MONSTER'S INVASION : HELL

MONSTER'S INVASION : HELL
Episode 2: MASALAH INTERNAL; Chapter 2: Kemungkinan


__ADS_3

Entah mengapa aku sangat ingin menghancurkan wajah pria paruh baya tersebut, kalian bisa melihat kalau aku tidak ada hubungannya dengan ini bukan? lalu apa yang ia lakukan? menembak ku dengan pistol? Yang benar saja!


Jika saja aku tidak memiliki sensor yang baik, sudah pasti aku akan mati oleh satu tembakan yang nyaris mengenai kepalaku itu!


"Aku tidak ada hubungannya dengan ini, kenapa kau menembak ku hah? cari mati kau dasar tua bangka!" Teriakku dengan kesal.


Mendengar ocehan tidak jelas ku, setiap orang di tempat itu memasang ekspresi wajah yang berbeda-beda, namun kebanyakan dari mereka jelas menampakkan raut wajah bingung.


Dari raut itu saja aku dapat mendengar satu kalimat meski tidak diucapkan oleh mereka. "Apakah dia ini sudah gila?" Pasti mereka bertanya seperti itu, dan hal tersebut membuatku semakin kesal!


"Bocah, taruh seluruh hartamu di lantai baru aku akan membiarkanmu pergi." Ucap Pria paruh baya itu dengan santai.


"Benarkah? –kau berfikir aku akan bertanya dengan bodoh seperti itu huh?" Balasku dengan kesal.


"Kalau begitu kau sudah mengerti kenapa aku tidak bisa membiarkan mu pergi dari sini, sekarang angkat kedua tanganmu dan tiarap." Pria paruh baya itu berkata dengan nada memerintah.


Aku tidak menyukainya, kenapa aku harus menuruti perintah bajingan tua ini?


Melihat kesekitar, aku menemukan bahwa hampir semua staf bank tiarap tanpa berani melihat ke atas, semua orang menundukkan kepala mereka kebawah sampai mencium lantai dengan wajah mereka.


Sudut kanan bibirku naik, apakah ini sebuah keberuntungan? kalau begini aku sama sekali tidak perlu ragu untuk menghajar para perampok ini sebab...


Sama sekali tidak ada saksi mata disini!


Beberapa saat kemudian sebilah pedang putih kecil terbentuk di tangan kananku melalui manifestasi dari energi aneh didalam tubuhku secara cepat.


Iris mata kananku juga menjadi tajam dan berubah warna menjadi ungu bercahaya.


"Dari mana itu muncul?" Semua orang memiliki pertanyaan yang sama di kepala mereka, apakah itu sebuah sulap?


Disaat semua orang memperhatikan pedang tersebut, aku sudah menghilang dari posisiku sebelumnya dan dalam sekejap sudah berada dibelakang pria paruh baya yang sedari tadi mengoceh.

__ADS_1


"Kau membuatku kesal, jadi mati saja dengan penuh penyesalan!" Ucapku dengan dingin ditelinga nya.


Setelah itu sebilah pedang putih kecil menembus tubuh pria paruh baya tersebut dengan kejam, darah berjatuhan kemana-mana setelah aku mencabut bilah tersebut dari tubuhnya.


"mustahil–" pria paruh baya itu mengingat satu kata terakhirnya sebelum tergeletak tak bernyawa diatas lantai.


Keheningan terjadi, tidak ada seorang pun yang berfikir bahwa segala prediksi mereka berjalan terbalik, pemimpin mereka yang seharusnya memiliki keuntungan dalam senjata malah mati hanya dalam satu tusukan pedang yang datangnya entah dari mana, bahkan jika ini mimpi itu sudah berlebihan, seharusnya tidak ada manusia biasa yang dapat melakukan hal luar biasa tersebut selain dewa.


"..."


Aku terdiam diatas mayat seseorang yang baru saja ku bunuh, tidak ada penyesalan didalam hatiku namun entah mengapa aku melakukannya tanpa berfikir untuk kedua kalinya sebelum bertindak, itu terasa seperti sesuatu mengendalikan ku untuk membunuh.


Pandanganku beralih ke setiap perampok yang menatap ku dengan ngeri, beruntung tak seorang pun dari staf disana yang mengangkat kepala mereka.


"Saksi mata tidak boleh hidup–"


Dalam sekejap aku sudah berada dibelakang salah satu perampok dan menebas punggungnya dengan sangat kuat, kemudian berpindah ke target lainnya dan menebasnya lagi dan terus menerus hingga seluruh perampok disana mati secara keseluruhan.


Slashh...


Satu target terakhir mati, aku pun berhenti bergerak sambil mengatur pernafasan yang memburu. Aku mengayunkan bilah tersebut dengan kuat ke kanan untuk membersihkan darah yang melekat, kemudian menariknya kembali masuk kedalam tubuhku dan menyatu dengan energi aneh didalamnya.


Itu tadi sedikit menyenangkan, entah sejak kapan aku mulai memiliki ketertarikan untuk melihat penderitaan seseorang di akhir hayat mereka, apakah sekarang aku menjadi seorang psikopat? entahlah, yang tidak aku sadari adalah bahwa diriku telah berubah secara perlahan menjadi sosok yang sangat mengerikan.


Melihat kesekitar, aku bernafas lega saat melihat tak seorang pun staf yang mengangkat kepala mereka bahkan hanya untuk mengintip.


Dengan segera aku berlari keluar dari Bank dengan kecepatan penuh, memasuki gang terdekat kemudian membuang jaket yang aku gunakan sebelumnya, itu sudah dipenuhi darah dan aku sama sekali tidak mungkin memakainya untuk berjalan di kota.


Melihat ke arah sebuah layar besar di atas jalan raya, aku menyaksikan sebuah kota yang bahkan sudah tidak dapat dianggap kota lagi, karena tak satupun bangunan yang tersisa disana.


Hanya ada api sejauh mata memandang, kemudian sebuah bangkai monster Type 17 yang masih segar seperti baru saja dibunuh.

__ADS_1


...————...


"Pemirsa, silahkan lihat ini! Sebuah bangkai raksasa yang telah menghancurkan kota dalam satu malam, benar-benar sebuah bencana yamg sangat mengerikan. Hampir 2/4 penduduk di kota yang menjadi korban akibat kejadian ini."


"Terima kasih untuk PAX dan LICO yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi negara kita yang tercinta ini."


...—————...


Aku mendengar semua hal yang dikatakan oleh reporter tersebut dengan cermat, meski agak sedikit salah tapi memang benar PAX telah mempertaruhkan nyawa mereka dengan berani untuk perdamaian!


Tidak ada yang salah untuk mencoba....


Kembali ke penginapan yang sederhana, aku merebahkan tubuh di dalam bak mandi sambil memikirkan beberapa hal


"Tubuh monster yang terbelah dua dengan rapi itu, sangat tidak mungkin senjata api ataupun meriam yang melakukannya, pasti hal tersebut dilakukan oleh tebasan fisik!" Gumam ku sambil berfikir.


Bagaimanapun sangat aneh jika hanya diriku yang memiliki kekuatan aneh seperti ini, bahkan mungkin saja banyak orang diluar sana yang memilikinya, dan mereka mengetahui kekuatan apa itu sebenarnya, bagaimana cara menggunakannya dengan baik, dan kenapa mereka memilikinya. Pasti mereka sudah mengetahuinya.


Ini adalah sesuatu yang membuatku selalu kepikiran dimasa lalu, dan sekarang aku sudah menemukan jawaban yang pasti.


"Aku tidak sendirian, mereka ada diluar sana, mungkin berkumpul membentuk kelompok penyelamatan misterius, atau mungkin saja berpisah dan saling menghancurkan satu sama lain!"


Benar, jika memiliki kekuatan seperti itu setiap orang pasti akan memiliki dua pilihan di kepala mereka.


Yang pertama menggunakannya dengan baik, kedua menggunakannya dengan buruk.


Bahkan mungkin saja ada penjahat dengan kekuatan aneh yang berkeliaran di kota, namun tak satupun manusia biasa yang mengetahuinya kecuali mereka yang memiliki kekuatan super dan bersatu untuk memburu para penjahat tersebut dari balik bayangan.


Memikirkannya saja sudah membuatku sakit kepala, apakah aku harus memilih untuk bergabung dengan salah satu diantara mereka, ataukah aku akan tetap bersikap netral seperti ini dan tidak melakukan apa-apa?


Namun jika aku tidak melakukan apa-apa...

__ADS_1


...—To Be Continued —...


__ADS_2