadi, Atlanta jadi lebih banyak diam. Tidak seperti sebelumnya yang mengoceh tidak jelas.


Di depan bangunan kecil itu, terlihat Kyai Sholeh yang terus menatap jalanan seperti sedang menunggu seseorang. Ia tidak menyapa Azam yang baru datang sama sekali. Azam menghampirinya diikuti Atlanta di belakangnya.


"Pak Kyai sepertinya sedang menunggu seseorang?" tanya Azam sambil mengulurkan tangannya.


Kyai Sholeh menoleh lalu meyambut uluran tangan Azam. Ia tersenyum lalu tatapannya kembali ke jalanan yang lenggang.


"Iya. Saya sedang-eh itu dia. Kenapa lama sekali, Nduk? Abi tunggu dari tadi loh...," ucap Kyai Sholeh pada seorang perempuan berjilbab biru muda dengan pakaian kuliahnya.


"Maaf, Abi. Tadi Harum agak lama ngobrol sama Ummi di rumah."


Dialah Harum. Harum Az-Zahra. Hari ini ia baru datang dari Jakarta, tempatnya menuntut ilmu. Harum memang kuliah di Jakarta sejak satu tahun yang lalu. Azam juga sebenarnya selalu ditawari untuk kuliah bersama Harum di Jakarta. Namun Azam menolak walaupun Kyai Sholeh berjanji akan menanggung biaya kuliahnya.


Sebelum menikah dengan Atlanta, Harum inilah yang menjadi pujaan hati Azam. Ia selalu bermimpi untuk menjadi menantu Kyainya. Azam memang sering diminta menggantikan Kyai Sholeh untuk mengisi pengajian dan uangnya ia tabung untuk melamar Harum. Namun mimpinya kini harus ia hapus karena kehadiran orang baru yang menjadi tanggung jawabnya, Atlanta. Perempuan itu yang seharusnya menjadi prioritasnya saat ini.


'Oh, ini yang namanya Harum. Lumayan cantik juga walaupun gue lebih cantik.'


Atlanta menatap Azam dan Harum bergantian. Ia tahu dua orang di hadapannya ini memang saling mencintai. Entah kenapa ada rasa tidak suka saat Azam menatap Harum dengan begitu dalamnya. Tatapan itu tidak pernah sekali pun ia dapatkan dari Azam. Hingga satu ide jail terbesit di otaknya.


"Mas, kaki aku sakit," ucap Atlanta dengan manja sambil menggelayuti tangan Azam, membuatnya menjadi pusat perhatian.


Azam menoleh karena Atlanta tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan itu. Ia agak malu sebenarnya, tapi ia juga kesal karena Atlanta tiba-tiba bersikap manja di depan Kyai Sholeh dan Harum.


"Ya udah. Pak Kyai, Ning, saya duluan," pamit Azam.


Saat Azam mulai melangkahkan kakinya, Atlanta malah menahannya. Ia menoleh menatap istrinya itu dengan sebal.


"Aku bilang kaki aku sakit, Mas."


"Kita mau cari tempat, Atlan. Kamu jangan bikin saya malu," bisik Azam.


"Gendong," pinta Atlanta dengan suara yang keras membuat Azam memelototkan matanya.


"Nggak usah manja! Jalan sendiri!"


Atlanta memanyunkan bibirnya. "Nggak mau. Pengen digendong, Mas."


"Gendong aja, Mas. Kasihan."


Azam menoleh ke arah Harum yang bersuara. Entah kenapa ia jadi merasa canggung tiba-tiba. Akhirnya dengan sangat terpaksa Azam menggendong Atlanta, membuatnya menjauh dari Kyai Sholeh dan Harum.


Setelah kepergian sepasang suami istri itu, wajah Harum yang semula ceria kini berubah murung. Diam-diam ia juga menyukai Azam dan orang tuanya sudah tahu tentang hal itu.

__ADS_1


"Harum sudah mendengar berita itu, Bi. Tapi Harum masih nggak percaya kalau Mas Azam ngelakuin itu. Dia orang yang baik," ucap Harum.


Kyai Sholeh mengelus pundak putrinya lembut. "Sudahlah, Nduk. Lupakan Azam. Azam sudah menemukan jodohnya sekarang. Abi yakin Harum akan menemukan laki-laki yang lebih baik dari Azam."


...*****...


"Hahaha.... Lucu banget, sih." Atlanta tertawa sambil menusuk-nusuk pipi Azam dengan jari telunjuknya. "Udahan dong ngambeknya."


"Maksud kamu apa tadi? Kamu bikin saya malu, Atlanta."


Atlanta menghentikan tawanya. Ia mengayunkan kedua kakinya. Tatapannya lurus ke depan sambil membayangkan wajah Harum tadi. Wajahnya cantik dan yang pasti Harum bukan perempuan sepertinya. Namun rasanya ia sangat kesal melihat Azam bertatapan dengan perempuan itu.


Atlanta menggelengkan kepalanya. 'Apaan, sih,' batinnya.


"Saya nggak suka kamu berbuat seperti itu."


Atlanta melirik Azam yang berada di sampingnya.


"Saya malu."


Seketika tawa Atlanta pecah. "Apaan, sih? Tadi mereka senyum-senyum aja kok. Nggak ada tuh ejek-ejekin kamu."


"Atlan--"


"Dia orang yang kamu bicarain itu, kan? Kayaknya dia juga suka sama kamu. Kamu nggak mau bikin dia sakit hati, kan, Zam? Kamu ngejaga banget perasaan dia ternyata."


"Atlan--"


"Aku memang perusak hubungan kamu dan dia. Kalo kamu mau ngomong itu. Bener, Zam. Aku perusak masa depan kamu, hubungan kamu, reputasi kamu. Semuanya. Tapi aku nggak papa kok kalo kamu harus poli-"


Atlanta tersenyum tipis. Ia berdiri hendak meninggalkan Azam. Namun, ia tiba-tiba membalikan badannya dan kembali menghampiri lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.


Cup.


"Imbalan. Karena kamu udah gendong aku tadi." Atlanta pergi meninggalkan Azam setelah mencium pipinya.


...*****...


Selepas pengajian, Kyai Sholeh, Harum, Azam dan Atlanta memutuskan untuk makan siang bersama di sebuah rumah makan sederhana.


Atlanta terus memperhatikan Azam dan Harum yang sedang bertatapan sambil terus menggerutu dalam hati. Dari tadi ia hanya mengaduk makanannya tanpa berniat memakannya


"Atlanta nggak makan? Dari tadi cuma di aduk aja," ucap Kyai Sholeh yang ternyata memperhatikan Atlanta.


Mendengar ucapan Kyai Sholeh, Azam dan Harum langsung mengalihkan perhatian mereka pada Atlanta.


"Nan-nanti saya makan, Pak Kyai," jawab Atlanta asal.


Kyai Sholeh menganggukkan kepalanya lalu memundurkan kursinya. "Saya duluan."


Kini tersisa Azam, Harum dan Atlanta. Tapi sepertinya Azam dan Harum mengabaikan Atlanta. Melihat itu mood Atlanta langsung hancur seketika. Selera makannya pun jadi hilang gara-gara tatapan suaminya pada wanita yang ia ketahui bernama Harum itu.


"Bagaimana kuliah kamu, Ning?" tanya Azam.

__ADS_1


"Baik, Mas." jawab Harum.


'Mas?' batin Atlanta. 'Ya ampun kegatelan banget sih, nih orang.'


"Bagus kalau gitu," ucap Azam yang diangguki Harum.


Ekhem!


Atlanta berdeham. Namun sepertinya dehamannya tidak cukup menarik perhatian kedua orang yang sedang bersamanya saat ini. Atlanta mendengus lalu pergi tanpa pamit.


Atlanta duduk di sebuah kursi kayu di depan toko yang tidak jauh dari tempat makan tadi. Ia mengambil ponsel di tasnya lalu membuka aplikasi chattnya. Ada sebuah pesan yang menarik perhatiannya. Pesan itu dari mamanya.


Mom


|Pulang! Atau mama yang samperin     kamu.


Atlanta mencoba mengatur nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak. "Tenang, Atlanta. Mama cuma gertak."


Atlanta menoleh kala ia merasa seseorang duduk di sampingnya.


"Atlanta?" Orang itu menyapanya terlebih dahulu.


Atlanta mengerutkan keningnya. Dari mana orang ini tahu namanya?


"Kamu Atlanta, kan?" tanya orang itu memastikan.


"Aku kenal kamu?" Bukannya menjawab pertanyaan lelaki itu, Atlanta malak balik bertanya.


Lelaki itu tersenyum. "Enggak. Tapi aku kenal kamu." Lelaki itu mengulurkan tangannya. "Charlie."


Atlanta menjabat tangan Charlie.


"Harusnya kamu kenal aku," ucap Charlie sambil mengalihkan pandangannya.


"Maksudnya?"


Charlie menunjukan album foto Atlanta di ponselnya. "Aku fotografer kamu."


"Charlie?" Atlanta berusaha mengingatnya. Tapi seingatnya tidak ada yang namanya Charlie di kru shooting nya.


Charlie tertawa kecil melihat Atlanta menggaruk pelipisnya. "Nggak usah di inget-inget lagi kalau lupa. Kamu beda banget ya sekarang. BTW, kapan shooting lagi? Majalah kamu udah jarang beredar lagi. Semenjak kamu pergi dua bulan lalu."


Atlanta mengangkat bahunya. "Nggak tau."


"Loh?"


"Mungkin nanti."


"Pulang!"


...*****...


...Makasih udah suka sama ceritanya😊...

__ADS_1


...Kalo ada typo atau kesalahan penulisan mohon tegurannya ya🙏🙏...


...Jangan lupa vote dan commentnya. Mau share juga boleh asal jangan di plagiat....


__ADS_2