
Aku masih dalam keadaan tanpa busana, ini benar-benar memalukan dan aku sangat bersyukur karena tidak satupun orang yang tersisa ditempat ini untuk menyaksikan ku berjalan tanpa sehelai kain pun ditubuh ku.
"Siapa yang berani?!" Teriakku dengan kesal sambil menoleh kesamping.
Raut wajahku menjadi sangat buruk saat melihat sekumpulan monster setinggi 5-7 meter yang sedang bergegas menuju ke tempatku berada.
Inti merah dari salah satu monster tersebut terlihat menguap yang menandakan bahwa inti tersebut baru saja digunakan.
"Type 165 dan 162 yah..." Aku bergumam kecil sambil menghitung jumlah mereka semua.
Setelah ku perhatikan dengan teliti sebanyak 2 kali, ternyata jumlah mereka sangat banyak, ada sekitar 34 Monster Type 162 dan 28 Monster Type 165 yang sedang menuju kemari dengan sangat cepat.
"Kalian repot-repot datang kemari untuk mengantarkan nyawa, maka saya akan mengambilnya dengan senang hati!" Aku membentak dengan kesal sambil mengibaskan tangan kanan ku kebawah.
Saat tangan kanan ku berada dibawah, sebilah pedang panjang merah menyala, dengan pegangan hitam layaknya bayangan terbentuk ditangan ku bagaikan tercipta dari ruang kosong di udara.
Warna pupil mataku menjadi merah terang, dan menatap tajam pada sekumpulan monster yang ku anggap rendahan yang sedang berlari ke arahku seperti idiot tak berpikiran, meskipun sejak awal mereka sama sekali tidak dapat berfikir selain mengikuti insting mereka.
Kakiku menginjak tanah dengan keras, kemudian aku melesat menuju sekumpulan monster itu bagaikan kilatan petir yang menyambar!
Aku sangat cepat, bahkan hanya dalam satu menit aku sudah berada dalam jarak 10 meter dari para monster tersebut, dimana sebelumnya aku masih berada dalam jarak 10 kilometer dari mereka!
"Krierekkk!!!"
Para monster itu meraung keras kemudian berhenti berlari, mereka sangat terkejut saat melihat diriku yang secara tiba-tiba sudah berada dihadapan mereka.
Dengan cepat mereka segera mempersiapkan serangan sinar merah dari inti pada tubuh mereka, namun tentu saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi!
"Dasar idiot!" Aku memberikan jari tengah tangan kiri ku kepada mereka dalam sepersekian detik, kemudian langsung menebas mereka dalam satu garis lurus, yang menghasilkan siluet merah yang terus memotong monster yang berada di barisan terdepan, hingga barusan terbelakang dengan sangat rapi!
__ADS_1
Para monster itu bahkan tidak sempat berteriak untuk meluapkan rasa sakit yang mereka terima, karena sebelum itu mereka telah mati dan terbelah menjadi dua bagian.
Aku menatap mayat ke 62 monster itu dengan dingin, tidak mungkin aku tidak merasakan kebencian yang begitu luar biasa terhadap para monster ini, karena...
karena...!
....
Aku pikir aku tidak perlu membahasnya lagi, sekarang yang perlu aku pikirkan adalah mencari setidaknya sehelai kain untuk menutupi tubuh kekar ku ini, aku tidak ingin ada orang lain yang melihat pedang suci ini selain diriku sendiri dan cermin dirumah ku.
Tapi sebelum itu aku merasa ada sesuatu yang salah, bagaimana caranya aku bisa menebas para monster itu dengan sangat mulus?
Aku baru menyadari bahwa aku memegang sesuatu ditangan kanan ku, dan aku sangat terkejut ketika mengetahui bahwa aku sedang menggenggam sebilah pedang merah yang sangat keren!
Aku tidak tahu dari mana asalnya, karena sebelum aku melesat menuju para monster tadi, aku hanya membayangkan jika aku sedang memegang sebilah pedang merah kemudian menebas mereka dengan pedang tersebut.
Namun siapa sangka aku dapat mewujudkan suatu benda yang sedang aku bayangkan ditengah pertempuran, dan dalam keadaan emosi yang tidak stabil.
Tidak ingin memikirkan hal yang rumit, aku langsung membayangkan kalau aku sama sekali tidak memegang apapun di tangan kananku, karena aku pikir jika aku dapat mewujudkannya, maka aku pasti dapat melenyapkannya dengan membayangkannya juga!
Dan benar saja pedang tersebut langsung lenyap seakan terserap kedalam tangan kanan ku.
Aku pikir itu hebat, selama ini aku hanya dapat membentuk bola energi panas dalam bentuk bola putih besar yang sangat terang setiap kali ingin menyerang sesuatu.
Aku baru tahu jika aku dapat melakukan hal seperti yang sering dilakukan pahlawan super dalam komik!
Setelah selesai memperdebatkan hal tersebut dalam pikiranku, aku pun kembali berjalan untuk mencari pakaian yang masih layak untuk digunakan, pada puing-puing bangunan rumah orang asing.
Beruntung setelah mencari kesana-kemari akhirnya aku menemukan sebuah baju lusuh dan sebuah celana panjang yang masih utuh dengan sedikit robekan.
__ADS_1
Aku bersyukur karena dapat menemukan pakaian ini tepat waktu, jika saja ada orang yang datang ketempat itu kemudian melihatnya yang sedang tanpa busana, mungkin ia terpaksa untuk membungkam orang tersebut agar tidak bermulut ember meskipun mereka tidak saling kenal.
"Baiklah, aku harap si Ayah dapat dengan selamat ke tujuannya bersama anak itu, sekarang apa yang harus ku lakukan?" Aku bertanya kepada diriku sendiri.
Aku melihat dari kejauhan pertempuran antara pasukan EVA dan Monster Type 17. Aku tidak berniat untuk membantu dan aku sama sekali tidak ingin mengekspos kekuatan aneh ku yang aku sendiri tidak mengerti kekuatan apa itu sebenarnya.
Aku khawatir jika mereka melihat aku menggunakan kekuatan aneh itu, bisa-bisa aku akan dijadikan sebagai objek penelitian, dan aku sangat tidak ingin hal itu terjadi!
Oleh sebab itu aku hanya mendekat ke arah mereka dan berhenti dalam jarak 5 Kilometer, kemudian naik ke atas gedung bertingkat 30, dan duduk disana sambil menonton pertarungan antara pasukan EVE dan Monster tersebut.
Untuk saat ini aku melihat code H4887 - H4903 pada setiap unit, yang menandakan kalau pasukan ini memakai Unit EVE yang lebih canggih dari pada pasukan sebelumnya yang memiliki code G pada unitnya.
"Meskipun sudah menggunakan Tipe EVE yang lebih canggih, tetap saja kalian itu membutuhkan unit K yang lebih lamban dan kuat dan bukan H yang lebih lincah dan lemah untuk melawan Monster sekelas Type 17." Aku mengoceh sambil menatap malas pada pertarungan yang tidak seimbang itu.
Entah mengapa aku merasa keefektifan PAX dalam meluncurkan unit yang sesuai dengan monster semakin buruk dari tahun ke tahun.
"Kalau tidak salah tahun lalu mereka mengirim Unit Code K untuk melawan Monster Type 19 yang sangat cepat, padahal seharusnya mereka mengirim Unit Code H untuk melawannya." Aku tertawa kecil saat mengingatnya.
Disaat aku sedang mengingat kejadian aneh dan lucu dimasa lalu, secara tiba-tiba misil yang sangat berisik datang dari kejauhan, kemudian menabrak monster Type 17 dan menghasilkan ledakan yang sangat besar dan meriah pada saat itu.
Aku jelas terkejut saat melihatnya, namun aku sama sekali tidak protes dengan hal itu, melainkan memuji apa yang telah dilakukan seseorang yang meluncurkan misil tersebut.
Serangan EVE Unit Code H terlalu lemah untuk mengalahkan Monster Type 17 yang tergolong defensif dan sama sekali tidak bergerak serta lamban.
Jadi misil sebelumnya sangat membawa pengaruh besar dalam proses mengalahkan Monster tersebut saat ini.
"Aku penasaran Unit dari organisasi mana yang melakukan hal ini, namun tanpa diberitahukan pun aku sudah dapat menebaknya, karena tidak ada organisasi lain yang membuat misil se-berisik itu selain organisasi yang paling dianggap aneh di bumi.." Aku berkata sambil melihat ke atas.
terdapat puluhan pesawat terbang yang sebenarnya adalah pasukan robot juga, namun berasal dari organisasi yang berbeda dengan PAX.
__ADS_1
Pada bagian bawah pesawat-pesawat itu terdapat sebuah logo besar yang bertuliskan "LICO" yang memiliki kepanjangan "LIBERATIO CONIUNCTIO." Atau dalam artinya "KONEKSI PEMBEBASAN."
...—To Be Continued —...