MONSTER'S INVASION : HELL

MONSTER'S INVASION : HELL
Episode 1: KEKUATAN ASING; Chapter 3: Tidak Normal


__ADS_3

Kekacauan terjadi setiap tempat, banyak orang berteriak dan menjerit dimana-mana namun tidak ada yang memperdulikan mereka, semua orang hanya terus berlari dan menjauh dari sekumpulan bencana yang terus menghancurkan kota dan menginjak manusia seperti semut yang tak layak hidup.


Anak kecil menangis di pojokan, para orang dewasa berniat sok jadi pahlawan dengan membantu para tentara untuk melakukan evakuasi, hingga akhirnya ia mati diinjak oleh salah satu monster tanpa mengetahui penyebab kematiannya sendiri.


Sungguh orang-orang bodoh, cukup lakukan apa yang seharusnya kau kerjakan jangan melakukan hal yang berada diluar kemampuanmu.


Para monster itu datang dari barat, jadi evakuasinya berjalan terbalik ke timur. Semua orang berlari terbirit-birit untuk menjauhi para monster.


Hanya ada satu orang yang sama sekali tidak mundur dari kejadian ini, ia berjalan menuju salah satu monster yang cukup dekat dengan posisinya saat ini.


Sungguh orang yang bodoh, orang lain berusaha untuk kabur sedangkan dirinya mendekati bencana, aku benci mengakui ini tapi orang bodoh itu adalah diriku sendiri.


Benar, saat ini aku sangat marah, sangking marahnya aku sampai melupakan realita dan berfokus pada tujuanku yang tidak masuk akal, yaitu membunuh para monster dengan tanganku sendiri.


"Beraninya mengganggu waktu tidur siang ku! tidak akan ada ampun bagi kalian semua!" Ucapku dengan percaya diri, beruntungnya sudah tidak ada orang di sekitarku, atau aku akan disebut sebagai idiot tak tertolong karena berani menantang monster setinggi 50 meter, yang dimana aku seperti semut dihadapannya.


Dengan wajah kusut dan penuh amarah, aku melompat dari posisiku di tanah menuju ke atas gedung bertingkat 5.


Tidak masuk akal? yah aku tidak dapat menyangkalnya, kau pasti penasaran bukan bagaimana caranya aku yang hanya manusia normal dapat melompat setinggi itu? Akan aku beri jawabannya, intinya aku itu bukan manusia normal, sekian.


Tidak ada orang yang melihat dan tidak ada manusia dalam radius 5 kilometer, sepertinya semua penduduk sudah terevakuasi. Dengan ini tidak akan ada yang menghalangi diriku untuk membalas perlakuan buruk yang ku terima.


"Akan kubuat kau merasakan neraka yang sesungguhnya dasar sampah planet!" Teriakku dengan marah. Sungguh pernyataan yang konyol, jika orang lain mendengarnya mungkin aku tidak hanya disebut sebagai idiot tak tertolong, aku akan disebut sebagai orang gila yang tidak sadar akan kemampuannya sendiri.


Bagaimanapun, manusia normal tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menjatuhkan monster setinggi 50 meter, entah bagaimanapun kau berteori hal itu sangatlah mustahil.


Kecuali jika kau adalah manusia yang tidak normal seperti diriku, maka kemungkinannya tidaklah nol.


Kedua tanganku kubuka dengan lebar dan terangkat ke atas, partikel-partikel kecil di udara seakan tertarik dan berkumpul di atas kedua tanganku. Perlahan-lahan sebuah bola cahaya berdiameter 10 meter terbentuk di atas tanganku, atau lebih tepatnya diatas tubuhku

__ADS_1


Ukurannya sangat besar, bayangkan ada bola sebesar 10 meter? itu dapat mencakup beberapa bangunan bertingkat.


Aku mengarahkan kedua tanganku pada monster dan berteriak. "Terima ini makhluk biadab!!!" Bola cahaya di tanganku seketika melesat dengan cepat menuju monster tersebut dan menabraknya dengan keras, ledakan yang cukup mencolok terlihat dan terdengar ke segala arah.


BAMMM!!


Monster itu terjatuh dan menabrak tanah dengan keras, pada tubuhnya terlihat sebuah lubang sebesar 8 meter dan dagingnya terlihat terbakar disekitar lubang tersebut, darahnya berceceran dimana-mana hingga membentuk sebuah genangan yang cukup besar dan layak disebut sebagai kolam kecil.


"Rasakan itu." Ujarku dengan senang, senyum lebar terlihat di wajahku karena telah berhasil membalas perlakuan buruk yang ku terima di rumahku.


Satu monster berhasil ku tumbangkan dan masih tersisa ratusan monster lainnya, aku menyadari hal tersebut dan tidak menyesalinya karena berbuat ceroboh, sekarang para monster itu bergerak kemari karena ledakan yang aku ciptakan.


"Yah, setidaknya aku sudah membunuh satu yang mengganggu tidurku." Ucapku dengan tenang sambil melihat ke arah ratusan monster yang bergerak ke arahku.


Tidak ada yang dapat kulakukan terhadap para monster itu karena staminaku sudah habis untuk melemparkan satu bola cahaya tadi.


Whush!!


DUARR!!


Sebuah misil yang cukup besar menabrak satu monster yang tak jauh dariku. Prediksiku ternyata benar, yang berada di belakangku saat ini adalah sekumpulan pasukan EVE dari organisasi PAX.


Robot-robot besar ini sedang menyusun formasi dan bersiap untuk menembak secara bersamaan, apa mereka tidak melihat ku disini? biasanya mereka tidak akan se-ceroboh itu untuk menembak secara bersamaan di saat ada warga sipil di sekitar monster.


Whushh!!


Whushh!!


Whush!!!

__ADS_1


DUARR!!


DUARR!!


DUAR!!


Mereka benar-benar menembak secara bersamaan, apa mereka mengabaikan ku karena aku hanya seorang diri dan masih berumur 17 Tahun? jika mereka sungguh berfikir seperti itu, maka penilaianku tentang PAX selama ini salah besar.


Yah, untuk keselamatan dunia satu atau dua korban mungkin tidak dihiraukan mereka, atau bahkan karena aku hanya seorang diri mereka tidak takut dan terus menembak, bagaimanapun jika hanya ada satu orang remaja maka tidak mungkin perilaku buruk mereka ini akan tersebar, soalnya kalau itu hanya remaja biasa maka ia akan segera mati akibat efek ledakan yang sangat kuat.


Tapi ya, mereka sudah melakukan kesalahan besar, karena aku itu bukan lah seorang remaja biasa.


"Setelah ini aku akan membalas kalian!" Ucapku dengan dingin, tidak akan ada satu orang pun yang dapat mencegahku untuk menyebar kejadian ini di internet.


'PAX tidak memperdulikan keselamatan penduduk dan terus menembak secara membabi-buta!!' bagaimana kalau aku menulis judulnya seperti itu? pasti akan banyak orang yang menontonnya, dan disaat itulah harga diri mereka akan jatuh, kemudian opini masyarakat terhadap mereka akan memburuk.


Aku sangat tahu kondisi mereka saat ini, Negara Indonesia telah hilang dari peta dan yang disalahkan atas hal tersebut adalah PAX yang lengah dan tidak mengirim pasukan untuk mencegah kehancuran tersebut.


Dengan menambah sedikit bumbu kesalahan mereka, pasti akan semakin banyak orang yang menghina dan menjelek-jelekkan mereka.


Di saat mereka sedang kerepotan untuk memperbaiki citra mereka, aku akan tertawa dipojokan sambil melihat kelakuan konyol mereka, hahaha!!


"Tapi sebelum itu aku harus pergi dari sini." Aku berkata dengan tenang, saat ini disebelah kiri ku ada ratusan monster dan disebelah kananku ada puluhan EVE.


Jadi satu-satunya jalan keluar ku adalah berlari ke depan dan menjauh dari bencana ini. Tanpa melihat kebelakang aku terus berlari sekuat tenaga, untungnya baik itu monster ataupun pasukan EVE tidak ada yang menyadari kepergianku.


"Kalian akan menyesali ini PAX!"


...—To Be Continued—...

__ADS_1


__ADS_2