MONSTER'S INVASION : HELL

MONSTER'S INVASION : HELL
Episode 1: KEKUATAN ASING; Chapter 4: Pengganggu


__ADS_3

"Huahh, semua rumah tetanggaku hancur." Aku melihat ke sisi kiri dan kanan rumahku, dalam radius 100 meter tidak ada bangunan yang masih berdiri selain rumahku sendiri, tentunya karena aku memberikan sebuah pelindung tipis disekitarnya.


Seperti yang aku katakan sebelumnya diriku sangat tidak normal, aku tidak tahu kekuatan misterius apa yang berada di dalam diriku namun ini sangatlah berguna, terutama di keadaan seperti ini.


Aku mencari beberapa kemungkinan di internet sewaktu aku masih berada di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sana aku menemukan berbagai jenis kekuatan misterius, seperti sihir, supernatural, kekuatan super, peramal, dan banyak lagi.


Tapi dari semua jenis kekuatan misterius yang aku lihat, tidak satupun yang memiliki kemiripan dengan kekuatan milikku. Jika aku menyeleksinya maka, meski kemungkinannya kecil hanya kekuatan sihir dan supernatural lah yang memiliki sedikit kemiripan, aku tidak perlu menjelaskan bagian ini karena terlalu merepotkan. Intinya aku dapat melakukan apapun selama aku pernah melihatnya atau dapat membayangkannya, tentu selama hal tersebut masih dapat ditanggung oleh tubuhku.


Aku memasuki rumah dan melihat keadaan di dalam sana yang benar-benar sangat kacau, jika kalian pernah melihat kapal yang terkena ombak maka rumahku juga seperti itu sekarang, sangat berantakan. Untungnya meskipun rumahku besar, perabotan yang aku miliki tidak terlalu banyak, alasannya? sudah jelas karena aku hanya tidur, menonton TV dan makan saja, tidak ada hal lain yang aku lakukan dirumah ini.


BUMN!!


BAMNN!!


Terdengar suara ledakan teredam dari luar, pertarungannya benar-benar masih berlanjut. Aku tidak tahu kapan itu akan berakhir namun aku sangat berharap agar selesai sekarang juga.


.....


"Eh..?" Suara pertarungannya benar-benar berhenti, aku tidak tahu ini sebuah keberuntungan atau hal gaib lainnya, tapi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!


Tempat tidurku yang sedikit melenceng dari posisinya langsung ku benarkan, selimut yang jatuh ku ambil lalu ku lipat dan ku taruh di atas tempat tidur, tanpa menunda lagi aku langsung berbaring di surgaku yang sangat nyaman dan hangat, tidak ada hal yang dapat membuatku sebahagia ini selain kasurku yang empuk.


"Selamat tidur."


Tingg...Nongg....


Dahiku mengerut, apakah semua orang di dunia ini sangat ingin mengganggu waktu tidurku? tidak bisakah aku tidur sebentar saja? ini sudah kedua kalinya!


Tingg...Nongg...


Karena suaranya berhenti tadi aku sempat berfikir kalau mereka akan berhenti, ternyata mereka masih saja keras kepala untuk membunyikan bell rumahku.

__ADS_1


"Setelah ini aku akan mencabut bell itu!"


Dengan berat hati aku beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan dengan rasa kesal menuju pintu rumah, dengan wajah sedingin es aku membuka pintu yang terkunci dan melihat sebuah pemandangan yang sangat buruk.


"Anak muda, kami dari organisasi PAX ingin menanyakan beberapa hal kepadamu." Seorang pria paruh baya dengan wajah yang sangat arogan menunjukkan kartu identitasnya kepadaku.


Benar, sekumpulan EVE berbaris di halaman rumahku dan pilot mereka berbaris di depan pintu rumahku, entah tragedi apa yang akan menimpaku saat ini.


"Apa yang ingin kalian tanyakan?" Tanyaku dengan dingin.


"Bocah, tunjukkan sopan santun mu dan biarkan kami masuk terlebih dahulu! Selain itu wajahmu, aku sangat membencinya jangan tunjukkan ekspresi seperti itu kepadaku!" Pria paruh baya itu berteriak, ludahnya yang sangat kotor hampir saja mengenai wajahku, untungnya aku dapat membuat pelindung tipis.


Ini dia tipe orang yang paling ku benci, keangkuhan dan kesombongannya sudah berada di atas rata-rata.


"Yang punya rumah itu aku bukan kau, kenapa aku harus bersikap santun kepada orang yang sama sekali tidak bersopan santun kepadaku?" Emosiku benar-benar memuncak, setelah mengganggu waktu tidurku sekarang idiot ini meneriaki ku? jika dia berbuat lebih jauh maka akan ku bunuh dan mayatnya aku berikan kepada hewan ternak!


"Bocah ini...." Dia menggeram marah, aku sangat menyukai ekspresinya yang sekarang dari pada yang sebelumnya.


"Ketua hentikan perilaku mu ini, apa yang dikatakan anak itu benar, seharusnya kita yang bersopan santun dan meminta ijin masuk." Pemuda itu membujuk pria paruh baya tersebut.


Melihat kejadian ini jelas membuatku sangat terkejut, ternyata masih ada orang waras di organisasi bernama PAX itu, sepertinya aku menyimpulkan terlalu cepat.


"Gideon, apakah seperti ini sikap yang dilakukan bawahan kepada ketuanya? kau tahu konsekuensinya setelah melakukan hal ini bukan!?" Pria itu berteriak pada pemuda tersebut.


Jadi ini alasan pria paruh baya itu sangat arogan, pangkatnya adalah seorang ketua pasukan yang sangat dihormati oleh banyak orang, kesombongannya sudah naik terlalu tinggi karena hal tersebut.


"Ketua, bagaimana pun orang ini tetaplah warga sipil! kalau misalnya kita melukainya, maka pendapat masyarakat kepada kita akan semakin buruk! Aku tidak peduli jika ketua menghukum ku setelah ini tapi, semua yang kita lakukan adalah demi kebaikan organisasi! bukan hanya untuk diri sendiri saja!" Pemuda itu menjelaskan apa yang ia pikirkan pada kaptennya yang super idiot.


"Memangnya aku peduli hah? lihat! dia hanya seorang bocah yang hidup seperti katak dalam tempurung! Dia tidak mengerti tentang duniawi sama sekali! bahkan jika kita menghajarnya disini tidak akan ada yang melihatnya karena semua rumah disekitar sini sudah hancur!" Pria paruh baya itu berteriak lagi, entah kenapa aku sangat kesal jika mendengar ia berbicara.


Pria paruh baya itu memukul tangan pemuda tersebut agar melepas tangannya, kemudian ia melihat ke arahku dengan tajam.

__ADS_1


"Bocah, aku tidak ingin mengulangi perkataan ku, cepat menurut atau hidupmu berakhir disini!" Bentaknya.


Semua orang dibelakangnya membelalakkan mata saat mendengar hal tersebut, mereka tidak ikut campur karena tidak ingin terkena masalah seperti Gideon, tapi mereka merasa kalau ini sudah berlebihan.


Meskipun seperti itu tidak ada dari mereka yang berani maju untuk meluruskan ketuanya.


"Membunuhku? Memangnya sampah sepertimu mampu?" Tanyaku sambil menyeringai.


Aku sudah sering menerima ancaman hidup mati ini disekolah jadi aku tidak terlalu memperdulikannya tapi, kali ini di depan rumahku sendiri ada orang idiot yang meminta nyawaku bahkan tanpa sopan santun.


Hadiah apa yang harus aku berikan kepadanya ya? pencapaiannya benar-benar sangat hebat.


"Mampu? kau membicarakan layak atau tidaknya diriku yang seorang ketua pasukan ini?! justru kau yang sama sekali tidak layak berdiri dihadapan ku! bahkan jika itu hanya mayatmu sekalipun sama sekali tidak layak! derajat mu terlalu rendah dan tidak sebanding denganku! bertemu denganku saja seharusnya kau merasa terhormat dan bersujud!" Teriaknya dengan marah.


Ini benar-benar sudah kelewatan, seorang pejuang negara yang melindungi rakyat kini meminta rakyat bersujud kepadanya yang tidak menghargai rakyat, dengan suara tinggi tanpa sopan santun sama sekali.


Bahkan jika aku tidak membunuhnya disini, pemerintah akan langsung menghukum mati orang tua ini untukku.


Tikk!!


Aku menjentikkan jariku dan semua makhluk idiot itu berpindah tempat ke negara tetangga, aku tidak tahu pasti kemana mereka pergi karena aku memindahkan mereka ke tempat yang hanya aku lihat dari Gomaps saja.


"Besok akan ada dua berita utama di TV, aku tidak sabar untuk melihat reaksi mereka." Aku tertawa cekikikan, ini benar-benar menyenangkan meski sedikit mengesalkan.


Sebelum aku masuk ke rumah, aku menjentikkan jariku sekali lagi dan rumahku serta diriku langsung berpindah ke kota sebelah, sebelumnya aku memiliki sebuah tanah warisan keluarga disini, dan aku memindahkan rumahku tepat diatasnya.


Tentu saja aku berpindah tempat demi menghindari masalah yang tidak berarti, sekarang tidak akan ada lagi yang mengganggu waktu tidurku.


Aku pergi ke kamar kemudian berbaring diatas tempat tidurku yang sangat nyaman. Semoga saja tidak ada seorangpun yang mengganggu waktu berharga ini.


"Selamat tidur."

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2