
...Part 7...
...Milik Johan...
Kini tersisa 2 orang yaitu sang ayah dan juga pria yang baru kemeja putih , sang pria yang banyak kemeja putih menenangkan dirinya dan berpikir kalau dirinya yang akan menang.
Dalam hitungan ke 3 mereka diperintahkan untuk membuka kartu dan memperlihatkannya kepada semua orang, Ryan yang berada di pinggir melihat permainan ini terus mencengkram lengan Johan dengan sangat kuat tanpa disadari.
"Hey, jangan mencakram ku seperti itu aku kesakitan tahu"Johan melepas yang cekraman dari temannya itu.
"Heheh maafkan Aku, aku sangat gugup tahu melihat permainan ini walau bukan aku yang main"kata Ryan tertawa kecil melihat kearah Johan.
Lalu pertama-tama sang ayah memperlihatkan kartu yang memiliki angka 9 lalu sang pria yang berkemeja putih itu mengeluarkan angka 2.
Ryan dan Johan merasa kalau ayahnya akan kalah kali ini, karena dari awal saja angkanya jauh berbeda sekali.
Sang pria yang berkemeja putih tersenyum jahat dan langsung memberikan kartunya yang memiliki angka satu.Pria itu langsung berteriak dan menggila karena dirinya memenangkan uang 120 juta itu.
Namun sang ayah langsung membalikan kartunya yang di mana kartu itu berangkat 9, di permainan ini jika memiliki angka seri maka dialah pemenangnya mau bagaimanapun juga.
Seketika sang pria yang berkemeja meja putih terdiam dan melongo melihat hal itu karena jarang sekali orang yang memiliki kartu yang sering kecuali Dia memiliki sebuah trik.
Sang pria mengamuk dan meneriaki kalo sang ayah itu adalah penipu.
"Tidak!!!! Aku tahu kamu curang cepat ngaku padaku!!! "Kata pria yang berkemeja itu memegang kerah baju sang ayah dengan sangat keras.
Johan yang melihat adegan ini tidak terima ada langsung mendorong pria yang ber kemeja putih itu hingga terjatuh ke bawah.
__ADS_1
"Heh, jangan tuduh ayahku kalau dia adalah penipu Dia memang jago dalam permainan ini!!! Jika kamu kalah tetap saja kalah kamu tidak boleh mengelak!"Johan marah kepada pria yang berkemeja putih itu.
Tetapi sang pria berkemeja putih ini mulai depresi karena uang yang ia punya satu-satunya telah lenyap, pria itu datang ke sini karena ingin menggandakan uang dengan cara perjudian.
Tetapi justru kini dia malah menghilangkan uang itu karena ini adalah uang untuk ke depannya.
"Tidakkk!!!!! Aku tidak percaya kalau dia menang dia pasti bohong!! dia curang !"sang pria itu mulai menghilang dan dibawa oleh para pengawal untuk segera keluar.
Tetapi sang ayah menghentikan mereka dan mendekati pria yang berkemeja hijau putih itu.
Lalu sang ayah langsung memberikan sebuah cek yang di mana disitu berisi senilai 50 juta.
"Ini, cepat ambil ada nafkahi keluargamu jangan sekali-sekali kamu bermain judi lagi karena ini bisa membuat kamu kehilangan segalanya"ucap sang ayah kepada pria yang berkemeja putih itu.
Dengan gemetaran dan ragu-ragu sang pria langsung mengambil cek itu kemudian memeluk sang ayah dengan begitu erat.
"Terima kasih, Terima kasih karena kamu telah membantu saya, sebenarnya saya datang ke sini karena saya ingin mengobati anak saya,namun Saya tidak mempunyai uang itu dan memiliki uang ini, bahkan uang ini adalah uang simpanan saya"kata pria yang bekerja putih itu menangis terharu melihat kebaikan sang ayah.
Ryan lagi-lagi melongo mendengar 50 juta yang diberikan dengan begitu gampang oleh ayah Johan.
"Johan, apakah ayahmu seperti ini? Uang 50 juta bukan apa-apa bagi dia?"tanya temannya itu dengan terbelenggu.
"Aa.... Aku juga tidak tahu, bahkan 50 juta bisa ku kumpulkan dalam satu tahun, itupun kalau aku bisa"ucap Johan membalas temannya itu.
Sang ayah langsung mengajak Ryan dan anaknya keluar, Ryan yang merasa penasaran kepada ayah Johan langsung bertanya mengapa dia memberikan uang 50 juta itu dengan percuma.
"Tuan, mengapa anda memberikan uang itu kepada dia dengan begitu percuma? Padahal uang itu sangat banyak dan bisa diinvestasikan atau digandakan lagi?"kata Ryan menanyakan itu di samping ayahnya Johan.
__ADS_1
"Asal kamu tau, bagi saya uang bukanlah kehidupan saya, saya hanya mendapatkan uang dan membagikan kepada mereka yang membutuhkan"ucap sang ayah dengan bijak.
Bahkan Rian saja terharu mendengar perkataan ayahnya dan menangis sambil memegang lengan baju Johan untuk mengelap air matanya.
Tetapi Johan segera mengelak dan berlari menjauhi Ryan agar tidak terkena imbasnya lagi.
Malam ini, sang ayah dengan serius akan mengajarkan kemampuan dalam perjudian ini kepada anaknya, semalaman penuh ini Johan harus tinggal bersama ayahnya karena esok hari sang ayah akan pergi untuk ke Perancis menengok ibunya.
Maka dari itu, kemampuan sang ayah akan turun temurun kepada sang anak.
Karena Johan diperintahkan ayahnya untuk tinggal bersamanya malam ini, Johan memberi alasan kepada sang nenek untuk mengerjakan tugas dan bekerja lembur di sebuah toko untuk mendapatkan hasil yang begitu banyak.
Setelah mendapatkan izin dari sang nenek Johan merasa lega dan pergi ke rumah sang ayah pada malam pukul 7.
Di sebuah ruangan rahasia milik sang ayah, Johan duduk di tempat kursi yang disediakan oleh ayahnya dengan begitu tenang.
Johan walau adalah anak dari sang ayah tetap merasa gugup entah apa yang akan diajarkan oleh ayahnya, Johan hanya bisa terdiam dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh ayahnya.
Kini sang ayah langsung menghampiri Johan dan mengajarkan kemampuan dalam perjudian Yang ayahnya ketahui untuk bisa mengalahkan orang lain.
Dalam semalaman Johan bersama sang ayah, namun ada suatu rahasia yang diberikan kepada Johan yang tidak perlu dijelaskan.Hingga kini Johan dalam keadaan lelah sudah menutup matanya hingga pagi hari, padahal Johan baru saja tertidur dalam 2 menit saja.
Matanya yang seperti panda membuat Johan kelelahan dan bergegas untuk pergi ke kampus, tetapi di saat memanggil nama ayahnya sama sekali tidak ada sahutan.
Hanya ada selembar kertas yang diberikan oleh ayahnya kepada Johan yang berisi kalau rumah ini sudah menjadi milik Johan dan harus dijaga dengan baik, dan kemampuan ayahnya sudah diberikan dan diajarkan kepada Johan untuk dimanfaatkan dengan baik juga.
Johan merasa sedih ketika ayahnya sudah pergi meninggalkan dia namun juga merasa senang karena dirinya kini sudah menjadi sangat kaya, Tetapi semua ini tidak mudah dia harus memerlukan proses atau rencana.
__ADS_1
Oleh karena itu Johan meminta bantuan temannya untuk membuat rencana ke depan bersama Johan.
Johan langsung bersemangat dan mengambil sebuah mobil yang berwarna merah hingga dirinya tak bisa berkata-kata.