Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya

Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya
Clara sang pelayan


__ADS_3

...Part 13...


...Clara sang pelayan...


Suasana yang sangat damai di apartemen kecil ini, Ryan temannya sudah mempersiapkan sebuah rencana yang akan dilakukan oleh Johan dengan dirinya dalam beberapa hari ini.


Kring....


Alarm berbunyi menandakan sini sudah pukul 6 pagi, Johan sama sekali tidak melakukan gerakan seperti biasanya untuk pergi ke kampus tetapi ia hanya bersantai dan berleha-leha.Kemudian dengan langkah yang perlahan Johan menghampiri kamar mandi yang sempit itu, Iya mengambil sebuah pasta gigi dan berkumur kumur mulut nya untuk membersihkan di pagi hari.


Di saat itu, temannya mengetuk pintu dan mengatakan kalau hari ini dia harus melakukan kencan kedua.


Kencan kedua kali ini dilakukan dengan Natasha yaitu orang yang terpintar di kelas astronomi, Iya memang pendek Tetapi dia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan penampilan yang imut.Maka dari itu Johan dan temannya memilih dia sebagai kencan keduanya.


Sesuai rencana Johan meminta Natasha untuk menunggu di sebuah halte bis karena rumah dia jauh dari perkotaan dan susah masuk menggunakan mobil.


"Oke, semoga kali ini berhasil bro dan mendapatkan cewek yang kamu inginkan"Ryan sebagai temannya menyemangati Johan untuk mendapatkan kekasih yang diinginkan.


Kencan kedua sang wanita hanya meminta sebuah motor baru dan itu tidak ditolak oleh Johan dan langsung mengabulkannya, kencan ke 3 ada yang meminta tiket ke Korea untuk menonton konser boyband,hingga ada beberapa yang meminta jauh lebih mahal seperti mobil rumah hingga meminta uang yang cukup banyak.


Dalam satu minggu Johan tidak pernah puas sama sekali dengan kencannya karena mereka terus memikirkan tentang uang dan perbelajaan bukan tentang kasih sayang hingga cinta.


Jadi di antara mereka semua tidak ada yang cocok dengan johan dan tidak ada yang bisa menjadi kekasihnya, mereka terhalang dengan uang dan lupa dengan tujuan yang sesungguhnya yaitu untuk menjadi pasangan Johan.


Pukul 4 sore, Johan mereda kekesalannya Dengan meminum kopi di sebuah kafe yang tidak jauh dekat dengan jalan raya.


Ia meminum secangkir kopi dengan lembut bersama temannya untuk melupakan kencannya itu.


"Hah, ternyata cewek semua yang kamu pilih matre ya"kata Ryan tidak menyangka dengan semua ini sambil meminum kopi yang ada di depannya.

__ADS_1


"Yah, aku juga tidak tahu Padahal mereka cantik cocok banget kalau jadi pasangan aku mungkin ini bukan jodohku"


Ketika mereka berdua sedang mengobrol tiba-tiba mereka dikagetkan dengan seseorang yang membentuk pelayan karena tidak becus melayani tamu.


"Heh!!!! sekolah jadi pelayan harus bener dong kamu nggak boleh sembarang! ini kopi kamu jatuh dan mengenai baju mahal aku!"bantal seorang pria kepada pelayan wanita yang sedang menunduk membawa tempat kopi.


"Ma...maaf"ucap sang wanita itu menunduk ketakutan.


"Mana bos kamu! ini adalah baju mahal Aku Dan Kamu sudah mengotorinya hari ini! Hari ini aku ada meeting dengan kantor yang lain tetapi kamu malah mau merusaknya!"teriak sang pria kepada wanita itu terhenti henti nya di depan umum.


Johan merasa kasihan dan ikut bertindak mendekati mereka.


"Heh, kenapa kamu kasar sekali kepada wanita?"tanya Johan memasukkan kedua lengannya pada kantong saku celana.


"Apa?"sang pria yang memakai jas hitam itu melihat Johan dengan penuh kemarahan dan emosi.


"Apa? kenapa kamu membentak pelayan padahal Ia tidak sengaja menumpahkan nya kepadamu?"Johan mendekati pria yang berjas hitam itu yang dirasa dirinya lebih tua daripada Johan.


"Lalu jika dia mengotorinya Apakah dia harus menggantinya seperti itukah?"sekali lagi jangan bertanya kepada pria yang berjas hitam itu yang membuat para pelanggan lainnya tegang.


"Ya! harus membayarnya! namun dia tidak akan pernah bisa memberinya waktu bekerja seumur hidup di sini!"menuju kepada pelayan wanita yang menunduk malu itu.


Johan tidak banyak berpikir panjang mengambil kopi Hitam yang ada di mejanya dan menumpahkan diatas jas hitam pria itu yang membuat orang lain terkejut.


"Kau!!!"sang pria kini sangat kesal menunjuk dengan amarah kepada Johan.


"Apa? berapa uang yang harus aku bayar? bahkan jauh sepertinya aku bisa membelinya beberapa ribu"


"Sombong juga ya kamu, Aku mau beli ini dengan seharga 500 juta!!! Apakah kau mampu membelinya?"sang pria memberikan dengan harga tertinggi padahal itu jas yang murah.

__ADS_1


"Oh"Johan memberikan sebuah cek yang berjumlah 500 juta kepada pria tersebut.


Ryan sekali lagi hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Johan yang memberikan uang yang begitu banyak kepada pria yang berjas hitam ini.Semua orang yang ada di cafe ini pun terkejut melihatnya langsung membayar dengan seharga 500 juta.


"Ahahahh Kamu pikir aku bodoh? ini bisa saja cek palsu dan kamu pikir aku bisa dibodohi!?"sang pria tertawa keras melihat tingkah Johan yang memberikan cek seharga 500 juta yang tidak pernah dipercayai.


"Heh! jika kamu tidak percaya maka datanglah ke kampusku! di sana ada nama aku dan ini adalah kartu mahasiswaku"memberikan kartu itu kepada pria yang berjas hitam yang membuat nya melongo tak percaya dirinya mendapatkan 500 juta karena Johan menumpahkan kopi di jasnya.


Seketika Satria yang berjas hitam itu tersenyum manis dan berbaik hati kepada Johan, Iya langsung meminta jual untuk duduk dan tidak marah-marah lagi karena dirinya sudah mengganti kerugiannya.


Sang wanita yang menuduk tadi langsung berterima kasih kepada Johan dengan menegakkan kepalanya menatap Johan.


"Terima kasih"sang wanita itu menunduk lagi kepada Johan dihadapannya.


Tetapi Johan baru sadar bahwa pelayan tersebut adalah Clara yang di mana Dia adalah wanita yang dingin dan juga pendiam di kampusnya.


"Ka...kamu?!"Johan menunjuk terheran-heran kepada kelara yang menjadi seorang pelayan.


Sekali lagi Clara melihat kedepan dan memperjelas penglihatannya kalau yang ada di hadapannya adalah Johan.


Clara sedia menelan ludah tidak tahu harus berbuat apa-apa kali dia ditolong oleh Johan.


"A....anu"Clara bergegas meninggalkan mereka di tempat itu dan keluar mengambil sebuah jaket.


Johan tidak ingin melepaskan Clara dan mengejarnya bersama Ryan.


"Tung....tunggu"teriak Johan mengejar Clara yang tergesa-gesa meninggalkan mereka.


Clara sama sekali tidak menggubris teriakan oleh Johann dan bergegas untuk meninggalkannya dari cafe itu.

__ADS_1


Namun Johan sang pria dengan mudah bisa mengejar Clara yang sedang pergi menggunakan mobilnya dan mencegatnya di depan sebuah gang.


"Tunggu, Kamu jangan pergi dulu ada yang ingin aku bicarakan"kata Johan kepada Clara yang berdiri memegang jaket di tubuhnya.


__ADS_2