MONSTER'S INVASION : HELL

MONSTER'S INVASION : HELL
Episode 1: KEKUATAN ASING; Chapter 11: Exterminator Rank S


__ADS_3

Itu adalah sebuah tontonan yang sangat menarik, LICO dengan heroiknya masuk kedalam pertempuran kemudian kabur dari sana dengan sangat memalukan.


Sementara itu kini PAX sedang berusaha untuk membunuh monster tersebut dengan usaha yang sia-sia, tanpa membuahkan hasil.


"Sungguh bodoh.. jika mereka melakukan hal itu, monster tersebut bukannya melemah, justru akan menjadi sangat marah!" Aku memberi kritik kepada pertempuran itu.


"GROAAAHHH!!" Monster itu berteriak keras, cahaya merah dimatanya semakin terang, bahkan aura disekitarnya tampak semakin berat setiap saat.


Aku menyeringai saat melihat kejadian tersebut. "Sudah berakhir." Kataku dengan dingin.


Satu garis merah terbentang sejauh belasan kilometer, dan dalam sekejap mata, tembakan laser panas yang sangat besar langsung menghanguskan segala yang berada di jalur lintasan.


Tak ada kesempatan untuk melarikan diri, bahkan sebelum mereka mengucapkan salam perpisahan, seluruh pilot EVE telah mati tanpa mengetahui penyebab kematian mereka sendiri.


Beberapa detik kemudian, laser tersebut menghilang dan tampaklah Monster Type 17 yang sedang membuka mulutnya dengan sangat lebar, seluruh bagiannya melepuh bahkan beberapa daging gosong berjatuhan ke bawah dan menimbulkan sedikit guncangan.


Mungkin sedikit aneh jika aku mengatakan ini tapi, aku merasa bahwa yang barusan itu sangatlah luar biasa! Bagaimana monster itu melakukannya? Dari mana energi sebanyak itu berasal? Apakah aku bisa melakukan hal yang sama dengan kekuatanku?


Terlihat wajahku yang sangat bersemangat, aku tidak pernah melihat hal seindah itu sebelumnya, sungguh pancaran cahaya merah yang tampak seperti laser itu sangat menegangkan.


"Aku sangat penasaran apakah mereka memiliki buku panduan tentang cara melakukan tembakan yang barusan." Tanyaku dengan bodoh sambil tersenyum miring.


Sudah jelas para monster itu tidak memilikinya, karena pada dasarnya mereka hanya menembakkan laser tersebut dengan kemampuan alami mereka sendiri. Jadi tidak ada yang namanya buku panduan dari mereka.


Aku mencoba untuk membuka mulutku selebar yang aku bisa, kemudian mengumpulkan partikel-partikel kecil di udara dan menyusunnya dihadapan wajahku persis.


Ini memang sedikit berbeda dengan yang dilakukan para monster itu, karena energi yang mereka tembakkan benar-benar berasal dari tubuh mereka sendiri.


Namun karena aku tidak bisa melakukannya, aku pun mengumpulkan partikel-partikel di udara dan membentuknya seperti bola cahaya di hadapan wajahku, kemudian melakukan hal ini agar bisa menembak.

__ADS_1


"HAAA!!!"


Aku mendorongnya dengan energi aneh di tubuhku dan itu berhasil dalam percobaan pertama! Aku terkejut, apakah aku termasuk ras monster jika bisa melakukan hal ini?


Energi yang ku tembakkan berwarna biru terang dan terus melesat menuju puing-puing dibawah gedung yang kujadikan sebagai tempat duduk.


Itu segera menghasilkan ledakan yang sangat kuat saat sampai di tanah, dan aku semakin terkejut saat melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.


Namun aku segera sadar, ledakan seperti itu tidak mungkin untuk tidak disadari oleh Monster Type 17 di kejauhan.


Tanpa ragu sedikitpun, aku segera melapisi telapak kakiku dengan energi aneh di tubuhku, kemudian melompat dari gedung ke gedung lainnya dalam waktu singkat, untuk menjauh dari tempat itu secepat yang kubisa.


Dan ternyata perkiraan ku benar, beberapa saat setelah aku meninggalkan tempat sebelumnya, sebuah laser merah panas segera menghanguskan tempat tersebut tanpa sisa sama sekali, wajahku menggelap saat melihatnya.


"Beruntung aku segera kabur setelah menembakkan laser itu." Ucapku sambil menghela nafas, aku tidak tertarik untuk mati sekarang meskipun aku sendiri yang memancing kematian itu untuk mendekat.


Kemudian aku kembali berlari dan melompat kesana-kemari untuk menjauh secepat mungkin dari tempat tersebut. Aku tidak berniat untuk melihat ke belakang sama sekali, untuk dapat merasakan tekanan besar dari monster itu saja sudah membuatku sangat ketakutan.


Ia seakan berkuasa diatas tempat tersebut dan sangat menikmatinya saat ini, tidak ada kehidupan lain disekitarnya yang membuat monster tersebut sangat percaya diri.


Untuk membuktikan kekuasaannya, ia menatap ke arah langit, kemudian melepaskan semburan api yang sangat panas ke atas sana.


Tidak butuh waktu lama bagi semburan api tersebut untuk segera menjadi hujan meteor yang menghancurkan setiap sudut kota, tanpa membiarkan satupun bangunan berdiri dengan tegak.


Sekali lagi monster tersebut meraung dengan keras dan membuat suasana di sana semakin mengerikan.


Namun monster itu terlalu percaya diri, ia sama sekali tidak menyadari seorang manusia berseragam rapi dengan jubah merah yang sedang berjalan dengan santai ke arahnya dibawah sana.


Manusia itu menatap monster dengan kedua matanya yang berwarna biru cerah. Kedua mata tersebut terlihat sangat indah dan berkilauan. Namun tak sampai lima detik, mata biru cerah itu segera menjadi semerah darah, dengan bentuk pupil setajam milik predator yang haus darah.

__ADS_1


Manusia itu segera membentuk sebuah pedang merah terang dari udara kosong, tentu itu tidak terbentuk dengan sendirinya, itu terbuat dan berasal dari energi yang ia salurkan melalui tangannya.


Dalam sekejap, ia menginjak tanah dengan kuat, kemudian mendorong dirinya dengan sangat keras dan melesat menuju kepala monster dengan kecepatan yang sangat diluar nalar.


Tidak sampai satu menit ia segera berada dihadapan wajah monster tersebut, wajah jelek monster itu segera menunjukkan ekspresi keterkejutan saat melihat seorang individu kuat yang sedang mengayunkan pedang menuju lehernya.


Terdengar bunyi gesekan yang sangat nyaring, pedang milik manusia itu berbenturan dengan tentakel monster yang sekuat baja.


Manusia itu tidak panik, ia hanya memperkuat tekanan yang ia berikan, kemudian mendorong pedang ditangannya dengan lebih banyak tenaga lagi, dan segera memotong tentakel itu menjadi sepuluh bagian, terdapat jejak merah disetiap tebasan ia berikan pada monster tersebut.


"GRAAAHHH!!"


Monster itu menjerit, tidak terima jika tentakelnya dapat dipotong semudah itu, ia segera menyerang manusia itu lagi dengan sepuluh tentakelnya yang lain secara bersamaan.


Namun kejadian sebelumnya kembali terulang, puluhan jejak merah segera terlihat di udara, kemudian sepuluh tentakel tersebut segera terpotong menjadi beberapa bagian dan terjatuh ke tanah.


"Merepotkan." Manusia itu bergumam kesal.


Tanpa menunggu monster menjalankan serangan lainnya, ia segera melesat dengan cepat kemudian memotong hampir semua tentakel yang mengelilingi dirinya.


Tidak hanya sampai disana, manusia itu pun segera membentuk kuda-kuda di udara, dan menebas dengan sangat cepat menuju leher monster tersebut.


Tidak ada waktu untuk mengelak ataupun bergerak, tanpa ada perlawanan sama sekali monster tersebut segera mati dengan kepala yang terpenggal, bahkan lesatan tebasan tersebut terus berlanjut dan membersihkan udara kotor dan awan hitam di udara, dan menampakkan langit biru cerah yang sangat indah.


Tap...


Manusia itu mendarat ditanah dengan sempurna, ia menatap ke arah mayat monster yang secara perlahan bergerak, kemudian terjatuh ke tanah dengan sangat keras dan menimbulkan goncangan kuat disekitarnya.


Hebatnya goncangan tersebut sama sekali tidak mengganggu keseimbangan manusia yang sedang berdiri dengan santai disana.

__ADS_1


"Padahal hanya Monster Type 17, mereka sampai mengirim diriku yang seorang Exterminator Rank S kemari, hah... jika bukan karena satu arah dengan tempat tujuanku, aku sangat tidak sudi untuk datang kemari tanpa adanya bayaran yang mencukupi." Kata manusia itu dengan angkuh, ekspresi diwajahnya sangat mendukung perkataannya sebelumnya.


...—To Be Continued —...


__ADS_2