Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya

Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya
Perusahaan yang dibangun


__ADS_3

...Part 16...


...Perusahaan Yang di bangun...


Ketika sampai di rumah milik Johan Laura terus saja menampakan ekspresi yang begitu bahagia.


Dan Johan memperkenalkan rumah barunya kepada Laura, tidak lupa Ia juga mengajak Laura untuk melihat-lihat di sekitar rumah barunya yang indah itu.Bagaimana tidak menolak Johan kini sudah tampan dan kaya raya maka Laura sama sekali tidak rela jika dimiliki oleh orang lain.


"Wah, tidak aku sangka ternyata kamu ini orang kaya raya"ucap Laura yang terus memandangi seisi ruangan yang begitu mewah.


Lalu karena terlalu kelelahan Johan meminta Laura untuk beristirahat dulu di sebuah sofa berwarna putih yang begitu empuk.


"Eh, lagian di sini ruangannya besar dan juga rumahnya besar kok sepi amat? emang di sini enggak ada pembantunya gitu?"tanya Laura.


"Oh, Aku sama sekali tidak menyangka pembantu karena aku disini hanya tinggal berdua bersama temanku ini"menuju kepada Ryan temannya yang keras mengotak ngatik HP entah apa yang dibuatnya.


"Oh iya, Kamu tunggu di sini aja dulu ya aku buatkan minuman"Johan bergegas ke dapur yang cukup jauh dari sana.


Kini sudah ada bayangan dari Laura kalau dirinya akan menjadi nyonya besar di sini dan mewarisi tahta yang begitu melimpah dari Johan, sesuai rencananya maka Laura akan bertanya mengenai kekayaan yang dimiliki oleh Johan itu.


Tidak berlangsung lama Johan masih melakukan seperti biasa yaitu menyambut tamu dengan baik dan membawa minuman ke hadapannya, walau dirinya sudah menjadi orang kaya raya tetapi sikapnya seperti dahulu yang begitu disiplin.


"Nih, minum dulu ya biar kamu nggak kehausan"jangan memberikan minuman yang segar kepada Laura.


Untuk menanyakan kekayaan itu Laura tidak bisa bertanya di hadapan temannya karena dia bisa saja dicurigai, Oleh karena itu ia meminta Johan untuk keliling lagi dan melihat ke sekitar rumah yang menurutnya paling bagus.


"Yank, ayo keluar yuk Aku mau lihat kesekitar mana tempat yang bagus"ajak Laura dengan penuh manja pada Johan.


"Heh Kalian berdua mau kemana masa aku sendiri ditinggalin?!"Ryan menjaga mereka berdua agar tidak kemana-mana.

__ADS_1


"Udah gpp ko, kamu kan bisa main game di sini dan bisa melakukan apa saja aku sama dia mau keluar sebentar mau lihat tentang rumah aku ini"jangan langsung bawa Laura pacarnya itu sebelah.


Tiba-tiba mereka berdua naik lantai kedua, mereka sudah sampai di sebuah tempat dimana ini adalah tempat untuk melukis.Diam-diam Laura meraba pundak Johan dan mendekatinya seolah-olah ia ingin menggoda, ia kemudian memeluk Johan dari depan dan mengatakan sesuatu.


"Ayank, mungkin di sini bisa"ucap Laura menggunakan ada yang manja dan ekspresi yang begitu menegangkan.


Johan yang sudah tergoda Hanya bisa pasrah dan mengikuti nafsunya untuk menyentuh tubuh Laura yang ada di hadapannya, tetapi tiba-tiba ia tersadarkan oleh sesuatu dan melepaskan godaan dari Laura.


"Maaf, Maaf aku nggak bisa melakukannya sekarang"ujar Johan melepaskan pelukan dari aura yang sudah siap dari tadi.


Kemudian Johan duduk di kursi yang ada di sebelahnya dan menenangkan dirinya, Laura berpura-pura minta maaf, Laura bersandar di tubuh Johan yang tengah duduk di atas kursi.


Namun Johan mengatakan kalau Laura tidak bersalah justru dirinya lah yang harus meminta maaf karena tidak bisa melakukannya sekarang.


"Eh iya yank, ngomong-ngomong kamu kok bisa mendapatkan kekayaan ini?"Laura bertanya kepada Johan di saat mereka berduaan.


"Ouh, jadi kamu adalah pewaris satu-satunya?"


"Iyah, dan kalau kita nikah kamu akan menjadi pewaris aku juga, dan akan aku kasih kepada anak kita"Johan mengatakan itu agar membuat lawara merasa bahagia.


"Makasih banyak ya sayang"Laura memeluk Johan dengan erat.


Karena waktu hampir sore, Johan mengantarkan Laura pulang ke rumahnya agar tidak dimarahi oleh kedua orang tuanya.Dan lagipula cuman ada urusan dengan temannya untuk melakukan sesuatu.


Kini hanya tinggal mereka berdua di rumah besar itu, mereka akan membuat sebuah perusahaan dengan menggunakan uang ini agar bisa mengalir dengan lancar.


Di sebuah kamar milik Johan dan di sana ada beberapa peralatan mengenai catatan ruangan dan mengenai tentang rencana yang akan dilakukannya.Bahkan ruangan ini begitu rapi karena terbiasa ditata oleh Johan.


"Eh, kita ini kan masih kuliah Jadi gimana tentang perusahaannya?"tanya Ryan temannya dengan begitu santai duduk di atas kursi.

__ADS_1


"Ouh, mending kita beli beberapa perusahaan dan biarkan mereka jalankan dan juga kamu menjadi pemimpin perusahaan itu"itu adalah rencana dari Johan untuk temannya.


"Hah, aku setuju aja sih emangnya kamu bisa membeli perusahaan itu?"


"Eh, jangan nama perusahaan apa Bisa aku beli kok"


"Yaudah kita akan membeli beberapa perusahaan di sini dan juga kita menginvestasikan uang kita oke, uang kamu bukan aku,Heheheh"senyum temannya kepada Johan di saat itu.


Lalu mereka berdua merencanakan sesuatu yang dimana mereka akan membeli beberapa perusahaan dan memperkerjakan pengangguran di perusahaan itu.


Mereka berdua mulai membangun beberapa usaha yang begitu besar, dan juga banyak di kota Amerika.


Walau dirinya masih kuliah tetapi pengetahuannya jauh begitu luas, bahkan banyak yang tidak ragu untuk bekerjasama dengan Johan.


Dan Semua perusahaan ini dikatakan yang memilikinya adalah Ryan temannya, walau semua urusan ini adalah milik Johan tetapi nama itu akan tercantum dengan nama Ryan.


Karena semua akan selesai Johan memanggil anaknya untuk tinggal bersama di rumah besar itu, dia mengatakan kalau ini hasil kerja kerasnya dan juga jualan menyewa beberapa pembantu di rumah itu agar tidak terlalu dingin untuk menemani neneknya.


Kini rumah itu Mulai hidup kembali karena ada beberapa orang yang tinggal di sana dan menjadi pembantu untuk merawat rumah itu.


Dalam 1 bulan mereka akan mengeluarkan uang yang begitu banyak, namun yang tidak diketahui oleh Ryan adalah uang itu sebenarnya tidak akan pernah habis Karena itu adalah hasil dari ayahnya di saat bermain judi.


Sang Ayah meminta Johan untuk bersenang-senang dengan uangnya tetapi Johan malah menggandakan uang itu dengan cara membuat beberapa perusahaan.


Hari Senin, pukul 08.00 sebuah informasi dari televisi mengatakan ada beberapa usaha yang akan dibangun untuk memperkerjakan pengangguran, bahkan nama ini disebut dengan nama Ryan.


Ryan adalah pemilik dari beberapa perusahaan yang akan dibangun ini, tetapi mereka tidak tahu kalau yang mempunyai perusahaan ini adalah Johan sehingga menghasilkan kalori adalah orang terkaya.


Kemudian pada pukul 10, Laura mendekati Johan yang tengah makan di pinggir jalan sendirian.

__ADS_1


__ADS_2