MONSTER'S INVASION : HELL

MONSTER'S INVASION : HELL
Episode 1: KEKUATAN ASING; Chapter 5: Go News TV


__ADS_3

Hari ini aku dapat tidur nyenyak! kebahagiaan langsung menyelimuti hatiku, setelah banyak masalah yang mengganggu akhirnya aku dapat bersantai dan menonton TV dengan nyaman.


Karena aku tidak makan kemarin malam, aku langsung mengambil 2 mie instan dari lemari kemudian berjalan ke arah dapur sambil bersenandung kecil.


Sesampainya di dapur aku menyiapkan semua keperluan untuk memasaknya, tidak butuh waktu lama bagiku untuk memasak mie instan karena pekerjaan ini hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit.


Sambil memakan Mie instan di mangkuk, aku menonton berita di pagi hari.



"Selamat pagi pemirsa sekalian, berjumpa lagi dengan saya Yulia, pagi ini saya bersama Go News Tv akan mengajak Anda untuk melihat sekilas info terkini." Yulia membalik kertas yang sedang ia pegang.


"Kemarin sore, tepatnya pukul 16.35 WLB, salah satu pasukan PAX dengan kode Team C071, menghilang secara misterius dari lokasi pertempuran dengan Monster Type 20, Type 24, Type 21, dan Type 27 di kota Verum, yang berakhir dengan menghancurkan seluruh kota, beruntungnya tidak ada korban pada kejadian ini sehingga PAX kembali disebut sebagai organisasi pelindung dunia terbaik oleh masyarakat."



"Oh, mereka langsung meliput berita hilangnya pasukan idiot itu, cepat juga ya." Aku memuji kerja Go News TV yang sangat cepat, bagaimana pun sama sekali tidak ada saksi mata disana, namun meski seperti itu mereka dapat menyelidiki dan mengetahuinya dengan cepat.


Selama beberapa menit aku menonton berita namun tidak ada hal yang menarik perhatianku, mie di mangkuk juga sudah habis ku makan.


"Benar juga, aku lupa mengedit video yang aku rekam kemarin." Aku tersenyum lebar saat mengingat hal tersebut. Pantas saja pagi ini tidak ada berita yang menarik, ternyata aku lupa memposting Video kemarin di media sosial samaran milikku.


Dengan cepat aku membersihkan mangkuk bekas makan ku, kemudian menyimpannya kembali di rak piring.


Aku berjalan menuju kamarku dan mengambil sebuah kamera kecil di dadaku, bentuknya terlihat seperti bintang dan berwarna kuning, jadi tidak akan ada yang menyadari kalau sebenarnya ini adalah sebuah kamera yang aku samarkan menjadi Bros.


Aku mengambil kartu memorinya kemudian menyalakan komputer ku, tidak butuh waktu lama untuk menunggunya agar dapat digunakan.

__ADS_1


Setelah komputernya siap digunakan, aku langsung memasukkan kartu memori ke dalam desktop kemudian membuka aplikasi pengedit video dan mengedit dua video yang aku rekam secara diam-diam kemarin sedemikian rupa.


Pada bagian dimana EVE menyerang monster tepat di saat aku berada didekat monster tersebut, aku mengedit wajahku menjadi wajah orang lain, tidak lupa aku juga mengedit suaraku yang sempat aku buat seperti sedang ketakutan sewaktu itu.


Dengan berbagai template dan efek serta efek animasi yang sempurna, aku membuatnya menjadi video yang sangat menyeramkan, karena pada saat monster terkena misil dari EVE, aku mengedit tanganku menjadi terputus dan tubuhku dipenuhi darah dan luka, videonya sungguh sangat tragis dan menyedihkan.


Aku membuat video kedua seakan terhubung dengan video pertama, tanganku terputus dan tubuhku masih dipenuhi luka. Setelah mengedit sedemikian rupa, aku berhasil mengubah kejadiannya menjadi seperti ini.


Para pilot mendatangi rumahku di saat aku baru saja sampai dengan tubuh terluka, aku membuka pintu dan melihat banyak anggota PAX sedang mengelilingi rumahku. Pada adegan pria paruh baya itu membentak ku, aku sama sekali tidak mengubahnya, aku hanya mengubah kalimat yang aku ucapkan saja, disana pria paruh baya itu terlihat seperti penjahat yang meminta diriku untuk menghormati dan bersujud kepadanya, sementara aku terlihat seperti korban yang sangat menyedihkan.


Setelah selesai mengedit kedua video, seringai di wajahku langsung terlihat, aku benar-benar menantikan berita utama di Go News TV nanti siang atau mungkin nanti malam.


"Ini akan menjadi sangat menarik!"


Aku membuka akun GoBook samaran milikku, kemudian meng-upload video tersebut di status dan di halaman utama akun samaran ku. Karena aku memiliki ratusan ribu teman di GoBook, saat proses upload nya selesai mereka semua langsung menonton video tersebut dan memberikan komentar pedas dan ganas, tidak ada pujian untuk Pasukan C071, semua hanya hinaan dan cacian karena tidak memperdulikan rakyat sipil, dan menindas rakyat yang tidak dipedulikan dengan cara yang sudah kelewatan.


...----------------...


"Pufffftttt!!!"


Ia menyemburkan teh yang ia minum saat menonton video tersebut.


"Tidak mungkin!! Ketua pasukan C071 adalah Tuan Karlos yang sangat terkenal akan kemurahan hatinya! bagaimana mungkin ia bisa se-angkuh, se-arogan, se-sombong, dan sejahat itu kepada rakyat sipil?" Pria itu menatap smartphonenya dengan tatapan tidak percaya.


Namun berapa kali pun ia berfikir seperti itu, bukti nyata ada ditangannya, tidak ada orang di dunia ini yang dapat mengubah suara dan wajah orang secara persis, meskipun ia mendengar suara korban terlihat seperti diubah, tapi ia tidak memperdulikan hal tersebut.


Yang menjadi masalah adalah sekumpulan EVE dibelakang sekaligus sikap Karlos kepada penduduk sipil, keduanya asli dan tidak terlihat di edit sama sekali.

__ADS_1


Ia menutup sosial medianya, kemudian menghubungi salah satu managernya di perusahaan.


"Halo Sheliana, apa kau mengetahui kabar yang beredar pagi ini?" Ia bertanya kepada managernya.


"Tentu saja pak, saya bahkan baru berniat menghubungi anda ketika selesai menonton videonya, saya sangat kasihan kepada korbannya." Sheliana menjawab dengan nada rendah.


"Kau benar, karena itu kita harus menyebarkan berita ini ke Chanel kita, segera beritahu tim Aras untuk membuat video ini sebagai berita utama siang ini! aku akan menontonnya jadi kalian harus menampilkannya dan meliputnya dengan sempurna!" Ia berkata dengan tegas diakhir kalimat.


"Siap laksanakan pak, kami akan berusaha sebaik mungkin." Sheliana berkata dengan hormat.


Pria itu menutup telepon, namun tidak berhenti disana, ia segera mengetik nomor telepon sebuah organisasi pencari informasi yang sangat ia percayai dan menghubungi mereka tanpa ragu, untungnya orang yang dihubungi langsung menjawab.


"Selamat pagi menjelang siang pak Rouge, apa ada yang bisa saya bantu?" Pria di panggilan berkata dengan sedikit hormat.


"Deon, Aku ingin kau mencari tahu tentang video yang belakangan ini beredar di media sosial, aku ingin tahu siapa identitas korban dan bagaimana keadaan serta alamatnya!" Rouge berkata dengan serius.


"Video apa yang anda bicarakan? saya tidak mengerti." Deon berkata dengan nada bercanda.


"Aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi, aku yakin kau sudah melihatnya, aku akan mengirim bayarannya berapapun itu setelah kau mendapatkan hasil yang memuaskan." Rouge berkata dengan tenang, ia sangat tau sifat Deon yang selalu berpura-pura tidak tahu jika ia belum menyinggung bayaran.


"Ah, ternyata video yang sangat mengenaskan itu. Baiklah, saya akan menyelidikinya sebaik mungkin dan nantikan hasil kerja saya." Deon menutup telepon dengan perasaan senang.


Sedangkan Rouge sendiri terlihat kesal karena teleponnya dimatikan secara tiba-tiba, ia mencoba untuk membanting smartphone nya, tapi ia mengurungkan niatnya setelah menenangkan diri.


"Hah.. sudahlah."


...—To Be Continued—...

__ADS_1


__ADS_2