
~{ Serangkai kata }~
Terimalah semua yang terjadi dengan Ikhlas, walaupun hati sangat tersakiti. Hanya hati yang sakit, tapi tidak dengan diri. Kesedihan itu hanya sementara, sedangkan bahagia sudah menanti di depan sana.
...
"Zahra, sudah, Nak. Jangan menangis lagi, ikhlaskanlah kepergian Yafiq," ucap Ummi Hanum kepada putrinya sembari mengusap punggung Zahra.
"Tapi, Mi. Zahra masih belum bisa menerima semua yang terjadi, bagi Zahra sangat cepat," balas Zahra lirih.
"Ummi tahu, Ra. Di balik semua ini pasti ada hikmahnya, cobalah bersamai dengan takdir, karena takdir tidak akan pernah bisa diubah kembali, walaupun kamu sangat menginginkannya. Masih ada Allah, dia yang akan menyembuhkan luka hatimu," ucap Ummi Hanum, sedangkan Zahra masih menatap surat dari Yafiq.
"Iya, Nak Zahra. Maafkan kami yang tidak bisa kembali membawa Yafiq ke mari, dan Ayah harap, kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik lagi dari putra Ayah," ucap ayah dari Yafiq.
Zahra hanya diam saja, dia masih berharap bisa kembali melihat Yafiq. Namun, itu semua sudah tidak mungkin lagi.
Ummi Hanum menatap iba kepada putrinya yang terbilang sangat sempurna itu, tetapi kali ini wajah cantik itu berlinang air mata, dengan hati yang sangat rapuh.
Bagaimanapun seorang ibu pasti bisa merasakan keadaan anaknya yang sangat rapuh, mungkin jika Ummi Hanum ada di posisi Zahra pasti akan sama merasakan sakit. Jadi, dengan sebisa mungkin, Ummi Hanum menenangkannya.
"Nak Zahra, Ustaz Hasan, dan Ummi Hanum. Maafkan Yafiq ya, khususnya Zahra. Sebelum Yafiq pergi, dia sudah berpesan untuk tetap membuat Zahra bahagia. Di mana, kami harap Nak Zahra bisa menemukan pendamping yang lebih baik lagi," ucap Ayah dari Yafiq, masih bersedih.
"Walaupun begitu, kami tetep menganggapmu sebagai seorang anak," ucap Ibu Tiara. Dari pertama kali melihat Zahra, beliau sudah sangat menyukainya.
__ADS_1
Lantas, Ibu Tiara pun mendekati Zahra dan memeluknya.
"Bukan kamu saja yang sedih, Ibu juga sama sepertimu, terlebih lagi Ibu adalah Ibu kandungnya, sehingga Ibu sangat amat kehilangan Yafiq sebagai anak yang paling kami sayangi," ucap Ibu Tiara yang sama meneteskan air mata, setelah melihat kendisi Zahra yang amat rapuh.
Sampai berapa menit kemudian, Ibu Tiara dan suaminya pergi dari rumah Zahra, karena masih mencari tahu informasi tetang anaknya yang belum ditemukan jasadnya.
Dengan begitu, masih besar kemungkinan bagi Yafiq masih hidup.
...****************...
Pagi harinya Zahra masih berada di atas sajadah, karena setelah salat subuh, ia langsung membaca Al-Qur'an, dan berharap bisa menenangkan hatinya yang sudah dua kali rapuh. Namun, untuk kali ini, hatinya sudah sangat-sangat rapuh.
"Kenapa takdir seakan mempermainkan Zahra? Apa Zahra tidak pantas bahagia dengan laki-laki yang sangat Zahra cintai? Berulang kali rasa sakit sudah Zahra rasakan. Lalu, mengapa kau ambil kembali kebahagiaanku? Hati ini sudah sangat terluka, dan akan sulit untuk diobati," imbuh Zahra dengan suara lirih, dan air mata yang sudah merembes keluar dari kedua bola mata indahnya.
Setelah mendengarkan keluh kesah putrinya, Ummi Hanum langsung saja masuk ke dalam kamar Zahra, dan itu membuat putrinya sangat kaget.
"Ummi!" ucap Zahra yang baru saja melihat Ummi Hanum berada di sampingnya sembari tersenyum.
"Zahra, tidak ada yang salah dengan takdir. Semua itu pasti ada hikmahnya, Ummi sudah bilang kan kemarin? Siapa yang tahu Yafiq akan pergi secepat ini? Dan kamu jangan sampai berlarut-larut bersedih, karena masih banyak orang yang sangat menyayangimu, termasuk Ummi. Dari semua yang terjadi, Ummi tahu hati Zahra pasti sudah sangat sakit. Akah tetapi, seiring berjalannya waktu, semua itu akan hilang dengan sendirinya," ucap Ummi Hanum kepada putrinya.
"Iya, Ummi." Zahara menatap Ummi Hanum dengan rasa bersalah.
"Jangan salahkan takdir, Ra. Itu sudah kehendak Allah, kita hanya bisa menerimanya dengan hati yang lapang," ucap Ummi Hanum kembali, lantas Zahra memeluk umminya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Iya, Ummi. Maafkan Zahra yang masih saja sedih sampai sekarang, dan sudah hampir menyalahkan takdir." Zahra menangis di dalam pelukan Ummi Hanum yang sangat ia sayangi.
"Tidak papa, Ra. Sudah, jangan bersedih lagi! Ummi yakin, kamu pasti bisa kembali seperti dulu lagi, menjadi ceria," ucap Ummi Hanum sembari mengusap punggung putri kesayangannya.
"Aamiin. Terima kasih, Ummi sudah mengingatkan Zahra akan takdir yang hampir saja membuat Zahra jauh darinya," balas Zahra, ia bersyukur karena masih ada Ummi Hanum yang mengingatkannya.
Ummi Hanum tersenyum, karena akhirnya Zahra mulai menerima semua yang terjadi kepadanya, walaupun sangat sulit untuk melupakannya.
Harapan terbesar Ummi Hanum kepada Zahra adalah, ingin melihat putrinya bahagia sampai tidak ada lagi air mata yang menetes, karena sakit hati.
***
Siangnya, Zahra nampak duduk di kursi yang berhadapan dengan jendela, di mana ia bisa melihat pemandangan luar yang sangat indah.
Perlahan, Zahra mulai membuka benda yang berukuran kotak itu yang tidak lain adalah leptop. Dikeluarnya flashdisk dari dalam laci, dan memasangkannya ke leptop.
Dengan tangan lincahnya, Zahra membuka laptop dan mencari vidio yang telah dibuat oleh Yafiq, sebelum meninggalkan dirinya.
Setelah menemukan vidionya, Zahra segera memutar vidio tersebut. Dan terlihatlah wajah tampan Yafiq yang tengah tersenyum lebar.
Tiba-tiba air matanya luluh dengan begitu saja.
__ADS_1