Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya

Mr.Johan :Legenda Orang Terkaya
Rasa malu


__ADS_3

...Part 24...


...Rasa malu...


Di saat itu,Clara terdiam dan bingung apa yang harus dilakukannya agar bisa membuat rencana makan malam bersama Johan.


Ia terus saja yang berpikiran mengenai hal tersebut ketika beranjak pergi menuju ke rumah Jo harus sesuai janji.


Karena neneknya sudah tua maka ia akan berusaha agar bisa membuat perjamuan bersama Johan.Kali ini, dia akan bertemu Johan di suatu tempat yaitu tempat busana yang dipilih oleh Johan.


Malam ini, dia akan bertemu Johan di tempat toko busana tersebut.Dengan mengemudi yang begitu lambat ia tidak terpikirkan kalau dirinya sudah sampai di toko tersebut.


Dengan perasaan yang begitu gemetaran kini ia sudah sampai dan menghembuskan nafasnya agar bisa mengatakan apa yang dia inginkan nanti.


"Hushhhh, pokoknya aku harus bisa dan memohon kepada johan untuk membuat perjamuan malam"ucap Clara dengan begitu gelisah.


Kemudian ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam, satu pintu yang terbuat dari kaca mulai terbuka lebar dan ia masuk ke tempat yang sudah disediakan oleh johan.


Clara terus aja melirik ke kanan dan ke kiri untuk melihat keberadaan Johan, ternyata Johan sedang duduk mengamati fashion yang ada di sebuah majalah.Tak lupa dengan sebuah kopi yang sudah disediakan oleh para pelayan dengan begitu ramah.


Srupppppp.....


Terdengar dari seruputan mulut Johan meminum sebuah kopi.


"Johan, selamat malam, dan ini aku kembalikan kunci mobil yang kamu pinjamkan aku tadi"cara mengembalikan kunci yang ada di tangannya dan menyimpannya di atas meja yang berisi begitu banyak majalah.


"Eh Clara ,tidak, Aku sama sekali tidak menginginkan mobil itu maka kamu ambil saja sebagai tanda terima kasihku Karena kamu telah menjadi asisten ku"Johan mengembalikan kunci mobil itu kepada clara dan memintanya untuk memakainya.


Clara terus aja menggerakkan tangannya dan menolak yang telah diberikan oleh Johan kepadanya.

__ADS_1


Namun Johan terus memaksanya karena dia baru tahu kalau Clara tidak memiliki kendaraan dan dia harus pulang dan data menggunakan sebuah taksi.


Oleh karena itu Clara menerimanya untuk bekerja.


Malam ini, Clara duduk bersama Johan saling berhadapan dan melihat majalah majalah yang entah akan diapakan.


"Johan, ngomong Di mana temanmu itu? bukannya dia juga akan mengikuti perencanaan mengenai busana ini?"tanya Clara dengan nada yang begitu pelan agar tidak terdengar siapa-siapa.


"Heh? Dia sedang ada keperluan jadi dia tidak ikut mengenai perencanaan busana ini, dan aku memintamu agar membuat busana ini menjadi lebih baik dan lebih maju lagi, karena aku akan memberikan semua pekerjaan ini dan perusahaan ini kepada kamu"Johan memainkan alisnya dan melihat ke arah Clara.


Clara kaget mengenai kalau perusahaan-perusahaan ini akan diberikan kepada clara dan semua tanggung jawab mengenai busana ini adalah tanggung jawab Clara.


"Ta....tapi" Clara ingin menolak tawaran dari Johan.


"Eittsssss, kamu sama sekali tidak boleh menolak karena ini adalah perintahku"jalan lagi lagi langsung memfokuskan matanya melihat majalah-majalah mengenai fashion.


Kemudian dengan ragu-ragu Clara ingin mengatakan sesuatu kepada Johan namun hanya dia saja yang bisa mendengarnya.


"Ah???? Apa yang kamu katakan?"Johan mengatakannya dengan begitu keras karena tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Clara setelah membisikan di telinganya.


Clara langsung terdiam membisu dan tidak tahu harus berbuat apa, kemudian ia mengambil sebuah ponsel dan memberikan pesan kepada Johan.


"Johan aku mohon diam, Aku hanya ingin bilang karena nenekku sedang sakit dan juga dia menganggapmu adalah pacarku, dan Ia menginginkan kamu untuk makan malam bersama aku, aku mohon kita makan malam bersama ya tapi jangan ada yang tahu siapa pun"sambil menulis pesan itu ia sedikit gugup.


Kemudian pesan itu sudah tersampaikan di handphone milik Johan.


Lalu Johan mengambil handphonenya dan mengecek pesan tersebut, Iya lalu tertawa dan tersenyum, melihat pesan yang diberikan oleh Clara.


"Ih, ngapain sih Kamu pakai ketawa sendiri"Clara agak kesal melihat tingkah Johan.

__ADS_1


"Lucu aja, Kamu itu ya padahal orang yang mau kamu kirim pesan ada di depan matamu sedangkan kamu malah mengatakannya dengan HP"sambil cengengesan melihat tingkah clara yang sekonyol ini.


"Ih, aku minta maaf karena aku sangat malu jika mengatakannya"Clara menunduk malu.


"Yaudah sebagai tanda ma aku maka aku akan mengikuti apa yang kamu inginkan dan kita akan malam bersama nenekmu besok"Johan menyetujui apa yang diminta oleh Clara itu.


Tentu sajak clara sangat senang dan gembira mendengar jawaban dari Johan kalau dirinya akan ikut makan malam bersama Clara.


"Baik, Terima kasih banyak atas perhatianmu, ehh ...... atas kebaikanmu"Clara terus saja menunduk dan berterima kasih kepada Johan.


Setelah itu, Johan hanya tersenyum dan membuka majalah lagi dan meminta para untuk membuat beberapa model yang dia inginkan atau yang ada di pikirannya untuk membuat busana yang baru dan lebih keren.


Di saat itu,Ryan temannya Johan sedang membeli beberapa peralatan mengenai nota yang akan dibuatnya.


Tetapi Iya tidak sengaja bertemu dengan Laura sehabis pulang berbelanja.


Laura yang melihat kesempatan ini tidak ingin membuang waktunya dengan sia-sia, maka dari itu ia mendapati Ryan yang sedang memasukkan beberapa barang ke dalam bagasinya.


"Heyyy, kok kamu sendirian aja sih"Laura menyapa kepada Ryan dan membuatnya terkaget.


"Ehhh!!!! aduh....! ternyata kamu Laura ya, bikin kaget aja tahu, ngapain kamu malam-malam di sini"tanya Ryan yang sudah membereskan barang-barang yang ada di bagasinya.


"Ouh, biasa aku habis belanja dan kamu kok nggak sama Johan?"Laura langsung membuat obrolan agar semakin dekat dengan Ryan.


"Yah karena dia sibuk mengurusi pekerjaanku, ngomong-ngomong kamu mau pulang dengan aku nggak?"Ryan menawarkan dirinya untuk menjadi sebuah tumpangan kepada Laura.


Tentu saja Laura langsung mengangguk dan menerima tawaran itu, karena dia tahu kalau Ryan adalah orang terkaya yang selama ini dia cari, maka dari itu ia bergegas masuk ke dalam mobilnya bersama Ryan.


Laura berpura-pura kalau dirinya tidak menyukai Johan dan ia mulai perhatian kepada Ryan.

__ADS_1


"Emh... sebenarnya selama ini aku suka kamu, dan aku nggak mau sama Johan karena aku tidak menyukainya, aku terpaksa balikan dengannya karena ingin dekat denganmu"Laura mengatakan hal itu dengan wajah yang berpura-pura tidak suka pada Ryan yang sedang menyetir di dalam mobil.


__ADS_2