MONSTER'S INVASION : HELL

MONSTER'S INVASION : HELL
Episode 2: MASALAH INTERNAL; Chapter 1: Perampok


__ADS_3

Keberuntungan atau sebuah kebetulan yang bagus? Entah mengapa monster itu sama sekali tidak mengejar atau bahkan mencoba untuk menyerang ku yang sedang berusaha untuk melarikan diri dari sana.


Mungkin ada target lain yang menarik perhatiannya? entahlah, aku sama sekali tidak tertarik untuk mempersembahkan nyawaku hanya untuk mengetahui alasannya.


Yang pasti saat ini aku aman di situasi yang terkendali, sudah jauh dari kota yang hancur dan sedikit di kota lain yang hampir mirip dengan kota mati. Yah, bagaimana pun setelah ada pemberitahuan bahwa seekor monster Type 17 menyerang kota tetangga, sudah pasti tidak akan ada seorang pun yang berani beraktivitas diluar rumah, bahkan pasti ada beberapa orang yang berusaha untuk bermigrasi ke kota yang jauh hanya untuk mencari aman.


Aku melompat dari pohon kemudian mendarat diatas gedung bertingkat 5, melihat kesekitar untuk menemukan bahwa prediksi ku sebelumnya memang benar apa adanya.


"Ini sedikit merepotkan.." Gumam ku dengan kesal.


Bukan hanya seluruh perumahan, melainkan toko disetiap tempat juga ditutup dengan rapat! Padahal aku berniat untuk membeli makanan karena sudah kelaparan.


Tidak memiliki pilihan lain, aku segera mendarat di jalan raya, kemudian berlari dengan kecepatan normal untuk mencari toko atau pun supermarket yang masih buka saat ini, karena tidak mungkin aku berlari melebihi kecepatan normal, bisa-bisa aku akan dianggap sebagai monster yang menyamar.


Entah berapa lama dan berapa jauh aku berlari, sejauh mata memandang tak ada satu pun toko atau supermarket yang masih buka.


Aku sudah menduga hal ini namun tetap saja aku merasa kesal.


Disaat aku berlari di jalan raya, secara tidak sengaja aku melihat sesuatu yang menarik di gang kecil yang sudah aku lewati.


Dengan cepat aku segera memutar balik kemudian berlari menuju gang itu dengan penuh semangat.


Sesampainya disana aku berkata "Mesin penjual makanan ringan otomatis!" sambil tersenyum cerah.


Aku mengambil selembar uang disaku, kemudian memasukkannya kedalam mesin tersebut. Beberapa saat kemudian satu kemasan makanan ringan terjatuh dan aku segera mengambilnya dengan terburu-buru.


Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, aku segera membuka kemasan tersebut dan memakan makanan yang ada didalamnya dengan lahap, seperti orang kelaparan yang tidak makan selama berhari-hari.


"Aku kembali hidup."


Aku terduduk lelah diatas jalan yang berdebu, setelah menghabiskan makanan itu aku baru sadar bahwa staminaku sudah mencapai batasnya, dan hanya dalam beberapa detik aku sudah tertidur pulas dengan nyenyak di gang tersebut.


...––––––...


...––––––...

__ADS_1


Entah sejak kapan aku sudah berdiri ditengah kota yang sangat hancur, tempat ini sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bertahan. Aku melihat ratusan ribu mayat manusia dan monster yang bahkan hampir sudah kehilangan bentuk asli mereka.


Seluruh mayat itu bertumpuk menjadi satu gunung mayat yang menjulang tinggi ke atas langit. Dan diatas gunung mayat tersebut aku dapat melihat sesosok dengan jubah hitam berkibar dan penuh darah.


Iris matanya tajam seperti predator, berwarna ungu terang dan terlihat sangat jelas dari bawah sini. Pada wajahnya terlihat sebuah ekspresi datar yang sangat dingin, rambut abu-abu miliknya pun terlihat indah dan panjang.


Aku sama sekali tidak mengerti kenapa aku bisa berada ditempat itu, dan.. siapa pria itu? mengapa ia bahkan terlihat tidak peduli dengan segala yang berada disekitarnya?


Semakin aku melihatnya semakin aku tidak mengerti...


Namun pada saat aku mengalihkan perhatianku dari pakaiannya ke wajahnya, tubuhku segera bergetar tak karuan dengan wajahku yang menampakkan ekspresi ketakutan yang sangat histeris.


Pria itu menatapku, ia bahkan tersenyum smirk seperti seekor pemburu yang menemukan mangsanya!


...––––––...


...––––––...


"Uwaahhh!!!" Teriakku dengan sangat keras.


"Hah.. Syukurlah..." Ucapku dengan lega.


Siapa menyangka bahwa itu semua hanyalah mimpi, bagaimana bisa perasaan seluruh tubuhku dipotong-potong seperti daging ternak terasa begitu nyata? dan aku bahkan tidak bisa melupakannya!


Apa mungkin ada manusia yang memiliki kekuatan sama sepertiku? aku sama sekali tidak mengerti, pria yang berada di mimpiku jelas manusia dan ia menyerang ku dengan kekuatan aneh yang sangat mirip dengan kekuatan yang sering aku gunakan, meski milik pria itu lebih kuat sih...


Aku tidak bisa puas jika belum mencari tahu kebenarannya, untuk sekarang lebih baik aku mencari gubuk kosong di daerah kumuh, sama sekali tidak ada pintu hotel ataupun pintu rumah yang terbuka untuk ku tinggali dan menginap didalamnya pada kota ini.


Aku berdiri dan keluar dari gang itu dan melihat kota yang sudah terlihat sedikit hidup, sepertinya aku tidak perlu mencari gubuk di daerah kumuh.


Dengan tujuan yang sama aku pun berjalan santai untuk mencari toko yang sudah buka, meski ada beberapa kios yang masih tutup ternyata ada satu yang baru saja akan dibuka oleh seorang kakek tua.


"Permisi..." Aku menghampiri kakek tersebut.


"um? ada apa anak muda?" Tanya kakek itu dengan senyum kecil.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertanya saja kek, apa anda mengetahui dimana letak penginapan yang masih buka? untuk pergi ke hotel saya tidak memiliki uang yang cukup." Tanyaku.


"Ah.. soal itu, toko yang aku jalankan juga memiliki fungsi penginapan, meski kamar dan makan dibayar terpisah apa kau mau?"


"Tentu saja!"


Aku menemukan sebuah penginapan, dan sepertinya tidak terlalu mahal karena bangunannya yang tidak terlalu besar.


Sehabis makan dengan layak didalam kamar yang aku sewa, aku keluar dari bangunan itu dan berkeliling disekitar kota untuk berjalan-jalan, cukup tenang karena sangat sedikit orang yang berani untuk keluar dari rumah mereka.


Beberapa menit berjalan, aku secara tidak sengaja menemukan sebuah Bank, dan ternyata itu masih berfungsi dan tidak ditutup sama sekali!


Aku pun mendekat kemudian membuka pintu masuk dengan perlahan.


Dorr!!


Secara tiba-tiba aku melihat penembakan didepan mataku sendiri, dan sedikit darah mengotori wajah dan pakaianku.


"SUDAH KUBILANG MASUKKAN SEMUA UANGNYA KEDALAM TAS INI! BAGI SIAPA YANG BERANI MELAWAN SEKALI LAGI, MAKA IA AKAN BERNASIB SAMA SEPERTI SAMPAH INI!"


Seorang pria paruh baya berpenampilan khas perampok berteriak marah sambil menodongkan senjata apinya ke seluruh orang di ruangan. Ia tidak hanya sendiri, beberapa rekannya juga menodongkan senjata mereka kepada seluruh orang di dalam bangunan tersebut.


"Sepertinya aku datang diwaktu yang kurang tepat ya, kalau begitu permisi.."


Dorr!!


Sebuah tembakan diarahkan kepada ku yang berbalik, dengan segera aku melompat kesamping, kemudian peluru tersebut memecahkan pintu masuk yang terbuat dari kaca.


"Kenapa kau menembak secara mendadak? bagaimana kalau itu mengenai ku hah? Apa kau mau bertanggungjawab?!" Teriakku dengan kesal sambil menatap pria paruh baya tersebut dengan lekat.


"Bagaimana kau bisa menghindarinya bocah?!"


"Jawab pertanyaan ku dulu baru bertanya kembali bajingan tua!"


...—To Be Continued —...

__ADS_1


__ADS_2