
...Part 18...
...Majikan Super baik...
"Yank, kamu jangan sibuk dengan dia terus dong aku juga kan mau bareng sama kamu"pesan dari Zack kepada Laura yang masih berada di dalam mobil bersama Johan.
Namun Laura yang sudah tergila-gila dengan kekayaan dan harta keluarga Johan tidak membalas pesan dari pacarnya itu.
"Aku sibuk, Jangan ganggu aku dulu nanti rencana kita bisa batal"balas pesan dari lora kepada Zack yang sedang menunggu.
Ketika malam tiba sesuai yang dikatakan oleh Johan kepada Clara maka dia harus datang ke rumahnya malam ini, Clara terburu-buru datang ke rumahnya menggunakan sebuah taksi dan menuju alamat yang diberikan oleh Johan.
Sesampai di sana, Clara berhenti di depan gerbang yang begitu besar dan membuat dirinya kaget mungkin saja dirinya salah alamat.
"Duh, masa sih di rumah dia kok bisa besar kayak gini"pikir Clara yang terus menggaruk-garuk rambutnya memikirkan sesuatu.
Clara terus saja bolak-balik di depan gerbang Anda masuk kedalam tetapi ia tidak tahu harus bagaimana, Iya semakin bingung Apakah dia harus balik lagi? dan lagipula dia sama sekali tidak memiliki nomor Johan.
Tetapi tiba-tiba seseorang bertanya siapa di luar sana?.
Suara ini terdengar melalui speaker yang ada diluar gerbang.Clara melihat kearah sekitar dan ada 2 speaker yang membuat dirinya bingung siapa yang bertanya.
"Hey, Saya ingin bertemu dengan Johan apakah ini benar rumah Johan?"tanya Clara kepada orang yang berbicara kepadanya melalui speaker.
"Saya tidak mendengar apa yang kamu katakan tolong mendekatlah ke sebuah kota kecil dan berbicaralah"balas dari speaker tersebut memerintahkan Clara untuk berbicara di depan kotak kecil.
Lalu mengikuti arahan dari orang tersebut Klara melangkah maju dan mendekati kota kecil, Iya langsung berkata kalau dirinya ingin bertemu dengan Johan, Apakah benar ini rumah Johan?.
__ADS_1
Suara dari speaker tersebut terlihat kalau dia adalah seorang laki-laki tetapi dirinya bukanlah Johan, terdengar suara begitu keras dan terlihat dari suaranya dia adalah orang tua atau yang sudah dewasa.
"Yah, ini adalah rumah Johan namun jika anda tidak memiliki janji jangan datang"ucap pria itu memerintahkan Klara untuk segera pergi dari depan gerbang.
Tetapi Clara memaksa kalau dirinya ada janji dengan Johan dan dia diperintahkan untuk datang ke rumahnya malam ini.
Sang pengisi suara dari speaker itu langsung bertanya kepada Johan yang tengah asyik di kamar, dia bertanya apakah Johan memiliki sebuah janji dengan seseorang?.
Johan langsung menjawab kalau dirinya membuat janji dengan seorang wanita yang bernama Clara, jika dia datang maka suruh dia masuk.
Karena sudah bertanya dengan Johan maka Clara dipersilakan untuk masuk ke dalam, gerbang besar pun terbuka dengan cukup lebar dan terlihat suasana yang begitu luas dan cukup ramai di dalam.
Banyak orang yang menyambut kedatangan Clara walau dirinya hanyalah seorang kamu, yang menyebut adalah seorang pembantu yang melayani rumah tersebut.
"Selamat datang"
Clara mengikuti arahan pembantu dan duduk di sebuah kendaraan kecil itu, hingga kini Clara sudah ada di depan rumah yang megah itu.
Johan mulai bergegas turun ke bawah menghampiri Clara yang akan segera datang, lumayan cukup lama menuju ke bawah tetapi ia menggunakan lift.
Sang nenek, kini sudah merasakan kenyamanan tidak ada lagi kesusahan.Sang nenek merasa gembira dan bahagia ketika Johan sudah menjadi orang yang sukses, bahkan sekarang sang nenek hanya dia menonton TV dan mengobrol bersama pembantu pribadinya yang dipesan oleh Johan.
"Nek,malam"siapa Johan kepada neneknya ya di sana.
"Nak Johan, Kamu mau kemana terburu-buru?"tanya sang nenek yang kini berpakaian tidak seperti dahulu kucel dan juga jelek.
"Nek, di depan ada tamu jadi aku mau ajak dia ke dalam"kata johan kepada nenek dan langsung berlari keluar menghampiri Clara yang ada di depan pintu.
__ADS_1
Johan bergegas melangkahkan kakinya begitu cepat hingga tiba di depan pintu yang di mana Clara sedang berdiri tegap dan juga gugup.
"Eh Clara, ayo masuk ke dalam, kamu nggak usah malu di dalam juga Ryan temanku kok"ajak Johan menarik tangan Clara untuk masuk ke ruangan tempat kerjanya.
Clara mengikutinya dan kini berada di sebuah ruangan yang di mana Di sana ada Ryan temannya yang sedang membuat suatu perencanaan mengenai bidang bisnis nya.
"Hay, selamat datang Clara, Aku dengar kamu yang akan membangun beberapa detail mengenai rancangan bangunan ya kan?"ucap Ryan memberi salam kepada Clara dan memintanya untuk duduk di kursi yang sudah disediakan.
Clara mulai duduk bersama mereka dan akan membahas beberapa bangunan yang akan dibuat, sesuai perintah Johan Clara membuat beberapa bangunan nanti Johan akan memilih bangunan apa yang akan dibuatnya.
Johan menginginkan bangunan itu luas tetapi juga koko dan juga di sana ada beberapa seperti tempat umum untuk merokok atau ada toilet umum dan toilet pribadi.
Clara mengangguk dan mengikuti apa aja yang diinginkan oleh Johan untuk nanti bangunan yang ingin dibuat.
Kini Clara akan membuat beberapa rancangan bangunan dan Johan bersama Ryan hanya melihat saja, agar tidak terlalu bosan Johan meminta Ryan untuk mengambil minuman yang ada di kulkas.
Kulkas mereka tidak jauh, di rumah ini ada beberapa kulkas yang begitu banyak.Bahkan kulkas di sini melebihi dari 10 kulkas, ada di ruang latihan ada di ruang belajar, ada di dapur, ada di setiap kamar, ada di dekat taman, bahkan ada di ruang tamu hingga ruang meja makan.
Di sini fasilitasnya full semua dan tidak ada yang kurang, bahkan johan terlalu baik sehingga para pembantu boleh mengambil apa yang diinginkannya Tetapi dia harus jujur dan setia kepadanya tidak boleh berbohong.
Dan juga Johan menganggap semua para pembantu adalah keluarganya sendiri, Oleh karena itu Johan tidak pernah dibohongi oleh para pembantunya bahkan Johan adalah majikan yang terbaik yang pernah di temukan oleh para pembantu itu.
Para pembantu itu bahkan memuji dan menyayangi Johan sebagai majikan yang tidak pernah kasar bahkan terlalu memerintah.
Hingga kini, jika mereka tidak memiliki sebuah rumah maka Juan akan mempersilahkan mereka untuk tinggal di sana karena ada beberapa rumah yang ada di area milik Johan.
Sungguh, jarang sekali memiliki majikan yang memiliki sifat seperti ini.
__ADS_1