Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya

Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya
Kartu Muda


__ADS_3

...Part 6...


...Kartu muda...


Lalu sesuai dengan arahan yang lainnya Angga masuk ke ruangan dan menyentuh pundak seorang pria yang duduk dikerumuni oleh para gadis.


"Heh, apakah kamu orang yang dimaksud?"sambil menyentuh pundaknya secara perlahan oleh angga.


Johan langsung berbalik dan melihat Angga yang ada di belakangnya.


"Ada apa?"Johan menjawab.


"Apa?kamu Johan?"Angga seketika kaget dan mengelus rambutnya tak percaya kalau yang dibicarakan oleh orang-orang adalah Johan.


"Apa? Kamu tidak percaya kalau dia adalah Johan anak orang kaya melebihi kamu!"kata Ryan membuat hati Angga menjadi sangat panas karena tertandingi kekayaannya.


"Hahahahah Aku sama sekali tidak panas dan tidak pernah takut pada kalian! Ayahku adalah orang kaya raya dan aku bisa membuktikannya!"balas Angga dengan nada tinggi menuju ke arah Johan yang duduk dengan santai.


"Oke, jika memang kamu adalah anak orang kaya raya maka buktikanlah kepada kami semua"Ryan membalas jawaban Angga dengan penuh semangat.


"Oke"


Ryan langsung meminta Angga mendekat kearah jendela dan melihat mobil termewah di luar sana, Ryan sambil menuju ke luar dan membuat hati Angga semakin panas.


"Hah, mobil kayak gitu aku juga punya besok akan aku bawakan!"kata Angga memberikan wajah yang kesal dan meninggalkan mereka semua di kelas.


Ryan yang melihat hati Angga semakin panas malah tertawa karena Ini pertama kalinya Johan bisa membuat orang yang berani membully anak yang lemah merasa malu.


"Heh, maksud kamu apaan sih nyuruh dia pakai mobil kayak aku segala?"Johan bingung dengan rencana temannya itu.


"Udah, kamu nggak perlu khawatir yang jelas adalah Kita buktikan pada dia bahwa kamu jauh lebih kaya!"Ryan langsung memeluk tubuh Johan dan tersenyum.

__ADS_1


Untuk itu, Johan langsung pergi bersama temannya keluar untuk mendapatkan kehidupan yang baru di mana dia tidak akan dibully lagi.


Para gadis-gadis selalu memperhatikannya dan meneriaki namanya karena ketampanannya.


Ryan pun yang tidak tampan dan kecantol merasa bangga memiliki teman seperti Johan.


Selesai di kampus,Johan akan pergi ke rumah ayahnya untuk mendapatkan kemampuan yang dimiliki ayahnya seperti bermain judi, Ryan temannya hanya mengangguk dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Johan.


Sambil melangkah maju mendekati sebuah mobil Johan tak lupa memasang sebuah kacamata, Iya langsung duduk di dalam dengan penuh gaya.


Tiba-tiba ada seorang gadis yang mengetuk pintu mobil Johan, Johan yang melihat itu segera membukakan kaca jendela dan bertanya apa yang dilakukan oleh gadis itu.


Ternyata gadis itu sangat menyukai Johan sehingga dirinya ingin meminta nomor whatsapp-nya, Johan yang jarang sekali dimintai oleh para gadis segera memberikan nomor itu kepadanya.


Tetapi hal yang tidak diketahui Johan adalah setelah mendapatkan nomornya para garis saling memperebutkan dan menulis nomor Johan.


Ia langsung menghidupkan mesin mobilnya dan mengendarai untuk pulang ke rumah ayahnya.


Tiba-tiba terdengar notif dari HP Johann yang begitu banyak, Ryan temannya Mulai mengambil hp Johan dan mengecek pesan satu-satu dari para gadis.


"Kenapa kamu tertawa setelah melihat hp ku?"tanya Johan yang fokus menyetir mobil mewahnya.


"Ouh, aku baru sadar saja kalau mereka semua ini ternyata memandang fisik dan juga matre, bahkan di sini ada orang yang selalu memberimu Tetapi malah mengatakan kalau dirinya ingin berteman denganmu setelah kamu berubah"Ryan menjelaskan apa yang dia baca dari pesan oleh para gadis.


"Hahaha sudahlah aku tidak peduli biarkan saja jangan diurus kan"kata Johan yang tidak peduli pada para gadis.


Johan kemudian memfokuskan dirinya untuk menyetir lagi tetapi hal yang membuatnya kaget adalah dia mengatakan kalau mantan nya juga memberi pesan kepada Johan.


Pesan ini adalah dari Laura yang di mana dia ingin menjadi temannya Johan.Hal ini membuat Johan meminta Rhan untuk menyimpan hp-nya dan mematikan datanya agar tidak terdengar notif pesan.


Ryan maklum karena dirinya baru saja diputuskan.

__ADS_1


Setibanya di rumah sang ayah, Johan yang belum sempat turun dari mobil dipanggil ayahnya yang sudah siap untuk pergi ke tempat yang akan dituju hari ini.


"Hey, cepat kamu jangan terlambat ayo ikuti Ayah untuk pergi ke tempat lain"kata ayahnya meminta Johan untuk mengikutinya dari belakang.


Johan langsung memutar balik dengan begitu keren dan mengikutinya, tanpa basa-basi dan percakapan yang lama mereka sampai di sebuah kota yang terpencil namun banyak didatangi oleh para pria dan wanita.


"Hah? Ini tempat apaan ayah?"kata Johan bertanya kepada ayahnya.


"Udah, ayo kamu masuk aja ke dalam"


Sang ayah langsung masuk ke dalam dan diikuti oleh kedua anak yang masih kecil yaitu Johan dan Ryan.


Mereka ternyata datang ke sebuah Kasino di mana Ini adalah tempat perjudian yang jarang diketahui oleh para polisi.


Di sini banyak sekali yang bermain judi untuk mendapatkan uang tetapi jika orang yang kalah bisa saja mereka akan dibunuh atau mendapatkan penggantinya seperti mengganti anaknya sebagai taruhan atau rumahnya.


Sang ayah langsung masuk ke dalam dan duduk di tempat permainan kartu muda, kenapa disebut kartu muda karena di setiap permainan mereka mendapatkan sebuah angka yang kecil yang di mana mereka mendapat angka itu dari permainan yang diberi waktu 5 menit.


Permainan ini sebenarnya sangat mudah bahkan anak kecil saja juga bisa melakukannya namun ini bisa menghasilkan uang yang banyak namun juga bisa membuat dirinya depresi.


"Oke, di sini kami mendapat 6 peserta dan juga peraturannya sama setiap orang hanya bisa mendapatkan kartu yang termuda jika dia mendapatkan kartu yang tertua maka dia akan dikeluarkan satu persatu sehingga hanya satu orang yang tersisa"ucap sang pemandu di sana sambil memegang kartu dan mengkocok.


Lalu dari mereka semua jika menang maka akan mempertaruhkan uang seharga 20 juta dan jika menang maka mereka mendapatkan 120 juta.


Ryan temannya hanya bisa menelan ludah dan mengedipkan mata karena ini pertaruhan yang begitu menegangkan bagi dirinya.


Permainan baru saja dimulai dan mereka diberikan kartu yang berisi angka namun juga mereka bisa saling menukar dengan peserta yang lainnya.


Babak pertama 2 peserta mendapatkan poin terbesar di mana Dia mendapat angka yang paling besar dari yang lainnya, kini hanya tinggal 4 peserta lagi.


Sang ayah dengan santai memainkan permainan itu dan yang lainnya mulai membuat taktik atau pergerakan, ada satu orang yang menyimpan kartu di lengannya dan ada juga satu orang yang menukarkan kartu di bawahnya.

__ADS_1


Hingga kini pada babak kedua tereliminasi dua orang lagi dan tersisa 2 orang lagi yaitu sang ayah dan juga 1 pria yang berkemeja putih.


Sang pria yang berkemeja putih mulai menghirup udara dan Merokok dengan bebas.


__ADS_2