
...Part 25...
...Makan Mewah...
Srettt....!!!!
Ryan mobil yang ia setir secara mendadak dan memarkirkannya di samping.
"Ehh, Apa yang sedang kamu lakukan?'tanya Laura setelah mengungkapkan perasaannya.
"Gak, Apakah aku tidak salah dengar kalau kamu menyukaiku?"mengarah kepada Laura yang merapikan rambut yang ada di telinganya.
"Yah, Aku menyukaimu dan aku mendekati Johan karena ingin mendekatimu tapi aku malu mengungkapkannya"berpura-pura sedih dengan nasib yang dialami.
Ryan terdiam dan bertanya lagi mengapa dirinya harus malu dan tidak mengungkapkan perasaannya kepada Ryan sejak dahulu.
Ryan sudah tahu kalau ini adalah akal-akalan dari Laura dan dia harus mengikuti gerak-gerik yang dilakukan oleh Laura sesuai perintah dari Johan.
Laura langsung mendekati Ryan yang sedang menyetir dan meraba tubuhnya itu secara perlahan, ia mulai menggodanya dengan tubuh kesaksiannya.
Terapi Ryan langsung mengambil handphonenya dan berpura-pura Kalau ada panggilan mendadak dan membuat dirinya langsung pergi dari sana dan tidak membuat Laura memamerkan tubuhnya itu.
"Yahhh, bisa-bisanya sih ada gangguan"ucap Laura di dalam hati dengan sebal.
Kemudian Ryan langsung memancarkan aura ke rumahnya dan dia berpamitan kalau ada tugas yang mendadak.
Laura turun dari mobilnya dan melambaikan tangan kepada Ryan.
"Papayooo"
Clara mulai merasakan panas dingin, Iya pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya yang sudah mulai kepanasan.
__ADS_1
"Hugh..... kenapa Hari ini sangat panas sekali padahal di sini banyak sekali AC"Clara menatap cermin Dan merapikan pakaiannya yang mulai kusut.
Sesuai perjanjian Clara akan membuat pertemuan bersama Johan dan neneknya, Johan yang akan memilih tempat untuk pertemuan makan malam tersebut entah di mana itu.
"Nekkkk, udah siap belum ayo nanti dianya nunggu lama"teriak clara di depan ruang tamu yang sudah siap untuk melakukan pertemuan bersama Johan.
Sang nenek langsung membalas teriakan dari Clara dan keluar dengan pakaian yang rapi.
"Wahhhhh, ternyata nenek sangat cantik setelah memakai pakaian ini"puji Klara yang terkaget melihat tampilan neneknya bukan seperti orang biasa.
"Udah, ayo kita pergi saja nanti pacar kamu nunggu loh"kata nenek dengan jalan yang cukup lambat karena sudah tua.
Clara berpikir kembali bahwa yang membuatnya lama menunggu adalah karena nenek, tetapi apa boleh buat Clara langsung membawa neneknya memasuki mobil dan mengantarnya ke sebuah tempat yang dipersiapkan oleh Johan.
Lalu Johan sudah siap di sebuah restoran yang di sewa oleh dirinya, restoran ini adalah restoran yang sangat mahal dan kokinya juga yang memiliki nilai berbintang 5.
Johan disana sudah siap dengan tampilan yang rapi dan setangkai bunga mawar yang ada di saku jasnya, sambil menghirup udara ia memerintah pelayan untuk segera menyiapkan makanannya Karena nenek bersama Clara akan segera datang.
"Malam!!!!!"sambut para pelayan dengan sangat ramah dan saling berjejer.
Hal ini membuat perasaan sang nenek merasa senang, karena dia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya.
Lalu ada dua pelayan mengantarkan nenek lara dan juga Clara ke tempat yang di Sewa oleh Johan, dan di sana Johan sudah terduduk dia menunggu kedatangan Clara dan neneknya.
"Wahh ..... ternyata Dia sangat tampan sekali"sang nenek tersenyum dan memuji penampilan Johan yang ada di depannya.
Tetapi berbeda dengan Clara yang malu karena tingkah neneknya yang menganggap Jumat adalah pacarnya.
"Nak, kamu pacarnya Clara ya? tolong jaga dia baik-baik ya, karena saya sudah tua dan tidak mampu merawatnya lagi"ucap sang nenek kepada Johan yang ada di depannya menunggu pesanan datang.
"Baik nek, Saya berjanji akan merawat dia dan menjaga dia dengan baik seperti nenek yang lakukan"Johan membalas perkataan dari sang nenek.
__ADS_1
Agar tidak melenceng ke arah yang aneh-aneh,Clara segera meminta neneknya untuk diam dan memesan makanan.Tetapi ketika mereka hendak memesan makanan para pelayan sudah datang dan membawa beberapa makanan yang sangat enak dan termewah di restoran tersebut.
"Silahkan tuan,Nyonya, ini adalah makanan yang termahal dan termewah di sini karena ini adalah makanan yang jarang sekali dibeli oleh para bangsawan"ucap sang koki memperkenalkan menunya kepada Johan dan Clara yang sudah menunggu.
Johan menjentikkan jarinya dan para pelayan itu segera pergi, jangan segera mengambil air minum yang sudah tersedia dan menuangkannya ke dalam gelas.
Padahal sudah ada beberapa gelas yang berisi air minum yang sangat enak tetapi Johan memilih meminum air putih untuk sang nenek, dengan alasan ini sangat baik untuk kesehatan sang nenek.
Sang nenek yang mengetahui perilaku Johan yang sangat baik dan singkatnya yang sangat, sang nenek segera meminta Clara untuk menikahi Johan secepatnya.
"Tidak salah lagi, kamu memang beruntung memiliki pacar seperti Tuan ini"sang nenek berkata kepada Clara cucunya itu.
"Aduhhhh, udah Nenek mandi makan aja ya jangan ngobrol nanti tersedak loh"Clara kebingungan ketika neneknya terus berbicara mengenai Johan.
Johan hanya tersenyum melihat tingkah neneknya dan Clara yang merasa kebingungan dari tadi, Johan hanya mengikuti perkataan neneknya dan mengangguk saja.
Dalam acara makan malam ini Johan juga sudah menyiapkan para pemain musik yang romantis untuk menghibur makan malam, sangune merasa terkesan melihat keharmonisan Johann yang diberikan kepada Clara cucunya itu.
Sang nenek, setelah makan malam langsung meminta pulang terlebih dahulu dan akan naik taksi, tetapi Johan meminta neneknya untuk tidak pulang terlebih dahulu karena akan ada pelayan yang mengantarnya secara pribadi.
"Nek, jangan naik taksi malam-malam ini berbahaya, nenek tidak perlu khawatir karena akan ada pelayan yang mengantar nenek secara pribadi"Johan mengatakan hal ini kepada nenek dan mengantarnya kepada pelayan yang sudah menunggunya di depan.
Clara ikut turun dan ingin pulang bersama nenek, namun nenek melarangnya dan mengatakan kalau dia harus berduaan bersama Johan dan pulang diantar oleh Johan.
Dengan berasa kegirangan sang nenek melambaikan tangan dari dalam mobil.
Ketika nenek mulai jauh dari pandangan Clara, Clara langsung menunduk dan meminta maaf kepada Johan atas perilaku neneknya yang sudah semena-mena dari tadi.
"Maaf Johan, aku minta maaf atas tindakan nenekku tadi yang terus saja berkata-kata dan menganggapmu adalah pacarku"Clara menunduk meminta maaf kepada cowok yang ada di hadapannya.
Johan hanya tersenyum dan meminta Clara untuk tegap dan tidak menunjuk seperti itu karena dia merasa malu.
__ADS_1
"Hey, ayo sudahlah kamu jangan seperti itu mending kita pergi ke tempat sesuatu"Johan menarik lengan ke arah untuk pergi ke tempat yang akan dikunjungi.