Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya

Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya
kecemburuan


__ADS_3

...Part 19...


...Kecemburuan...


Di dalam rumah yang besar Clara mengikuti perintah Johan untuk membuat sebuah rancangan.


Deeetttt.....det.....det.....


Di saat mereka sedang fokus mengerjakan sesuatu tiba-tiba mereka mendengar sebuah dering HP yang tidak tahu milik siapa, mereka Langsung bertanya-tanya milik siapa hp tersebut? Namun sama sekali tidak ada yang tahu milik siapa hp tersebut.


Di saat itu semua rencana terhentikan terdahulu, mencari suara deringan telepon tersebut, dan mereka menemukan hp yang berada di bawah sofa.


"Wah, kayaknya aku kenal deh dengan HP ini"Ryan mulai menyipitkan matanya mengarah kepada Johan.


"Eh iya, itu kan HP aku"langsung cepat mengambil hp yang ada di tangan temannya Ryan.


"Tuh kan, dari tadi ditanya HP siapa nggak ada yang jawab sekarang udah ketemu baru jawab"balas Ryan.


"Ya maaf"


"Emang kamu nggak tahu dering hp mu apa"


"Eh bentar,ini si Laura ngapain datang ke sini?"Johan kaget mendapat pesan ke aula sudah ada di depan pintu gerbang.


"Waduh, malam-malam gini ngapain pacar mu ke sini"Ryan merasa curiga kepada Johan karena pacarnya datang ke sini.


"Aduh, nanti ajari aku jelasinnya Karena sekarang Laura ada di depan gerbang nanti dia bisa ngomong tahu"jalan bergegas keluar untuk menghampiri Laura pacarnya yang ada di depan gerbang.


Johan langsung memerintahkan para pembantunya untuk menjemput Laura yang ada di gerbang agar tidak menunggu lama.


"Sayang, kamu di mana sih kok lama banget"ucapnya pada diri sendiri dengan wajah yang begitu cemberut.


Gerbang terbuka dengan lebar dan ada seorang pria yang menyambut Laura menggunakan kendaraannya untuk membawa ke rumah Johan.


"Hey, lama banget sih buka gerbangnya"ucap Laura sepertinya nyonya saja pada pembantu tersebut.

__ADS_1


"Maaf nona"ucap pria tersebut menunduk meminta maaf atas kesalahannya yang terlambat menjemput dia.


"Yaudah ayo cepat bawa aku ke dalam dan temui aku dengan Johan"Laura meminta pembantu tersebut untuk segera mengantarnya ke dalam.


Sang pembantu hanya menunduk dan mengikuti perintah dari Laura walau dirinya hanya pacar saja, sang pembantu merasa tidak suka dengan sikap Laura yang seperti nyonya tuan rumah saja pada dirinya baru saja pacar bukan sang istri.


Kini Johan memakai pakaian kaos biasa dan berdiri di depan untuk menunggu Laura yang segera datang, Laura kini sudah sampai di depan pintu rumah Johan dan di sana Johan sudah menunggunya dan bertanya mengapa dia datang ke sini malam-malam begini.


"Ih Yank, Aku tahu kamu selingkuh kan di dalam ada cewek lain kan!"Laura langsung mengatakan hal ini kepada jangan Padahal dia belum tahu apa-apa.


"Eh, kok kamu langsung nuduh kayak gitu sembarangan sih"Johan menyela pembicaraan dari Laura yang menganggap dirinya sedang selingkuh dengan wanita lain.


"Udah, kamu ngaku aja di dalam pasti ada cewek kan!"Laura ingin masuk ke dalam dengan paksa.


"Ih, kamu nggak usah kayak gitu dong malu tahu sama mereka"Johan meminta Laura agar tidak terlalu kasar Dan menganggap dirinya sedang selingkuh.


"Heh! pokoknya aku mau ke dalam dan mau lihat aku tahu didalam rumahmu ada wanita lain wanita simpanan mu"Laura menerobos masuk pergi ke kamar Johan.


Johan segera menarik tangan Laura dan bertanya siapa selingkuhannya dia mengapa dia menganggap dirinya selingkuh?.


"Iyah, emang di dalam ada Clara kok"johan menjawab hal itu.


Laura langsung berlari ke kamarnya Johan dan ingin menerobos masuk yang di mana Di sana ada Clara bersama Ryan.


BRUAKK!!


Bahkan membuka pintu saja Tidak hati-hati sehingga mendapatkan bunyi yang begitu berisik.


"Eh Laura"Ryan kaget atas kedatangan Laura yang begitu mendadak.


Ryan yang sibuk bermain HP berdiri dan menuju ke hadapan Laura yang tengah emosi sambil bernafas dengan begitu cepat, mungkin saja karena kelelahan karena berlari.


"Eh, kamu datang kesini enggak hati-hati banget pakai buka pintu dengan keras segala"Ryan memarahi Laura yang begitu tidak sopan.


"Heh minggir kamu!"Laura menyingkirkan Ryan temannya Johan yang ada di hadapannya sehingga mengenai vas bunga yang ada di samping.

__ADS_1


"Laura?"ucap Clara yang terduduk di atas kursi sembari memegang sebuah pensil


Laura bergegas mendekati clara yang sedang duduk itu dengan wajah yang begitu marah dan secara tiba-tiba menjambak rambutnya Clara lalu menariknya.


"Awhhh.....sakit"Clara merasa kesakitan karena dijangkau oleh Laura yang secara tiba-tiba itu.


Johan segera menghentikan tindakan pacarnya yang membuat Clara kesakitan dan memisahkan mereka, Johan tak lupa memarahi Laura yang datang tiba-tiba dan langsung menjambak Clara yang tidak bersalah.


"Sayang, kamu ngapain sih tiba-tiba jambak dia! dia itu datang ke sini cuman mau nyelesaiin tugas nya untuk membuat rancangan bangunan, kok kamu malah marahih dia dan salahin dia kalau dia adalah selingkuhan ku!"Johan memarahi Laura yang berada di kamarnya itu di depan Rian dan juga clara.


"Yaa.... ya karena dia datang ke rumahmu malam-malam gini"balaslah Laura yang tidak ingin salah atas perilakunya.


"Udah ya, Kamu jangan kayak anak kecil tau nggak sih, dia itu cuman mau nyelesaiin masalah aku aja dan memangnya kamu bisa membuat rancangan bangunan? Kamu sendiri enggak bisa kan dan sibuk terus, dan kamu pikir deh di depan aku ini ada Ryan temanku nggak mungkin lah kalau aku selingkuh sama dia kecuali kita berduaan"jalan terus aja menceramahi Laura yang gegabah itu.


"Ya maaf, aku kan cemburu tahu"menunduk.


"Udah kamu minta maaf sana sama Clara"perintah Johan.


"Ta...tapi"


"Udah cepat minta maaf"


"Maafin aku ya Clara"


Clara mengangguk dan berkata kalau dirinya sudah memaafkannya mungkin saja dia salah paham.


Setelah semua selesai Johan kembali ke tempat duduknya untuk menyelesaikan rancangan bangunan, tetapi tiba-tiba Laura mendekatinya dan berbisik kalau dirinya ingin berbelanja di malam hari.


Johan kaget karena buat apa belanja di malam hari kayak gini, daripada membuat salah atau berisik saat perencanaan dengan Laura,maka Johan memperbolehkannya dan memberikan uang 15 jt kepada Laura.


"Nih, kamu belanja aja sepuas nya ya nanti kalau kurang minta lagi sama aku"jangan memberikan uang itu dengan cash kepada Laura.


"Makasih sayang"Laura langsung mencium kedua pipi Johan dan bergegas pergi dari sana.


Laura merasa dirinya bosan di sana, dan ingin berbelanja walau tidak ada Johan namun Ia memiliki uang yang banyak.

__ADS_1


"Asik banget punya pacar kayak Johan"pikir Laura di dalam hati.


__ADS_2