Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya

Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya
Ancaman


__ADS_3

...Part 17...


...Ancaman...


"Yank, kamu kok malah makan di pinggir jalan nggak ngajak aku ke restoran gitu"bojoku Laura dengan manja mendekati Johan yang tengah makan.


"Ah gak kok, aku udah biasa makan kayak gini"Johan makan dengan begitu lahap.


Tetapi tidak sengaja dia bertemu dengan Clara yang sedang lewat, Clara segera menghampirinya dan duduk di hadapan Johan secara tiba-tiba dan mengatakan.


"Eh, kamu kok makan di sini? ini ada uang yang aku punya dari gaji aku kemarin dan aku mau bayarnya ke kamu sekarang, kabar baiknya kalau nenek aku sekarang udah sembuh, makasih banyak ya kamu udah mau bantu aku"Clara memberikan uang itu pada tangan Johan yang tergeletak di atas meja.


Hal ini dilihat oleh Laura pacarnya dan memberikan ekspresi yang begitu marah dan mata yang melotot.


"Eh, Maaf aku ngasih kamu ikhlas kok dan kamu nggak perlu balikin Ini ambil uangnya untuk kamu"Johan mendorong uang yang diberikan oleh clara di tangan itu.


"Eh, kok kamu malah kesini sih, kamu kalau di kampus jarang banget ngomong sekarang sama dia mah akrab, Aku curiga sama kamu ya, jangan-jangan kamu matre mau deketin pacar aku!"Laura langsung berbicara dengan nada tinggi kepada Clara yang tidak tahu apa-apa.


"Eh, kamu nggak boleh kasar sama dia dong dia tuh nggak ada salah "Johan menghentikan perkataan dari Laura yang menyakiti perasaan Clara.


"Maa, Maaf aku tadi cuman mau bayar utang gua aja sama dia nggak ada yang lain kok"Clara mencoba menjelaskan kepada Laura agar tidak salah paham.


"Halah, alasan aja kamu kan dia sudah bilang kan, nggak perlu dibayar tetapi kenapa kamu terus memaksa bayar! jangan kamu caper ya sama dia! "Laura terus saja mengatakan hal yang tidak-tidak agar Clara pergi dari sana.

__ADS_1


"Eh,gak ko, Maaf ya kalau aku udah salah aku pamit dulu makasih Johan"Clara pun pergi meninggalkan mereka berdua tetapi Johan langsung menarik lengannya dan meminta Clara untuk duduk sebentar dan makan bersama.


"Udah, nggak perlu dipikirkan Kita semua harus damai dan untuk kali ini Ayo makan sama-sama dan biar aku yang bayar"Johan meminta mereka berdua untuk duduk dan makan di pinggir jalan ini.


Tetapi Laura yang tidak biasa makan di pinggir jalan menolak tawaran itu dan memilih pergi keluar untuk melihat barang-barang kesukaannya dibanding makan bersama dengan Johan.


Johan memperbolehkan Laura untuk pergi sebentar dan tidak makan bersamanya, Jadi mereka berdua yang makan di pinggir jalan itu.


"Duh, Maaf banget ya malah bikin rusuh kayak gini padahal lihat aku cuman Mau balikin uang"kata Johan pada Clara.


"Eh, udah jangan dibahas lagi sih lagian enggak apa-apa loh, ngomong-ngomong tadi kamu habis dari mana? dan gulungan kertas itu apa?"Johan bertanya kepada Clara.


Clara memegang sebuah gulungan kertas yang diikat oleh tali dan menjelaskan kalau itu adalah sebuah desain perumahan yang diminta oleh tetangganya karena desain ini bisa menjadikan uang.


"Eh,gak ko, ini hanya sekedar hobi saja dan juga ini tidak sebagus yang kamu pikirkan"balas Clara.


Johan mulai berbincang-bincang dengan Clara di tempat makan pinggir jalan itu, dan memiliki sebuah ide di benak Johan.


"Ouh iya, kamu kan pintar menggambar tuh kenapa kamu nggak jadi arsitektur aja? kan kamu bisa tuh jadi arsitektur dan gajinya cukup banyak"Johan memberi saran kepada Clara itu.


"Ya sih, sebenarnya aku mau jadi arsitektur tetapi aku enggak punya uang buat biaya kuliah dan juga aku tidak bisa masuk lagi bulan ini karena uang aku udah nunggak tau"


"Eh, nggak apa-apa biar aku aja yang bayarin"dengan mudahnya Johan mengatakan kalau dirinya akan membayar biaya kuliah Clara, hanya mengatakan saja bagi Juan itu sudah cukup karena dirinya memiliki banyak uang yang tidak tahu akan diapakan.

__ADS_1


"Duh, Maaf banget ya aku enggak bisa menerima ini karena kamu udah banyak nolong aku"Clara bersikeras untuk menolak tawaran dari Johan, karena Johan sudah banyak menolong Clara di saat kesulitan.


Jadi Clara terburu-buru untuk pergi dari tempat makan itu namun Johan memanggilnya lagi dan memiliki ide kepada Clara.


"Yaudah ini, kamu bisa kan kerja untuk aku?"Johan mengatakan ini dihadapan Clara yang berdiri untuk pergi dari sana.


"Kerja? emang kerja apa? wah wah kamu jangan macam-macam ya sama aku, Aku ini orang baik-baik jangan aku tidak bisa menerima tawaran itu!!!! kamu jangan seenaknya mempekerjakan orang seperti itu hanya karena kamu banyak uang!"Clara menasehati Johan dengan nada yang cukup tinggi dan menunjuknya dengan sebuah jari.


"Eh? kok kamu malah marah sih? kamu dengerin penjelasan aku dong jangan terburu-buru dulu pikirannya, yang aku maksud memperkerjakan kamu adalah karena kamu pintar menggambar Jadi aku minta kamu untuk membuat desain sebuah perusahaan karena aku ingin membangun beberapa perusahaan dan aku bisa menggaji mu dengan cukup banyak"itulah penjelasan dari Johan yang berbeda dari clara dengan pikirannya yang aneh.


Clara terdiam malu karena telah mengatakan hal yang tidak-tidak dan berpikiran negatif tentang Johan.Ia tersipu malu dan duduk kembali meminta maaf tentang yang dikatakannya, jadi untuk ini clara menerima tawaran Johan untuk membuat desain arsitektur perusahaan.


Karena itu, Clara diminta datang ke rumahnya untuk membangun desain perusahaan nanti malam.


"Oke, aku setuju dan aku pamit dulu ya, Terima kasih atas traktirannya"Clara menunduk berterima kasih kepada Johan yang sudah sangat baik kepadanya.


Di saat Clara keluar, Iya memperlihatkan wajah yang bahagia dan begitu senang dan semua ini dilihat oleh Laura pacarnya Johan.Laura menggenggam erat tangan Clara secara tiba-tiba di pinggir jalan dan bertanya apa yang dilakukannya di tempat tadi?.


Namun Clara yang tidak tahu apa-apa hanya menjawabnya saja, dan menurutnya ini adalah hal biasa yang tidak perlu dikhawatirkan oleh Laura.Tetapi Laura mulai merasa panas karena mendengar kalau Clara disuruh ke rumahnya nanti malam.


"Heh! awas ya kalau kamu macam-macam sama dia! enggak bakal aku biarkan kamu lepas dari tangan aku!"ancam Laura begitu jahat padanya.


Di sisi lain Zack sang pacar Laura terus memperhatikan kegiatan Laura dan Johan bersama, dia juga merasakan cemburu dan terus memberi pesan kepada Laura bagaimana kabarnya.

__ADS_1


__ADS_2