
Sungguh, apa semua kota yang aku tinggali akan selalu kedatangan Monster? Kenapa aku bisa sampai se-sial ini?
Aku tidak ingin menarik perhatian, aku sangat tidak ingin menjadi sorotan di kamera, namun aku juga tidak ingin kota yang bahkan belum aku tinggali selama sehari harus hancur karena ulah seekor monster.
Aku berfikir berfikir dan berfikir untuk mencari solusi terbaik demi memecahkan masalah ini, dan pilihan yang aku tentukan adalah...
"Lebih baik aku langsung pergi ke pasar..." Ucapku dengan santai seakan tidak memperdulikan masalah besar di hadapanku.
Memang kekuatan aneh ini sangat menguras stamina, namun aku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakannya demi mencapai tujuan yang telah ku tetapkan!
"Semoga saja toko mie instan masih berdiri tegak..." Gumamku.
Whushhh!!!
Aku berlari secepat angin badai berlalu, aku melewati banyak bangunan dalam waktu singkat, sambil menghindari puing bangunan yang jatuh ke jalur yang aku gunakan.
"Monster ini... Kenapa tidak mengamuk?" Aku bertanya didalam hati sambil menatap monster itu dengan lekat.
Bentuknya seperti Golem batu dengan sepasang mata biru dan sebuah kristal putih ditengah dadanya. Itu sangatlah aneh karena biasanya warna mata monster adalah merah, hitam, putih dan juga kuning, kristal di dada mereka juga tidak pernah memiliki warna lain selain merah dan hijau, namun yang satu ini memiliki warna lain yang berbeda dari biasanya.
"Apa mungkin dia adalah spesies yang baik?"
Aku sempat berfikir seperti itu tapi, melihat retakan pada tubuh monster yang semakin banyak dan membesar membuat ku membuang pemikiran tersebut.
Dengan mempertimbangkan beberapa resiko dan konsekuensinya, aku mempercepat lari ku dan melaju secepat kilat.
Tujuh detik kemudian aku telah sampai dihadapan toko mie instan yang paling terkenal di kota ini, tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi aku langsung masuk kedalam, dan mengambil 6 kotak besar yang penuh dengan mie instan.
Ku tarik nafas ku dalam-dalam, kemudian membuangnya secara perlahan dan berkata. "Syukurlah..."
Whushhh!!!
Sekali lagi aku berlari secepat kilat menurut rumahku. Setiap detik yang aku lalu maka retakan pada tubuh monster itu semakin banyak, waktu ku tidak banyak lagi dan aku harus segera kembali!
"Semoga sempat! Semoga sempat! Semoga sempat!" Teriakku sambil berlari sekuat tenaga.
4
3
2
1
Cklak...
BAMMM!!!
Ledakan besar terjadi di kota, hingga melenyapkan segalanya dalam radius 5 Kilometer, tidak ada makhluk hidup yang selamat dalam wilayah tersebut, semuanya musnah.
__ADS_1
...—————...
"...."
Aku selamat? Yeah.. aku benar-benar selamat dan aku bersyukur atas hal tersebut, meskipun aku bukan manusia normal, namun jika terkena satu ledakan pemusnah massal seperti tadi sudah pasti aku akan mati tanpa sisa.
Beruntung rumah ini dilindungi oleh pelindung yang sangat aman dan berguna.
"Lain kali aku harus berterima kasih kepadanya jika bertemu, berkat ajarannya aku dapat selamat hari ini, haha... Benar-benar sebuah keberuntungan..." Aku bergumam tidak jelas.
Aku membuka pintu rumah dan melihat sebuah pemandangan yang sangat hebat diluar sana, seluruh tempat dalam radius 5 Kilometer dari monster tersebut telah rata oleh tanah.
Monster yang tadinya setinggi 70 Meter, kini memendek menjadi 50 Meter dengan tubuh yang berubah bentuk menjadi seperti Kingkong raksasa, dengan retakan merah seperti magma di sekujur tubuhnya.
Matanya beserta kristal di dadanya berwarna merah menyala, kemudian seluruh tubuhnya diselimuti oleh Aura hitam yang sangat intens.
"Yang benar saja..." Ucapku tak percaya melihat makhluk apa yang sedang berdiri tak jauh dari tempat ku berada.
Jarak kami mungkin hanya 1 Kilometer, dan dari semuanya hanya rumahku yang masih utuh dan tidak tergores sedikitpun.
Itu berarti...
"GROAAHHHH!!!!"
Teriakan monster itu menggetarkan tanah dan menghempaskan segalanya dengan terpaan angin yang dahsyat.
Ia seakan berniat untuk melenyapkan segala yang berada disekitarnya saat ini juga, namun...
"...."
"Berpindah!" Teriakku.
Clingg!!
Seketika rumahku beserta isinya berpindah tempat ke kelurahan tetangga, masih di kota yang sama namun di tempat yang tidak terkena dampak dari ledakan barusan.
"Selamat.... Hampir saja rumahku diterbangkan dengan cakarnya..." Aku menghela nafas lega.
Dari kejauhan aku dapat mendengar suara sesuatu yang terbang dilangit, itu terdengar seperti sesuatu yang sangat ku benci dan paling tidak ingin ku lihat.
Dengan berat hati aku menatap ke atas kemudian menyesali apa yang sudah ku lakukan barusan.
"Dasar organisasi bodoh, bagaimana bisa kalian melawan Monster Type 17 hanya dengan 5 EVE model lama, hah... Sepertinya kota ini juga akan segera tamat." Keluhku sambil memasuki rumah, kemudian masuk kedalam kamar tidur dan berbaring dengan tenang disana.
Aku sama sekali tidak peduli dengan nasib kota ini karena seluruh keluargaku saat ini sedang berada di Jepang dan Korea Selatan.
Mereka tidak akan ke Negara Liberatum di kota Iratus jika...
"Sial..."
__ADS_1
...—————...
"Cek.. cek.. cek... Disini unit G0781 melapor kepada ketua bahwa target sudah berada dalam jarak serangan meriam RT65, ganti."
"Laporan diterima, unit G0781, G0782, dan G0783 diharapkan agar segera mempersiapkan persenjataan masing-masing, Code senjata RT65, objek sasaran adalah Monster Type yang tidak dikenali namun diperkirakan dari ciri-ciri adalah Type 20, bersiap untuk menembak!"
"Siap Ketua!" Jawab setiap unit bersamaan.
Mereka adalah PAX dari kota Gezaine, yaitu tetangga kota Iratus.
PAX dari kota ini adalah salah satu cabang yang dapat dibilang cukup dianaktirikan, karena sangat jarang dikirimkan Unit baru oleh markas Utama di Jepang dan China.
Jadi tidak heran lagi jika mereka menggunakan unit lama sebagai pertahanan dalam menghadapi monster.
"Cek, setiap unit bersiap untuk menembak dalam hitungan 5... 4... 3... 2... 1... LUNCURKAN!"
Whushhh!!!
3 Misil khusus yang dibuat untuk melawan Monster di luncurkan oleh 3 unit EVE secara bersamaan, targetnya adalah kristal pada dada monster yang sering dianggap sebagai kelemahan mereka.
DUARR!!!
"Mengenai sasaran! Semuanya bentuk formasi dan lakukan pergantian senjata!" Perintah ketua mereka.
"Siap Ketua!" Jawab mereka bersamaan.
Kelima Unit EVE diatas langit kemudian berbalik arah dan membentuk formasi segitiga, mencapai jarak 10 Kilometer dari monster, Kelima Unit EVE itu segera berbalik arah lagi dan terbang menuju monster tersebut dengan kecepatan tinggi sambil mempertahankan formasi.
"Code Senjata, Z098, bersiap untuk menembak dalam hitungan, 3... 2... 1... TEMBAK!!!"
Kelima EVE menembakkan 10 Misil beruntun secara bersamaan, misil Z098 adalah senjata yang dirancang khusus untuk membunuh monster Type 20 ke atas, jadi sudah dipastikan dalam serangan 50 misil secara bersamaan ini, Monster tersebut pasti akan mati.
BAMMM!!!
DUARR!!
BLARRR!!!
50 ledakan besar mengguncangkan wilayah sekitar, banyak sekali asap yang menghalangi penglihatan bertebaran di udara.
"Apakah kita berhasil?" Ketua tim itu bertanya dengan kegugupan.
Beberapa saat kemudian tampak lah bayangan hitam dari balik asap tersebut, hal ini membuat satu tim itu sangat terkejut seakan tidak mempercayai apa yang telah mereka saksikan.
"Mustahil, meriam Z098 tidak mempan kepadanya? Apa jangan-jangan dia adalah Type 19 kebawah? Tapi bagaimana mungkin monster setinggi 50 meter menjadi Type 19 kebawah?!" Ketua tim berkata dengan rasa tidak percaya didalam hatinya.
"KETUA!! HATI-HATI!!" Seluruh anggota tim berteriak secara bersamaan.
"Ap-?!.."
__ADS_1
DUARRR!!!
...—To Be Continued —...