
[Kota Iratus]
Silahkan disaksikan! Berikut adalah siaran langsung dari kota Iratus, dimana seekor monster Type 17 mengamuk dan menghancurkan seperempat dari kota! Penyebab kemunculannya tidak diketahui, dari 2 batalion EVE yang dikerahkan oleh PAX kota Gezaine, tidak satupun unit yang berhasil selamat! Semuanya dihancurkan oleh monster tersebut!"
Pukul 11.35 Siang hari, setengah jam setelah monster Type 17 muncul di tengah kota. Para reporter dari stasiun televisi yang berbeda-beda langsung terjun menuju lokasi untuk menyiarkan kejadian mengerikan tersebut.
Seluruh penduduk kota Iratus langsung di evakuasi bahkan tanpa diberi arahan oleh petugas keamanan disekitar.
"A-apa itu?!"
Dari kejauhan, tampak seutas cahaya merah yang sangat terang, setiap tempat yang dilewatinya akan hancur dan menjadi lautan api yang sangat mengerikan.
Dalam sekejap mata, sebidang tanah magma panas yang meleleh terbuka di perseberangan kota Iratus barat dan selatan dalam radius 9 Kilometer jauhnya.
Pusatnya berasal dari monster Type 17 yang sedang mengamuk saat ini, anehnya sejak pertama kali muncul monster tersebut sama sekali tidak bergerak hingga saat ini dari tempatnya berdiri.
"GROAAHHHH!!"
Sekali lagi monster tersebut mengeluarkan suara yang sangat keras, hingga mengakibatkan gempa dan menghambat jalannya evakuasi.
"Apa PAX masih belum mengirimkan unit lainnya?!" Seorang tentara berteriak kesal sambil terus menembaki monster tersebut, dengan senapan yang sedang ia gunakan.
"Sepertinya kita akan mati terlebih dahulu sebelum mereka tiba, bagaimana? ingin kabur?" Tanya tentara lainnya.
"Kalau aku yang dulu mungkin akan menerima ajakan bodohmu itu Kyle, tapi sayangnya sekarang aku tidak punya hal untuk dilindungi selain diriku sendiri dan kota ini! Hyaaaaaa!!!" Ia terus menembak sambil berteriak dengan kencang.
Sekelompok tentara ini hanyalah sekumpulan pasukan Evakuasi, yang seharusnya tidak bertugas dalam menyerang, atau mengalihkan perhatian monster.
Namun sejak pangkalan militer kota Iratus terkena serangan Monster Type 17, pasukan tentara yang tersisa hanyalah mereka berdelapan yang saat itu secara beruntung tidak berada di markas karena sedang berpatroli di lapangan.
"Oi.. kenapa monster itu tidak melirik kesini?" seorang dari mereka terheran.
"Sial, gunakan seluruh peluru yang kalian miliki untuk menarik perhatiannya! di arah lain masih ada penduduk selamat yang tidak sempat ikut di evakuasi!" Teriak pemimpin mereka.
"Lalu apa yang akan anda lakukan?" tanya tentara disebelahnya.
"... Aku akan pergi kesana!"
__ADS_1
...————...
"Aku tahu Ayah bodoh itu pasti disekitar sini, orang sepertinya tidak mungkin meninggalkan satu orang pun dalam keadaan seperti sekarang ini!" Teriakku ditengah kehancuran kota.
Ayahku adalah seorang Tentara, seperti yang kalian tahu sebagai seorang tentara, mereka memiliki kewajiban untuk melindungi warga dan berbakti kepada negara.
Namun dia sedikit berbeda dari kebanyakan orang, didalam medan pertempuran, ia tidak akan membiarkan satu warga pun menjadi korban jika memungkinkan!
Dia itu terlalu baik, bahkan terlalu naif untuk seorang tentara!
"Lagi pula kenapa dia harus menjadi tentara dasar Merepotkan!" Emosiku semakin memuncak.
Sejak kecil aku sudah sering direpotkan oleh Ayah, karena setiap kali dia maju untuk menyelamatkan penduduk, ia selalu saja berada dalam kondisi antara hidup dan mati.
Kalau saja setiap dia pergi aku tidak membantunya, maka aku akan menjadi anak Yatim sejak berumur 5 Tahun!
"Dimana... dimana... dimana kau Ayah...."
Sudah lima kali aku mengelilingi monster Type 17 yang sedang mengamuk, namun ia sama sekali tidak terlihat dimanapun!
Aku berhenti berlari saat mendengar suara tersebut..
Aku menoleh ke kanan dan melihat seorang pria paruh baya yang sedang mengulurkan tangannya kepada seorang anak kecil yang sedang menangis, dengan tubuh penuh luka.
Kreeekkkk....
Aku mendengar bunyi aneh dari atas, dan pada saat aku melihat sumbernya, aku langsung menerjang ke arah Ayah dan anak kecil itu, kemudian mendorong mereka menjauh dari sana.
"Minggir!" Teriakku
BAMM!!!
Puing bangunan yang sangat besar jatuh dan menghancurkan segala yang berad disekitarnya, getarannya bahkan sampai membuat seluruh daerah itu mengalami gempa ringan.
...————...
"Ahhk... apa yang terjadi... aku, kenapa aku terlempar..." Pria paruh baya itu bangun dan melihat kesekitar.
__ADS_1
Ia dapat melihat anak kecil tadi sedang terbaring di sebelahnya dengan selamat, ia tersenyum ketika mengetahui hal tersebut.
Pada saat ia akan berdiri, ia melihat tembok besar dihadapannya, ia tidak tahu sejak kapan itu berada disana karena sebelumnya tidak ada tembok sebesar itu ditempat ia menolong anak kecil tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ia bertanya dan berfikir keras di dalam kepalanya.
Namun sekeras apa pun ia berfikir, ia sama sekali tidak mendapat jawaban apapun atas hal tersebut.
Pada akhirnya ia mengabaikan hal tersebut kemudian pergi dari tempat itu bersama anak kecil tersebut di pangkuannya, sesekali ia melihat kesekitar untuk melihat apakah ada korban lainnya yang tidak diketahui.
"Tempat ini sudah menjadi sangat hancur... tapi, kenapa monster itu masih belum bergerak dari sana?" Pria paruh baya itu melihat ke barat daya dimana Monster Type 17 masih mengamuk, dan menghancurkan segala yang berada disekitarnya.
Ada beberapa siluet hitam yang bergerak cepat kesana dan kemari disekitar monster tersebut, pria itu tahu kalau siluet-siluet itu adalah beberapa unit EVE dari PAX yang sedang bertarung, jadi karena tugasnya sudah selesai disini ia langsung berlari kedepan tanpa memikirkan hal lainnya lagi, dan hanya memusatkan perhatiannya pada keselamatan anak kecil di pangkuannya.
...—————...
"Haduh... seluruh badanku terasa sakit, meskipun aku punya kekuatan aneh bukan berarti tubuhku menjadi sekeras baja, aku mengetahui itu namun masih menerjang, sepertinya ada yang salah dengan kepalaku.. hehe..." Aku menertawai diriku sendiri.
Seluruh tubuhku dipenuhi luka, meskipun tiap detiknya itu akan pulih dengan sendirinya aku masih tetap dapat merasakan darah di tanganku yang mengalir deras, kedua kakiku yang terasa perih, dan tubuhku yang kedinginan karena tidak ditutupi apapun.
Aku berdiri dengan tubuh telanjang tanpa busana, benar sama sekali tidak ada sehelai pakaian pun di tubuhku, karena sebelumnya semuanya telah robek terkena puing bangunan yang keras dan cukup tajam.
Sisa pakaian yang tersisa sudah dipenuhi darah, jadi aku tidak dapat memakai baju indah yang mahal itu lagi.
"Baiklah... dimana pakaian yang masih layak dikenakan disini?" Aku melirik kesekitar.
Saat aku memusatkan perhatianku pada sebuah puing di kejauhan, aku melihat sebuah papan bertuliskan "Toko Pakaian Mawar" disana.
Aku tersenyum kemudian bersiap untuk pergi kesana, namun pada saat aku akan berlari...
Whushh!!!
Sebuah laser merah menghancurkan tempat tersebut dan membuatku terdiam, tanpa bisa berkata apa-apa dan hanya bisa melihat kejadian itu dengan perasaan sedih dan kesal.
"KENAPA KESIALAN INI MASIH BERLANJUT?!!"
...—To Be Continued —...
__ADS_1